30 April 2026
Beranda blog Halaman 43595

Menara Kudus , Simbol Pluralisme di Awal Perkembangan Islam

Aktual.co —

Masjid Menara Kudus bukan sekadar tempat beribadah. Masjid inimenjadi pusat penyebaran Islam di Jawa Tengah lebih tepatnya Kudus dansekitarnya. Arsitekturnya memadukan nilai akulturasi Hindu, Islam, Jawa, danChina. Di sinilah geliat ekonomi dan pluralisme di Kudus bermula. Tidak heran,peneliti dari Barat menyebutnya sebagai ”Jerusalem” di Jawa.

SunanKudus atau Djafar Shodiq mampu  beradaptasi dan mengajarkan Islam di tengah masyarakat  Hindu dan Budha yang taat. Pencampuran budayaHindu dan Budha juga mewarnai arsitektur Masjid Menara Kudus, salah satunyadapat kita lihat pada Menara Masjid di sisi timur yang bercorak HinduMajapahit.

Gapura dan bangunan menara masjid dibangun dari tumpukan batumerah setinggi 18 meter. Seluruh bangunan menggambarkan perpaduan budaya Jawadan Hindu. Kaki dan badan menara dibangun dandiukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihatpada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknikkonstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian atap menara yangberbentuk limas dengan empat batang saka guru yang menopang.

Padabagian puncak atap tajug terdapat semacam mustaka (kepala) seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional diJawa. Pada awalnya menara kudus berfungsi sebagai tempat mengumandangkan Adzan,namun seiring berjalannya waktu Menara Kudus kini di jadikan cagar budaya yangharus dijaga keberadaanya. 

Di komplek Masjid juga terdapat pancuran untuk wudhu yangberjumlah delapan buah. Di atas pancuran itu diletakkan arca Kerbau Gumirang.Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Budha, yakni ‘DelapanJalan Kebenaran’ atau Asta Sanghika Marga.

 

           

Sate Bandeng, Menu Rahasia Kesultanan Banten

Jakarta, Aktual.co —Berwisata ke Banten rasanyakurang lengkap bila tidak mencicipi kelezatan sate bandeng, makanan khas kota Banten. Bagi pecinta kuliner,makanan yang satu ini akan memberikan sebuah pengalaman menikmati menu makananyang berbeda. Selain rasanya yang gurih, makanan ini juga akan membertyle=”font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:”Arial”,”sans-serif””>

Penggemar yang menyukai rasabandeng seperti apa adanya mungkin akan kecewa setelah menyantap sate bandeng.Rasa asli bandeng hampir lenyap, tertelan gurihnya santan. Untuk lebihmenikmatinya makanan yang satu ini sebaiknya disantap selagi hangat.  Mungkin Anda bisa mencoba makan sambilmemejamkan mata dan mengunyah pelan-pelan untuk memilah-milah rasa…. Nyaaaam…

Aksi Peringatan Hari Anti Korupsi Dibubarkan Paksa Polisi

JAKARTA (9/12), Benang kusut kasus Century kian terurai satu demi satu , oknum pejabat yang terkait kasus tersebut mulai ditelisik,baik oleh pansus DPR maupun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nama yang makin santer disebut-sebut keterlibatannya dalam kasus mega korupsi itu adalah Wakil Presiden Boediono.
Kasus Bank Century ini telah menggerakan sejumlah massa dari GMPI. GMNI, LPI dan Pemuda Kebangsaan Serikat Buruh melakukan aksi demonstrasi  berkaitan dengan skandal kasus Century yang bertepatan pada hari anti korupsi sedunia.
Mereka menuntut  Boediono mundur  dari jabatannya dan mendesak KPK untuk segera menetapkan orang nomor dua itu sebagai tersangka untuk memperlancar proses hukum dan pembersihan antek neolib dari Indonesia.
Aksi tersebut  yang pada awalnya akan dilakukan di depan kediaman rumah dinas Wakil Presiden berjalan tidak lancar, karena polisi menghadang jalannya aksi demo. namun para demonstran tetap menjalankan aksinya sehingga pada akhirnya polisi memberhentikan aksinya dengan paksa dikarenakan unjuk rasa berjalan di tempat yang tidak seharusnya sehingga mengganggu ketertiban umum.

Kota Demak , Saksi Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Masjid Agung Demak adalahsalah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Desa ini terletak di DesaKauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pendiri masjid ini diperkirakan RadenPatah beliau adalah raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke 15bersama Wali Songo mendirikan masjid yang kharismatik ini dengan memberi gambarserupa bulus. Diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri tahun 1401 saka, inidapat terlihat dari simbol bulus. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berartiangka 1, 4 kaki yang berarti angka 4, badan bulus yang berarti angka nol (0),dan ekor bulus yang berarti angka 1.

Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunaninduk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Salah satu dari tiangutama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai sakatatal. Bangunan serambimerupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopangdelapan tiang disebut saka majapahit, atap limas Majid terdiri dari tiga bagianyang menggambarkan Iman, Islam, Ihsan.

Di kompleks ini jugaterdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi mengenai beberapa hal tentangKerajaan Demak. Masjid Agung Demak telah dicalonkan menjadi Situs Warisan DuniaUNESCO tahun 1955.

 

Launching Lombok Sumbawa Travel Fair 2012

Gelaran Lombok Sumbawa Travel Fair yang sedang diaksanakan , dihadiri oleh Direktur Produk Pariwisata Achyarudin SE, MSc , Kepala Dinas Budaya Pariwisata Provinsi NTB , H Lalu Gita Aryadi , Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB Awanadhi Aswinabawa , dan sejumlah Stakeholders Pariwisata Indonesia.Badan Promosi Pariwisata daerah NTB terus melakukan beragam upaya promosi dan pemasaran secara Komprehensif

Tradisi Adu Otot atau Okol untuk Minta Hujan di Madura

Madura, Aktual.co — Meminta hujan lewat adu otot. Itulah yang terjadi di Desa Nylabu Laok, Kota Pamekasan, Madura. Adu otot itu dikenal dengan tradisi Okol, dalam bahasa Indonesia disebut gulat tradisional,.

Okol ini akan berlangsung bergiliran di pedesaan di Pamekasan, yang akan dihentikan jika hujan telah mengguyur bumi Pamekasan.

Para pemain maupun penonton seolah tak peduli dengan terik matahari yang sangat menyengat . Maklum, Okol memang digelar seusai azan Ashar. Udara gerah, dengan sengatan terik matahari, tak menyurutkan pemain dan penonton. Mereka justru makin mendesak maju hingga mendekati ring.

Pemain Okol  wajib membuka baju, mereka juga harus mematuhi aturan main. Sebelum bertanding, pengarah permainan memeriksa kuku tangan. Pemain juga diharuskan melepas aksesoris seperti gelang dan arloji. Setelah itu, pengarah permainan memberikan aturan main Okol, yakni peserta dilarang menggigit, peserta juga dilarang meninju dan memukul lawan mainnya.

Berita Lain