3 April 2026
Beranda blog Halaman 43482

Orasi Budaya Mohammad Jumhur Hidayat

Jakarta, Aktual.co —

Dalamorasinya,  Jumhur Hidayat menekankantentang keberagaman dan kebhinekaan ,  Indonesiasekarang gersang budaya, pembiaran pemerintah pusat terhadap budaya lokal,  lambat laun telah memusnahkan kearifan lokalyang adiluhung.  Berbagai kerajaan dankesultanan yang masih ada di jadikan musium,  sehingga roh dari kesultanan hilang danmemudar,  padahal substansi darikesultanan itu ada pada sikap tradisi luhur sebagai karakter kesultanan.  Seharusnya pemerintah memfasilitasi agar kesultanantetap hidup untuk menggali tradisi luhur untuk disumbangkan kepada negara.

Mohammad Jumhur Hidayatadalah seorang aktivis di era penghujung tahun 80an,  beliau pernah di penjara karena aksi demonyamenolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini saat beliau masih menjadimahasiswa ITB.

Ngaruat Lemah Cai / Memperbaiki Tanah Air

Bandung, Aktual.co —

Alam Priangan yangawalnya hijau, subur,  cantik memikatkini mulai sedikit demi sedikit kehilangan hutan , bukit , sawah , kebun  dan sungai. Alam Priangan yang cantik sudahmulai tidak bersahabat dengan penghuninya, kekeringan, banjir,  longsor,hilangnya sejumlah mata pencarian yang mengakibatkan krisis sosial, itu semuadi karenakan hilangnya hormat dan kesetian pada ajen-inajen Budaya Karuhun.

 Degradasi Budaya mengakibatkan krisisidentitas pada masyarakat Sunda,  warisanKaruhun yang menyimpan kearifan yang relefan mulai di tinggalkan.  Prilakuangkuh,  kemaruk dalam memperlakukan AlamPriangan sudah mencapai titik yang membahayakan.

Di motori SyarifBastaman,  akhirnya Bamus masyarakatSunda memberikan Pengajen Lemah Cai, kepada tokoh – tokoh yang masih tetap menjaga dan mendarma baktikanhidupnya untuk  melestarikan  ajen – inajen Budaya Karuhun.  Pengajen ini memang kecil,  semoga yang kecil ini turut menumbuhkan Budayadi lemah cai urang sedaya.     

Peluncuran Buku Kebudayaan Mendesain Masa Depan

Jakarta, Aktual.co —

Kementrian PPN/BAPPENAS  senantiasa menumbuhkan kehidupan intelektualisme  sehingga beberapa tokoh menyebutnya Kementrian PPN/BAPPENAS dengan kementriansetengah kampus . Seperti kegiatanpeluncuran buku,  kajian,  diskusi, hingga bedah buku merupakan kegiatanrutin yang telah berlangsungsecara reguler di BAPPENAS. Tidak hanya dilakukan oleh kalangan internal tapi juga para stakeholdersBAPPENAS.

Sebagai salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia , Prof. Sri EdiSwasonomengatakan penerbitan buku Kebudayaan Mendesain Masa Depan  bertujuan untuk memperingati  “90 tahun Tamansiswa “ dan mensyukuri bahwa kebudayaan telah kembali ke habitat pendidikan yang ditandai  dengan disatukannya lagi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan .

Buku berjudul KebudayaanMendesain Masa Depan merupakan kumpulan tulisanpara tokoh-tokoh bangsa , negarawan,  pendidik,  budayawan,  dan parapemikir  sehingga buku ini penuh denganide, gagasandan sikap yang sangat berguna untuk perkembangan Indonesia kedepan.

Indonesia akan maju menjadi negara yang besar  jika semua individu di negara ini berpegangkepada akar budaya Indonesia  dalam berpikir dan menentukansikap untuk kemajuan Indonesia.

Sidang Putusan DKPP : Kasus KPUD Sampang dan KPUD Morowali

Jakarta, Aktual.co —

Dalamsidang putusan teradu KetuaKPUD Morowalidan Ketua KPUD Sampang pada Selasa(18/12) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membacakan putusannya

ketua partai Pelopor Sampang Hudi, S.H sebagai pengadu mengadukan Ketua KPUD Sampang Abu Ahmad M. Dhoveir Shah sebagai teradu, yangdiduga telah menolak pendaftaran bakal pasangan calon KH.Abdul Haq dan H. Immaluddin, S.H, Sos dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sampang tahun 2012.

Berdasarkanpenilaian atas fakta-fakta persidanganDKPP menyimpulkan antara lain bahwa teradu Ketua KPUD Sampangterbukti tidak bersalah atas pelanggaran kode etik penyelenggaran pemilu.

Sidangberlanjut pada sidang putusan  Ketua KPUD Morowali,  dalam sidangnya DKPP membacakan putusan denganpengadu Soleman, S.H yang menguasakan Ahmad Hi M AliKetua KPU teradu  serta ketiga anggota KPUD Morowali yang berhalangan hadir.

DKPPmemutuskan bahwa teradu telah terbukt tidak profesional karena mengabaikanhasil pemeriksaan kesehatan oleh tim pemeriksaan khusus, namun KPUD Morowali menggunakan hasilpemeriksaan kesehatan lain yang tidak ditunjuk langsung dari KPUD KabupatenMorowali, dan tindakantersebut telah melanggar peraturan serta kode etik pemilihan. Dan DKPP menjatuhkan sanksipemberhentian tetap kepada teradu satu yaitu Ketua KPUD Morowali Drs. H.M  Baduddindan ketiga anggota KPUD.

Menara Kudus , Simbol Pluralisme di Awal Perkembangan Islam

Aktual.co —

Masjid Menara Kudus bukan sekadar tempat beribadah. Masjid inimenjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Tengah lebih tepatnya Kudus dansekitarnya. Arsitekturnya memadukan nilai akulturasi Hindu, Islam, Jawa, danChina. Di sinilah geliat ekonomi dan pluralisme di Kudus bermula. Tidak heran,peneliti dari Barat menyebutnya sebagai ”Jerusalem” di Jawa.

SunanKudus atau Djafar Shodiq mampu  beradaptasi dan mengajarkan Islam di tengah masyarakat  Hindu dan Budha yang taat. Pencampuran budayaHindu dan Budha juga mewarnai arsitektur Masjid Menara Kudus, salah satunyadapat kita lihat pada Menara Masjid di sisi timur yang bercorak HinduMajapahit.

Gapura dan bangunan menara masjid dibangun dari tumpukan batumerah setinggi 18 meter. Seluruh bangunan menggambarkan perpaduan budaya Jawadan Hindu. Kaki dan badan menara dibangun dandiukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihatpada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknikkonstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian atap menara yangberbentuk limas dengan empat batang saka guru yang menopang.

Padabagian puncak atap tajug terdapat semacam mustaka (kepala) seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional diJawa. Pada awalnya menara kudus berfungsi sebagai tempat mengumandangkan Adzan,namun seiring berjalannya waktu Menara Kudus kini di jadikan cagar budaya yangharus dijaga keberadaanya. 

Di komplek Masjid juga terdapat pancuran untuk wudhu yangberjumlah delapan buah. Di atas pancuran itu diletakkan arca Kerbau Gumirang.Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Budha, yakni ‘DelapanJalan Kebenaran’ atau Asta Sanghika Marga.

 

           

Sate Bandeng, Menu Rahasia Kesultanan Banten

Jakarta, Aktual.co —Berwisata ke Banten rasanyakurang lengkap bila tidak mencicipi kelezatan sate bandeng, makanan khas kota Banten. Bagi pecinta kuliner,makanan yang satu ini akan memberikan sebuah pengalaman menikmati menu makananyang berbeda. Selain rasanya yang gurih, makanan ini juga akan membertyle=”font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:”Arial”,”sans-serif””>

Penggemar yang menyukai rasabandeng seperti apa adanya mungkin akan kecewa setelah menyantap sate bandeng.Rasa asli bandeng hampir lenyap, tertelan gurihnya santan. Untuk lebihmenikmatinya makanan yang satu ini sebaiknya disantap selagi hangat.  Mungkin Anda bisa mencoba makan sambilmemejamkan mata dan mengunyah pelan-pelan untuk memilah-milah rasa…. Nyaaaam…

Berita Lain