17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 688

Bertemu Jokowi, Prabowo Bongkar Cerita di Balik Tuntasnya Negosiasi CEPA

Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden RI ke 7 Joko Widodo saat menyambangi kediaman untuk bersilaturahmi dan bercerita hasil dari kunjungan resmi kenegaraan ke sejumlah negara seperti Arab Saudi, Brasil, Belgia, hingga Prancis. Aktual/TIM MEDIA PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Solo, aktual.com — Presiden RI Prabowo Subianto menyambangi kediaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo untuk bersilaturahmi dan bercerita hasil dari kunjungan resmi kenegaraan ke sejumlah negara seperti Arab Saudi, Brasil, Belgia, hingga Prancis.

“Cerita baru keliling dari luar negeri, beliau juga mengikuti rupanya. Saya ceritakan terobosan-terobosan yang kita dapat kemarin, terutama dengan Uni Eropa. 10 tahun perundingan (CEPA), akhirnya ketembus,” ungkap Prabowo di Solo, Minggu (20/7).

Prabowo tiba di kediaman Jokowi pukul 18:00 WIB didampingi oleh Wapres RI Gibran Rakabuming Raka yang juga telah menyambutnya sejak ketibaan di bandara. Setibanya di kediaman, keduanya kemudian disambut langsung oleh Jokowi bersama Iriana.

Pertemuan yang berlangsung dengan akrab dan hangat itu membahas sejumlah hal tentang isu-isu terkini dan apa saja yang berhasil dibawa Prabowo selama 15 hari melakukan lawatan perjalanan kenegaraan.

“Alhamdulillah dapat hasil-hasil yang lumayan, yang cukup bagus. Saya juga mampir di Belarus. Mereka punya potash, mereka butuh karet kita, mereka butuh banyak komoditas kita,” cerita Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa posisi negara Indonesia sangat diterima oleh negara-negara di dunia dan Indonesia selalu menegaskan persahabatan dan kerja sama kepada semua pihak.

“Dan Indonesia, ya saya meneruskan tradisi Indonesia sebagai negara non-blok, non-aligned. Kita terkenal bahwa kita tidak mau ikut blok manapun. Kita ikut di BRICS dari kepentingan ekonomi kita. Tapi kita ikut juga, kita daftar di OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development),” kata Prabowo.

“Jadi kita benar-benar kita diterima oleh semua pihak. Bahwa Indonesia neutral. Indonesia menghormati semua negara. Indonesia ingin bersahabat dengan semua negara. Indonesia tidak mau campur tangan dengan urusan dalam negeri negara manapun dan ini kita diterima,” lanjutnya.

Turut mendampingi dalam pertemuan antara Prabowo dan Jokowi yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Santai Saja, Pernyataan Dasco Soal “Logo” Hanya Candaan Ringan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama para ketua serikat pekerja di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (30/4/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, aktual.com — Belakangan ini, pernyataan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengenai perubahan logo ramai dikaitkan dengan perubahan Logo “Gajah” Partai Solidaritas Indonesia dibicarakan.

Banyak pihak menganggap ucapan tersebut sebagai sindiran terhadap pihak tertentu, bahkan ada yang mengaitkannya langsung dengan kelompok politik tertentu. Namun benarkah demikian?

Koordinator Komrad Pancasila Antony Komrad menegaskan bahwa pernyataan Dasco tidak perlu dibesar-besarkan. Itu hanya gurauan ringan di tengah suasana politik yang makin hangat. Tak ada maksud menyindir atau menyerang pihak mana pun.

_“Pak Dasco itu orangnya santai. Kadang komentar beliau memang jenaka, ya begitu saja, jangan ditarik-tarik ke tafsir politik,”_ ungkap Antony Komrad, Koordinator Komrad Pancasila saat dimintai tanggapannya. Minggu(20/7).

Menurut Antony, masyarakat dan elite politik harus mulai belajar membedakan antara pernyataan serius dan candaan politik yang sekadar mencairkan suasana.

_“Kalau semua dilihat dari kacamata curiga, habis energi kita untuk ribut. Padahal kadang yang dibicarakan cuma soal warna dan bentuk logo,”_ tambahnya sambil tertawa.

Logo PSI yang baru memang memunculkan diskusi publik, namun menurut Antoniy, itu justru tanda demokrasi hidup. Semua orang bebas berpendapat — asal tetap menjaga suasana tetap adem. Ia juga menekankan pentingnya tidak terlalu reaktif terhadap komentar-komentar yang sifatnya ringan dan tidak substansial.

“Lebih baik fokus pada substansi: program, gagasan, dan solusi untuk rakyat. Soal desain logo, biar jadi urusan internal partai yang bersangkutan. Jangan semuanya dikaitkan dengan geng ini atau geng itu,” tutup Antony Komrad.

Dengan begitu, publik diimbau untuk menyikapi dinamika politik secara proporsional dan tetap mengedepankan akal sehat. Sebab dalam dunia politik, tidak semua pernyataan punya muatan strategis — kadang, ya hanya sekadar celoteh santai di sela agenda padat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kementerian Luar Negeri Berhasil Pulangkan Selebgram AP yang ditahan di Myanmar

Jakarta, aktual.com – Upaya Menteri Luar Negeri RI dalam melakukan diplomasi untuk membebaskan Selebgram asal indonesia Arnold Saputra membuahkan hasil. Berdasarkan surat Government of the Republic of the Union of Myanmar A Ministry of Froreign Affairs (Kementerian Luar Negeri Republik Persatuan Myanmar) yang beredar dikalangan wartawan, Arnol telah diberikan pengampunan atau amnesty oleh pihak State Administration Council Myanmar.

Sebelumnya, DPR RI Mendesak Pemerintah untuk memaksimalkan Diplomasi atau melakukan oprasi militer selain perang untuk membaskan WNI yang ditahan pihak Myanmar. Pemerintah langsung bergerakcepat melalui Kementerian Luar Negeri yang bekerjakeras melakukan diplomasi kepada pihak Myanmar.

Upaya Diplomasi Kementerian Luar Negeri RI yang dipimpin Sugiono untuk membebaskan Arnol Saputra yang sejak 2024 ditahan oleh Pihak Myanmar ternyata memberikan hasil maksimal dengan dibebaskanya Arnol oleh pihak Myanmar.

Menurut sumber, KBRI Yangon mendapatkan informasi dari otoritas Myanmar bahwa Arnol telah di deportasi malam tadi ke Bangkok.

Pihak KBRI Yangon sendiri sudah menugaskan staff untuk menemui arnol dibandara.

Arnol sendiri dikawal petugas imigrasi Myanmar sebelum bertolak ke Bangkok. Selebgram dengan nama Arnol tersebut tiba dibangkok malam tadi sekitar pukul 22.35 waktu setempat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ada Guru Madrasah Dituntut Rp25 Juta, FKDT: Ustaz Itu Semakin Sulit di Era Sekarang

Jakarta, aktual.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Khakim menyoroti adanya peristiwa guru Madrasah Diniyah Takmiliyah atau Madin di Demak, Jawa Tengah yang dituntut membayar Rp25 juta oleh salah seorang wali muridnya.

“Saya selalu menyampaikan bahwa perjuangan ustaz Madrasah Diniyah Takmiliyah itu semakin sulit di era seperti sekarang,” kata Lukman dalam kegiatan Peringatan Hari Lahir FKDT ke-13 di Jakarta, Sabtu (19/7).

Lukman menjelaskan tuntutan tersebut terjadi karena wali murid merasa tidak terima anaknya ‘dipukul’ oleh guru mengajinya.

Menurut dia, ‘memukul’ di sini bukan dalam artian memukul dengan keras atau memukul yang sebenarnya, sebab hal tersebut dilakukan sebagai peringatan atas perbuatan murid yang dinilai tidak sopan.

“Pertama, santri ini main keterlaluan, melempar sandal ke kepala ustaz yang sedang mengajar. Anak itu dipanggil dan ya pipinya mungkin dielus-elus. Tetapi, sampai (informasi) ke rumahnya ditampar. Orang tuanya tidak terima, kemudian melaporkan ke kepolisian, minta (uang) damai Rp25 juta,” urainya.

Menurut Lukman, hal tersebut sangat ironi, dan tidak berbanding lurus dengan apa yang sudah dikerahkan oleh para ustaz dan ustazah untuk menanamkan akhlakul karimah kepada anak-anak di Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“SPP Madrasah Diniyah Takmiliyah rata-rata Rp10 ribu. Betul? Rp5 ribu banyak, gratis banyak, Rp20 ribu ada, Rp25 ribu ada, tapi sangat terbatas. Yang paling umum itu Rp10 ribu. Syahriah (bulanan)-nya 10 ribu, nunggak-nya tujuh bulan. Oh ini realitas,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengapresiasi peran ustaz dan ustazah di Madrasah Diniyah Takmiliyah yang tersebar di 107.715 lokasi di Indonesia.

Ia menyebutkan kesejahteraan ustaz dan ustazah yang mendidik 3.287.745 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Indonesia itu harus diperhatikan, sebab mereka berperan besar dalam pembentukan karakter seorang anak untuk menjadi SDM unggul.

“Mulai tahun depan kita akan melakukan perubahan. Ini tidak boleh menzalimi mereka (ustaz di Madrasah Diniyah Takmiliyah), karena mereka-mereka inilah sebetulnya yang disebut tidak populer di bumi, tapi artis di langit.” tutur Nasaruddin Umar.

Sebagai informasi, seorang guru Madrasah Diniyah Takmiliyah di Demak, Jawa Tengah berinisial AZ mengaku dirinya dimintai uang sebesar Rp25 juta sebagai uang damai usai dirinya memberi peringatan kepada salah seorang anak didiknya.

Berdasarkan penuturannya, saat itu AZ sedang mengajar di dalam kelas. Namun di kelas lainnya, ada murid yang saling lempar sandal, di mana kemudian sandal itu mengenai pecinya.

“Saya memberikan peringatan apabila tidak ada yang mengaku akan saya bawa ke kantor. Kemudian para siswa ini menunjuk (salah satu) siswa ini. Lalu saya keplak (tampar), itu menampar mendidik, tidak ada 30 tahun menampar sampai gosong atau luka tidak ada, tidak pernah,” ucap AZ.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Nama Hashim Diseret ke Kasus Minyak, Jubir: Bukan Utusan dan Tak Terkait!

Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo

Jakarta, aktual.com – Nama pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah yang menimpa M. Riza Chalid, tersangka dalam perkara besar di tubuh PT Pertamina. Hashim disebut-sebut pernah menjalin komunikasi dengan Riza Chalid.

Juru bicara Hashim, Ariseno Ridhwan, angkat bicara meluruskan kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa memang terdapat sejumlah individu yang menghubungi Riza Chalid, tetapi hal itu dilakukan tanpa seizin dan tanpa sepengetahuan Hashim. Lebih lanjut, nama Hashim disebut digunakan tanpa persetujuan.

“Telah diketahui bahwa terdapat beberapa individu yang menghubungi Saudara Rizal Chalid tanpa seizin atau sepengetahuan Bapak Hashim S Djojohadikusumo, serta menggunakan nama beliau tanpa persetujuan,”
ujar Ariseno dalam keterangannya, Sabtu (19/7/2025).

Ariseno menjelaskan bahwa dalam kesempatan terpisah, Riza Chalid pernah meminta bantuan hukum kepada Hashim, tetapi Hashim tidak pernah menjanjikan apa pun.

“Bapak Hashim telah mendengarkan penjelasan yang disampaikan, namun tidak memberikan janji atau komitmen dalam bentuk apa pun, dan dengan tegas menyatakan tidak ingin ikut campur dalam urusan tersebut,”
tegasnya.

Hashim juga menyampaikan bahwa orang-orang yang menemui Riza bukan merupakan utusan resmi darinya. Ariseno menegaskan bahwa tindakan maupun pernyataan mereka tidak mencerminkan sikap atau posisi Hashim.

“Bapak Hashim juga menegaskan bahwa individu yang bersangkutan bukan merupakan utusan beliau, dan segala tindakan atau pernyataan yang disampaikan oleh pihak tersebut tidak mencerminkan sikap ataupun posisi dari Bapak Hashim S Djojohadikusumo,” lanjut Ariseno.

Lebih lanjut, Ariseno menegaskan Hashim tidak memiliki kaitan apa pun dengan perkara hukum yang menjerat Riza Chalid. Ia tidak memiliki kepentingan komersial maupun niat melakukan intervensi.

“Bapak Hashim S Djojohadikusumo tidak memiliki kepentingan komersial dalam perkara yang sedang berlangsung, serta tidak memiliki keinginan atau niat untuk mengambil alih pihak atau posisi mana pun dalam kasus tersebut,” ujar Ariseno.

Sebagai latar belakang, Ariseno mengungkapkan bahwa Hashim telah berkecimpung dalam industri minyak dan energi sejak awal 1990-an, dan memiliki pengalaman bisnis internasional, termasuk di Kazakhstan, Azerbaijan, AS, dan Brunei Darussalam.

“Dengan rekam jejak bisnis yang terbukti sukses di tingkat internasional, beliau secara konsisten membawa kembali keuntungan dari usahanya tersebut untuk diinvestasikan di Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan ekonomi nasional,”
imbuhnya.

Sementara itu, Kejaksaan Agung telah menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, menyusul penetapan anaknya, M. Kerry Andrianto Riza, yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Riza ditetapkan sebagai tersangka selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal. Total ada sembilan tersangka dalam kasus ini.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa Riza bekerja sama dengan Hanung Budya (Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina 2014), Alfian Nasution (VP Supply dan Distribusi 2011–2015), dan Gading Ramadhan Joedo (Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak).

Mereka disebut menyepakati kerja sama penyewaan terminal BBM tangki Merak dan melakukan intervensi terhadap kebijakan PT Pertamina.

Qohar menyebut, kesepakatan itu tetap dijalankan meskipun saat itu PT Pertamina tidak membutuhkan tambahan penyimpanan BBM.

Qohar menilai, perbuatan Riza Chalid dkk itu melanggar hukum karena dilakukan dengan mengintervensi kebijakan tata kelola migas di perusahaan BUMN tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hakim Vonis Tom Lembong 4,5 Tahun, Dennie Arsan Jadi Sorotan

Menteri Perdagangan periode 2015–2016 Thomas Trikasih Lembong atau akrab disapa Tom Lembong dalam sidang pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/7/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong, dalam perkara korupsi impor gula periode 2015–2016. Tom Lembong divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan didenda Rp750 juta subsider kurungan, dalam sidang putusan yang digelar Sabtu (19/7/2025).

Vonis tersebut diketok oleh Majelis Hakim yang diketuai Dennie Arsan Fatrika, didampingi dua hakim anggota: Purwanto S Abdullah dan Alfis Setyawan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Thomas Trikasih Lembong dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan serta pidana denda sebesar Rp750 juta,” ujar Hakim Ketua Dennie Arsan saat membacakan amar putusan di ruang sidang utama PN Tipikor Jakarta.

Namun sorotan tak hanya berhenti pada vonis Tom Lembong. Publik kini menyoroti sosok Dennie Arsan, sang hakim ketua yang dikenal dengan ketegasannya dalam perkara-perkara kakap.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Desember 2024, Dennie Arsan tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp4,3 miliar. Angka ini didominasi oleh kepemilikan aset tanah dan bangunan senilai Rp3,15 miliar yang tersebar di kawasan Bogor.

Tak hanya itu, untuk mobilitasnya, Dennie juga diketahui memiliki dua mobil mewah—Toyota Innova dan Mitsubishi Pajero, serta sebuah motor Yamaha N-Max, yang jika dijumlahkan bernilai sekitar Rp900 juta. Selain itu, dia juga mengoleksi harta bergerak lain senilai Rp153,7 juta dan kas setara tunai Rp460 juta. Ia tercatat memiliki utang Rp350 juta.

Dikenal sebagai hakim senior dengan jabatan madya utama dan pangkat Pembina Utama Muda, rekam jejak Dennie Arsan terbilang moncer. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palembang pada 2017, lalu naik sebagai Ketua PT Palembang pada 2018–2019.

Tahun 2020, ia sempat kembali menjadi hakim sebelum ditarik lagi menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Bandung pada 2021. Pada 2022, Mahkamah Agung kembali memanggilnya ke pusat, dan menempatkan Dennie di Pengadilan Tinggi Jakarta, tempatnya mengabdi hingga kini.

Dengan karier dan kekayaan yang menonjol, sosok Dennie Arsan kini menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Banyak yang menilai keberaniannya dalam memutus perkara Tom Lembong sebagai langkah maju bagi pemberantasan korupsi di sektor pangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain