5 April 2026
Beranda blog Halaman 539

Kenaikan Gaji ASN Masih Wacana Menteri Purbaya: Kita Ases Dulu

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji usulan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini terkait hal tersebut.

Purbaya mengonfirmasi bahwa usulan kenaikan gaji PNS akan dibahas lebih lanjut.

“Nanti kita nilai dan kita ases, kita diskusikan nanti,” katanya saat ditemui dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menegaskan bahwa keputusan soal kenaikan gaji PNS belum diambil. “Saat ini tentu saja sedang kita kaji, sedang kita pertimbangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak faktor yang perlu diperhitungkan dalam keputusan tersebut. “Kita belum mengambil keputusan apa pun juga, tapi faktor-faktor yang dipertimbangkan itu banyak,” tambah Luky.

Luky menjelaskan bahwa kinerja dan produktivitas ASN, serta kemampuan fiskal negara, akan menjadi pertimbangan utama. Selain itu, kebijakan ini juga terkait dengan upaya transformasi birokrasi yang tengah dilakukan pemerintah.

“Kan remunerasi salah satu faktor dan elemennya. Kita selalu melihat kinerja dan produktivitas ASN seperti apa, tentu saja kita melihat kemampuan fiskal kita seperti apa. Jadi itu yang kita pertimbangkan,” ucap Luky.

Sebelumnya, Menteri PANRB Rini Widyantini menekankan bahwa rencana kenaikan gaji ASN akan bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah. Ia juga menyebut bahwa keputusan tersebut harus disesuaikan dengan anggaran negara.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Penerimaan Pajak 2025 Masih Tertinggal, Defisit Anggaran Lebih Rendah dari Target

Konferensi Pers APBN Kita, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Dalam konferensi pers ini penerimaan pajak Indonesia hingga Oktober 2025 tercatat sebesar Rp1.459 triliun, atau 70,2% dari target Rp2.076,9 triliun. Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Penerimaan pajak Indonesia hingga Oktober 2025 tercatat sebesar Rp1.459 triliun, atau 70,2% dari target Rp2.076,9 triliun yang diproyeksikan hingga akhir tahun. Pencapaian ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana penerimaan pajak mencapai Rp1.517 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan, kinerja penerimaan pajak per bulan Oktober lalu masih kurang optimal. “Secara neto sampai dengan akhir Oktober sudah terkumpul Rp1.459,03 triliun, ini masih di bawah tahun lalu,” ujarnya dalam  Konferensi Pers APBN Kita, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan hampir semua komponen pajak mengalami penurunan. Di antaranya, PPh Badan yang turun 9,6% menjadi Rp237,56 triliun dan PPh Orang Pribadi serta PPh 21 yang turun 12,8% menjadi Rp191,66 triliun.

Meskipun ada penurunan, penerimaan pajak lainnya justru mengalami kenaikan yang signifikan, yakni sebesar 42,3%, mencapai Rp197,61 triliun. “PPN, PPnBM cukup tinggi, artinya ini restitusinya cukup tinggi di sini,” ucap Suahasil, merujuk pada tingginya pengembalian pajak di sektor tersebut.

Berdasarkan data yang dipaparkan di Konferensi Pers tersebut, total pendapatan negara hingga 31 Oktober 2025 tercatat Rp2.113,3 triliun, atau 73,7% dari proyeksi yang sebesar Rp2.865,5 triliun. Namun, belanja negara juga terus meningkat, mencapai 75,5% dari target.

Menanggapi potensi shortfall penerimaan, pemerintah pun menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pencapaian pajak pada dua bulan terakhir 2025. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan memaksimalkan seluruh potensi penerimaan yang ada.

“Pada prinsipnya di 4 atau 5 pekan terakhir ini, kami akan menghabiskan semua bahan yang ada,” ungkap Bimo dalam Konferensi Pers tersebut.

Bimo merinci beberapa langkah yang akan diambil oleh DJP, seperti pengoptimalan penggalian potensi pajak melalui data mining, pertukaran data antar instansi, serta mempercepat proses audit dan penegakan hukum. “Kami akan mengoptimalkan pertukaran data dan menyelesaikan audit serta penegakan hukum secepat mungkin,” jelasnya.

Selain itu, penegakan hukum akan dilakukan dengan pendekatan multi-door, yang melibatkan aparat penegak hukum lainnya. “Yang bisa kami selesaikan di 2025, akan kami maksimalkan penyelesaiannya,” tambah Bimo.

Kendati pencapaian penerimaan pajak di 2025 masih tertinggal, pemerintah berharap akselerasi ekonomi dan perbaikan sistem perpajakan dapat membantu menutup kekurangan penerimaan hingga akhir tahun.

Defisit Anggaran Lebih Rendah

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Oktober 2025 mencapai Rp479,7 triliun, atau 2,02% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menambahkan, angka ini lebih rendah dari target defisit yang dipatok.

“Defisit ini jauh lebih rendah dari target outlook APBN 2025 yang dipatok sebesar 2,78% terhadap PDB,” ujar Purbaya di acara yang sama.

Defisit ini karena dari sisi penerimaan, negara berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp2.113,3 triliun, sedangkan belanja negara hingga Oktober 2025 tercatat sebesar Rp2.593 triliun.

Meskipun defisit terjadi, Purbaya menegaskan, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Secara keseluruhan menunjukkan pengelolaan yang hati-hati dan prudent, serta menjaga disiplin fiskal di tengah dinamika global,” ucapnya.

Menurutnya, meski ada defisit, posisi keuangan negara masih terkendali berkat pengelolaan yang tepat. “Dengan defisit yang tercatat 2,02% dari PDB, angka defisit ini berada dalam batas aman dan terkendali,” tambah Purbaya.

Laporan: Nur Aida Nasution

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Sukses di Kota Kasablanka, Christy Ng Buka Gerai ke-2

CEO Christy Ng International, Christy Ng (kiri) berbincang dengan CEO Christy Ng Indonesia, Ruth Kusnomo saat pembukaan gerai keduanya di Mal Gandaria City, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Christy Ng membuka gerai keduanya di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Masih dengan bendera Christy Ng Indonesia. Pembukaan gerai baru ini merupakan kolaborasi antara Pakuwon Grup, pemilik Gandaria City dan Kota Kasablanka. Gerai baru ini menampilkan model-model terbarunya yang eksklusif, mewah, namun tetap dengan harga yang terjangkau. Christy Ng Indonesia memastikan pihaknya akan menyediakan banyak item barang untuk para konsumen. Christy Ng akan mengembangkan usahanya di Tunjungan Plaza, Surabaya, Bekasi, Puri Indah dan dua cabang lagi di luar Jakarta, Bandung dan Semarang. Aktual/TINO OKTAVIANO

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Roy Suryo dkk Sambangi Polda Metro Ajukan Gelar Perkara Khusus Terkait Ijazah Palsu

Roy Suryo bersama kuasa hukumnya Ahmad Khozinudin saat menyambangi Polda Metro Jaya, Kamis (20/11/2025). ANTARA/Ilham Kausar
Roy Suryo bersama kuasa hukumnya Ahmad Khozinudin saat menyambangi Polda Metro Jaya, Kamis (20/11/2025). ANTARA/Ilham Kausar

Jakarta, aktual.com – Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengajukan gelar perkara khusus terkait kasus laporan ijazah palsu mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

“Kita mengajukan gelar perkara khusus untuk supaya kasus ini terang-benderang dan diketahui oleh masyarakat dan lainnya,” kata Roy Suryo saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/11).

Roy Suryo juga menjelaskan kedatangan ke Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti dan mengajukan sejumlah nama penting untuk menjadi ahli dalam kasus ini.

“Satu ahli IT (teknologi informasi), kemudian ahli linguistik, ahli bahasa, ahli hukum pidana atau orang-orang yang mengerti undang-undang,” katanya.

Sementara kuasa hukum Roy Suryo dkk, Ahmad Khozinudin menyebutkan pihaknya akan menyampaikan 11 saksi yang meringankan di tahap penyidikan, selain nanti juga akan menghadirkan lagi di persidangan.

“Jadi, di penyidikan dengan di persidangan kami bedakan. Di penyidikan kami setorkan ke pihak penyidik, di persidangan kami akan persiapkan tambahannya nanti di persidangan,” katanya.

Khozinudin juga menyebutkan kliennya tidak ditahan oleh Polda Metro Jaya adalah berkat dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi, jangan percaya, kalau ada pihak-pihak yang mengaku-ngaku merasa punya peran sehingga klien kami tidak ditahan, apalagi mengaku-ngaku punya kapasitas untuk menyelesaikan persoalan ini dengan perdamaian,” ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memperbolehkan Roy Suryo (RS), Rismon Sianipar Hasiholan (RH) dan Tifauzia Tyassuma (TT), pulang, setelah menyelesaikan pemeriksaan terkait penetapan tersangka atas kasus laporan tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saat ini pemeriksaan sudah selesai dilakukan untuk sementara waktu, para tersangka sudah memberikan keterangannya, setelah ini kepada ketiga tersangka, kami perbolehkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/11).

Iman menjelaskan alasan ketiganya diperbolehkan pulang karena ketiganya mengajukan para ahli dan saksi yang meringankan.

“Untuk ahli yang diajukan oleh para tersangka ada dua, kemudian untuk saksi yang meringankan ada tiga,” katanya.

Selanjutnya, Iman menyebutkan pihaknya akan melakukan konfirmasi dan pemeriksaan terhadap saksi yang diajukan, saksi yang meringankan, begitu pun juga terhadap ahli yang meringankan atas permintaan atau permohonan para tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Tiba-tiba Prabowo Panggil Mentan Amran Hingga Kepala BGN ke Istana

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta, aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11) sore.

Selain itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) Didit Herdiawan dan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Saosa Mota juga turut merapat ke Istana memenuhi panggilan Presiden Prabowo.

Nanik saat tiba di Istana mengatakan dirinya akan membahas mengenai becak listrik dan juga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Soal becak listrik ini,” kata Nanik.

“Ya ada MBG lah,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Nanik menyebut hingga saat ini jumlahnya telah mencapai 14.320 unit.

“SPPG sudah 14.320 per sore hari ini,” ucap dia.

Terkait becak listrik, Presiden Prabowo telah meminta becak se-Indonesia menggunakan tenaga listrik atau motor listrik. Dengan demikian, pengemudi becak nantinya tidak lagi mengayuh secara manual.

“Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik,” kata Prabowo, ketika pidato saat acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

Prabowo juga sudah membagikan sekitar 1.000 unit becak listrik untuk penarik becak lansia di sejumlah kota di Pulau Jawa. Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bekerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), bantuan tersebut telah disalurkan antara lain 140 unit di Kendal, 100 unit di Demak, 100 unit di Jepara, 60 unit di Pati, 80 unit di Kudus, dan 100 unit di Rembang, Jawa Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Satgas PKH Tertibkan Tambang Bermasalah di Babel dan Sulteng, Kalsel Kapan? (Part 3)

Tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Foto: Ist

Jakarta, Aktual.com –  Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menertibkan sejumlah tambang bermasalah di Bangka Belitung, dan Sulawesi Tengah. Penertiban tambang ilegal di Babel ditaksir menimbulkan kerugian negara hingga Rp12,9 triliun.

Ketua Tim Satgas PKH Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan tambang ilegal itu berada di daerah Kabupaten Bangka Tengah, tepatnya di Desa Lubuk Simpang dan Desa Lubuk Singkuk, Kecamatan Lubuk Besar.

Tambang ilegal yang ditertibkan seluas 315,48 hektare (ha). Saat ditertibkan, pihaknya mengamankan 21 unit excavator, 2 unit dozer, dan 1 genset, serta 10 unit alat hisap pasir.

Baca juga:

Rugikan Negara Ratusan Miliar, 890 Perusahaan Sawit & Tambang Tak Kantongi Izin Pengelolaan Hutan (part-1) .

Febriel menambahkan selain di daerah tersebut, pihaknya juga menertibkan 4 lokasi tambang ilegal lainnya di daerah Bangka seluas 102,37 ha. Dalam penertiban, pihaknya mengamankan 27 unit excavator dan 3 unit alat hisap pasir. Pihaknya tengah menghitung kerugian negara yang ditimbulkan oleh penambangan ilegal di 4 lokasi tersebut.

Sementara, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Panglima TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung, ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH di Sulteng.

Satgas berhasil mengamankan lahan seluas 62,5 ha yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas penambangan nikel ilegal di Desa Laroenai, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

“Yang legal kita dorong supaya tetap berproduksi. Kemudian yang kedua, yang ilegal ini negara akan menegakkan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kita tidak melihat latar belakang, kita tidak melihat dari mana, tapi kita melihat bahwa kepentingan nasional harus kita tegakkan, harus kita selamatkan,” kata Menhan, Selasa (18/11/2025).

Menhan RI menekankan, langkah penertiban ini juga merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran di masa mendatang.

“Ini adalah upaya preventif yang kita lakukan dan secara nasional kita akan melakukan penyekatan-penyekatan dari wilayah perairan kita yang mungkin akan terjadi penyimpangan atau penyelundupan luar wilayah nasional,” katanya.

Baca juga:

WALHI: Kalsel Alami Darurat Perambahan Hutan, 36 Tambang Tak Kantongi Izin Kehutanan (part-2)

Kalsel Darurat Tambang Bermasalah

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Selatan Raden Rafiq menyampaikan, Kalsel mengalami darurat tambang bermasalah. Kondisi ini menyebabkan bencana ekologis serupa banjir yang selalu mengintai masyarakat.

Kata Rafiq, aktivitas pertambangan ditambah perkebunan sawit menjadi akar bencana ekologis di Kalsel. Deforestasi ekstrem, penghancuran ekosistem lahan gambut, dan buruknya tata ruang akibat industri ekstraktif menjadi hantu bagi rakyat Kalsel.

Apa yang Rafiq ungkapkan bukan sekadar omon-omon. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pernah merilis 890 perusahan yang beroperasi tapi tak memiliki izin kehutanan.

Dari jumlah tersebut, 36 korporasi merupakan perusahaan pertambangan di Kalsel yang menyebar di 38 titik. Cakupan luasannya mencapai ribuan ha.

Dokumen tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.196/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2023 tentang Data dan Informasi Kegiatan Usaha yang Telah Terbangun di Dalam Kawasan Hutan yang Tidak Memiliki Perizinan di Bidang Kehutanan Tahap XI.

Sebanyak 36 perusahaan pertambangan tersebut beroperasi di kawasan hutan produksi (HP), hutan produksi tetap (HPT), hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), dan hutan lindung (HL).

Luasan lahan ke-36 perusahaan itu bervariasi dari 5 ha hingga ratusan ha pet titiknya. Lokasinya berpencar dari mulai Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kotabaru, hingga Tabalong.

“Alih-alih evaluasi perizinan dan tata kelolanya, pemerintah cenderung membiarkannya. Bahkan, pemerintah justru membuat kebijakan-kebijakan top-down yang baru dan kontroversial seperti melibatkan dominasi peran militer di sektor nonmiliter,” papar Rafiq.

Sebutkan 36 Tambang Bermasalah

Nama-nama 36 tambang bermasalah, tidak memiliki izin kehutanan, namun masih beroperasi itu antara lain.

PT Bahari Cakrawala Sebuku, PT Bangun Banua Persada Kalimantan, PT Pelsart Tambang Kencana, PT Pancareka Utama Enaineerina, CV Selagai Jaya, PD Baramarta, PT Bhumi Rantau Energi.

Kemudian, PT Energi Batubara Lestari, PT Jorong Barutama Greston, PT Dutadharma Utama, PT Ikatrio Sentosa, PT Satui Terminal Umum, CV Rizki Dinda, PT Borneo Tala Utama, PT Amanah Anugerah Adi Mulia.

Lalu, PT Prafa Coal Mining, PT Transcoal Minergy, PT Surya Sakti Darma Kencana, PT Akbar Mitra Jaya, PT Wahana Baratama Minina, PT Bara Pramulya Abadi, PT Persada Berau Jaya Sakti, PT Astri Mining Resources.

PT Saraba Kawa, CV Latanza, PT Dharma Energi Indonesia, CV Borneo Anugerah Mandiri, PT Tanjung Alam Jaya, PT Megah Mulia Persada Jaya, PT Dua Sahabat Jaya, PT Sebuku Iron Lateritic Ores, PT Yiwan Mining, KUD Gajah Mada, CV Berkat Usaha Karya, PT Tunas Inti Abadi, PT Angsana Jaya Energi.

Dalam pidato kenegaraan di agenda Sidang Tahunan MPR RI pada 15 Agustus 2025, Presiden RI Prabowo Subianto bertekad untuk menyelamatkan kekayaan negara bernilai Rp300 triliun melalui penertiban 1.063 titik aktivitas tambang ilegal yang kini terdeteksi di tanah air.

“Kita akan tertibkan tambang-tambang yang melanggar aturan. Saya telah diberi laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal,” katanya.

Dikatakan Kepala Negara, potensi kekayaan negara yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan mencapai minimal Rp300 triliun.

Dengan tekad dari Presiden tersebut, sudah semestinya Satgas PKH juga merambah wilayah lainnya yang memiliki masalah darurat tambang ilegal, seperti Kalsel.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pernah membeberkan 230 pertambangan tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal di Kalsel berupa tambang Batu bara.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Berita Lain