16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 697

DPRD Minta Warga Bantargebang Dilibatkan dalam Perpanjangan Kontrak TPST

Kota Bekasi, aktual.com – Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edy Saputra, mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melibatkan tokoh-tokoh masyarakat Bantargebang dalam proses pembahasan perpanjangan kontrak kerja sama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Perjanjian kerja sama yang akan berakhir pada 26 Oktober 2026 tersebut dinilai perlu mengakomodasi aspirasi warga yang terdampak langsung.

“Keterwakilan masyarakat Bantargebang harus dilibatkan untuk meninjau isi perjanjian antara DKI dan Bekasi,” tegas Sarwin saat dikonfirmasi, Rabu (16/07/25).

Sebagai politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Rawalumbu-Mustikajaya-Bantargebang, Sarwin menekankan bahwa kerja sama antardaerah ini seharusnya tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar warga, seperti akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Sarwin yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi DPRD Golkar Persatuan menyayangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar TPST yang belum mengalami kemajuan signifikan meski fasilitas ini telah beroperasi selama puluhan tahun.

“Masih banyak PR di Bantargebang, terutama sarana pendidikan dan kesehatan yang belum memadai,” ujarnya.

Ia menegaskan akan mengawal secara ketat proses perpanjangan kontrak bersama anggota dewan lainnya untuk memastikan hak-hak masyarakat benar-benar diperjuangkan.
“Ini momentum memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan sekadar urusan sampah,” tambahnya.

Sementara itu, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Bekasi. Namun, menurut sumber internal, pembahasan draf perjanjian masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Isu perpanjangan kontrak TPST Bantargebang bukan kali pertama memicu perdebatan antara DKI Jakarta dan Bekasi. Tahun lalu, warga sekitar bahkan sempat menyampaikan protes atas dampak lingkungan dari operasional TPST. Pendekatan yang lebih partisipatif diharapkan dapat meredam potensi konflik serupa di masa mendatang. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kejagung Periksa Dirut Sritex Pagi Ini

Mantan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto. Aktual/DOK KEJAGUNG

Jakarta, aktual.com – Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto memenuhi panggilan Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank, Kamis (17/7), pagi ini.

Iwan Kurniawan bersama pengacaranya Rocky Martin mendatangi Kejaksaan Agung pukul 09.18 WIB.

Kepada awak media, Iwan mengaku telah mempersiapkan dokumen untuk diperiksa penyidik. Namun demikian, dia tidak menjelaskan dengan rinci terkait dokumen tersebut.

“Ya ada, ada dokumen,” kata Iwan singkat.

Sama seperti Iwan, Rocky Martin pun juga enggan memberikan penjelasan banyak ke awak media.

“Nanti habis pemeriksaan saja ya,” jelas dia.

Iwan bersama Rocky pun langsung masuk ke gedung Kejaksaan Agung setelah menerobos barisan wartawan yang telah menunggu di pintu depan.

Untuk diketahui, ini merupakan pemeriksaan ke lima yang dijalani Iwan terkait kasus korupsi pengadaan kredit bang.

Sebelumnya, penyidik pada Jampidsus juga telah menggeledah rumah Direktur PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dan Kantor PT Sritex yang berlokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Diketahui bahwa Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pemberian kredit ini, yaitu DS (Dicky Syahbandinata) selaku Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) tahun 2020, ZM (Zainuddin Mappa) selaku Direktur Utama PT Bank DKI tahun 2020, dan ISL (Iwan Setiawan Lukminto) selaku Direktur Utama PT Sritex pada tahun 2005—2022.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Atlet Timnas Palestina Zuhair Al-Hajj Gugur dalam Serangan Udara Israel

Liga Arab pada Minggu (13/10/2024) mengecam genosida yang sedang berlangsung oleh Israel di Gaza utara, menuduh Tel Aviv sedang menjalankan rencana untuk mengosongkan wilayah tersebut.
Liga Arab pada Minggu (13/10/2024) mengecam genosida yang sedang berlangsung oleh Israel di Gaza utara, menuduh Tel Aviv sedang menjalankan rencana untuk mengosongkan wilayah tersebut.

Jakarta, aktual.com – Pesepak bola Zuhair Al-Hajj Ahmad dilaporkan gugur dalam serangan udara Israel di wilayah Al-Zaytoun, sebelah timur Kota Gaza, pada Selasa (15/7).

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) melalui akun media sosial resminya. Dalam pernyataan tersebut, PFA menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan komunitas sepak bola nasional.

Zuhair disebut sebagai salah satu pemain yang pernah membela klub lokal dan merupakan bagian dari keluarga besar sepak bola Palestina.

Laporan lapangan dari Gaza menyebutkan bahwa serangan terjadi di sekitar Masjid Salahuddin di kawasan Al-Zaytoun. Selain Zuhair, sejumlah warga sipil lainnya menjadi korban luka-luka, termasuk pewarta koresponden saluran berita Al Mayadeen Akram Daloul.

Zuhair Al-Hajj Ahmad tercatat sebagai mantan pemain Gaza Sports Club dan dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola lokal. Kematiannya menambah panjang daftar tokoh olahraga yang gugur sejak dimulainya eskalasi militer Israel di Jalur Gaza.

Mengutip sumber Facebook lokal di Gaza, hingga hari yang sama, sedikitnya 116 warga Palestina dilaporkan gugur akibat serangan intensif yang menyasar berbagai wilayah, termasuk kamp pengungsi, rumah warga, sekolah, dan fasilitas keagamaan.

Banyak korban yang terdiri dari anak-anak, perempuan, guru, tenaga medis, dan anggota keluarga besar yang terbunuh dalam satu serangan.

Serangan terhadap komunitas sipil dan figur publik ini kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

AS Desak Israel dan Suriah Tarik Pasukan dari Suwayda

Asap membubung dari Gunung Qasioun setelah serangan udara Israel di Damaskus, Suriah (3/5/2025). ANTARA/Xinhua/Hummam Sheikh Ali/aa.

Washington, aktual.com – Amerika Serikat, Rabu (16/7) mendesak Israel dan pemerintah Suriah untuk menarik pasukan masing-masing dari wilayah selatan Suriah, menyusul konflik yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah Suwayda.

“Yang jelas, kami ingin melihat konflik ini berakhir, kekerasan yang terjadi segera dihentikan, serta penarikan pasukan Israel dan pemerintah Suriah dari wilayah tersebut,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, saat menjawab pertanyaan terkait harapan AS terhadap situasi di Suriah dalam beberapa jam ke depan.

Ketika ditanya apakah AS telah meminta Israel menghentikan serangannya, Bruce menolak memberikan rincian terkait pembicaraan diplomatik secara spesifik.

“Kami mendesak pemerintah Suriah agar menarik militer mereka guna memberi ruang bagi semua pihak untuk menurunkan ketegangan dan mencari jalan keluar,” ujar Bruce. “Itulah tujuan utama kami, mengingat situasi yang berkembang.”

Sebelumnya, bentrokan telah berlangsung di wilayah selatan Suriah antara milisi Druze dan kelompok Badui di Suwayda. Israel juga melancarkan serangan udara ke Suriah pada Selasa, dengan klaim bahwa tindakan tersebut untuk melindungi komunitas Druze.

“Kami memahami bahwa pasukan Israel turun tangan untuk melindungi warga Druze — hal ini dapat kami konfirmasi,” kata Bruce.

Selain menyerang aset militer di wilayah selatan Suriah, serangan udara Israel juga menargetkan fasilitas Kementerian Pertahanan Suriah dan kawasan di sekitar istana kepresidenan di ibu kota Damaskus.

Ketika ditanya Anadolu apakah AS menganggap lokasi-lokasi tersebut sebagai sasaran yang sah bagi Israel, Bruce tidak memberikan jawaban langsung. Namun ia menegaskan bahwa AS tengah berupaya menghentikan kekerasan dan menurunkan eskalasi konflik yang terjadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga Emas Antam Alami Kenaikan Jadi Rp1.919 Juta/Gram

Jakarta, aktual.com – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis (17/7), mengalami kenaikan Rp11.000 dari semula Rp1.908.000 menjadi Rp1.919.000 per gram atau harga jual yang sama pada 12 Juli.

Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke Rp1.763.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.009.500.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.919.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.778.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.642.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.370.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.685.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.587.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.095.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp186.112.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp465.015.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp929.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.859.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Tokoh Druze, Walid Jumblatt: Israel Tidak Melindungi Siapa pun. Israel Hanya Ingin Memicu Pertumpahan Darah dan Kekacauan di Suriah!

Tokoh Druze Lebanon, Walid Jumblatt

Damaskus, Aktual.com – Serangan militer Israel atau IDF yang menargetkan berbagai lokasi di Suriah, termasuk Istana Kepresidenan Suriah, dengan dalih untuk melindungi warga minoritas Druze di sana, justru diragukan oleh pemimpin Druze sendiri.

Dilansir dari The Arab Weekly, sebagian besar pemimpin agama dan masyarakat Druze menolak campur tangan asing, termasuk campur tangan Israel. Hal ini disuarakan tokoh Druze paling terkemuka di Lebanon, Walid Jumblatt yang khawatir potensi eksploitasi Israel atas kerusuhan yang terjadi di Kota Sweida, yang merupakan kantong masyarakat Druze di Suriah. Jumblatt mendesak solusi politik untuk krisis ini, dan memperingatkan agar tidak jatuh ke dalam apa yang disebutnya ”jebakan Israel”.

Pernyataan Jumblatt tampaknya bertujuan untuk mencegah upaya Israel memanfaatkan situasi di Sweida sebagai alat tawar-menawar, baik untuk menekan presiden baru Suriah, Ahmad al-Sharaa alias Abu Mohammed Al Julani, juga untuk menjalin normalisasi hubungan, maupun untuk menampilkan diri sebagai pelindung minoritas Druze.

”Masa depan Sweida terletak pada solusi politik damai di bawah naungan negara Suriah,” kata Jumblatt. Ia menambahkan, ”Hanya ini yang dapat memulihkan kehidupan normal dan menutup babak berdarah ini.”

Jumblatt juga menyerukan rekonsiliasi antara suku Druze dan suku Badui setempat, yang bentrokannya telah memicu ketidakstabilan baru-baru ini, dan mengkritik pertikaian yang terus berlanjut di antara para pemimpin Druze, yang diwakili oleh tiga tokoh spiritual senior, yakni Hikmat al-Hijri, Hammoud al-Hinnawi, dan Youssef al-Jarbou.

Jumblatt menambahkan bahwa kepentingan Israel tidak bersifat protektif, melainkan justru destabilisasi. ”Israel tidak melindungi siapa pun. Israel hanya ingin memicu pertumpahan darah dan kekacauan lebih lanjut di Sweida dan Suriah secara umum,” tegas Jumblatt.

Ia mendesak para pemuda di Sweida, terutama mereka yang bersenjata, untuk mempertimbangkan bergabung dengan militer atau pasukan keamanan Suriah. Ia juga menyambut baik gencatan senjata yang diumumkan pada Selasa (15/7), dan menyebutnya sebagai ”langkah awal yang penting menuju ketenangan dan dialog.”

Namun, perlawanan masih berlanjut di lapangan. Syekh Hikmat al-Hijri, seorang tokoh spiritual Druze terkemuka di Suriah, menolak masuknya tentara dan pasukan keamanan Suriah ke Sweida dan menyerukan perlindungan internasional bagi wilayah tersebut.

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Suriah mengonfirmasi bahwa pasukannya telah memasuki pusat kota dan memperingatkan terhadap pelanggaran, sementara Menteri Pertahanan Murhaf Abu Qasra secara resmi mengumumkan gencatan senjata.

Sementara itu, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa alias Abu Mohammed Al Julani telah mengeluarkan arahan untuk meminta pertanggungjawaban personel keamanan yang terlibat dalam pelanggaran ”tanpa memandang pangkat,” menyusul laporan lokal tentang eksekusi singkat, pembakaran, dan penjarahan oleh pasukan pro-pemerintah.

Serangan udara Israel terhadap Sweida bertepatan dengan pengerahan tentara, yang oleh banyak pengamat dilihat sebagai unjuk niat. Amichai Chikli, Menteri Urusan Diaspora Israel dan anggota partai berkuasa Likud, menyerukan pembunuhan Presiden Ahmad al-Sharaa dengan menyebutnya sebagai ”seorang teroris dan tukang jagal.” Chikli mengatakan: ”Jika dia terlihat seperti Hamas, berbicara seperti Hamas, dan bertindak seperti Hamas, dia adalah Hamas.”

Sedangkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terang-terangan menyebutkan kalau Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa alias Abu Mohammed Al Julani, dengan menganalogikan sebagai kepala ular yang harus dipenggal.

”Gambar-gambar mengejutkan dari Suriah. Sekali jihadis, tetap jihadis. Mereka yang membunuh, mencukur kumis, mempermalukan, memperkosa—tak perlu bernegosiasi. Satu-satunya yang bisa dilakukan terhadap Julani adalah melenyapkannya. Saya mencintai kaum Druze Israel dan mengirimkan pelukan hangat kepada mereka. Kita harus memenggal kepala ular itu !”

Pemerintah Suriah sendiri, pada Selasa (15/7) menegaskan kembali kendali penuh atas Provinsi Sweida, yang telah lama beroperasi dengan status semi-otonom. Langkah ini mengakhiri eksepsionalisme diam-diam selama bertahun-tahun yang mewarnai hubungan provinsi tersebut dengan Damaskus sejak awal pemberontakan tahun 2011.

Dilansir dari Caliber-Az, gencatan senjata yang diumumkan Menteri Pertahanan Suriah Muhraf Abu Qasra setelah berkonsultasi dengan pejabat tinggi dan pemimpin agama setempat, dimaksudkan untuk mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung selama berhari-hari antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata setempat.  Polisi militer juga telah dikerahkan ke kota Suwayda untuk mengawasi keamanan dan mengatasi kemarahan publik atas laporan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan.

Sedangkan Ahmad al-Dalati, kepala keamanan internal Suwayda, membenarkan intervensi tersebut diperlukan untuk mengekang pelanggaran hukum. ”Era baru dimulai hari ini,” ujarnya, seraya berjanji bahwa provinsi tersebut akan sepenuhnya berada di bawah otoritas negara Suriah.

Namun, legitimasi gencatan senjata telah dipertanyakan oleh tokoh-tokoh kunci dalam kepemimpinan agama Druze. Syekh Hikmat al-Hijri, seorang ulama terkemuka, menolak gencatan senjata dalam sebuah pidato video, menuduh pemerintah Suriah berkhianat dan menyerukan warga untuk melawan penindasan dan penghinaan.

Saat ini, perpecahan di antara para pemimpin Druze mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas mengenai masa depan politik Suwayda. Meskipun beberapa tetua mendukung kerja sama dengan Damaskus, yang lain memandang tindakan pemerintah sebagai tindakan pemaksaan dan tidak sah.

Tokoh Druze,Walid Jumblatt, saat menyambut baik gencatan senjata, memperingatkan bahwa pertikaian yang berkelanjutan dan keterlibatan asing hanya akan memperdalam fragmentasi Suriah. ”Kerusuhan ini menguntungkan mereka yang ingin mengacaukan stabilitas Suriah,” ujarnya.

Lebih tajam lagi Jumblatt mengatakan Israel menggunakan sejumlah tokoh Druze untuk menimbulkan kerusuhan di Suriah dengan kedok melindungi komunitas Druze. Ia lantas mendesak kelompok-kelompok bersenjata untuk melucuti senjata dan Damaskus untuk mengupayakan rekonsiliasi politik yang inklusif.

Sementara itu, Tom Barrack, utusan khusus AS untuk Suriah, mengatakan Washington sedang berkomunikasi dengan para aktor lokal dan regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Ia menekankan bahwa setiap resolusi harus mempertimbangkan kebutuhan Damaskus, komunitas Druze, dan suku-suku Arab setempat, sekaligus mengatasi kekhawatiran keamanan Israel.

Fadel Abdulghani dari Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah menyoroti penyebab kerusuhan yang lebih mendalam, dengan menunjuk pada kegagalan Suriah dalam menerapkan pemerintahan yang inklusif. ”Ini bukan sekadar krisis keamanan,” ujarnya.

Saat ini, meskipun gencatan senjata telah diumumkan, kekerasan sporadis masih terus berlanjut, menggarisbawahi betapa rapuhnya perdamaian di wilayah yang dibentuk oleh keluhan yang kompleks, perebutan kekuasaan, dan pengaruh asing.

(Indra Bonaparte)

 

Berita Lain