4 April 2026
Beranda blog Halaman 43040

FSP BUMN: “Capital Flight” Ancam Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Penarikan dana asing ke luar negeri akibat pengetatan kebijakan moneter The FED akan terus terjadi hingga tahun 2015. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga FED serta kebijakan ekonomi makro Amerika Serikat untuk menciptakan lapangan kerja domestik Amerika, dan meningkatkan penghasilan bunga dana pensiun rakyat Amerika yang tergerus akibat kebijakan bunga rendah The FED.

“Sementara itu, Indonesia dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah membutuhkan pembangunan industri untuk mengolah sumber daya alam dan penyerapan tenaga kerja yang optimal untuk mengatasi pengangguran,” ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono dalam rilis yang diterima Aktual, Rabu (15/10).

Menurutnya, ketersedian infrakstruktur untuk mendukung pengembangan industri masih terus menjadi hambatan dan hambatan tersebut salah satunya masalah pendanaan yang tersedia dan rencna  kenaikan harga BBM yang akan menyebabkan upah buruh dan harga barng dan jasa mengalami kenaikan.

“Program pembangunan infrastruktur pada pemerintahan Jokowi-JK bakal berantakan karena makin maraknya capital flight serta defisit anggaran negara yang berjalan makin parah,” tambahnya.                                                                             

Lebih lanjut dikatakan bahwa pembangunan infrakstruktur untuk mendukung perkembangan industri nasional juga bisa terjegal di DPR.

“Pemerintahan Jokowi harus bisa membuat kebijakan fiskal dan moneter yang bisa menahan arus keluarnya dan milik asing dari Indonesia. Pencegahan keluarnya arus modal asing bisa dilakukan dengan pengurangan pajak penghasilan dan pengunaan bank lokal dalam transaksi eksport untuk memperkuat likuiditas dana di bank lokal,” tegasnya.

Dengan demikian, akan mendorong turunnya suku bunga dan dapt digunakan untuk dana pinjaman pembangunan infrakatruktur tanpa menjual obligasi dan SUN.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tiga Calon Ketum Golkar, Semua Berharap Dukungan DPD Jabar

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin mengatakan, ada tiga orang calon ketua umum Golkar yang berharap mendapat dukungan dari seluruh DPD Golkar di Jabar.
“Ada tiga yang mencalonkan sebagai ketua umum Golkar minta dukungan ke Jabar,” kata Irianto kepada wartawan di Bandung, Rabu (15/10).
Tiga nama calon ketua umum Golkar itu adalah, MS Hidayat selaku Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golokar, Agung Laksono selaku Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro, serta Menkokesra.
Terakhir Airlangga Hartarto selaku Ketua Bidang UKM dan Koperasi DPP Partai Golkar.
Namun menurut politikus yang biasa disapa Yance itu, persiapan pencalonannya masih jauh karena agenda pelaksanaan musyawarah nasional (munas) Partai Golkar belum ditentukan waktunya.
“Sudah ada namanya, tapi masih jauh, mereka sejauh ini hanya menyampaikan visi misi menjadi calon ketua umum,” kata anggota DPRD Jabar itu.
Dia mengungkapkan, meskipun sudah ada yang minta dukungan, namun DPD Partai Golkar Jabar belum dapat memutuskan sikap atau mendukung salah satu dari tiga nama calon ketua umum itu.
Menurut dia, sikap menetapkan dukungan terhadap calon itu membutuhkan waktu dan harus tenang dalam memberi keputusan.
“Sikap dari Jabar ya belum, kita sekarang dukung seseorang, namanya politiik itu harus kaleum (tenang),” kata mantan Bupati Indramayu dua periode itu.
Dia mengatakan, tiga nama calon ketua umum itu tidak hanya harus mendapatkan dukungan dari DPD Golkar Provinsi Jabar saja, tetapi harus seluruh DPD se-Indonesia.
Dirinya menegaskan, DPD Jabar hanya memiliki 27 kabupaten/kota yang dinilai sedikit dibandingkan dengan jumlah seluruh Indonesia.
“Jabar tidak bisa menjamin menang juga, ada 300an, kita (Jabar) cuma 27,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Rapat Majelis PPP: Muktamar Sebaiknya Diselenggarakan Sebelum 20 Oktober

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Majelis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi melakukan rapat konsultasi, Rabu (15/10). Rapat ini dilakukan oleh majelis syariah, majelis pertimbangan dan majelis pakar dan dilakukan dalam rangka menindaklanjuti putusan mahkamah partai nomor 49/pip/mp-dpp/2014.
Dalam surat putusan yang diterima Aktual.co, rapat itu dilakukan setelah mendengar laporan ketua mahkamah partai, masukan dan saran dari ketua majelis pertimbangan dan pimpinan majelis pakar. 
“Maka dengan senantiasa mengharap ridho dan pertolongan dari Allah SWT, seraya bertawakal kepadanya, maka rapat mengambil keputusan,” begitu bunyi surat keputusan yang ditandatangani Ketua KH Maimoen Zubair dan Sekretaris Anas Taher.
Poin pertama, semua pihak harus menaati dan mematuhi mahkamah partai karena sifatnya final dan mengikat. Kedua, pimpinan majelis bersepakat untuk terus berupaya semaksimal mungkin dilakukannya islah antara kedua belah pihak internal PPP yang berselisih. 
“Ketiga, muktamar VIII yang akan dilaksanakan merupakan muktamar islah yang mencerminkan semangat persatuan, persaudaraan (ukhuwah) dan semangat, untuk mengedepankan keutuhan dan keselamatan partai di atas kepentingan lain,” lanjut putusan tersebut.
Keempat, semua jajaran pimpinan partai khususnya pihak-pihak yang tidak terlibat konflik harus bertanggung jawab dan menjadi mediator penyelamatan partai.
Kelima, majelis syariah, majelis petimbangan, majelis pakar, dan mahkamah partai akan terus mengawal dan membantu terbentuknya kepanitiaan muktamar bersama.
“Keenam, muktamar VIII sebaiknya diselenggarakan sebelum tanggal 20 Oktober 2014. Demikian beberapa putusan dan diamanatkan kepada semua pimpinan dan kader partai untuk mematuhinya,” pungkasnya.

Utang Menggunung, IGJ: PLN Berpotensi Jatuh ke Tangan Asing

Jakarta, Aktual.co — Peneliti dan pengamat ekonomi-energi Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng mengatakan bahwa setiap dua bulan sekali PLN menaikkan tarif dasar listrik. PLN beralasan kenaikan tersebut untuk mencapai harga keekonomian. Padahal yang terjadi adalah rakyat harus membayar listrik semakin mahal kepada PLN untuk menutup bunga dan cicilan utang luar negeri PLN yang semakin menggunung.

“Yang terjadi adalah rakyat harus membayar listrik semakin mahal kepada PLN untuk menutupi bunga dan cicilan utang luar negerinya yang semakin menggunung,” kata Salamuddin Daeng di Jakarta, Rabu (15/10).

Di sisi lain, sambungnya, peringkat utang PLN semakin mantap dan masuk dalam global 500 fortune bersama Pertamina. Hal ini semakin membuat perusahaan ini terbius memburu utang.

“Setiap tahun PLN sibuk memburu utang luar negeri. Sisi lain tidak ada perubahan significant dari pembangunan infrasruktur dan pelayanan listrik di dalam negeri,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, setiap tahun PLN mencetak utang, tercatat November 2009 perseroan menerbitkan global bond senilai USD1,25 miliar dan pada September 2011 perseroan menandatangani Program Surat Utang Global Jangka Menengah (GMTN) sebesar USD2 miliar.

“Oktober 2012, meningkatkan utang USD1 billion, Juni 2013 mengambil utang Rp10 trilliun regular bonds dan September 2014 kembali berencana berhutang USD2 billion,” jelasnya.

Lanjutnya, pada laporan keuangan PLN 2013, tercatat utang PLN telah mencapai Rp462,6 triliun atau setara dengan 77,6 Persen seluruh aset PLN.

“Ini membahayakan, mengingat dominasi kepemilikan asing dalam surat utang PLN. Hingga semester 1 2014 ini sebanyak 81,6 % utang PLN adalah dalam bentuk dolar Amerika Serikat,” tegasnya.

Akibatnya PLN terus menaikkan tarif listrik untuk mengeruk rupiah dari rakyat. Ke depan daya keruk uang rakyat akan semakin ditingkatkan seiring esakan pada pemerintah Jokowi untuk menaikan harga BBM yang tentu akan memicu tingginya ongkos produksi PLN.

“Namun semua sangat bergantung pada Jokowi. Mendukung kenaikan harga listrik gila gilaan agar PLN sanggup membayar utang. Karena jika bangkrut maka secara otomatis asing akan mengambil alih PLN sebagaimana cita-cita mereka sejak lama,” ungkapnya.

“Konsekuensinya Jokowi harus tega mengeruk rakyat demi membayar bunga dan cicilan  utang PLN tanpa tahu sampai kapan utang utang itu dapat dilunasi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

7 LSM Praperadilankan Kapolri dan Ketua KPK

Jakarta, Aktual.co – ‎Sidang permohonan praperadilan yang diajukan Aliansi 7 LSM yang tergabung dalam ‘Aliansi Anak Rantau Toba Samosir’ kembali digelar. Agendanya, pembacaan gugatan pemohon, terkait mangkraknya penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan basecamp dan access road pembangunan PLTA Asahan III. Kasus ini menetapkan tersangka Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak.

Dalam gugatan praperadilan itu pihak pemohon dari 7 LSM yang dikoordinatori Ungkap Marpaung itu mengugat Kapolri selaku Termohon I, Ketua KPK sebagai Termohon II, Ketua DPR Periode 2009-2014 sebagai Termohon III. Hadir mewakili pihak termohon yakni para kuasa hukum Ketua DPR, kuasa hukum KPK dan Kuasa Hukum Kapolri.

‎”Sudah hampir tiga tahun kami melakukan berbagai upaya untuk mendorong pihak kepolisian menangani perkara tersebut secara serius,” kata Ungkap dalam gugatan Pra Peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/10).

‎Namun, kata dia faktanya, sampai detik ini, jangankan melimpahkan berkas perkaranya ke kejaksaan, menangkap tersangka Pandapotan Kasmin Simanjuntak pun mereka tidak mampu.

‎”Ada apa di balik semua itu? Padahal perkara itu sangat sederhana, tidak serumit yang dibayangkan orang. Kita menduga perkara ini sengaja dibuat rumit oleh pihak yang memiliki kepentingan dengan perkara ini,” kata dia.

‎Dia pun meminta KPK untuk ambil alih kasus yang sudah ditangani Polda Sumatera Utara, sebab dinilai Polri sudah tak sangup.

‎”Kami meminta KPK bersikap aktif dengan mengambil alih penanganan kasus korupsi ini. Karena penegak hukum setempat tidak sangup. Padahal KPK sudah berperan sebagai supervisor pada kasus Bupati Kasmin ini,” papar dia.

‎Dia menjelaskan dalam kasus dugaan korupsi ini, Mabes Polri sudah gelar perkar di Bareskrim Mabes Polri. Begitu juga dengan KPK. Selain berperan sebagai supervisor dalam penanganan kasus itu, KPK pun sudah melakukan gelar perkara di markasnya, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta.

‎”Tapi, langkah-langkah itu seolah berlalu begitu saja, tanpa diiringi tindakan yang konkret,” papar dia.

‎Dia menduga lambatnya penanganan kasus ini ada indikasi upaya intervensi dari Marzuki Alie saat itu sebagai Ketua DPR Periode 2009-2014 dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Johnny Allen Marbun.

‎Dalam persidangan itu selaku hakim tunggal Marisi Siregar dengan panitera penganti Jul Rizal. Langkah praperadilan itu untuk mengangkat kehormatan lembaga penegak hukum. “Sidang praperadilan ini kanforum formal untuk membicarakan segala hal seputar penegakan hukum. Kami memanfatkan jalur resmi yang diakui konstitusi,” tandasnya.

‎Usai persidangan pihak kuasa hukum termohon belum berani berkomentar, pihaknya akan menjawab gugatan itu pada persidangan Kamis 16 Oktober besok melalui jawaban tertulis dan dibacakan di muka persidangan.

‎”Besok saja kita jawab secara tertulis di persidangan,” kata salah satu pengacara termohon.

‎Sidang ini akan berlanjut selama sepekan sedang agenda pada hari Jumat Replik dari pemohon dan Senin pekan depan Duplik dari pihak termohon, sidang ini akan diputuskan berdasarkan undang-undang.

‎”Kamis minggu depan, diupayakan akan mengagendakan kesimpulan dan putusan. Besok jawaban para termohon. Hari Senin (20 Oktober) menghadirkan saksi,” tandas hakum Marisi.

JLL: Jumlah Perkantoran di CBD Menurun

Jakarta, Aktual.co — Konsultan properti Jone Lang LaSalle (JLL) sebagai perusahaan pelayanan di bidang real estate menyatakan bahwa sentimen politik tidak banyak berpengaruh besar terhadap properti nasional namun ada penurunan ketersedian perkantoran.

“Ada penurunan dalam perkantoran terutama di wilayah Central Business District (CBD). Penurunan tersebut masih dalam tingkat moderate. Penurunan tersebut juga karena diserap oleh wilayah di luar CBD,” ujar Direktur Strategic Consulting, Herully di Jakarta, Rabu (15/10).

Lebih lanjut diungkapkan bahwa pada kuartal ketiga 2014 ini permintaan ruang kantor di CBD menunjukkan penurunan sebesar 37 persen atau 13.400 m persegi. Hal ini karena terbatasnya ketersediaan ruang perkantoran baru.

“Namun secara keseluruhan tingkat hunian perkantoran CBD masih tinggi sekitar 94 persen tidak banyak perubahan dari kuartal sebelumnya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain