17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 687

IHSG Dibuka Menguat Sementara Rupiah Melemah

Ilustrasi - Petugas Bank sedang menghitung uang rupiah

Jakarta, aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (21/7) pagi dibuka menguat 54,40 poin atau 0,74 persen ke posisi 7.366,31.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,70 poin atau 0,60 persen ke posisi 789,91.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi di Jakarta melemah sebesar 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.325 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.297 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kemenbud Rencana Produksi Film Diponegoro Peringati 200 Tahun Perang Jawa

“Kita berharap bahwa cerita-cerita sejarah dan juga tokoh-tokoh pahlawan diangkat di dalam film karena film adalah platform ekspresi budaya yang paling lengkap mulai dari seni akting, tari, musik, sastra, bahkan sampai fesyen dan kuliner ada di dalamnya, dan kita akan mencoba membuat satu film tentang Pameran Diponegoro yang lebih epik,” kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada acara peringatan 200 tahun Perang Jawa di Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/7) malam.

Jakarta, aktual.com – Dalam momentum peringatan 200 tahun Perang Jawa (1825–1830), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) merencanakan produksi film tentang Pangeran Diponegoro, sementara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan merilis komik bertema kepahlawanan tokoh tersebut pada akhir tahun ini.

“Kita berharap bahwa cerita-cerita sejarah dan juga tokoh-tokoh pahlawan diangkat di dalam film karena film adalah platform ekspresi budaya yang paling lengkap mulai dari seni akting, tari, musik, sastra, bahkan sampai fesyen dan kuliner ada di dalamnya, dan kita akan mencoba membuat satu film tentang Pameran Diponegoro yang lebih epik,” kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada acara peringatan 200 tahun Perang Jawa di Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/7) malam.

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai medium paling lengkap untuk mengekspresikan budaya sekaligus memperkuat literasi sejarah. Dia menegaskan bahwa kisah Pangeran Diponegoro layak diangkat kembali dalam format sinema yang lebih aktual dengan teknologi perfilman yang lebih modern, setelah sebelumnya pernah rilis dalam bentuk film drama epos “November 1828” garapan sutradara Teguh Karya.

Menurut dia, “November 1828” keluaran 1979 merupakan referensi penting, untuk memulai menghidupkan kembali kisah Diponegoro melalui teknologi perfilman modern.

“Tentu saja ini harus bekerja sama dengan para produser, sutradara, pembuat skenario sehingga bisa menayangkan film tentang Pangeran Dipenogoro lebih lengkap dan aktual,” kata Menbud Fadli Zon menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa mereka akan merilis komik tentang Pangeran Diponegoro dalam 25 jilid yang direncanakan terbit pada September 2025. Komik itu dikembangkan dari naskah-naskah kuno dan ditujukan untuk membumikan sejarah kepada generasi muda.

Upaya itu diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan dan memperkuat identitas sejarah nasional melalui media yang relevan dengan zaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bapanas Catat Harga Cabai Rawit Merah Turun dan Bawang Merah Naik

Arsip foto - Seorang pedagang bawang merah dan bawang putih melayani pembeli di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2024). ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/Spt.

Jakarta, aktual.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai rawit merah tingkat konsumen mencapai Rp60.673 per kilogram (kg) dibandingkan sebelumnya Rp65.058 per kg, sedangkan bawang merah Rp44.071 per kg turun dari sebelumnya Rp46.099 per kg.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas di Jakarta, Senin (21/7) pukul 08.20 WIB, harga pangan lainnya di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium di harga Rp16.121 per kg naik dari sebelumnya Rp16.105 per kg.

Lalu, beras medium di harga Rp14.352 per kg naik tipis dari hari sebelumnya Rp14.340 per kg, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.456 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp12.535 per kg.

Komoditas jagung Tk peternak tercatat Rp6.173 per kg turun tipis dari sebelumnya Rp6.262 per kg; keelai biji kering (impor) di harga Rp10.854 per kg naik tipis dari sebelumnya Rp10.841 per kg.

Berikutnya bawang putih bonggol di harga Rp37.344 per kg turun dari hari sebelumnya Rp39.048 per kg.

Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting di harga Rp42.818 per kg turun dari sebelumnya Rp45.538 per kg; lalu cabai merah besar di harga Rp39.899 per kg turun dari sebelumnya Rp44.451 per kg.

Lalu daging sapi murni Rp134.869 per kg turun dari sebelumnya Rp135.236 per kg, daging ayam ras Rp35.897 per kg naik dari sebelumnya Rp35.719 per kg, lalu telur ayam ras Rp29.367 per kg turun dari sebelumnya 29.595 per kg.

Gula konsumsi di harga Rp18.220 per kg turun dari sebelumnya tercatat Rp18.314 per kg.

Kemudian, minyak goreng kemasan Rp20.545 per liter turun dari sebelumnya Rp20.850 per liter; minyak goreng curah Rp17.220 per liter turun dari sebelumnya Rp17.507 per liter; Minyakita Rp17.545 per liter naik dari sebelumnya Rp17.511 per liter.

Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.642 per kg turun dari sebelumnya Rp9.768 per kg; lalu tepung terigu kemasan Rp12.548 per kg turun dari sebelumnya Rp12.937 per kg.

Komoditas ikan kembung di harga Rp41.850 per kg naik dari sebelumnya Rp41.498 per kg; ikan tongkol Rp33.932 per kg turun dari sebelumnya Rp34.164 per kg; ikan bandeng Rp35.972 per kg turun dari sebelumnya Rp34.612 per kg.

Selanjutnya, garam konsumsi di harga Rp10.527 per kg turun dari hari sebelumnya Rp11.544 per kg.

Sementara itu, daging kerbau beku (impor) di harga Rp106.818 per kg naik dari sebelumnya Rp105.414 kg, daging kerbau segar lokal Rp143.077 per kg turun dari sebelumnya mencapai Rp141.364 per kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Setelah Prof Effendi, Ada Apa Dengan UGM? Kampus Rakyat Yang Berubah 180 Derajat

Setelah Prof Effendi, Ada Apa Dengan UGM? Kampus Rakyat Yang Berubah 180 Derajat

Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes

SEBELUMNYA, 2x (dua kali) berturut-turut tulisan saya bisa dikatakan tampak selalu bertemakan Rektor UGM / Universitas Gadjah Mada periode 2002-2007 lalu. Dua tulisan tersebut adalah “AADPSE (Ada Apa Dengan Profesor Sofian Effendi) ?” dan “Kelanjutan dari AADPSE dan Maklumat Jogja”, keduanya saya tulis pada hari dan tanggal Istimewa yang sama, Jumat 18 Juli 2025, meski dalam waktu yang berbeda.

Mengapa tanggal (18 Juli) tersebut terasa istimewa? Karena selain di tanggal tersebut 45 tahun lalu (tahun 1980) ber-hari yang sama dengan di tahun 2025 kemarin, yakni hari Jumat, hanya saja hitungan “Pasaran”-nya berbeda secara hitungan tahun Jawa, dimana saat di tahun 1980 adalah Jumat Kliwon dan kemarin adalah Jumat Legi, bulan Jawa-nya juga berbeda, dulu bulan Poso / Pasa (baca: bukan “Puasa” sebagaimana edisi Rekayasa), sekarang bulan Suro atau Muharram dalam istilah bulan Islam.

Di hari Jumat Kliwon Empat Setengah Dasawarsa itulah sebenarnya terjadi sebuah pengumuman dari PP I (Proyek Perintis Satu) yang kemarin sempat dicari dan menjadi Viral karena terjadi keanehan penulisan bulan Jawa “Puasa” yang seharusnya Poso / Pasa di Harian KR / Kedaulatan Rakyat Jogja. Disebut-sebut di harian KR itulah terdapat nama JkW diantara ratusan nama mahasiswa yang diterima di UGM tahun tersebut, meski banyak keanehan dari penulisannya.

Sekedar tambahan referensi, PP I adalah sebuah sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang dilaksanakan mulai tahun 1979 dst untuk memperbaiki sistem sebelumnya, SKALU (Sekretariat Kerja Sama Antar Lima Universitas). Proyek ini melibatkan lima PTN ternama: Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair) dan UGM. PP I memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih tiga program studi di tiga PTN yang berbeda saat itu.

Kembali kepada sosok Profesor Sofian Effendi, secara kebetulan juga beliau adalah Rektor UGM yang berkesempatan menandatangani Ijazah ASLI Magister Kesehatan (M.Kes) saya dari Sekolah Pasca Sarjana Nomor 2389/M.Kes/05 tertanggal 25 Juli 2005 bersama dengan Dr. Irwan Abdullah selaku Direktur Pasca Sarjananya. Tentu saja Ijazah S-2 Magister Kesehatan, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Perilaku dan Promosi Kesehatan Masyarakat tersebut secara bangga bisa ditunjukkan dan diakses siapa saja karena memang nyata dan resmi adanya.

Profesor ini baru saja menjadi Viral dan bahkan Trending topic di berbagai platform social media hingga mayoritas media massa, baik yang mainstream hingga alternatif karena kejujurannya dalam membongkar misteri yang telah sempat rapat ditutup-tutupi di UGM selama ini.

Sayang memang pernyataannya yang sempat bak tetesan hujan di kemarau panjang tersebut tidak berumur lama, kurang dari 1x 24 jam dan digantikan dengan Selembar surat yang meski ditandatangani beliau, namun tanpa meterai, bukan di kertas leges dan tidak di-Notariil-kan, alias tidak punya kekuatan hukum apapun.

Selembar surat “bertandatangan” beliau itu sebagaimana tulisan saya kemarin, sontak sempat menghapuskan harapan masyarakat untuk pembongkaran misteri (baca: kejahatan ?) besar yang selama ini ditutup-tutupi, karena tenyata bukan hanya soal Ijazah, namun ternyata juga soal Skripsi dan runtutan proses Akademik janggal sebelumnya. Lucunya bila dicermati lebih mendalam, masyarakat tetap percaya pada statemen beliau pertama sebagaimana sudah ditayangkan di YouTube Balige Academy dan Langkah Update sebelumnya, karena memang banyak yang menyebut bahwa statemen pertama jelas kebenaran dan yang maunya diralat itu hanya pembenaran.

Mengapa banyak masyarakat lebih percaya kepada semua yang sudah (telanjur) dikatakan beliau sebelumnya, karena sebenarnya memang sudah menjadi rahasia di internal UGM soal isi statemen Rektor UGM tahun 2002-2007 itu sebagaimana yang disebutkan oleh Said Didu dalam PodCast di Madilog ForumTV yang bisa dilihat melalui Link youtu.be/OWV0g7bLSOA Dalam percakapannya terungkap bahwa Profesor Sofian Effendi pernah bercerita sebelumnya tanggal 8 Desember 2024 lalu, alias sebenarnya semua yang disampaikannya memang fakta, hanya belum terpublikasi luas sebelumnya dalam bentuk live-streaming atau format video dalam YouTube yang bisa diakses luas.

Perkembangan terbaru selain ada upaya “pembungkaman” terhadap beliau (sebagaimana kecurigaan Netizen +62) atas perubahan sikap 180° dari cerita fakta panjang-lebar berdurasi 1-jam 13-menit dan kemudian mau berusaha diralat selembar kertas itu ternyata masih berlanjut. Muncul juga ancaman dari Gerombolan liar yang menamakan dirinya “JkW lovers” dan melakukan intimidasi terhadap Sang Profesor.

Terakhir bahkan kunjungan Silaturahmi yang akan dilakukan oleh Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto di Sabtu malam kemarin (19/07/2025)-pun kabarnya dihalang-halangi oleh Kelompok berseragam UGM didepan rumahnya sebagaimana disampaikan Dr Rismon di TV CNN Indonesia semalam ini youtu.be/Z8NWwoEPs0o

Kesimpulannya, AADUGM / Ada Apa Dengan UGM terakhir ini? Mengapa Universitas nDeso alias Kerakyatan yang bahkan sempat dijadikan background Novel dan Film “Cintaku di Kampus Biru” (1974) sekarang tampak berubah 180° menjadi Kampus tertutup dan cenderung (takut?) menutup-nutupi kejadian / fakta sebenarnya? Selaku Alumnus ASLI S-1 Komunikasi dan S-2 Magister Kesehatan Kampus tersebut, saya bersama Dr Rismon Hasiholan Sianipar, dr Tifauzia Tiyasumma, Relagama dan Ratusan (bahkan mungkin ratusan Ribu hingga sekarang) sangat menyayangkan perubahan sikap Kampus Bulaksumur tersebut. Namun kami tetap percaya, Gusti Allah SWT tidak sare dan akan ada “Naga dina”-nya untuk membongkar semuanya, Insya Allah …

* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI dan OCB Independen – Jakarta, Minggu 20 Juli 2025

Artikel ini ditulis oleh:

Jalil

15 Tahun BAMUS Sunda Bali, Komitmen Merawat Budaya dan Harmoni di Pulau Dewata

Ketua BAMUS Sunda Bali, Agus Samijaya, menyampaikan hal itu usai perayaan milangkala BAMUS Sunda Bali ke-15 tahun yang dihadiri ribuan warga Bali asal Sunda dari berbagai kabupaten/kota se-Bali pada Minggu (20/7) di Denpasar. Aktual/HO

Denpasar, aktual.com – Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah Sunda itu menjadi nafas hidup warga Bali asal Sunda dalam menata harmoni di tanah perantauan.

Prinsip itulah yang sejak awal dipegang teguh Badan Musyawarah Urang Sunda (BAMUS) Sunda Bali dalam perjalanannya menapaki usia 15 tahun. Selama ini, organisasi ini hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga menjaga akar budaya leluhur sambil merawat harmoni dengan masyarakat Bali, tanah tempat mereka hidup dan berkarya.

Ketua BAMUS Sunda Bali, Agus Samijaya, menyampaikan hal itu usai perayaan milangkala BAMUS Sunda Bali ke-15 tahun yang dihadiri ribuan warga Bali asal Sunda dari berbagai kabupaten/kota se-Bali pada Minggu (20/7) di Denpasar.

Agus menegaskan, organisasi yang berdiri pada 2009 ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, penguatan dan pelestarian budaya Sunda di tanah perantauan. Kedua, menjadi wadah silaturahmi antarwarga Bali asal Sunda maupun dengan elemen masyarakat lain di Bali. Ketiga, bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga kearifan lokal dan mendukung program pembangunan di Bali.

BAMUS menaungi 22 paguyuban dengan sekitar 15 ribu anggota di seluruh Bali. Memiliki berbagai program.

Untuk generasi muda, mereka memiliki program pembinaan Sanggar Seni Pusaka Pajajaran yang melatih generasi muda dalam bidang tari, musik tradisional, dan budaya Sunda. Selain itu, ada juga organisasi literasi digital. “Generasi muda harus memahami teknologi informasi, namun menggunakannya secara arif dan bijaksana,” ujarnya.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, BAMUS menerapkan program dengan konsep ekonomi gotong royong. Di dalam paguyuban terdapat kontraktor, pedagang, tukang kayu, dan profesi lain yang saling mendukung. “Kita saling bantu,” kata Agus.

Dalam kontribusi sosial dan lingkungan, BAMUS aktif mengadakan donor darah rutin, penanaman mangrove di Serangan dan Mertasari, penghijauan di Kintamani, hingga bersih-bersih Pantai Legian Kuta. Mereka juga mendukung sosialisasi Perda lingkungan, penertiban ormas, dan tertib administrasi kependudukan.

Agus selalu menanamkan empat prinsip hidup masyarakat Sunda kepada seluruh anggota BAMUS: cageur yaitu sehat lahir batin, bageur berbuat baik, pinter yaitu cerdas menyikapi perkembangan zaman, dan singer waspada terhadap pengaruh negatif termasuk dunia digital utamanya bijak dalam bersosial media.

Ia menutup dengan harapan agar BAMUS Sunda Bali terus menebarkan manfaat bagi Bali, menjaga harmoni antarbudaya, dan memperkuat jati diri Sunda di tengah kehidupan multikultural Bali.

Perayaan milangkala BAMUS Sunda Bali ke-15 tahun berlangsung meriah dengan doa bersama, penampilan kesenian Sunda seperti Jaipongan, angklung, hingga tarian Bali oleh warga Bali asal Sunda sendiri. Penampilan Tari Bali oleh anggota BAMUS ini menjadi simbol harmonisasi dan akulturasi budaya yang selama ini dirawat BAMUS.

Selain pertunjukan seni, BAMUS menyalurkan santunan kepada anak yatim. Mereka juga memiliki program perlindungan anggota melalui kepesertaan BPJS, serta layanan ambulans dan fardhu kifayah. “Kalau ada anggota yang kesulitan, sakit atau meninggal dunia, kami membantu pengurusan, termasuk memfasilitasi ambulans,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Bawa Wayang ke Negeri Jiran, Ketua MPR Inisiasi Diplomasi Kultural

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggagas Tour Wayang Santri Malaysia 2025. Tour Wayang Santri ini untuk mempererat hubungan budaya Indonesia-Malaysia. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Dalam rangka mempererat hubungan budaya Indonesia-Malaysia, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggagas Tour Wayang Santri Malaysia 2025. Acara ini menampilkan wayang golek santri bertajuk “Putra Satria Laras” dari Tegal, Jawa Tengah, sebagai bentuk diplomasi budaya sekaligus hiburan bagi diaspora Indonesia di Malaysia.

Gagasan Ahmad Muzani ini merupakan implementasi soft diplomacy Indonesia-Malaysia, dengan mengenalkan dan menghadirkan budaya Indonesia kepada pemerintah dan warga Malaysia. Wayang Golek Santri memiliki nilai yang penuh keunikan, memadukan seni pedalangan tradisional dengan nilai-nilai Islami, relevan dengan masyarakat multikultural Malaysia.

“Pertunjukan wayang santri merupakan tradisi ratusan tahun lalu di tanah Jawa dari para leluhur kita dan sekarang sebagai budaya tetap hidup. Ini yang kita tunjukkan bahwa di desa desa di Jawa banyak rakyat belajar agama untuk mengingat siapa kita dari mana kita dan untuk siapa kita hidup. Dalam dunia wayang dan dunia santri sama-sama diingatkan agar kita selalu bertawakal kepada Allah SWT. Selalu berbuat baik utk sesama,” kata Ahmad Muzani dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).

“Ini adalah momentum menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus merawat ikatan sejarah dengan Malaysia. Wayang menjadi bukti bahwa dua negara serumpun bisa bersinergi melalui seni,” tambahnya.

Ketua MPR RI menambahkan, sebagai bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan budaya yang tak terpisahkan. Tour Wayang Santri ini adalah strategi diplomasi lunak untuk mengingatkan kembali akar persaudaraan kita.

“Melalui lakon ‘Putra Satria Laras’ yang sarat nilai akhlak dan kepemimpinan, kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional mampu menjadi jembatan di tengah tantangan global,” jelas Muzani.

Pagelaran akan menghadirkan legenda dalang Indonesia Ki Haryo Susilo Enthus Susmono di empat kota yakni Keraton Mbah Anang, Johor Bahru, Angsana Mall, Johor Bahru, Alamis Hotel Kuala Lumpur, terakhir di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Sebagai Dalang muda milenial, Ki Haryo Susilo Enthus Susmono mengembangkan seni tradisi wayang golek dengan syiar agama Islam yang dikemas dalam bingkai budaya.

“Wayang golek santri bukan sekadar tontonan, tapi medium penyebaran nilai akhlak universal. Lakon ‘Putra Satria Laras’ yang kami bawakan sarat pesan toleransi, kepemimpinan, dan kearifan budayal. Ini adalah kebanggaan bisa membawanya ke Malaysia sebagai jembatan budaya dua saudara serumpun,” jelas Ki Haryo Susilo Enthus Susmono.

Penyelenggaran Wayang Santri di Malaysia dukung penuh olek KBRI Malaysia dan KJRI Johor Bahru. Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengatakan KBRI menyambut baik inisiatif MPR RI ini sebagai bagian dari program Jembatan Budaya Indonesia dan Malaysia.

“Wayang golek santri dipilih karena relevansinya dengan masyarakat multikultural Malaysia. Kami akan memastikan acara ini menjadi momentum rekatkan diaspora Indonesia dengan saudara serumpun di Malaysia,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPR RI Hj Himmatul Aliyah yang merupakan wakil rakyat daerah pemilihan Jakarta II yaitu Luar Negeri. Selain itu turut hadir anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya anggota Fraksi Gerindra dan Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Serta pejabat walikota Johor Baru Malaysia.

Pementasan wayang menargetkan penonton Diaspora Indonesia Malaysia, yang berdiam di Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Komunitas Penggiat Seni di Malaysia, para pelajar dan akademisi yang tertarik dengan budaya wayang.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain