11 April 2026
Beranda blog Halaman 599

Wawali Harris Bobihoe : Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi Ringankan Beban Rakyat

Kota Bekasi, aktual.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar program pasar murah sebagai langkah nyata menekan laju inflasi dan membantu meringankan beban masyarakat.

Adapun komoditas yang dijual di pasar murah meliputi bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng, gula,daging ayam, daging sapi, serta kebutuhan pendukung lainnya.

“Tujuan utama diadakannya pasar murah ini sebagai salah satu program untuk menjaga daya beli masyarakat. Tentunya dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bulog, retail modern serta penyedia minyak goreng rakyat. Harganya jelas lebih murah dari pasar umum,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat meninjau Operasi Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Bekasi Barat.

Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, Disperindag Kota Bekasi bekerja sama dengan Bulog, serta retail modern untuk menyediakan bahan-bahan pokok yang dijual.

“Kami pastikan ketersediaan bahan pokok terus terjaga. Inflasi di Kota Bekasi sejauh ini masih relatif terkendali berkat upaya bersama. Harapan kami, masyarakat terbantu dan daya beli tetap terjaga. Jadi ini memang program rutin yang sering kami laksanakan,” jelas Wawali Abdul Harris Bobihoe. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Komisi Reformasi Polri Dinilai Belum Teruji, Ferdian Andi: Perbaikan Bisa Dimulai dari Revisi UU

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (tengah) bersama para anggota komisi; Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri (kiri); Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan (kedua kiri); Kapolri periode 2019–2021 Jenderal Pol. (Purn.) Idham Aziz (kedua kanan); dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan periode 2019–2024 sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013 Mahfud MD (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/Nadia Putri Rahmani.
etua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (tengah) bersama para anggota komisi; Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri (kiri); Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan (kedua kiri); Kapolri periode 2019–2021 Jenderal Pol. (Purn.) Idham Aziz (kedua kanan); dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan periode 2019–2024 sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013 Mahfud MD (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/Nadia Putri Rahmani.

Jakarta, aktual.com – Peneliti Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) sekaligus pengajar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, Ferdian Andi, menilai pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri masih perlu waktu untuk dinilai efektivitasnya. Ia menyebut, saat ini terlalu dini untuk menilai apakah komisi tersebut hanya sebatas simbol politik atau benar-benar menjadi langkah nyata dalam memperbaiki institusi kepolisian.

Menurut Ferdian, penilaian yang objektif baru dapat diberikan setelah melihat hasil kerja dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh komisi tersebut, serta sejauh mana rekomendasi itu direalisasikan oleh pihak terkait. “Dari situ kita dapat memberikan penilaian mengenai output dari Komisi ini. Jadi, terlalu pagi kalau saat ini memberi penilaian terhadap kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara kewenangan komisi ini memiliki ruang gerak yang jelas. Hasil kerja komisi nantinya berupa rekomendasi kepada Presiden terkait arah dan strategi reformasi Polri.

Menurutnya, target dan kewenangan yang dimiliki sudah cukup untuk mendorong perubahan asalkan diikuti dengan komitmen politik dan implementasi nyata. Terlebih, pengguna akhir dari hasil kerja Komisi ini adalah Presiden berupa rekomendasi mengenai reformasi Polri.

“Jadi, dari sisi kewenangan dan target komisi ini jelas. Dengan kewenangan yang dimiliki Komisi ini kita harapkan terdapat hasil berupa peta jalan reformasi Polri yang dihasilkan oleh Komisi ini,” kata Ferdian.

Ia menilai banyak kajian akademik yang dapat menjadi rujukan untuk menyusun peta jalan reformasi tersebut, mulai dari aspek kelembagaan, budaya organisasi, hingga pembenahan sumber daya manusia. Namun, menurut Ferdian, reformasi Polri seharusnya dimulai dari pembenahan pada sistem hukumnya terlebih dahulu.

“Harus dimulai dari perbaikan sistem hukum Polri yang berupa substansi atau norma hukum yang mengatur tentang Polri. Revisi UU Polri menjadi langkah utama untuk menjadi landasan reformasi Polri,” jelasnya.

Ferdian juga menyoroti bahwa revisi Undang-Undang Polri telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2025. Hal ini, katanya, menjadi momentum penting untuk memperkuat dasar hukum reformasi di tubuh kepolisian.

Di samping itu, mekanisme rekrutmen anggota Polri juga perlu menjadi perhatian serius. “Perbaikan mekanisme rekrutmen Polri dapat menjadi hulu perbaikan SDM Polri. Pelbagai pandangan dari publik dalam perbaikan rekrutmen menjadi masukan penting dalam mereformasi Polri,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hari Kesehatan Nasional RSUD Bantargebang Gelar Operasi Katarak

Kota Bekasi, aktual.com – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe didampingi Kepala Dinas Kesehatan meninjau pelaksanaan operasi katarak dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Kegiatan berlangsung di RSUD Bantargebang.

Kunjungan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan operasi katarak yang bertujuan membantu masyarakat, terutama lansia, yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Wawali Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Dinas Kesehatan dalam hal ini RSUD Bantargebang, yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan operasi katarak tersebut dapat berlangsung dengan lancar.

Menurutnya, kolaborasi serta sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang dilakukan pemangku kepentingan merupakan hal yang harus terus ditingkatkan.

Ia juga mengatakan, pemerintah daerah terus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang rentan dalam hal kesehatan dan ekonomi, agar dapat diberikan bantuan dan diberdayakan secara optimal.

Saat mengunjugi para penerima manfaat, Wawali Harris Bobihoe juga berpesan kepada untuk terus menjaga kesehatan dan mengikuti arahan tenaga medis, terutama saat proses penyembuhan, sehingga dapat kembali sehat dan melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Harris Bobihoe juga memberikan cindera mata kepada para penerima manfaat. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga Emas Antam Alami Kenaikan Jadi Rp2.367 Juta/Gram

Arsip Foto: Pramuniaga menunjukan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU.

Jakarta, aktual.com – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Rabu, mengalami kenaikan Rp7.000 dari awalnya Rp2.360.000 menjadi Rp2.367.000 per gram.

‎Harga jual kembali (buyback) juga naik ke angka Rp2.232.000 dari semula Rp2.225.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu (12/11):

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.233.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.367.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.674.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp6.986.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp11.610.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp23.165.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp57.787.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp115.495.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp230.912.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp577.015.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.153.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.307.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Jalan Alinda Tuntas Lebih Cepat dari Jadwal, Warga Apresiasi Kinerja Cepat Mas Tri

Jakarta, aktual.com – Perbaikan Jalan Alinda di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, telah rampung lebih cepat dari target yang semula dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2025. Informasi dibukanya kembali Jalan Alinda untuk lalu lintas disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melalui unggahan resmi di akun instagramnya, @mastriadhianto.

Dalam unggahannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa Jalan Alinda merupakan akses penting warga untuk kembali beraktifitas.

“Alhamdulillah. Jalan Alinda kini kembali jadi jalan yang bikin nyaman untuk pengendara lewat,” disampaikan walikota melalui unggahannya.

Perubahan kondisi jalan pun langsung dirasakan warga. Beberapa warga turut mengapresiasi kinerj cepat walikota dalam pengerjaan jalan tersebut

“Alhamdulillah, makasih pak wali perut ora sakit lagi klo lewat situ,” ujar akun @mvickyh09 menanggapi postingan tersebut

“Kalau dulu harus pelan dan sering macet karena rusak, sekarang sudah mulus. Jauh lebih cepat kalau berangkat kerja, luar biasa kinerja pak wali saat kemarin sidak,” ujar Muhammad Rizki, pengendara ojek online yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Pelaku usaha kecil di sekitar jalan juga mendapatkan dampak positif.

“Sekarang orang lewat jadi sering mampir. Jalan bagus itu ngaruh langsung buat dagangan kami,” kata Siti Nurhayati, pedagang kelontong di Jalan Alinda.

Dengan selesainya perbaikan ini, diharapkan mobilitas warga meningkat, waktu tempuh lebih efisien, serta kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar kembali tumbuh. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BMKG Keluarkan Potensi Hujan Ringan Hingga Lebat di Kota Besar di Indonesia

Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,
Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,

Jakarta, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu (12/11).

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Satriana menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Laut Cina Selatan, daratan Filipina, Samudra Hindia Barat Sumatera Barat, barat laut Aceh, pesisir barat Sumatera hingga Lampung, pesisir selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Papua Barat Daya, perairan utara Papua hingga utara Papua Nugini.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, diantaranya Medan, Pangkal Pinang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar, Kendari, dan Merauke.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Yogyakarta, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, diantaranya Banda Aceh, Jambi, dan Jakarta.

Untuk prakiraan tinggi gelombang air laut di wilayah Indonesia, BMKG memprakirakan umumnya berada di kisaran 0.5 hingga 2.5 m, sementara gelombang tinggi lebih dari 2.5 m hingga 4 m berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Kepulauan Bangka Belitung, Jakarta, Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah bagian utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain