16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 701

Hinca Pandjaitan Desak Menteri Kesehatan Mundur karena Gagal Jalankan Penelitian Ganja Medis

Hinca Pandjaitan Desak Menteri Kesehatan Mundur karena Gagal Jalankan Penelitian Ganja Medis

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI, Hinca IP Pandjaitan, secara tegas meminta Menteri Kesehatan mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menepati janji untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap ganja medis. Pernyataan keras tersebut disampaikannya dalam diskusi bersama wartawan parlemen di Kompleks DPR RI, Senin (15/7/2025).

“Saya minta Menteri Kesehatan mundur! Karena ingkar janji untuk meneliti ganja medis. Ini bukan perkara kecil, ini soal nyawa,” tegas Hinca dalam forum terbuka yang dihadiri koordinator wartawan parlemen.

Menurut Hinca, kematian seorang anak bernama Pika, yang lahir dengan kondisi medis tertentu dan membutuhkan ganja untuk pengobatan, adalah bukti nyata kegagalan negara dalam memberikan akses keadilan dan kesehatan bagi warganya.

“Apakah mungkin kita bisa terima dengan rasa keadilan, seorang anak seperti Pika meninggal dunia hanya karena negara tidak mau meneliti ganja medis? Ganja itu tanaman yang diberi Tuhan. Ia menjadi jahat ketika dikapitalisasi untuk kejahatan. Tapi sebagai obat, dia adalah penyelamat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) sudah dua kali memerintahkan agar dilakukan kajian ilmiah terhadap ganja untuk keperluan medis, namun Kementerian Kesehatan justru tidak mengambil langkah nyata.

“Saya tanya langsung waktu itu. Dia bilang iya. Tapi tak ada juga hasilnya. Ini bukan sekadar soal birokrasi lambat, ini soal pengabaian terhadap hak hidup warga negara,” tegas Hinca.

Hinca menilai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, telah melakukan kesalahan fatal karena membiarkan persoalan ganja medis menggantung tanpa kejelasan.

“Kalau tidak sanggup riset, lebih baik mundur. Apa susahnya riset? Kalau takut tanggung jawab, jangan duduk di kursi Menteri Kesehatan. Ini bukan soal politik, ini soal nyawa manusia!” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai sikap negara yang terus mengkriminalisasi pengguna narkotika, termasuk dalam kasus penggunaan medis, telah melanggar HAM. Ia bahkan menyebut banyak pengguna narkotika yang sebenarnya adalah pasien sakit, namun dipenjara dan dibiayai negara melalui APBN.

“Sakit itu harusnya diobati, bukan dipenjara. Ini dosa besar negara,” tandasnya.

Hinca mendorong agar ke depan negara harus berani mengambil sikap politik tertinggi, yakni menetapkan narkotika sebagai bahaya laten melalui Ketetapan MPR dan menyatakan darurat narkotika secara nasional.

“Kalau perlu, Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan 17 Agustus nanti menyatakan bahwa narkoba adalah bahaya laten bangsa. Itu baru langkah berani,” tegasnya.

Pernyataan keras Hinca mendapat dukungan dari sejumlah peserta diskusi yang hadir. Ia mengajak wartawan dan masyarakat sipil untuk menuntut akuntabilitas penuh dari Kementerian Kesehatan terkait persoalan ganja medis dan penanganan narkotika secara keseluruhan.

“Kalau negara tidak berani mengakui kesalahannya, rakyat akan terus jadi korban. Dan itu dosa sejarah,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras 5 Kg, Diduga Kurangi Takaran dan Mutu

Pekerja membereskan stok beras di Gudang Beras Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (26/1/2018). Ketua MPR Zulkifli Hasan minta pemerintah untuk membatalkan rencana impor beras. Karena pelaksanaan impor yang dilakukan bersamaan dengan panen raya akan merugikan petani. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mulai melakukan pemeriksaan terhadap 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram yang diduga mengurangi takaran dan mutu produk. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum atas dugaan pelanggaran terhadap komposisi dan kualitas beras yang beredar di pasaran.

“Mulai hari ini, penyidik Satgas Pangan Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram,” ujar Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Namun demikian, Helfi belum mengungkap secara rinci nama-nama merek yang sedang diselidiki oleh penyidik.

Lebih lanjut, Helfi mengatakan bahwa pihaknya juga telah memeriksa 6 perusahaan (PT) dan 8 merek beras kemasan 5 kilogram lainnya dalam perkara yang sama. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menggali kemungkinan adanya unsur pidana dalam praktik pengurangan takaran dan penurunan mutu beras.

“Total saksi yang telah diperiksa sejauh ini mencapai 22 orang. Ini terdiri dari perwakilan 6 perusahaan dan pemilik 8 brand beras kemasan 5 kg,” kata Helfi.

Menurutnya, seluruh pemeriksaan dilakukan untuk mendalami apakah terdapat unsur perbuatan melawan hukum dalam penjualan beras kemasan yang tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan.

“Pemeriksaan tersebut untuk pendalaman ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum atas dugaan penjualan beras dalam kemasan yang tidak sesuai komposisi yang tertera pada kemasannya,” jelasnya.

Satgas Pangan Polri memastikan akan bertindak tegas terhadap praktik-praktik kecurangan di sektor pangan, khususnya pada komoditas beras yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga stabilitas pangan nasional dan melindungi konsumen dari praktik dagang yang merugikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Catur Jadi Cermin Karakter Bangsa, IBAS: Di atas 64 petak ada Kesabaran, Disiplin, Sportivitas dan Strategi untuk Kemajuan Bangsa

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang juga Ketua FPD DPR RI dalam Audiensi Catur Indonesia Mendunia: Setiap Langkah Menentukan Arah di Gedung DPR/MPR RI, Senin (14/7/25) bersama para atlet catur Tanah Air. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa catur bukan sekadar permainan, melainkan cerminan karakter bangsa mengajarkan kesabaran, disiplin, sportivitas, dan strategi yang penting untuk kemajuan Indonesia. Ia menyoroti pentingnya ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi antar generasi, serta diplomasi budaya melalui catur, sebagai warisan intelektual dan alat pemersatu lintas usia.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro yang juga Ketua FPD DPR RI dalam Audiensi Catur Indonesia Mendunia: Setiap Langkah Menentukan Arah di Gedung DPR/MPR RI, Senin (14/7/25) bersama para atlet catur Tanah Air.

Mengawali pidatonya, Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini mengajak seluruh hadirin untuk tidak sekadar merayakan Hari Catur Sedunia, tetapi juga menyelami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap langkah permainan catur. “Hari ini, kita tidak sekadar memperingati Hari Catur Sedunia, 20 Juli 2025. Kita sedang menyelami makna terdalam dari sebuah langkah. Satu bidak yang maju dalam diam bisa mengubah nasib seluruh permainan.”

Edhie Baskoro kemudian mengenang sebuah kutipan yang telah menginspirasinya sejak kecil. “Teringat kutipan dari legenda catur ketika saya masih kecil, Garry Kasparov yang mengatakan ‘Catur adalah perang tanpa darah dan diplomasi tanpa kata-kata.”

Wakil Rakyat dari Dapil Jatim VII ini pun menjelaskan bahwa catur bukan hanya olahraga otak, tetapi juga cerminan dari karakter bangsa. “Di atas 64 petak, kita belajar kesabaran, disiplin, sportivitas, dan strategi yang lahir dari ketenangan,” ujarnya. Ibas juga mengutip falsafah seorang pecatur bijak, “Pemenang bukan yang bergerak cepat, tapi yang tahu kapan harus diam.”

Dalam konteks perkembangan zaman yang serba cepat, Ibas menekankan pentingnya keberadaan sosok-sosok pemikir dan perencana. “Hari ini, di tengah gemuruh dunia digital, di tengah gaduh politik dan kecepatan zaman, kita butuh lebih banyak pemikir, bukan penggiring. Lebih banyak perencana, bukan hanya komentator. Dan itulah… para pecatur sejati,” tegasnya penuh semangat yang langsung dihadiahi tepuk tangan peserta.

Lebih jauh, EBY menolak anggapan bahwa catur hanyalah olahraga semata. “Apakah catur hanya permainan? Apakah catur hanya olahraga? Saya pikir tidak. Catur juga adalah bagian dari kebudayaan,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa di sekolah, catur bisa membangun logika; di kampung, catur bisa menyatukan warga; di komunitas, catur menjadi ruang toleransi; dan di arena dunia, catur bisa menjadi alat diplomasi.

Dalam pidatonya, Edhie Baskoro juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam hal strategi. “Indonesia punya sejarah panjang dalam strategi. Dalam pertempuran Diponegoro, dalam diplomasi Bung Karno, dan dalam perjuangan para ulama dan pejuang dari Sabang sampai Merauke.

Wakil Rakyat dari Demokrat ini lalu menitipkan harapan kepada para Grandmaster dan pecatur nasional Indonesia untuk menjadi penjaga akal sehat bangsa. “Semua lahir dari langkah catur kehidupan. Dan hari ini, para Grandmaster Indonesia, kita titipkan pada kalian: jadilah penjaga akal sehat bangsa.”

“Kepada para pecatur muda, langkah kalian belum tentu panjang, tapi bisa sangat menentukan.” Ia mengutip satu kalimat motivatif yang bermakna dalam “Tidak ada pion yang ditakdirkan untuk jadi pion selamanya.”

Namun demikian, Ibas juga menyadari bahwa potensi tidak akan berkembang tanpa dukungan sistem yang baik. “Indonesia tak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah ekosistem. Yang kita perlukan adalah kesempatan. Dan yang paling mahal adalah pembinaan dan konsistensi.”

Kepada para pecatur muda, ia kembali mengingatkan agar tidak meremehkan langkah-langkah kecil yang mereka ambil. “Jangan pernah anggap langkahmu kecil, karena pion yang gigih bisa menjadi ratu,” ujarnya dengan penuh semangat.

“Strategi hebat bukan tentang langkah pertama, tapi tentang langkah terakhir yang menentukan kemenangan,” imbuhnya.

Tidak lupa, Ibas mengajak para senior untuk turut serta membimbing dan mendukung pertumbuhan generasi baru di dunia catur. “Bantulah memimpin, membimbing, dan memberi ruang. Catur bukan hanya soal kemenangan, tapi soal melahirkan lebih banyak pemenang.”

Edhie Baskoro mengakhiri pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan catur sebagai bagian dari budaya yang mempersatukan bangsa. “Mari kita jadikan catur sebagai permainan, olahraga, dan sebagai napas budaya. Sebagai warisan intelektual bangsa dan sebagai alat pemersatu lintas generasi.”

“Hari ini, kita tidak sekadar bicara tentang catur. Kita bicara tentang masa depan. Masa depan yang dibangun satu langkah dengan seribu strategi. Terima kasih atas semangat, dedikasi, dan kecintaan kalian semua.”

“Mari terus melangkah—penuh perhitungan, penuh keberanian, dan penuh kebijaksanaan,” pungkasnya.

Salah satu peserta, Masruri Rahman menyampaikan aspirasinya. “Saya di sini bukan hanya atlet catur, tetapi juga pelatih, dan content creator. Kami berhadapan dengan banyak potensi, kami berharap Pemerintah, MPR- DPR bisa menjadi proyek jangka panjang pembinaan catur. Saat ini sangat sulit bagi kami untuk akses rating FIDE di mana banyak atlet yang harus standby atau ijin tinggal agak lama di negara Eropa, tapi sulit mendapat visa satu tahun. Selain itu, saya harap Bapak maupun Pemerintah bisa menjembatani dan memperkenalkan catur dalam negeri kepada pihak sponsor untuk membuat atlet catur Indonesia bisa segera memperoleh rating yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh beberapa atlet catur Indonesia, di antaranya Yoseph Theolifus Taher Streamer Twitch game catur online asal Kalimantan Tengah yang juga bergelar International Master (IM); Ivana Maria Treopolsa Salma, pecatur muda Indonesia asal kontingen Papua peraih Woman International Master (WIM) pada Eastern Asia Girls Chess Championships 2024; Masruri Rahman adalah salah satu Atlet muda Indonesia bergelar International Master (IM); Catur Adi Sagita asal Pacitan menyandang status FIDE Master (FM).

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Rekomendasi Apartemen Mewah dan Modern di Pusat Jakarta

Aktual.com – Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, menawarkan berbagai pilihan hunian vertikal yang memenuhi kebutuhan masyarakat urban. Di antara banyaknya pilihan, BRANZ Mega Kuningan menonjol sebagai rekomendasi luxury apartment mewah dan nyaman di Jakarta. Dikembangkan oleh Tokyu Land Indonesia, BRANZ Mega Kuningan tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga pengalaman hidup yang luar biasa. Dengan komitmen untuk menciptakan nilai baru dalam kehidupan, bisnis, dan budaya, apartemen ini menawarkan berbagai fasilitas mewah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Mengapa Memilih Apartemen Modern dan Mewah di Jakarta?

Jakarta merupakan pusat bisnis dan pemerintahan, menjadikannya lokasi yang strategis untuk tinggal. Memilih apartemen mewah di Jakarta menawarkan berbagai keuntungan, seperti:

 

  • Aksesibilitas: Dekat dengan pusat bisnis, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
  • Kenyamanan: Fasilitas lengkap yang memudahkan kehidupan sehari-hari.
  • Investasi: Potensi apresiasi nilai properti yang tinggi.

BRANZ Mega Kuningan: Rekomendasi Apartemen Mewah dan Nyaman di Jakarta 

BRANZ Mega Kuningan dikenal sebagai salah satu apartemen terbaik di Jakarta, berkat lokasinya yang strategis dan fasilitas mewah yang ditawarkannya.

 

Dikembangkan oleh Tokyu Land Indonesia

Sebagai bagian dari portofolio Tokyu Land Indonesia, BRANZ Mega Kuningan berkomitmen untuk menciptakan nilai baru dalam kehidupan, bisnis, dan budaya. Pengembang ini dikenal dengan kualitas dan inovasinya dalam menciptakan hunian yang memenuhi standar internasional.

Fasilitas Unggulan di BRANZ Mega Kuningan

BRANZ Mega Kuningan menawarkan berbagai fasilitas mewah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan modern penghuninya. Berikut adalah beberapa fasilitas unggulan yang tersedia:

1. Sky Lounge dan Sky Deck

Nikmati pemandangan kota Jakarta yang menakjubkan dari Sky Lounge dan Sky Deck. Fasilitas ini menawarkan tempat sempurna untuk bersantai sambil menikmati panorama kota. Sky Lounge adalah tempat ideal untuk mengadakan pertemuan bisnis informal atau sekadar menikmati minuman di sore hari. Sementara itu, Sky Deck memberikan pengalaman unik menikmati matahari terbenam dengan latar belakang cakrawala Jakarta yang memukau.

2. Function Room

Dengan ruang serbaguna yang tersedia, BRANZ Mega Kuningan memfasilitasi berbagai acara, mulai dari pertemuan bisnis hingga perayaan pribadi. Function Room dilengkapi dengan peralatan modern dan dapat diatur sesuai kebutuhan, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk acara apapun. Baik Anda merencanakan pesta ulang tahun, rapat perusahaan, atau seminar, ruang ini menawarkan solusi yang sempurna.

3. Fitness Gym dan Yoga Studio

Untuk mereka yang peduli dengan kesehatan, tersedia fasilitas gym dan studio yoga. Penghuni dapat menjaga kebugaran tubuh tanpa harus meninggalkan kenyamanan apartemen. Fitness Gym dilengkapi dengan peralatan canggih yang memenuhi standar internasional, sementara Yoga Studio menawarkan ruang yang tenang dan nyaman untuk berlatih yoga dan meditasi. Kedua fasilitas ini dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif.

4. Jacuzzi & Sauna

Fasilitas jacuzzi dan sauna memberikan tempat ideal untuk relaksasi setelah hari yang melelahkan. Nikmati kenyamanan spa pribadi di rumah Anda sendiri. Setelah seharian bekerja, tidak ada yang lebih menyegarkan daripada berendam di jacuzzi hangat atau menikmati uap sauna yang menenangkan. Fasilitas ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

5. Swimming Pool

Kolam renang yang tersedia dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga atau rekan kerja, menambah kesan eksklusif dari hunian ini. Kolam renang ini dirancang dengan estetika modern dan dikelilingi oleh area lounge yang nyaman, menjadikannya tempat yang ideal untuk berjemur atau mengadakan pesta kolam renang.

6. Commercial Area

Apartemen ini juga dilengkapi dengan area komersial yang mencakup supermarket dan restoran, sehingga memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh. Dengan berbagai pilihan kuliner dan toko yang tersedia, penghuni dapat menikmati kemudahan berbelanja dan bersantap tanpa meninggalkan kompleks apartemen.

Keuntungan Memilih BRANZ Mega Kuningan

Memilih BRANZ Mega Kuningan sebagai tempat tinggal menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

 

  • Lokasi Strategis: Terletak di pusat Jakarta Selatan, memberikan akses mudah ke berbagai fasilitas dan pusat bisnis.
  • Keamanan dan Privasi: Sistem keamanan 24 jam dengan teknologi canggih memastikan keamanan dan privasi penghuni.
  • Nilai Investasi Tinggi: Dengan permintaan yang terus meningkat untuk hunian mewah di Jakarta Selatan, BRANZ Mega Kuningan adalah investasi yang cerdas.

 

BRANZ Mega Kuningan adalah lebih dari sekadar tempat tinggal; ini adalah investasi dalam gaya hidup mewah. Dengan berbagai fasilitas premium dan lokasi yang tak tertandingi, apartemen ini menawarkan pengalaman hidup yang sulit ditandingi. Bagi mereka yang mencari hunian di Jakarta Selatan dengan sentuhan kemewahan, BRANZ Mega Kuningan adalah pilihan yang sempurna.



Artikel ini ditulis oleh:

Rohadi M Raja

Menuju Regulasi Narkotika yang Berkeadilan: Menimbang Revisi UU 35/2009 tentang Narkotika

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan (tengah), Direktur Hukum BNN Toton Rasyid (kiri) dan Analis Permasalahan Narkotika Slamet Pribadi (kanan), menjadi pembicara dalam diskusi Forum Legislasi, di Ruang Pusat Penyiaran dan Informasi (PPIP), Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Dalam diskusi yang bertajuk "Menuju Regulasi Narkotika yang Berkeadilan: Menimbang Revisi UU 35/2009 tentang Narkotika", mereka membahas sejuamlah persoalan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam rencana Revisi UU Narkotika yang sempat tertunda pada periode sebelumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Hinca Pandjaitan Desak MPR Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Nasional

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, menyerukan langkah tegas negara dalam menangani persoalan narkotika. Ia meminta agar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menetapkan narkotika sebagai bahaya laten nasional yang mengancam masa depan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam forum diskusi bersama wartawan parlemen, Senin (15/7).

“Sudah waktunya negara menyatakan perang terhadap narkoba melalui keputusan politik tertinggi. MPR harus menyatakan narkotika sebagai bahaya laten, seperti dulu kita menyebut komunisme sebagai bahaya laten,” tegas Hinca.

Ia menilai, penyalahgunaan narkoba bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan kejahatan sistemik yang telah merusak struktur sosial hingga ke level desa. Menurutnya, pendekatan penanganan narkoba harus dibedakan secara tegas antara bandar dan pengguna.

“Bandar itu penjahat karena dia memperkaya diri dan merusak orang lain. Tapi pengguna, apalagi yang miskin, itu korban. Negara selama ini keliru karena memenjarakan korban,” jelasnya.

Hinca juga menyebut sistem penegakan hukum terhadap pengguna narkoba sarat kesalahan. Ia menganggap proses hukum terhadap pengguna melanggar HAM karena memperlakukan orang sakit sebagai pelaku kejahatan.

“Kalau pengguna ditanya sehat saat diperiksa, pasti dijawab sehat padahal dia sakit. Maka proses hukumnya cacat formal dan material,” ujarnya, menyebut bahwa negara justru menanggung biaya penjara untuk mereka yang seharusnya direhabilitasi.

Dalam forum itu, Hinca mendorong koordinator wartawan parlemen untuk memimpin gerakan mendorong ketetapan MPR terkait status bahaya laten narkotika, serta mendesak Presiden Prabowo menyampaikannya dalam pidato kenegaraan 17 Agustus mendatang.

“Ini kesempatan emas. Ulang tahun ke-80 Republik nanti harus ditandai dengan langkah berani menyatakan narkotika sebagai bahaya laten bangsa,” kata politisi Demokrat itu.

Lebih jauh, ia menyinggung kasus Tika, seorang anak yang membutuhkan ganja medis namun terhalang oleh hukum. Ia mengecam Kementerian Kesehatan yang dianggap tidak serius menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi untuk meneliti ganja sebagai obat.

“Ini fatal. Menteri Kesehatan pernah janji akan riset ganja medis, tapi ingkar. Saya minta Menteri Kesehatan mundur karena gagal memenuhi tanggung jawabnya,” tegasnya.

Sebagai solusi sistemik, Hinca juga mengusulkan agar seluruh kepala desa di Indonesia dilibatkan dalam gerakan “usir bandar narkoba dari desa”, bukan sekadar jargon “desa bersinar”.

“Stop glorifikasi, stop festivalisasi. Yang dibutuhkan aksi nyata. Kepala desa bisa jadi agen intelijen BNN untuk usir bandar dari kampung masing-masing,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain