7 April 2026
Beranda blog Halaman 49

Bantah Rapor Merah Asing, OJK: Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Tekanan Global

Jakarta, Aktual.comOtoritas Jasa Keuangan menegaskan sektor perbankan nasional tetap berada dalam kondisi solid meski lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan Fitch Ratings menurunkan outlook. Penilaian tersebut dinilai lebih dipengaruhi tekanan eksternal dibandingkan mencerminkan fundamental industri perbankan domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, menyatakan perubahan outlook tidak berasal dari kinerja perbankan.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, penurunan outlook tersebut berkaitan dengan revisi outlook sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif. Dampak perubahan ini kemudian merembet pada persepsi risiko sektor keuangan, termasuk industri perbankan nasional.

Regulator menambahkan, peringkat lembaga keuangan pada umumnya mengikuti atau berada di bawah peringkat negara. Dengan demikian, penyesuaian pada level sovereign secara otomatis memengaruhi penilaian sektor perbankan tanpa mencerminkan kinerja internalnya.

Di tengah tekanan tersebut, kinerja industri perbankan tetap menunjukkan stabilitas. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 2,14 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level kuat, yakni 25,87 persen.

Selain permodalan, aspek likuiditas juga dinilai sangat memadai. Rasio AL/NCD, AL/DPK, dan LCR tercatat jauh di atas ambang batas, mencerminkan kemampuan perbankan dalam menyerap potensi guncangan eksternal.

Kinerja bank besar, termasuk kelompok KBMI 4 dan Himbara, juga masih mencatat pertumbuhan kredit dua digit. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga tetap kuat, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih terjaga.

Kondisi tersebut diperkuat oleh struktur pendanaan yang mayoritas berasal dari dalam negeri. Dengan ketergantungan terhadap dana eksternal yang relatif rendah, risiko transmisi gejolak global terhadap perbankan menjadi lebih terbatas.

“Oleh karena itu, penyesuaian outlook ini pada prinsipnya merupakan penilaian lembaga pemeringkat dan tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan,” kata Dian.

Ia menambahkan, peringkat kredit bank besar Indonesia saat ini masih berada pada level investment grade. OJK memandang outlook negatif tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali membaik seiring perbaikan ekonomi global dan domestik.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Menuju Piala Dunia 2026, TVRI Hadirkan Laga Friendly Match Tim Dunia

Jakarta, Aktual.comTVRI bersiap menayangkan rangkaian pertandingan persahabatan internasional yang melibatkan tim-tim besar dunia sebagai bagian dari pemanasan menuju Piala Dunia 2026. Sejumlah laga akan disiarkan secara langsung guna menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya kesiapan seluruh jaringan siaran TVRI, termasuk di daerah, agar dapat menjangkau masyarakat secara merata.

“Karena kita berharap jangkauannya harus lebih luas untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, jaringan TVRI masih memiliki keunggulan dibandingkan televisi swasta dalam hal jangkauan. Namun, ia mengingatkan agar perbaikan segera dilakukan apabila ditemukan kendala teknis di lapangan.

Saleh juga menegaskan bahwa sebagai lembaga penyiaran publik yang menggunakan anggaran negara, siaran TVRI wajib dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

“Maka tentu seluruh penyiaran yang dilakukan itu tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.

Selain sebagai hiburan, Komisi VII DPR mendorong agar siaran tersebut juga memberikan dampak edukatif. Ia turut menyoroti potensi kegiatan nonton bareng yang bisa melibatkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

“Kalau ada nonton bareng, ya tentu kalau bisa harus menimbulkan bagaimana UMKM dan ekonomi kreatif itu ada,” katanya.

Sementara itu, Direktur Umum LPP TVRI, Rika Damayanti, memastikan bahwa siaran melalui jaringan terestrial tetap gratis bagi masyarakat.

“Kalau menontonnya melalui terestrial, pemancar terestrial, itu kan free to air,” jelasnya.

Ia menyebutkan jaringan terestrial TVRI mampu menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), meski tantangan geografis tetap ada.

“Bahwa di sana akan ada tantangan sudah pasti,” ujarnya.

Rika juga menyampaikan bahwa persiapan penyiaran telah mendekati tahap akhir, termasuk untuk pertandingan persahabatan sebagai bagian dari uji coba siaran.

“Ini sudah sangat siap ya, karena kita tinggal menghitung hari,” katanya.

Di sisi lain, Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, mengungkapkan jadwal pertandingan yang akan disiarkan secara langsung. Ia menyebutkan laga persahabatan seperti Skotlandia melawan Pantai Gading serta Brasil menghadapi Kroasia yang tayang Rabu pukul 01.00 WIB dan 06.00 WIB.

“Pertandingan antara Brasil dengan Prancis akan tayang secara langsung pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 02.30 WIB,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Eka Permadhi

KPK Periksa Yaqut Usai Pengalihan Penahanan, Lengkapi Berkas Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) setelah mantan Menteri Agama tersebut mendapatkan pengalihan penahanan.

Pengalihan penahanan tersebut berupa dari rumah tahanan negara (rutan) menjadi tahanan rumah, kemudian kembali menjadi tahanan rutan KPK.

“Pemeriksaan ini sebagai langkah cepat yang progresif dari penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu (25/2).

Lebih lanjut Budi mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan KPK untuk melengkapi berkas penyidikan kasus kuota haji.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023-2024.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku staf khusus Yaqut, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut dan Gus Alex.

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut dan Gus Alex, sementara Fuad tidak diperpanjang.

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji. Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Selanjutnya pada 11 Maret 2026, Majelis Hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan Yaqut.

Pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Kemudian pada 17 Maret 2026, KPK menahan Gus Alex di Rutan Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. Adapun saat berjalan ke mobil tahanan, dia menyatakan tidak ada perintah maupun aliran uang kasus kuota haji kepada Yaqut.

Pada tanggal yang sama, keluarga Yaqut memohon kepada KPK agar mantan Menag tersebut menjadi tahanan rumah. KPK kemudian mengabulkan permohonan itu, dan Yaqut menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026.

Pada 23 Maret 2026, KPK mengumumkan sedang memproses pengalihan penahanan Yaqut dari tahanan rumah menjadi tahanan rutan kembali. Pada 24 Maret 2026, Yaqut resmi menjadi tahanan Rutan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Indonesia di Simpang Jalan Geopolitik: Mampukah Kedaulatan Bertahan?

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Isu mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP) memicu perhatian berbagai kalangan. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, langkah diplomatik Indonesia dinilai harus dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi, fiskal, dan ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, Johan Rosihan, S.T., dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2026).

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI ini juga menegaskan bahwa isu tersebut perlu disikapi secara jernih dan proporsional. Ia mengingatkan bahwa tidak semua narasi global memiliki dasar institusional yang kuat, namun tetap perlu dianalisis secara serius.

“Setiap isu yang menyangkut posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik layak dikaji secara mendalam, karena dampaknya bisa menjangkau sektor ekonomi, sosial, hingga stabilitas nasional,” ujar Johan.

Menurutnya, dunia saat ini tengah memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya rivalitas antarkekuatan besar, fragmentasi perdagangan global, serta konflik kawasan. Kondisi ini membuat setiap keputusan diplomatik menjadi sangat sensitif dalam konteks geopolitik global.

Indonesia, lanjut Johan, berada pada posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dan menjadi titik persilangan berbagai kepentingan global. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil harus memperhitungkan konsekuensi jangka panjang.

“Indonesia tidak berada di pinggiran, tetapi di pusat dinamika global. Setiap keputusan akan berdampak pada posisi kita di mata dunia,” katanya.

Antara Tekanan Global dan Kepentingan Nasional

Pernyataan keras dari Donald Trump terkait kemungkinan konsekuensi jika Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP) mencerminkan perubahan karakter hubungan internasional yang kian bersifat transaksional. Dalam dinamika geopolitik global saat ini, komitmen antarnegara tidak lagi semata-mata dipandang sebagai kesepakatan normatif, melainkan sebagai instrumen untuk menjaga kepentingan ekonomi dan geopolitik masing-masing pihak.

Situasi ini, kata Johan, menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, Indonesia perlu menjaga hubungan baik dengan mitra strategis seperti Amerika Serikat yang memiliki pengaruh besar dalam sistem ekonomi global. Namun di sisi lain, Indonesia juga dituntut untuk tetap menjaga kedaulatan dalam menentukan arah kebijakan luar negeri.

“Risiko terbesar dalam kondisi ini adalah terjebak pada pilihan yang sempit antara tunduk pada tekanan global atau mengambil langkah konfrontatif tanpa perhitungan matang. Kedua opsi tersebut dinilai berpotensi merugikan kepentingan nasional, baik dalam bentuk erosi kedaulatan maupun instabilitas politik dan ekonomi,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, Johan melihat banyak negara berkembang menghadapi dilema serupa. Mereka harus mampu menavigasi tekanan dari kekuatan besar sambil tetap mempertahankan ruang kebijakan domestik. Indonesia sendiri memiliki modal historis melalui prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah dirintis sejak era Soekarno.

Namun, modal tersebut hanya akan efektif jika diikuti dengan konsistensi dan ketegasan dalam menentukan prioritas. Kepentingan nasional harus menjadi kompas utama, bukan sekadar pertimbangan jangka pendek yang dipengaruhi oleh tekanan eksternal.

“Setiap keputusan terkait keikutsertaan atau penarikan diri dari suatu inisiatif global harus didasarkan pada pertanyaan mendasar apakah langkah tersebut memperkuat atau justru melemahkan posisi Indonesia dalam jangka panjang?” katanya.

Iran: Israel-AS Tukang Bohong

Masyarakat berunjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu (7/3/2026) (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen)

Jakarta, aktual.com – Iran menyatakan tidak mempercayai AS kepada sejumlah negara mediator yang mencoba memediasi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, lapor portal Axios mengutip sumber terkait.

Menurut laporan tersebut, perundingan antara AS dan Iran telah dua kali gagal. Pada Juni, Israel dengan dukungan Presiden AS Donald Trump menyerang Iran menjelang putaran pembicaraan, sementara pada Februari, AS dan Israel melancarkan operasi setelah tercapai kesepakatan awal terkait isu nuklir.

“Kami tidak ingin tertipu lagi,” kata salah satu sumber seperti dikutip Axios.

Iran juga disebut telah menyampaikan kepada otoritas Pakistan, Mesir, dan Turki bahwa peningkatan kehadiran militer AS di kawasan semakin memperkuat kekhawatiran Teheran bahwa tawaran perundingan damai dari Trump mungkin hanya strategi.

Pada Selasa, Trump mengatakan telah menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner sebagai tim negosiasi AS dengan Iran. Ia menambahkan proses negosiasi kembali dilanjutkan pada Minggu dan menunjukkan keseriusan Teheran untuk mencari penyelesaian konflik.

Namun, pada Senin, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyangkal pernyataan Trump dan menyatakan negaranya belum menggelar pembicaraan dengan AS dan menilai adanya berita palsu yang digunakan untuk memengaruhi pasar.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Aliansi Al-Qur’an 

Sebelumnya, Iran menyerukan negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah untuk membangun sebuah “aliansi keamanan dan militer” tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dengan “Al Quran sebagai dasar”.

“Waktunya telah tiba untuk mendirikan sebuah aliansi militer tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel,” kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Khatam Al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, dalam rekaman video yang ditujukan bagi dunia Arab dan Islam, Rabu.

Ia menyebut agresi AS dan Israel terhadap negaranya mencerminkan sebuah “fase baru”, dan Iran kini ada di garis depan membela negara-negara Islam.

Zolfaghari menekankan pentingnya tidak tergantung pada kekuatan asing dan untuk kembali ke ajaran Al Quran. Menurut dia, negara-negara di kawasan tidak seharusnya memerlukan negara nun jauh di seberang benua sebagai penjamin keamanan mereka.

“Kita harus bersatu untuk menjamin keamanan kita dan bergerak menuju suatu kesepakatan keamanan bersama yang menjadikan Islam dan Al Quran sebagai acuan, inti, dan landasan ajek,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Mendagri: Wacana WFH Bukan Hal Baru, Pemda Diminta Pastikan Layanan Esensial Tetap Berjalan

Jakarta, aktual.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan wacana kerja dari rumah (work from home/WFH) bukanlah sesuatu yang baru dan akan melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah terkait kesiapan layanan esensial yang tetap berjalan.

Ditemui usai usai konferensi pers di Jakarta, Rabu, Mendagri Tito menyebutkan bahwa pemerintah sudah berpengalaman menerapkan skema WFH yang dilakukan saat pandemi COVID-19 dan semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“No problem. Ya, pemda juga ada banyak pengalaman. Cuma mungkin karena daerah ini ada kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan kepada mereka. Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” kata Mendagri.

Dia menyebutkan bahwa wacana WFH sebelumnya sudah dirapatkan bersama kementerian/lembaga terkait untuk menyampaikan masukan terkait rencana tersebut. Namun, hasil dari rapat itu akan disampaikan lebih lanjut setelah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Mendagri menyebut bahwa salah satu skema yang diajukan adalah satu hari WFH dalam satu pekan.

“Tapi hari apa yang akan diambil biar nanti yang memutuskan, nantikan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke Presiden,” tuturnya.

Ditanya lebih lanjut soal pilihan hari untuk melakukan WFH, Mendagri kembali menekankan bahwa pengumuman lebih lengkap terkait hal itu akan dilakukan setelah hasil rapat dilaporkan kepada Presiden.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan kebijakan WFH diterapkan usai Lebaran sebagai langkah untuk menghemat energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Dalam pernyataan pada Sabtu (21/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan itu berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain