16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 700

Jejak Panjang Korupsi BJB, dari Kredit Fiktif ke Sindikasi

Jejak Panjang Korupsi BJB, dari Kredit Fiktif ke Sindikasi

Jakarta, Aktual.com – Di tengah upaya memperkuat ekonomi daerah, Bank Jabar Banten (BJB) justru berkali-kali tersandung kasus hukum. Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, sejumlah kasus korupsi bermunculan, sebagian besar terkait praktik kredit bermasalah, penyalahgunaan anggaran, dan pengadaan fiktif.

2009: Titik Awal
Kasus pertama yang mengemuka terjadi pada 2009. KPK menetapkan mantan Direktur Utama BJB, Umar Syarifudin, dan dua direktur lainnya karena menarik dana dari cabang tanpa prosedur resmi. Dana tersebut tidak disetorkan ke kas negara, melainkan digunakan untuk kepentingan di luar aturan. Dalam waktu yang sama, dua pegawai serta konsultan terlibat dalam kasus proyek fiktif yang merugikan keuangan bank.

2013: Modus Kredit untuk Proyek Tak Nyata
Kejaksaan Agung menangani kasus penyaluran kredit bermasalah kepada PT Cipta Inti Permindo. Pinjaman senilai Rp 55 miliar yang seharusnya digunakan untuk proyek pakan ikan justru dialihkan ke aktivitas lain yang tidak sesuai. Penyidikan menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk pejabat bank dan pihak swasta.

2014–2016: BJB Syariah dan Proyek Bayangan
Lewat jalur syariah, BJB kembali tersandung. Fasilitas pembiayaan mencapai Rp 548 miliar diberikan untuk proyek properti yang tidak pernah terealisasi, yaitu “Garut Super Block.” Dana digelontorkan melalui perusahaan palsu. Tokoh utama kasus ini, Andy Winarto, akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara setelah sempat menghilang.

2021: Kasus Cabang yang Menguatkan Pola
Dari Indramayu, kasus serupa kembali muncul. Seorang pegawai cabang BJB bersama pejabat daerah memalsukan dokumen proyek dan mencairkan pinjaman sebesar Rp 600 juta. Meski nilai kerugiannya relatif kecil, skema yang digunakan mencerminkan pola berulang dari pusat hingga daerah.

2025: Dana Publik dan Kredit Sindikasi Bermasalah
Kasus korupsi pengadaan iklan fiktif di Bank BJB kembali mencuat ke permukaan pada awal 2025. KPK menetapkan lima orang tersangka, termasuk eks Direktur Utama Yuddy Renaldi dan Kepala Divisi Corporate Secretary BJB, atas dugaan manipulasi anggaran promosi senilai Rp 409 miliar. Penyidikan berkembang ke sejumlah agensi periklanan yang diduga menerima aliran dana tidak sah.

Nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ikut mencuat dalam pusaran penyidikan. Penyidik KPK telah menggeledah rumah pribadinya dan beberapa aset lain guna menelusuri potensi keterkaitan aliran dana dari proyek iklan tersebut. Menanggapi situasi ini, Ridwan Kamil menyatakan bahwa dirinya siap mengikuti seluruh proses hukum dan mendukung langkah pemberantasan korupsi.

“Saya tidak merasa bersalah, dan saya tidak akan lari dari tanggung jawab sebagai warga negara yang taat hukum,” ujarnya kepada wartawan di Bandung.

Arsitek jebolan ITB ini juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan selama menjabat Gubernur telah dijalankan sesuai mekanisme pemerintahan yang sah. Meski demikian, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan bahwa sampai saat ini, Ridwan Kamil belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Status yang bersangkutan masih sebatas saksi,” tegas Setyo, seraya menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur penyidikan yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik karena melibatkan lembaga keuangan daerah yang semestinya menjalankan prinsip kehati-hatian, serta tokoh politik dengan pengaruh besar secara nasional.

Masalah berlanjut ketika Kejaksaan Agung menemukan pelanggaran dalam skema kredit sindikasi ke PT Sritex sebesar Rp 692 miliar.

Sementara itu, Bank BJB sendiri baru-baru ini mengungkapkan kasus penyimpangan internal yang tidak berasal dari temuan aparat penegak hukum, melainkan hasil investigasi internal mereka sendiri.

Seorang pegawai bank cabang Karawang diketahui telah melakukan pencurian dana nasabah sebesar Rp 2,1 miliar. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian barang-barang mewah dan kebutuhan konsumtif lainnya.

Pihak bank menyatakan telah mengambil tindakan tegas dengan memecat pelaku dan menyerahkan proses hukumnya kepada kepolisian. Kasus ini menambah daftar panjang penyimpangan internal BJB yang terdeteksi tidak dari proses hukum eksternal, melainkan dari pengawasan operasional mereka sendiri.

Kredit Bermasalah: Pola yang Berulang
Rangkaian kasus ini memperlihatkan satu pola yang konsisten, yaitu kelonggaran dalam proses pemberian kredit dan pengawasan internal yang lemah. Dari level manajemen hingga divisi cabang, pengambilan keputusan yang tidak sesuai prosedur telah membuka celah penyimpangan.

Meski beberapa pelaku telah dihukum, belum tampak perbaikan signifikan dalam sistem tata kelola dan mitigasi risiko. Selama praktik lama tak berubah, pertanyaan publik tetap relevan, kapan akar masalah ini akan benar-benar dibenahi?

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Wamenag Pesan Penyempurnaan Tafsir Al Quran Pertimbangkan Dimensi Keseimbangan Alam

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i saat menutup International Conference on Islamic Ecotheology for the Future of the Earth (ICIEFE) 2025 sekaligus The Kick Off for the Refinement of Mora’s Quranic Tafsir, di Jakarta, Selasa (15/7/2025). ANTARA/HO-Humas Kemenag.

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i berpesan pada jajaran Kementerian Agama (Kemenag) agar penyempurnaan tafsir Al Quran terbitan kementerian itu mempertimbangkan beragam dimensi, termasuk keseimbangan alam.

“Selama ini, Al Quran sering dipahami sebatas ayat-ayat ibadah, padahal Rasulullah adalah representasi sempurna dari ajaran Islam yang menyeluruh, termasuk ekoteologi,” kata Romo Syafi’i dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/7).

Hal itu disampaikan Wamenag saat menutup International Conference on Islamic Ecotheology for the Future of the Earth (ICIEFE) 2025 sekaligus The Kick Off for the Refinement of Mora’s Quranic Tafsir, di Jakarta, Selasa (15/7).

Lebih lanjut, Romo Syafi’i menyampaikan bahwa penyempurnaan tafsir Al Quran perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mewujudkan Islam yang kaffah, yakni Islam yang tidak hanya bicara mengenai ibadah ritual, tetapi juga menyangkut seluruh aspek kehidupan, termasuk isu lingkungan dan keadilan ekologis.

Sejalan dengan itu, ia pun menggarisbawahi pentingnya keterkaitan antara makhluk hidup dan lingkungan. Menurutnya, pendekatan tafsir yang kaffah harus mampu mencakup dimensi keseimbangan alam dan ekosistem secara utuh.

“Jika kita bicara keseimbangan alam, semua makhluk saling terkait. Untuk itu, penyempurnaan tafsir ini harus mempertimbangkan seluruh aspek secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad melaporkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Bimas Islam dengan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM, khususnya Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ).

Ia menyampaikan bahwa Bimas Islam telah mengimplementasikan sejumlah program berbasis kepedulian lingkungan, antara lain program Satu Pohon Satu Pengantin. Setiap calon pengantin, kata dia, diwajibkan menanam satu pohon sebelum menikah.

Selain itu, Rokhmad menyampaikan ada pula program Wakaf Hutan yang bertujuan menjaga kelestarian alam serta program Gerakan Gaya Hidup Tanpa Sampah oleh penyuluh agama dengan cara memilah sampah dari rumah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

MUI Jatim Tolak Pemberian HAKI untuk Sound Horeg

Surabaya, aktual.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyampaikan keberatan atas rencana Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mempertimbangkan pemberian perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap sound horeg, yaitu sistem audio bervolume tinggi yang sering dipasang di truk atau mobil.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin, menilai langkah pemberian HAKI terhadap sound horeg tidak tepat, terlebih jika dianggap sebagai bentuk legitimasi terhadap aktivitas yang dinilai meresahkan masyarakat dan telah difatwakan haram oleh MUI Jatim.

“Kami juga keberatan itu. Jadi keberatan kalau kemudian itu dianggap hak kekayaan intelektual,” ujar Kiai Ma’ruf dikutip dari Replubika, Selasa (15/7/2025).

Meski menghargai kreativitas para pelaku sound horeg, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa bentuk ekspresi tersebut tidak dapat dibenarkan jika berpotensi merugikan masyarakat.

“Silakan berkreasi, silakan maju. Tapi bagaimana caranya maju itu tidak menyakiti, tidak mengganggu, tidak merugikan orang lain,” ucapnya.

Ia juga berharap agar Kemenkumham tidak terburu-buru dalam memberikan pengakuan hukum terhadap praktik sound horeg.
“Jadi Kemenkumham kalau bisa jangan keluarkan HAKI itu ya,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Harris Sukamto, menyatakan bahwa sound horeg sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari kekayaan intelektual nasional, karena dinilai sebagai hasil karya masyarakat.

“Kami ke depan akan memberikan penghargaan kepada para pelaku atau pencipta ide, dalam bentuk sound horeg ini, karena ini hasil karya,” ujar Harris pada 22 April 2025 lalu.

Namun, ketika dimintai tanggapan atas fatwa haram dari MUI, Harris memilih untuk bersikap hati-hati dan belum memberikan pernyataan resmi.

“Itu beda konteks. Jadi saya belum berani memberikan statement,” ucap Harris.

Hingga saat ini, wacana pemberian HAKI terhadap sound horeg masih menimbulkan polemik, terutama karena dorongan dari elemen masyarakat termasuk MUI Jatim yang menginginkan adanya pembatasan terhadap praktik tersebut demi menjaga ketertiban dan kenyamanan publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Rusia Lawan Ultimatum Trump, Invasi Militer di Ukraina Jalan Terus

Barisan konvoi tank Rusia - foto X

Moskow, Aktual.com – Ultimatum Presiden AS Donald Trump yang memberi batas waktu 50 hari kepada Rusia untuk berdamai dengan Ukraina, atau menghadapi tarif impor 100 persen dari AS, langsung direspon Rusia.

Penolakan ultimatum tersebut, justru dijawab bahwa invasi militer yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin akan terus berlanjut hingga tujuannya tercapai. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov saat merespon ultimatum Trump itu.

Dilansir dari CBS News, pada Selasa (15/7), Sergey Ryabkov mengatakan ”segala upaya untuk mengajukan tuntutan, terutama ultimatum, tidak dapat kami terima,” dikutip dari kantor berita  pemerintah Rusia, TASS.

”Kita perlu fokus pada kerja politik dan diplomatik. Presiden Federasi Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa kita siap bernegosiasi dan jalur diplomatik lebih baik bagi kita,” kata Ryabkov.

”Namun, jika kita tidak dapat mencapai tujuan kita melalui diplomasi, maka SVO (perang di Ukraina) akan terus berlanjut. Ini adalah posisi yang tidak tergoyahkan. Kami ingin Washington dan NATO secara keseluruhan menanggapinya dengan sangat serius,” kata Ryabkov lagi.

Sedangkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov secara terpisah menyebut pengumuman Trump ”cukup serius.”

”Sebagian isinya ditujukan secara pribadi kepada Presiden Putin. Kami jelas membutuhkan waktu untuk menganalisis apa yang dikatakan di Washington,” ujar Peskov pada Selasa (15/7). ”Jika dan ketika Presiden Putin menganggap perlu, beliau pasti akan mengomentarinya. Saya tidak ingin terburu-buru, jadi mari kita tunggu keputusan Putin apakah beliau akan mengomentarinya sendiri.”

Sementara mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang dekat dengan Kremlin, menyebut pernyataan Trump sebagai ”ultimatum teatrikal” dalam sebuah unggahan di media sosial, dan ia menegaskan bahwa ”Rusia tidak peduli.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump bersama Sekjen NATO Mark Rutte di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (14/7) mengatakan: ”Kami sangat, sangat tidak senang dengan mereka,” kata Trump tentang Rusia. ”Dan kami akan menerapkan tarif yang sangat berat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari.”

”Tarif sekitar 100 persen. Anda tahu apa artinya. Tapi hari ini kita akan membahas hal lain,” tegas Trump.

Trump juga mengungkapkan rasa frustasinya terhadap Putin, yang baru-baru ini ia sebut ”benar-benar gila” karena memerintahkan serangan terhadap wilayah sipil di Ukraina. Trump mengatakan bahwa otokrat Rusia itu memiliki kebiasaan mengatakan satu hal dan kemudian melakukan hal lain.

Namun ketika ditanya dalam wawancara dengan mitra CBS News, BBC News, apakah ia sudah selesai berurusan dengan pemimpin Rusia, Trump berkata: ”Saya kecewa padanya, tapi saya belum selesai dengannya. Tapi saya kecewa padanya.”

Untuk diketahui, meski Rusia telah mempertahankan kendali atas Krimea dan mendirikan pemerintahannya sendiri di sana, bersama dengan wilayah luas Ukraina timur yang direbut selama tiga tahun terakhir. Namun kekuasaannya atas wilayah tersebut tidak diakui oleh AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau mayoritas komunitas internasional.

Salah satu tuntutan utama Putin untuk gencatan senjata dalam perang yang sedang berlangsung adalah bahwa Ukraina, dan pendukung internasionalnya, harus mengakui kepemilikan Rusia atas setidaknya sebagian wilayah yang sudah didudukinya itu.

(Indra Bonaparte)

 

Trump Tetapkan Tarif Impor 19 Persen untuk Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick dan Ketua Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer guna membahas kelanjutan negosiasi tarif, Jakarta, Kamis (10/7/2025). ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Jakarta, aktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, berdasarkan negosiasi langsung yang dilakukannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Indonesia akan membayar tarif 19 persen kepada Amerika Serikat untuk semua barang impor dari mereka ke negara kita,” ucap Trump terkait kesepakatan yang dicapai dengan RI dalam hal tarif impor, seperti dipantau dari media sosial Truth Social di Jakarta, Rabu (16/7).

Nilai baru tersebut menunjukkan telah tercapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor AS untuk produk Indonesia dari angka 32 persen yang diumumkan pertama kali oleh Trump pada April lalu.

Hingga awal Juli ini, Trump masih bersikukuh mempertahankan tarif 32 persen terhadap RI, sebagaimana surat berkop Gedung Putih tertanggal 7 Juli 2025 yang ditujukan Presiden AS itu kepada Presiden Prabowo.

Menyusul pertemuan antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan tim negosiasi tarif RI dengan Menteri Perdagangan AS dan Kepala USTR di Washington D.C. pada 9 Juli 2025, disepakati penundaan pemberlakuan tarif untuk memberi waktu tiga pekan untuk perundingan lanjutan.

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa Indonesia berjanji akan membebaskan semua halangan tarif dan non-tarif bagi produk AS yang masuk ke RI.

Apabila ada produk dari negara ketiga dengan tarif lebih tinggi yang akan diekspor ke AS melalui Indonesia, tarif 19 persen tersebut akan ditambahkan pada produk tersebut, kata Trump.

Selain penetapan nilai tarif, kesepakatan yang diteken antara Trump dan Prabowo juga mencakup komitmen RI membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai sebesar 4,5 miliar dolar AS, ucap Presiden AS.

Trump juga menyebutkan adanya komitmen RI membeli 50 pesawat Boeing baru, yang sebagian besar merupakan Boeing 777. Namun, tidak dirinci maskapai atau pihak mana yang akan membeli pesawat tersebut.

“Kesepakatan penting ini membuka SELURUH PASAR Indonesia kepada Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Trump.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas “persahabatan dan komitmen menyeimbangkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia”.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain