18 April 2026
Beranda blog Halaman 43299

Hakim Tipikor Ancam “Bui” Dirut Pertamina



Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor), Jakarta memperingatkan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan untuk memberikan kesaksian yang benar dalam sidang.   
Dalam sidang tersebut anggota Majelis Hakim Matheus Samiadji, mengatakan, saksi bisa saja langsung ditahan jika hakim menyatakan yang bersangkutan melakukan sumpah palsu.
Peringatan tersebut dikatakan Matheus setelah mendengar Karen meralat kesaksiannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam sidang.
Peringatan tersebut ditanggapi oleh Karen bahwa dirinya pada pemeriksaan awal di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terlalu mengerti soal pengertian saksi. Dengan alasan, penyidik tidak menjelaskan dengan rinci.
Padahal dalam sidang tersebut bukan hanya Karen yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada empat orang lainnya yaitu,Tenaga Ahli SKK Migas Hardiono, Presiden Direktur PT Zerotech Nusantara Febri Prasetyadi Suparta, Anak sulung Rudi Rubiandini, Refi Harfini, Margareta Chairunisa Lumban Tobing sales Toyota TB Simatupang. Namun hanya Karen yang menegaskan dirinya sebagai orang yang belum memahami definisi menjadi saksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

“Tutup Kendang” Kasus Dugaan Suap Mantan Kepala SKK Migas.



Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Terkait percakapan permintaan uang dari mantan Sekjen Kementrian ESDM, Waryono Karno kepada mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, akhirnya Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan istilah ‘Buka tutup kendang’.
Karen mengakui pernah dihubungi oleh Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Dirinya dihubungi, lantaran Rudi meminta Pertamina menyerahkan uang sebesar USD150 ribu untuk ‘tutup kendang’ terkait pembahasan APBN Perubahan 2013 di DPR RI.
Karen pun menjelaskan bahwa kocek yang harus dikeluarkan untuk ‘buka-tutup kendang’ itu sebesar USD300 ribu. Duit tersebut ditujukan untuk Anggota DPR RI.
Kemudian Karen menyerahkan sendiri uang sebesar USD150 ribu kepada Menteri ESDM Jero Wacik sebagai ‘tutup kendang’. Namun Ia menjelaskan, hal itu dilakukannya sebagai siasat untuk menghentikan pembicaraan dengan Rudi Rubiandini. Ia menjelaskan bahwa Rudi dalam pembicaraan telepon tersebut meminta Karen untuk iuran. 
Karen mengatakan Pertamina tidak memerlukan APBN untuk menyokong operasionalnya. Tetapi lebih memanfaatkan usaha sendiri dengan anak perusahaan yang dimiliki.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

3 Janji Dahlan Selesaikan Outsourcing

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan (kiri) bersama Sekjen Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona (kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014). Rapat kerja tersebut membahas pelaksanaan dari rekomendasi Panitia Kerja (Panja) Outsourcing BUMN Komisi IX DPR untuk persoalan pekerja alihdaya (outsourcing) di sejumlah perusahaan BUMN. Aktual/Tino Oktaviano

PKB Gelar 40 Hari KH M.A Sahal Mahfudz

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar bersama Capres PKB, Mahfud Md didampingi sejumlah petinggi partai membacakan tahlil 40 hari almarhum Sahal Mahfudz di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (4/3/2014). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PKB juga menyatakan siap berkoalisi dengan partai manapun termasuk oposisi dalam pemilihan Presiden mendatang. Aktual/Tino Oktaviano

Tarik Pasukan TNI dari Tanah Papua

Sejumlah warga Papua dengan membawa sejumlah poster menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (4/3). Dalam aksinya mereka menuntut penarikan pasukan TNI dari Papua serta mendukung PM Vanuatu yang berencana berpidato tentang pelanggaran HAM di Papua pada Sidang HAM PBB di Jenewa. Aktual/Tino Oktaviano

Karen Agustiawan Bersaksi di Sidang Rudi Rubiandini

Dirut PT Pertamina (persero), Karen Agustiawan saat akan memberikan kesaksian di sidang terdakwa mantan Kepala SKK Migas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor), Jakarta, Selasa (4/3/2014). Karen membantah pernah memberikan uang perusahaan kepada anggota DPR RI, salah satunya sebagai uang ‘pelicin’ dalam pembahasan APBN Perubahan. Aktual/Tino Oktaviano

Berita Lain