9 April 2026
Beranda blog Halaman 449

KPK Ungkap Parpol Lemah dalam Kaderisasi Usai Bupati Lampung Tengah Ditangkap

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menunjukkan lemahnya rekrutmen partai politik.

“Permasalahan mendasar adalah lemahnya integrasi rekrutmen dengan kaderisasi yang memicu adanya mahar politik, tingginya kader yang berpindah-pindah antarparpol, serta kandidasi hanya berdasarkan kekuatan finansial dan popularitas,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Minggu (14/12).

Selain itu, Budi mengatakan KPK memandang dugaan penerimaan uang sebanyak Rp5,25 miliar yang dipakai Ardito Wijaya melunasi pinjaman bank untuk kebutuhan kampanye selama Pilkada 2024, menunjukkan masih tingginya biaya politik di Indonesia pada saat ini.

“Hal ini menunjukkan masih tingginya biaya politik di Indonesia yang mengakibatkan para kepala daerah terpilih kemudian mempunyai beban besar untuk mengembalikan modal politik tersebut, dan sayangnya dilakukan dengan cara-cara melawan hukum, yaitu korupsi,” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan kasus yang melibatkan Ardito Wijaya tersebut juga mengonfirmasi salah satu hipotesis dalam kajian tata kelola parpol yang sedang KPK lakukan, yakni tingginya kebutuhan dana bagi parpol untuk pemenangan pemilu, operasional, hingga pendanaan berbagai kegiatan seperti kongres atau musyawarah partai.

Hipotesis lainnya, kata dia, yakni tidak akuntabel dan transparansinya laporan keuangan, sehingga membuat ketidakmampuan dalam mencegah adanya aliran uang yang tidak sah kepada parpol.

“KPK mendorong pentingnya standardisasi sistem pelaporan keuangan parpol agar mampu mencegah adanya aliran uang yang tidak sah,” ujarnya.

Walaupun demikian, dia mengatakan KPK masih berproses untuk melengkapi kajian tersebut sebelum menyerahkannya kepada para pemangku kepentingan terkait sebagai upaya pencegahan korupsi.

Sebelumnya, pada 11 Desember 2025, KPK menetapkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya sebagai salah satu dari lima tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa, serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2025.

KPK menduga Ardito Wijaya menerima Rp5,75 miliar terkait kasus tersebut, dan memakai Rp5,25 miliar guna melunasi pinjaman bank untuk kebutuhan kampanye selama Pilkada 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

All Indonesia Final di SEA Games 2025: Alwi Farhan Tantang Zaki Ubaidillah, Emas Tunggal Putra Dipastikan

Jakarta, aktual.com – Partai bertajuk All Indonesia Final yang mempertemukan Alwi Farhan menghadapi rekan senegaranya Moh. Zaki Ubaidillah tersaji pada sektor tunggal putra cabang bulu tangkis SEA Games Thailand 2025.

Duel final antara Alwi menghadapi Ubed ini akan berlangsung di Gymnasium 5, Thammasat University Rangsit Campus, Bangkok, Minggu (14/12) pukul 12.00 WIB.

Partai ini sekaligus membuat Indonesia dipastikan telah menyegel satu medali emas lewat sektor tunggal putra.

Pemain bulu tangkis Indonesia lainnya yang akan bertanding yakni di sektor ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang akan bersua ganda Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang berlangsung mulai 11.30 WIB.

Sedangkan di sektor ganda putra, duet Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi akan menantang ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada laga yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB.

Tim bulu tangkis Indonesia secara matematis masih berpeluang besar untuk membawa pulang tambahan tiga medali emas apabila lewat sektor tunggal putra, ganda putri, dan ganda putra mampu menang di laga final pada Minggu.

Dilansir dari keterangan PBSI, berikut jadwal final cabang bulu tangkis SEA Games 2025:

Tunggal putra
Alwi Farhan vs Moh. Zaki Ubaidillah – 12.00 WIB

Ganda putri
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) – 11.30 WIB.

Ganda putra
Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) – 12.30 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sebagian Wilayah di Indonesia

Hujan lebat disertai petir melanda kawasan kampung nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik Filipina dan Laut Arafuru dimana akan terjadi potensi hujan lebat disertai kilatan petir dan angin kencang di wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras.

Jakarta, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu (14/12).

Prakirawati BMKG Wahyu Annisa dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa untuk wilayah Indonesia bagian barat masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan petir di sejumlah kota.

“Di wilayah barat Indonesia terdapat potensi hujan petir di Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Serang, Palangkaraya, dan Banjarmasin,” katanya.

Selain itu, Annisa menjelaskan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Padang.

Sementara, hujan ringan diprakirakan turun di Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda.

Adapun kondisi cuaca berawan tebal diprakirakan menyelimuti Banda Aceh dan Surabaya.

Sementara untuk wilayah Indonesia bagian timur, Annisa menyebut potensi hujan petir perlu diwaspadai di Mamuju.

“Potensi hujan dengan intensitas sedang juga diprakirakan terjadi di Nabire, Merauke, dan Denpasar,” ujarnya.

Annisa menambahkan hujan ringan berpotensi terjadi di Mataram, Palu, Manado, Gorontalo, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayawijaya.

BMKG juga memprakirakan cuaca berawan tebal di Kupang dan Manokwari. Sementara itu, kondisi cuaca berawan diprakirakan terjadi di Jayapura.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan disertai petir, yang dapat berdampak pada aktivitas harian dan keselamatan.

Annisa mengingatkan prakiraan tersebut merupakan gambaran umum cuaca hari ini di masing-masing daerah. Adapun untuk informasi yang diperbarui setiap jam sekali, masyarakat dapat mengakses di laman web resmi bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Siti Fauziah Ziarah Ke Makam Cut Nyak Dien

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah berziarah ke makam Cut Nyak Dien di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Aktual/DOK MPR RI

Sumedang, aktual.com – Dalam rangkaian Festival Cut Nyak Dien “Nada dan Doa, Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia” kolaborasi MPR RI dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, SE, MM, berziarah ke makam Cut Nyak Dien di Komplek Pemakaman Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Siti Fauziah didampingi Sekretaris Daerah Pemkab Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, S.Sos, M.Si.

Sebelum memanjatkan doa di hadapan makam Cut Nyak Dien, Siti Fauziah mendapat penjelasan dari penjaga makam atau juru kunci makam Cut Nyak Dien tentang sejarah Pahlawan Nasional wanita kelahiran Aceh itu hingga dimakamkan di Sumedang. Cut Nyak Dien adalah pahlawan nasional yang dilahirkan di Aceh tahun 1848.

Selama hidupnya Cut Nyak Dien berjuang di samping suaminya, Teuku Umar, ikut bergerilya keluar masuk hutan melawan penjajahan Belanda di Aceh. Setelah suaminya wafat, Cut Nyak Dien meneruskan perjuangan hingga ditawan Belanda pada 6 November 1905.

Pada tahun 1906, Cut Nyak Dien dalam kondisi buta dan sakit-sakitan diasingkan (dibuang) ke Sumedang (Jawa Barat). Belanda menyerahkan kepada Pangeran Aria Soeryaatmadja (Bupati Sumedang). Karena hanya bisa berbahasa Aceh dan Arab, Bupati Sumedang memanggil Imam Besar Masjid Agung Sumedang K.H. Sanusi.

Cut Nyak Dien kemudian dirawat di rumah KH Sanusi. Kebutuhan sehari-hari dan kesehatan diperhatikan, khususnya oleh cucunya KH Sanusi, Siti Hodijah. Kanjeng Aria Soeryaatmadja kemudian memberi gelar “Ibu Ratu” kepada Cut Nyak Dien. Selama di rumah K.H Sanusi, Cut Nyak Dien mengajar ilmu agama dan mengaji kepada anak-anak dan masyarakat sekitar.

Setelah K.H. Sanusi wafat tahun 1907, perawatan Cut Nyak Dien diteruskan oleh putranya H. Hoesna. Kesehatan Cut Nyak Dien semakin menurun hingga wafat pada usia 60 tahun pada 6 November 1908 dan dimakamkan di pemakaman keluarga K.H. Sanusi.

Usai berziarah, Siti Fauziah mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan Cut Nyak Dien yang sangat keras melawan penjajah Belanda. “Kita, para wanita dan srikandi ini sangat bangga terhadap perjuangan Cut Nyak Dien. Dengan ziarah ini kita mengenang beliau. Cut Nyak Dien adalah panutan bagi kita dalam menjalankan keseharian kita,” katanya.

Siti Fauziah menyebutkan Sumedang menjadi kawasan yang membanggakan karena ada makam Cut Nyak Dien. “Sumedang menjadi daerah yang dipilih Cut Nyak Dien, dan ini merupakan satu kebanggaan,” ujarnya.

Usai berziarah, Siti Fauziah menyaksikan gelar “Ekosistem Budaya Kasumedangan” di Mini Amphitheater Geo Theater Rancakalong. Ekosistem Budaya Kasumedangan ini menampilkan ragam kesenian tradisional Sumedang. Pagelaran disaksikan para pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Sumedang.

Dalam pesannya Siti Fauziah mengatakan Ekosistem Budaya Kasumedangan merupakan forum untuk melestarikan budaya daerah Sumedang. “Gelar kesenian tradisional Sumedang ini bisa menginspirasi supaya bisa lebih memperkenalkan budaya daerah Sumedang,” kata wanita pertama yang menjadi Sekretaris Jenderal MPR ini.

Siti Fauziah menekankan pentingnya melestarikan budaya. “Panggungnya sudah ada, dan jangan disia-siakan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Diguncang Aksi Gen Z, Pemerintahan Bulgaria Tumbang: PM Zhelyazkov Mundur Usai Gelombang Protes Antikorupsi

Sofia, aktual.com – Pemerintah Bulgaria resmi runtuh pada Kamis (11/12/2025) setelah Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov menyatakan pengunduran dirinya di hadapan Parlemen. Keputusan itu diambil menyusul tekanan besar dari demonstrasi massal yang dipelopori Generasi Z (Gen Z).

Pengunduran diri tersebut menandai kemenangan politik pertama Gen Z di kawasan Eropa, setelah sebelumnya generasi yang sama menjadi penggerak aksi protes di sejumlah negara seperti Bangladesh, Nepal, Kenya, dan Madagaskar.

Di Bulgaria, aksi turun ke jalan dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap praktik korupsi yang mengakar serta dominasi elite politik. Para elite dinilai hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan tidak memahami realitas kesulitan masyarakat luas, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal.

Dalam pidatonya di Parlemen, Zhelyazkov mengakui desakan publik dengan mengutip pepatah Latin Vox populi, vox dei, yang berarti suara rakyat adalah suara Tuhan. “Kita harus bangkit untuk memenuhi tuntutan mereka, dan tuntutan mereka adalah pengunduran diri pemerintah,” tegas Zhelyazkov.

Lengsernya Zhelyazkov sekaligus mengakhiri masa pemerintahan kabinet pro-Uni Eropa yang baru berjalan sejak Januari lalu. Bulgaria, negara Balkan dengan populasi sekitar 6,5 juta jiwa, kini menjadi episentrum terbaru dari gelombang keresahan global yang dipelopori Gen Z. Kejatuhan kabinet ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum Bulgaria dijadwalkan mengadopsi mata uang euro pada 1 Januari, agenda yang disebut tetap berjalan meski krisis politik melanda.

Namun demikian, pengunduran diri Zhelyazkov justru memperpanjang ketidakstabilan politik di Bulgaria yang memang tergolong rapuh. Dalam empat tahun terakhir, negara ini telah menggelar tujuh kali pemilu parlemen. Berakhirnya pemerintahan saat ini diperkirakan akan membuka jalan bagi pemilihan umum baru dalam beberapa bulan ke depan, yang berpotensi mengubah arah geopolitik dan kebijakan nasional. Salah satu figur yang diprediksi diuntungkan adalah Presiden Rumen Radev, kepala negara terpilih yang dikenal populer dan disebut-sebut tengah menyiapkan pembentukan partai politik sendiri. Radev, mantan pilot angkatan udara, dikenal bersikap kritis terhadap dukungan Barat untuk Ukraina.

Aksi protes Gen Z di Bulgaria dipicu pula oleh rencana anggaran pemerintah tahun 2026 yang mencakup peningkatan belanja negara. Kebijakan tersebut dicurigai para pengkritik akan semakin menguatkan cengkeraman politisi korup atas lembaga-lembaga negara. Korupsi telah lama menjadi persoalan serius di Bulgaria, bahkan sejak negara itu bergabung dengan Uni Eropa pada 2007. Transparency International secara konsisten menempatkan Bulgaria sebagai salah satu anggota Uni Eropa dengan tingkat korupsi tertinggi.

Kegagalan negara tersebut menjatuhkan vonis terhadap kasus-kasus korupsi kelas kakap dalam beberapa tahun terakhir semakin memicu kemarahan publik. Puncaknya terjadi pada Rabu malam (10/12/2025), ketika puluhan ribu warga turun ke jalan di Sofia dan sejumlah kota lain. Aksi ini merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Dimobilisasi melalui TikTok dan berbagai platform media sosial, para demonstran membawa poster-poster bernada provokatif seperti “Gen Z Akan Datang” dan “Gen Z vs Korupsi”. Martin Vladimirov, Direktur Program Geoekonomi di Center for the Study of Democracy, menilai aksi tersebut mencerminkan munculnya kekuatan sipil generasi muda yang cukup solid untuk melawan arogansi elite politik dan ekonomi yang telah lama mengakar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pengamat: Perpol Kapolri tak Langgar Keputusan MK dan sudah Dilaporkan ke Presiden, Tuduhan Pembangkangan Tidak Berdasar

Jakarta, aktual.com – Polemik terbitnya Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025 tertanggal 9 Desember 2025 terus bergulir di ruang publik. Regulasi yang diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu menuai kritik keras dari sejumlah kalangan, bahkan dituding sebagai bentuk pembangkangan terhadap konstitusi dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pandangan tersebut dinilai tidak berdasar.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menegaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, penerbitan Perpol tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Menurutnya, Kapolri telah berkonsultasi dengan DPR serta melaporkan secara resmi kepada Presiden Prabowo sebelum regulasi itu diberlakukan.

“Informasi yang saya dapatkan, Perpol Nomor 10 Tahun 2025 itu sudah melalui konsultasi dengan DPR dan dilaporkan ke Presiden. Jadi sangat keliru jika disebut sebagai bentuk perlawanan Kapolri terhadap Presiden Prabowo,” ujar Amir kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).

Amir juga membantah keras anggapan bahwa Perpol tersebut melanggar konstitusi atau menabrak putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menilai tuduhan tersebut lebih banyak didorong oleh narasi politis ketimbang analisis hukum yang utuh.

Menurutnya, Perpol Nomor 10 Tahun 2025 tidak bertentangan dengan Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025. Putusan MK tersebut, kata Amir, harus dibaca secara kontekstual dan sistematis, bukan dipotong secara parsial.

“Putusan MK mengatur prinsip-prinsip dasar profesionalisme dan netralitas Polri. Perpol ini justru hadir sebagai instrumen teknis internal untuk memastikan penugasan anggota Polri tetap berada dalam koridor hukum dan pengawasan negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam praktik ketatanegaraan modern, regulasi internal lembaga penegak hukum merupakan hal yang lazim, selama tidak mengubah norma undang-undang dan tidak menabrak prinsip konstitusional.

Amir menilai, framing yang menyebut Perpol ini sebagai “pembangkangan Kapolri” terhadap Presiden Prabowo merupakan narasi yang dipaksakan dan berpotensi menyesatkan publik. Ia menekankan bahwa dalam sistem presidensial, Kapolri tidak berada di luar kendali Presiden.

“Kapolri adalah pembantu Presiden di bidang keamanan. Secara struktural dan politik, mustahil Kapolri mengeluarkan kebijakan strategis tanpa sepengetahuan Presiden,” kata Amir.

Ia bahkan menilai isu ini sengaja digulirkan untuk menciptakan kesan adanya retak hubungan antara Presiden dan Kapolri, sesuatu yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Polemik Perpol Nomor 10 Tahun 2025 sejatinya mencerminkan kontestasi tafsir hukum dan politik yang lebih luas. Di satu sisi, ada kekhawatiran publik terhadap potensi kembalinya dwifungsi aparat keamanan. Di sisi lain, negara membutuhkan fleksibilitas administratif untuk mengelola sumber daya aparat secara efektif.

Dalam konteks ini, Perpol menjadi titik temu sekaligus titik benturan. Kritik yang muncul sebagian berangkat dari trauma sejarah dan kehati-hatian terhadap kekuasaan aparat. Namun, tanpa membaca secara utuh substansi dan mekanisme pengawasannya, kritik tersebut berisiko berubah menjadi opini normatif yang tidak berbasis fakta hukum.

Amir Hamzah mengingatkan publik agar tidak terjebak pada narasi emosional dan politis semata. Ia mendorong diskursus publik tetap berpijak pada data, mekanisme konstitusional, dan prinsip checks and balances.

“Kritik itu penting dalam demokrasi, tapi kritik harus adil dan berbasis fakta. Jangan sampai kita merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara hanya karena salah membaca konteks,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain