6 April 2026
Beranda blog Halaman 533

KTT G20 Afrika Selatan Hasilkan Deklarasi Soal Ketahanan, Energi, dan Mineral Penting

Johannesburg, aktual.com – Para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-20 mencapai konsensus entang ketahanan terhadap bencana, keberlanjutan utang, transisi energi yang adil, dan mineral penting seiring mereka mengadopsi Deklarasi Para Pemimpin KTT G20 di Afrika Selatan, Sabtu (22/11).

Pengumuman pengadopsian deklarasi tersebut disampaikan dalam pembukaan KTT, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Afrika. Pertemuan selama dua hari itu diselenggarakan di Johannesburg dengan mengusung tema “Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan” (Solidarity, Equality, and Sustainability).

Deklarasi tersebut memperingatkan bahwa bencana dan guncangan yang semakin tinggi frekuensinya dan intensitasnya, dapat melemahkan pembangunan dan membebani sistem respons. Para pemimpin mengatakan bahwa bencana dan guncangan tersebut menghambat kemajuan menuju pembangunan yang berkelanjutan dan membebani kapabilitas nasional maupun kemampuan sistem internasional untuk merespons.

Mereka menyerukan pendekatan terpadu yang berpusat pada masyarakat serta menyoroti perlunya penguatan ketahanan dan respons terhadap bencana, khususnya bagi negara-negara kepulauan kecil berkembang yang rentan dan negara-negara kurang berkembang.

Akses dan transisi energi juga menjadi sorotan utama. Deklarasi tersebut menggarisbawahi ketimpangan yang tajam, menyatakan bahwa lebih dari 600 juta warga Afrika tidak memiliki akses listrik.

Para pemimpin mendukung upaya untuk menaikkan kapasitas energi terbarukan global hingga tiga kali lipat dan menggandakan peningkatan efisiensi energi per 2030, serta menekankan urgensi dari mobilisasi investasi yang ditingkatkan dan memfasilitasi pendanaan berbiaya rendah untuk negara berkembang sesuai dengan kondisi nasional. Mereka juga menyoroti pentingnya transfer teknologi secara sukarela berdasarkan kesepakatan bersama.

Sementara itu, terkait mineral penting, G20 mendukung Kerangka Kerja Mineral Penting (Critical Minerals Framework), yang digambarkannya sebagai panduan sukarela untuk rantai nilai mineral penting yang berkelanjutan, transparan, stabil, dan tangguh yang mendukung industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut menekankan bahwa sumber daya mineral harus berfungsi sebagai katalisator bagi penambahan nilai dan pembangunan yang menyeluruh, bukan sekadar ekspor bahan mentah yang menegaskan hak negara-negara produsen untuk memanfaatkan sumber daya mereka demi pertumbuhan yang inklusif.

Deklarasi para pemimpin tersebut mencerminkan pengakuan bersama bahwa tantangan global memerlukan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan adil.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pemerintah Galakkan Gerakan “Rukun Sama Teman” untuk Atasi Perundungan di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi berbagai kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Salah satu upayanya adalah melalui gerakan “Rukun Sama Teman” yang diluncurkan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa gerakan tersebut menjadi bagian dari strategi membentuk karakter generasi masa depan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan arah bangsa ke depan.

“Indonesia Emas 2045, terletak pada kalian semua anak-anakku, para murid yang sekarang belajar di dengan pendidikan dasar dan menengah, karena itu kegiatan ini menjadi sangat penting,” ujar Mu’ti dalam kegiatan Jalan Sehat #RukunSamaTeman di halaman Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).

Mu’ti menambahkan bahwa keberhasilan belajar seorang murid tidak hanya terletak pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat. Ia menekankan pentingnya memiliki banyak teman karena kawan adalah pendukung, bukan lawan.

“Semakin banyak kawan kita akan semakin aman, semakin banyak kawan kita akan semakin nyaman dan kalau sekolah kita aman dan nyaman, Insya Allah kita semuanya akan dapat belajar dengan tenang, bisa belajar dengan baik dan bisa berprestasi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing,” tegasnya.

Ia menilai, jika ajakan “Rukun Sama Teman” dijalankan dengan baik, sekolah akan berubah menjadi ruang yang ramah bagi murid. Bagi Mu’ti, sekolah semestinya menjadi rumah kedua: guru dianggap sebagai orang tua dan teman-teman sebagai saudara. Dengan tumbuhnya rasa persaudaraan, rasa aman dan nyaman belajar pun diharapkan ikut meningkat.

“Dan kalau kita nyaman belajar, sekali lagi kita akan dapat berprestasi secara maksimal,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan pesan agar sekolah bisa menjadi ruang yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan. Ia mengajak murid saling memperhatikan dan menghargai satu sama lain.

“Saling nyapa ketika bertemu teman, gak cuek-cuekan gitu, kemudian ketika ada teman yang lagi sedih mungkin bisa kita tanya, kita ajak ngobrol, kita dekati kira-kira kenapa sih lagi sedih gitu. Jangan dijauhi atau malah di-bully ya atau diejek, tetapi harus kita rangkul dan kita ajak menyelesaikan bersama-sama,” pesannya.

Arifah menegaskan bahwa setiap murid adalah pribadi yang mulia dan tidak mungkin berjalan sendiri. Ia menekankan pentingnya kerja bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman.

“Jadi semuanya harus bergandengan tangan menciptakan, mewujudkan suasana yang nyaman dengan saling menghormati, (terutama kepada) guru karena guru ini yang berjasa,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Mantan Katib ‘Aam Soroti Akar Kisruh PBNU dan Desak Muktamar Dipercepat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf pada Kick Off Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf pada Kick Off Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Jakarta, aktual.com – PBNU tengah menghadapi ketegangan internal setelah munculnya Risalah Rapat Harian Syuriah yang berisi permintaan agar Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengundurkan diri. Mantan Katib Aam Syuriah PBNU 2010–2015, Malik Madaniy, memandang kegaduhan ini sebagai konsekuensi dari dinamika Muktamar NU 2015. Ia pun mendorong agar Muktamar berikutnya segera diselenggarakan.

“Diakui atau tidak, situasi PBNU yang kisruh sekarang ini adalah buntut dari drama kolosal Muktamar Alun-alun Jombang tahun 2015. Di antara tokoh pemain lapangannya yang utama pada waktu itu adalah orang yang sekarang menjadi Ketum dan Sekjen PBNU,” ujar Malik Madaniy, Minggu (23/11/2025).

Ia melanjutkan bahwa “Rupanya persekutuan keduanya tidak ikhlas untuk membesarkan NU. Perjalanan waktu membuktikan hal itu.”

Malik menilai sejumlah persoalan internal ikut memperburuk keadaan, termasuk kepentingan pribadi yang berujung retaknya hubungan antarpimpinan.

“Beberapa masalah yang menjadi kepentingan pribadi dan kelompok telah menyebabkan keduanya pecah kongsi. Akibatnya, tata kelola organisasi lumpuh. Contoh, SK2 pengesahan pengurus wilayah dan cabang terbengkalai dan tidak kunjung diterbitkan,” tuturnya.

Ia juga menyinggung langkah Rais Aam yang dinilai justru memperkeruh suasana.

“Turun tangannya Rais Aam dengan dalih membersihkan PBNU dari pengaruh Zionis internasional tidak mendinginkan situasi, bahkan semakin memperparah konflik, karena dilakukan dengan cara-cara yang tidak mengindahkan tata aturan organisasi yang benar,” jelasnya.

Untuk meredakan eskalasi, Malik mengusulkan Muktamar segera digelar, disertai syarat agar pihak-pihak yang berseteru tidak kembali maju dalam pemilihan.

“Muktamar harus segera dilaksanakan dengan catatan ketiganya tidak boleh mencalonkan diri atau dicalonkan karena mereka telah gagal menakhodai NU dengan benar, bahkan nyaris membawa NU ke jurang perpecahan,” ucapnya.

Ia menilai KH Ma’ruf Amin dan KH Asep Saifuddin Chalim merupakan figur yang layak memimpin NU ke depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Zelensky Tolak Proposal Damai AS, Putin Lontarkan Ancaman Baru

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Donald Trump di Joint Base Elmendorf-Richardson (JBER), Anchorage, Alaska pada Jumat (15/8) pukul 11.30 waktu setempat - foto X

Jakarta, aktual.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut memicu ancaman baru dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Penegasan penolakan itu disampaikan Zelensky dalam pidato terbarunya pada Jumat (21/11). Semula ia menyatakan bersedia mendiskusikan rencana yang dikaitkan dengan Donald Trump, namun belakangan ia menyampaikan penolakan.

Zelensky menilai ketentuan dalam proposal damai yang didukung Trump tersebut memberikan “pilihan yang sangat sulit” bagi Kyiv. Menurutnya, rancangan itu menempatkan Ukraina pada posisi harus memilih antara menjaga martabat atau mempertaruhkan hilangnya dukungan dari AS sebagai sekutu utama. Ia menyatakan akan menyiapkan alternatif dari usulan damai tersebut.

Zelensky Janji Tak Akan Hianati Ukraina

Proposal yang terdiri dari 28 poin itu dinilai Zelensky tidak layak diterima karena berpotensi “mengkhianati” negaranya. Isi rencana itu menuntut Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timur kepada Rusia, memangkas kekuatan militernya, berjanji tidak bergabung dengan NATO, serta tidak akan menerima pasukan penjaga perdamaian dari Barat.

Di sisi lain, Rusia akan kembali diterima di kelompok G8 dan memperoleh keringanan sanksi. Namun, sanksi-sanksi tersebut dapat diberlakukan kembali jika Rusia kembali melancarkan agresi terhadap Ukraina.

Putin mengungkapkan bahwa Moskow telah membahas proposal damai yang diajukan Presiden AS Donald Trump sebelum pertemuan Alaska pada Agustus. Ia menyebut Rusia telah mengambil kompromi sesuai permintaan Washington.
“Pemerintah AS sejauh ini gagal mendapatkan persetujuan dari pihak Ukraina. Ukraina menentangnya,” kata Putin.

Putin Ancam Perluas Invasi

Putin menyambut baik garis besar rencana damai yang diajukan AS. Namun, menurut laporan AFP pada Sabtu (22/11/2025), ia menegaskan bahwa jika Ukraina tetap menolak, pasukan Rusia akan terus melanjutkan ofensif. Bahkan ia menyatakan Rusia siap merebut lebih banyak wilayah Ukraina jika Zelensky enggan membahas proposal tersebut.

“Saya meyakini bahwa hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penyelesaian damai final,” ujar Putin dalam rapat Dewan Keamanan Rusia pada Jumat (21/11). Ia mengatakan Moskow sudah menerima salinan proposal itu, meski belum dibahas secara detail dengan AS.

Putin menilai Ukraina dan negara-negara Eropa yang menolak usulan tersebut gagal melihat fakta bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju dan akan tetap demikian tanpa kesepakatan damai. Saat ini Rusia menguasai lebih dari 19 persen wilayah Ukraina—sekitar 115.500 kilometer persegi—dan ingin menguasai seluruh Donbas serta wilayah Kherson dan Zaporizhzhia.

“Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya masih hidup dalam ilusi dan bermimpi untuk mengalahkan Rusia secara strategis di medan perang,” kata Putin.

Ia juga mengklaim pasukan Rusia hampir sepenuhnya menguasai kota Kupiansk pada 4 November, meskipun dibantah Kyiv. Putin menegaskan bahwa kemajuan serupa akan terus terjadi jika Ukraina bersikeras menolak usulan damai.

“Jika Kyiv tidak ingin membahas usulan Presiden Trump dan menolaknya, maka mereka dan para penghasut perang Eropa harus memahami bahwa peristiwa yang terjadi di Kupiansk pasti akan terulang di sektor-sektor kunci lainnya di garis depan,” tegasnya.

“Dan secara umum, itu akan menguntungkan kami,” tambah Putin, sembari menegaskan bahwa ia tetap membuka peluang pembahasan perdamaian.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga Emas di Pegadaian Tunjukkan Fluktuasi Harga Jual

Pramuniaga menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian Area Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (17/4/2025). ANTARA FOTO/Khalis Surry/nym

Jakarta, aktual.com – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Minggu (23/11), menunjukkan dua produk logam mulia yakni buatan UBS dan Galeri24 mengalami fluktuasi harga jual.

‎‎Harga jual emas Galeri24 turun dari awalnya Rp2.396.000 menjadi Rp2.389.000 per gram, sementara emas UBS stabil di angka Rp2.404.000 per gram.

‎‎Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Sementara, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

‎Harga emas UBS:

‎- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.300.000

‎- Harga emas UBS 1 gram: Rp2.404.000

‎- Harga emas UBS 2 gram: Rp4.771.000

‎- Harga emas UBS 5 gram: Rp11.790.000

‎- Harga emas UBS 10 gram: Rp23.456.000

‎- Harga emas UBS 25 gram: Rp58.522.000

‎- Harga emas UBS 50 gram: Rp116.803.000

‎- Harga emas UBS 100 gram: Rp233.515.000

‎- Harga emas UBS 250 gram: Rp583.615.000

‎- Harga emas UBS 500 gram: Rp1.165.859.000

‎Harga emas Galeri24:

‎- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.252.000

‎- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp2.389.000.

‎- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp4.705.000

‎- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp11.676.000

‎- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp23.291.000

‎- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp58.083.000

‎- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp116.075.000

‎- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp232.034.000

‎- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp576.395.000

‎- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp1.152.789.000

‎- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp2.305.577.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Gus Yahya Tegas Tidak Akan Mundur dari Ketum PBNU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

Surabaya, aktual.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatannya di tengah munculnya dinamika internal organisasi.

“Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh,” kata Gus Yahya di depan awak media, usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11) dini hari.

Gus Yahya juga mengklarifikasi bahwa hingga kini dirinya belum menerima surat resmi dalam bentuk apa pun terkait isu-isu internal yang beredar, termasuk dokumen yang beredar di khalayak mengenai risalah hasil rapat harian Syuriyah pada Kamis (20/11) yang memintanya untuk mundur dari jabatannya.

Ia menegaskan bahwa terkait dokumen yang beredar di media dan masyarakat harus kembali dicek keabsahannya, seperti melalui bukti tanda tangan digital yang kerap digunakan untuk ihwal penandatanganan surat dalam organisasi tersebut.

Selain itu, Gus Yahya menyampaikan bahwa Syuriyah PBNU juga tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan jabatan ketua umum.

Menurut dia, Majelis Syuriyah PBNU pun tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan siapa saja anggota organisasi yang memiliki jabatan struktural.

Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk mencari jalan keluar yang terbaik demi kemaslahatan Nahdlatul Ulama dan bangsa.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan jajaran Syuriyah. Saya berharap rekonsiliasi internal dapat segera diwujudkan bersama para kiai sepuh dan jajaran struktur terkait,” kata Gus Yahya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga secara tegas menepis tuduhan yang muncul di publik, termasuk rumor soal dirinya yang menikmati aliran dana senilai ratusan miliar.

Ia menegaskan tidak akan mengambil langkah apa pun tanpa kejelasan data dan bukti, serta menolak untuk bertindak berdasarkan dugaan atau isu tidak berdasar.

Gus Yahya juga dijadwalkan bertemu para ulama pada hari ini untuk berdiskusi dan meminta nasihat serta doa dalam menjaga keutuhan organisasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain