19 April 2026
Beranda blog Halaman 642

OJK Minta Perbankan Blokir 29.906 Rekening terkait Judi Online

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae saat konferensi pers terkait Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Oktober 2025 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta perbankan untuk memblokir 29.906 rekening yang terhubung dengan judi online. Langkah ini sebagai respons atas data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan jumlah rekening yang diblokir meningkat dari 27.395 rekening pada periode sebelumnya.

“OJK telah meminta bank untuk memblokir sekitar 29.906 rekening, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dian menambahkan, OJK juga meminta perbankan untuk menutup rekening yang terhubung dengan nomor identitas kependudukan (NIK) yang dicurigai terkait dengan aktivitas judi online. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap perekonomian dan sektor keuangan yang ditimbulkan oleh praktik tersebut.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, OJK juga meminta perbankan untuk menerapkan enhanced due diligence (EDD) terhadap nasabah yang terlibat dalam transaksi mencurigakan. “Kami menginginkan proses verifikasi yang lebih mendalam agar rekening tidak disalahgunakan untuk kejahatan seperti pencucian uang dan penipuan daring,” ungkap Dian.

Selain itu, mengingat meningkatnya ancaman siber yang semakin terorganisir, OJK juga meminta bank untuk memperkuat sistem keamanan mereka. “OJK meminta perbankan untuk terus memantau transaksi keuangan dan mendeteksi anomali yang berpotensi fraud,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan meningkatnya ancaman kejahatan siber yang semakin sistematis, OJK terus mendorong perbankan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap transaksi. Dian menekankan bahwa OJK berkomitmen untuk bekerja sama dengan Komdigi guna memberantas judi online dan kejahatan finansial lainnya yang dapat merusak sektor keuangan.

Laporan: Nur Aida Nasution

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Politisi Gerindra Pastikan Pemerintah Tanggung Utang Whoosh

Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Foto: Taufik Akbar Harefa/Aktual.com

Jakarta, Aktual.com — Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade memastikan polemik soal pembiayaan kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah selesai. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran cicilan proyek tersebut.

“Polemik Whoosh ini sebenarnya sudah selesai. Presiden secara tegas menyatakan pemerintah akan bertanggung jawab menyelesaikan soal cicilan,” kata Andre usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, keputusan itu diambil agar beban cicilan tidak memberatkan PT KAI yang kini berfokus melayani masyarakat. Andre menilai langkah Presiden Prabowo sudah tepat dan sejalan dengan prinsip bahwa infrastruktur dasar adalah tanggung jawab negara.

“Rel dan infrastruktur itu memang tanggung jawab pemerintah, sedangkan gerbong dan sarana biasanya tanggung jawab operator,” jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini

Andre menambahkan, Komisi VI mendukung penuh langkah Presiden Prabowo menyelesaikan masalah utang proyek kereta cepat yang sempat menuai polemik.

Ia juga mengapresiasi kinerja PT KCIC dalam melayani penumpang dan menilai kualitas kereta cepat Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

Selain itu, Andre membuka peluang proyek Whoosh dilanjutkan ke arah timur Jawa. “Animo masyarakat tinggi. Banyak yang berharap kereta cepat bisa lanjut sampai Surabaya, bahkan ke ujung Pulau Jawa,” ujarnya.

Andre menutup dengan menegaskan bahwa tidak ada lagi polemik terkait utang Whoosh. “Sikap Presiden sudah jelas, kami di Komisi VI mendukung penuh,” pungkasnya.

Laporan: Taufik Akbar Harefa

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Wakil Wali Kota Bekasi Apresiasi Semangat Peserta Taekwondo Class 2025

Bekasi, aktual.com – Wakil Wali Kota Bekasi menghadiri kegiatan Penutupan Korean Culture Center Indonesia (KCCI) Taekwondo Class 2025 yang berlangsung di Universitas Bhayangkara (UBHARA) Kota Bekasi. Acara tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan bela diri khas Korea Selatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya memperkuat kemampuan fisik, tetapi juga mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan, budaya, dan olahraga. Selain menumbuhkan semangat sportivitas, kegiatan ini juga memperkuat persahabatan antarbangsa,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi.

Program Taekwondo Class 2025 merupakan bagian dari inisiatif Korean Culture Center Indonesia dalam memperkenalkan budaya Korea melalui olahraga bela diri tradisional. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa di wilayah Bekasi.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar Taekwondo, tetapi juga nilai-nilai disiplin, etika, dan rasa hormat yang menjadi filosofi utama dalam bela diri tersebut.

“Kami berharap para peserta dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dan menjadikan pengalaman ini sebagai modal untuk berprestasi, baik di tingkat lokal maupun internasional,” tambahnya.

Kegiatan penutupan berlangsung meriah dengan berbagai demonstrasi Taekwondo dari para peserta. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama mengikuti program.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat terus mendorong kolaborasi budaya dan olahraga sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berwawasan global. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Reformasi Polri Dimulai, Berikut Daftar 9 Anggota Komite Reformasi Kepolisian yang Dilantik Prabowo

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan Wakil Menteri Kumham Imipas Otto Hasibuan (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers Rapat Koordinasi dengan Bareskrim terkait Pembahasan Tindak Lanjut Penangkapan Massa Pasca-Aksi Demonstrasi akhir Agustus 2025 di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan Wakil Menteri Kumham Imipas Otto Hasibuan (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers Rapat Koordinasi dengan Bareskrim terkait Pembahasan Tindak Lanjut Penangkapan Massa Pasca-Aksi Demonstrasi akhir Agustus 2025 di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Imipas), Otto Hasibuan, mengungkapkan bahwa dirinya termasuk dalam Komite Reformasi Kepolisian yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Otto menyebut, tim tersebut terdiri atas sembilan orang yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh hukum dan mantan pejabat tinggi kepolisian.

“Saya diminta untuk satu dalam timlah, maksudnya Tim Reformasi Polri ini, gitu,” ujar Otto, Jumat (7/11/2025).

Otto menjelaskan, jumlah anggota komite sebanyak sembilan orang. Ia juga menyebut nama Yusril Ihza Mahendra sebagai salah satu anggota. “Saya dengar sembilan orang,” tambah Otto.

Menurut Otto, Komite Reformasi Kepolisian tidak hanya beranggotakan pejabat aktif, tetapi juga para ahli hukum dan mantan Kapolri. “Kita diberitahukan, Pak Mahfud supaya masuk dalam tim. Ya saya tidak bertanya lagi siapa yang masuk. Tapi saya tahu unsurnya itu siapa saja,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan anggota Komite Reformasi Polri di Istana Kepresidenan pada Jumat pukul 16.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membenarkan rencana pelantikan tersebut.

“Betul, jam 16.00 WIB akan ada pelantikan Komite Reformasi Polri,” kata Yusril.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, sembilan anggota Komite Reformasi Polri merupakan gabungan antara menteri, mantan ketua Mahkamah Konstitusi, dan mantan Kapolri. Sekitar pukul 14.30 WIB, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terlihat tiba di Istana mengenakan setelan jas.

Pelantikan komite tersebut menandai dimulainya langkah awal reformasi besar-besaran di tubuh Polri di era pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam tim ini melibatkan para tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum dan keamanan nasional.

Berikut daftar sembilan anggota Komite Reformasi Kepolisian yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto:

1. Yusril Ihza Mahendra – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Imipas)
2. Otto Hasibuan – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Imipas)
3. Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian – Menteri Dalam Negeri, Kapolri Periode 2016–2019
4. Supratman Andi Agtas – Menteri Hukum
5. Prof. Dr. Mahfud MD – Menko Polhukam Periode 2019–2024, Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008–2013
6. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie – Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2003–2008
7. Jenderal Pol. (Purn.) Idham Aziz – Kapolri Periode 2019–2021
8. Jenderal Pol. (Purn.) Badrodin Haiti – Kapolri Periode 2015–2016
9. (Satu nama lainnya belum diumumkan secara resmi oleh Istana Kepresidenan)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menko Polkam Sebut Ledakan di SMAN 72 Belum Tentu Tindakan Teroris

Jakarta, aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan Polri bersama dengan TNI masih mendalami insiden ledakan dalam bangunan SMAN 72 Jakarta yang berada di dalam Kompleks TNI AL, Jakarta, Jumat siang.

Djamari, saat ditanya kemungkinan ledakan itu sebagai aksi kelompok teroris, menjawab aparat yang mengolah tempat kejadian perkara (TKP) masih bekerja, dan belum dapat memberikan kesimpulan apapun mengenai ledakan tersebut.

“Ya sedang didalami, baru kita lihat tempatnya kan di situ, terus ada beberapa yang terluka, sedang dicari apa penyebabnya. (terkait motifnya) belum tahu, sama sekali belum tahu,” kata Djamari menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat.

Djamari melanjutkan saat ini Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf. Dony Gredinand, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus juga telah berada di tempat kejadian untuk memantau jalannya pemeriksaan.

“Belum juga (ada indikasi terorisme, red.). Sekarang sedang diolah di situ, dengan Kapolda, Dandim, dan Wamen saya juga ada di sana,” sambung Djamari.

Djamari beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, tokoh hukum, dan eks Kapolri tiba di Istana Kepresidenan RI sejak pukul 14.30 WIB untuk menghadiri pelantikan Komite Reformasi Polri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11) pukul 16.00 WIB.

Ledakan terjadi di dalam bangunan SMAN 72 Jakarta, yang berada di Kompleks Perumahan TNI AL di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Insiden itu terjadi pada Jumat pukul 12.15 WIB.

Informasi terakhir yang diterima ada delapan orang luka-luka dan langsung dilarikan ke Balai Kesehatan Kompleks Perumahan Kepala Gading TNI AL, kemudian dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul kepada wartawan di Jakarta, Jumat, menyatakan pemeriksaan masih berlangsung sehingga TNI AL belum dapat memberikan keterangan detail terkait penyebab ledakan.

“TNI AL beserta pihak Polri sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk kronologis/penyebab ledakan serta jumlah korban. Terkait data maupun informasi perkembangan selanjutnya akan disampaikan apabila sudah ada data yang valid,” kata Laksma Tunggul.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ledakan Guncang SMAN 72 Jakarta, Polisi Temukan Senjata Bertuliskan Nama Pelaku Teror Dunia

Jakarta, aktual.com – Sebanyak 54 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025). Ledakan tersebut terjadi di area masjid sekolah dan memunculkan kepanikan di antara siswa serta warga sekitar.

Selain menemukan material yang diduga terkait bahan peledak, polisi juga mengamankan dua senjata api, yakni senapan serbu jenis SS2-V4 dan pistol revolver. Yang mengejutkan, pada senjata SS2-V4 itu ditemukan tulisan “Welcome To Hell” serta beberapa nama, seperti Alexandre Bissonnette dan Brenton Tarrant.

Kedua nama tersebut dikenal publik internasional karena terlibat dalam aksi penembakan brutal di masjid. Alexandre Bissonnette adalah pelaku serangan di Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Kanada, pada Januari 2017, yang menewaskan enam jemaah salat Isya dan melukai beberapa lainnya.

Sementara Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019, yang menewaskan 51 orang dan melukai 89 lainnya. Selain tulisan nama-nama tersebut, terdapat pula kata “Agartha” pada senapan itu.

Istilah Agartha berasal dari teori konspirasi “Hollow Earth” atau bumi berongga. Dalam teori ini, Agartha dipercaya sebagai kota mitologi yang tersembunyi di bawah permukaan bumi dan memiliki peradaban serta teknologi tinggi.

Meski tidak pernah terbukti secara arkeologis, konsep Agartha sering muncul dalam literatur fantasi dan teori konspirasi global. Polisi dari Polsek Kelapa Gading bersama Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) segera datang ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara.

Kawasan sekolah langsung disterilkan dan dipasangi garis pembatas. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan bahan peledak, namun jenis dan sumber ledakan masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut informasi awal, pelaku ledakan diduga seorang siswa berinisial FN. Hingga kini belum diketahui motif di balik aksinya. Di lokasi, selain tulisan-tulisan tersebut, juga ditemukan kalimat “natural selection” dan “Luca Trajo”, yang maknanya masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Ledakan ini menjadi sorotan publik karena terdapat kesamaan simbolik dengan serangan yang dilakukan Bissonnette dan Tarrant di luar negeri. Keduanya dikenal memiliki pandangan ekstrem kanan, antiimigran, dan antimuslim.

Alexandre Bissonnette merupakan mahasiswa asal Quebec berusia 27 tahun saat kejadian. Ia dikenal sebagai pendukung tokoh nasionalis Perancis Marine Le Pen serta Donald Trump di Amerika Serikat. Bissonnette sering mengunggah komentar ekstrem di dunia maya.

Dalam kasusnya, Bissonnette akhirnya mengaku bersalah atas enam dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan enam percobaan pembunuhan. Ia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara tanpa kemungkinan pengurangan masa tahanan. Sementara Brenton Tarrant, warga Australia, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada tahun 2020.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain