19 April 2026
Beranda blog Halaman 646

Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Aktivis 98 Sebut Bentuk Penghapusan Sejarah 

Jakarta, Aktual.com – Wacana pengusulan Soeharto sebagai pahlawan nasional kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis. Savic Ali, salah satu Aktivis Pergerakan tahun 1998, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengaburan sejarah (whitewashing) terhadap masa kelam kepemimpinan Orde Baru.

“Ya saya kira ini sebuah upaya whitewashing ya, menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh Pak Harto,” ujar Savic, Kamis (6/11/2025).

Ia menilai bahwa penetapan Soeharto sebagai pahlawan akan menghilangkan legitimasi kritik terhadap karakter kepemimpinannya.

Menurut Savic, jika Soeharto diberi gelar pahlawan, maka pesan tentang sifat diktator, tiran, dan korup yang melekat padanya akan menjadi tidak sah.

“Untuk dibersihkan, karena kalau Pak Harto tetapkan sebagai pahlawan kan artinya pesannya gak sah lagi,” katanya.

Savic juga menyoroti keterlibatan kekuatan politik dalam wacana tersebut, terutama dari Golkar dan Presiden Prabowo yang berasal dari latar belakang militer.

“Pak Harto itu adalah figur penting, baik buat Golkar, baik buat militer,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kekuasaan saat ini dimanfaatkan untuk mengangkat kembali figur Soeharto sebagai simbol penting.

“Ketika mereka sekarang memang memegang kekuasaan, ya dimanfaatkan untuk menjadikan Pak Harto sebagai pahlawan,” ucapnya.

Savic mengingatkan bahwa sejarah sering kali ditulis oleh pihak yang menang dan berkuasa. “Dan kita tahu memang ada ungkapan kan, sejarah itu pilih para pemenang, ditulis oleh para pemenang,” tuturnya.

Savic menegaskan bahwa pelanggaran terhadap prinsip hidup dan hak asasi manusia tidak bisa ditoleransi.

“Sudah membuat banyak sekali nyawa manusia di Republik ini hilang dan itu rakyatnya sendiri,” pungkasnya.

Penolakan gelar pahlawan bagi Soeharto didasarkan pada prinsip keadilan sejarah. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap hak hidup manusia tidak bisa ditoleransi, dan penghapusan jejak kejahatan masa lalu hanya akan memperburuk luka sejarah bangsa.

Laporan: Yassir Fuady

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

DPC Gerindra Makassar Tolak Keinginan Budi Arie Masuk Anggota

Makassar, aktual.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar menegaskan sikapnya menolak keinginan Budi Arie untuk bergabung ke Partai Gerindra. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kota Makassar, Eric Horas, usai rapat koordinasi bulanan yang digelar di Makassar. Menurutnya, meski Partai Gerindra adalah partai terbuka, ada prinsip dan arah perjuangan partai yang harus dipahami dan dijalankan oleh setiap kader.

Eric menjelaskan bahwa Partai Gerindra pada dasarnya terbuka untuk siapa pun yang ingin bergabung, selama memenuhi syarat umum sebagai warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Namun, ia menekankan bahwa menjadi bagian dari Gerindra tidak cukup hanya dengan latar belakang dukungan terhadap figur tertentu.

“Partai Gerindra terbuka untuk siapa saja yang memenuhi syarat umum serta memahami arah perjuangan partai. Kalau karena Pak Budi Arie merasa pernah berjuang memenangkan Bapak Prabowo, itu memang kewajiban setiap kader, tetapi tidak cukup hanya di situ,” ujar Eric Horas.

Lebih lanjut, Eric menambahkan bahwa Partai Gerindra memiliki garis perjuangan yang tegas dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, setiap orang yang ingin bergabung harus benar-benar memahami nilai perjuangan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan hanya karena momentum politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa Gerindra memang partai terbuka, namun tidak serta merta menerima siapa pun tanpa pertimbangan matang. “Partai Gerindra akan melihat dan mempertimbangkan setiap orang yang ingin bergabung. Harus jelas tujuannya, jangan sampai ke depan justru menimbulkan ketidakharmonisan dalam internal partai. Kalau ada potensi itu, tentu kami menolak,” ujarnya.

Kasrudi menilai bahwa menjaga soliditas internal partai jauh lebih penting dibanding sekadar menambah jumlah kader. Ia berharap setiap keputusan partai tetap mengedepankan kepentingan bersama dan menjaga marwah perjuangan Partai Gerindra di tingkat daerah maupun nasional. “Kami tidak ingin dinamika politik personal mengganggu stabilitas dan kekompakan kader di Makassar,” tambahnya.

Sebelumnya, Budi Arie secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 1 November 2025. Pernyataan tersebut kemudian menuai berbagai tanggapan dari internal Partai Gerindra, termasuk dari DPC Gerindra Kota Makassar yang secara tegas menyatakan penolakannya dengan alasan menjaga konsistensi arah perjuangan dan keharmonisan internal partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif Tembus Rp1.500 Triliun, Serap 26,47 Juta Pekerja 

Jakarta, Aktual.com — Pemerintah menegaskan peran ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional. Setelah satu tahun masa kerja, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat telah melampaui Rp1.500 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 26,47 juta orang, mayoritas berasal dari kelompok usia muda.

Laporan capaian tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Rabu (5/11).

Riefky menyebut ketahanan ekraf terbukti kuat di tengah tekanan ekonomi global. Pada semester pertama 2025, investasi sektor ini mencapai Rp90,1 triliun atau 66 persen dari target tahunan. Sementara nilai ekspor menembus 12,9 miliar dolar AS, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Subsektor fesyen, kriya, dan kuliner masih menjadi tulang punggung ekspor, dengan Amerika Serikat sebagai pasar utama disusul Swiss, Jepang, dan Uni Emirat Arab.

Pusat aktivitas investasi ekraf masih bertumpu di Jakarta dengan nilai Rp25,97 triliun, lalu Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. Namun, pertumbuhan ekonomi kreatif disebut tidak lagi bersifat sentralistik.

“Banyak inisiatif dan pelaku muda yang justru lahir dari daerah. Ekraf bergerak dari komunitas, lalu membentuk ekosistem yang lebih besar,” kata Riefky kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Memasuki 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat dampak ekonomi kreatif, terutama dalam peningkatan ekspor, akses investasi, dan pengembangan tenaga kerja.

Salah satunya melalui pengembangan Ekraf Business Forum yang akan memperluas kolaborasi dengan negara mitra seperti Prancis, UEA, Saudi, Jerman, dan Rusia. Indonesia juga akan kembali menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diikuti lebih dari 50 negara, untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem kreatif global.

Dari sisi peningkatan ekspor, pemerintah menargetkan capaian USD 27,85 miliar melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) dan kampanye internasional Creative by Indonesia. Program ini dirancang untuk membangun identitas global produk kreatif lokal, serupa strategi branding Cool Japan dari Jepang maupun Kitchen of the World dari Thailand.

Pemerintah juga menyiapkan skema insentif bagi subsektor film, gim, dan aplikasi guna mendorong komersialisasi kekayaan intelektual. Sementara penguatan talenta dilakukan melalui pelatihan digital Gen Matic dan Emak Matic serta inkubasi pekerja kreatif melalui program Kreatorium.

Untuk memberi arah jangka panjang, pemerintah tengah menyusun Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai panduan pengembangan ekosistem kreatif hingga dua dekade ke depan.

“Dengan arah kebijakan yang jelas dan dukungan lintas kementerian serta daerah, kita optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi pilar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Riefky.

Laporan: Rachma Putri

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Ekspor CPO Ilegal, 87 Kontainer Senilai Rp28,7 Miliar Disita

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, dan Satgasus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri, mengungkap pelanggaran ekspor oleh PT MMS. Sebanyak 87 kontainer CPO dengan total berat 1.802 ton dan nilai Rp28,7 miliar disita. Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, bersama Satgasus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri, mengungkap pelanggaran ekspor oleh PT MMS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Sebanyak 87 kontainer yang berisi produk turunan minyak sawit mentah (CPO) dengan total berat 1.802 ton dan nilai Rp28,7 miliar disita karena melanggar ketentuan ekspor.

Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, menjelaskan produk tersebut dilaporkan sebagai fatty matter yang tidak dikenakan bea keluar.

“Barang tersebut diberitahukan sebagai fatty matter senilai Rp28,7 miliar, namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa barang tersebut mengandung turunan CPO,” ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Penindakan terhadap 87 kontainer ini berawal setelah Satgasus Polri memberikan informasi terkait 25 kontainer mencurigakan pada 20 Oktober 2025 lalu.

Ia menyampaikan, nasil pendalaman menunjukkan seringnya pemberitahuan yang tidak sesuai dengan ketentuan ekspor. Laboratorium IPB dan Balai Laboratorium Bea Cukai Jakarta turut terlibat dalam pengujian barang yang diekspor.

“Namun hasil pemeriksaan lab Bea-Cukai dan IPB yang disaksikan Satgasus Polri, barang tersebut mengandung turunan CPO, sehingga berpotensi terkena ketentuan bea keluar dan ekspor,” tambah Djaka.

Dalam pengungkapan ini, PT MMS dan afiliasinya seperti PT LPMS, PT LPMT, dan PT SUNN sedang diperiksa terkait pelanggaran ekspor. Penegakan hukum juga akan dilakukan oleh penyidik Bea Cukai.

Operasi ini juga kolaborasi antara berbagai instansi pemerintah, termasuk Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara dan Polri. “Sinergi ini penting untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap potensi penerimaan negara,” tuturnya.

Laporan: Nur Aida Nasution

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

BTN Hadir di ITB, Bidik Terobosan Teknologi untuk Sektor Perumahan

Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Setiyo Wibowo berbincang dengan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Jatnika Effendi di sela Roadshow BTN Housingpreneur 2025 di ITB, Bandung, Kamis (6/11). Melalui ajang tersebut, BTN membuka akses bagi arsitek, pengusaha, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan ide di sektor perumahan serta terhubung dengan ekosistem perumahan nasional milik BTN. Adapun, kompetisi BTN Housingpreneur 2025 menargetkan 1.500 peserta dan memperebutkan total hadiah senilai Rp1,5 miliar. Aktual/DOK BTN

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Tokoh Intelijen Sekaligus Pendiri PKS, Soeripto, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Soeripto JS* (Soeripto Centre) memberikan paparan dalam diskusi perayaan HUT Indemo ke 17 tahun dan 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 di hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (15/1/2017). Soeripto JS* (Soeripto Centre) mengambil tema "Arah Perubahan Dunia (Nasionalis Populis dari Sudut Pandang GeoPOlitik & GeoStrategi). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Kabar duka datang dari keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Salah satu pendiri PKS, Soeripto, meninggal dunia pada Kamis (6/11/2025) di usia 89 tahun.

Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, menyampaikan kabar duka tersebut kepada wartawan. Soeripto menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 12.45 WIB.

“Dimakamkan di San Diego Hills, berangkat jam 15.00 dari Tampak Siring No 24, Cipete Selatan,” ujar Muzammil, Kamis (6/11/2025).

Jenazah Soeripto dimakamkan di San Diego Hills, Cipete, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah tokoh dan kader PKS turut menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.

Sementara itu, mantan Menteri BUMN Said Didu juga mengenang sosok Soeripto sebagai tokoh yang berkomitmen tinggi dalam perjuangan dan pengabdian untuk bangsa.

“Almarhum salah satu pendiri PKS, aktivis, dan salah satu tokoh intelijen. Kami selalu bersama berjuang terkait kasus PIK-2 dan kasus-kasus lain. Selamat jalan Pak Ripto,” tulis Said melalui akun X pribadinya, Kamis (6/11/2025).

Dikenal sebagai aktivis sekaligus tokoh intelijen senior, Soeripto semasa hidupnya aktif di berbagai kegiatan sosial dan politik. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, disiplin, dan berintegritas tinggi.

Berita Lain