16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 708

Samsung Akan Ganti Model Plus Jadi Edge untuk S26

Jakarta, aktual.com – Samsung mungkin melakukan perubahan pilihan model untuk jajaran seri S generasi mendatang yaitu seri Galaxy S26 dengan mengganti model Plus menjadi model Edge.

Kemungkinan itu ditemukan setelah temuan baru pada basis data IMEI milik Global System for Mobile Communications Association (GSMA) yang hanya menemukan tiga nomor model baru. Dilaporkan Gizmochina, Jumat (11/7), basis data GSMA menunjukkan tiga nomor model baru yang mungkin dikeluarkan Samsung yaitu SM-S942, SM-S947, dan SM-S948.

Nomor itu masing-masing sesuai dengan Galaxy S26, Galaxy S26 Edge, dan Galaxy S26 Ultra. Tapi, yang paling menonjol adalah ketiadaan model Plus yang biasa tersedia pada seri-seri pendahulunya.

Ketiadaan informasi itu menunjukkan bahwa Samsung mungkin sedang merestrukturisasi trio ponsel andalannya dan kemungkinan mengganti Galaxy S Plus kelas menengah dengan varian Edge yang lebih ramping.

Melihat ke belakang, seri Galaxy S25 menggunakan kode nomor SM-S931 untuk model dasar, SM-S936 untuk Plus, dan SM-S938 untuk Ultra.

Perubahan model dasar S26 ke SM-S942 dari S941 diharapkan mengisyaratkan peningkatan yang signifikan, berpotensi menyerap beberapa fitur yang pernah menjadi ciri khas model Plus.

Sementara itu, S26 Edge (SM-S947) dapat menggantikan Plus sebagai opsi menengah yang lebih bergaya dan berfokus pada performa.

Varian itu dibangun berdasarkan bahasa desain yang diperkenalkan pada Galaxy S25 Edge, yang diluncurkan lebih lambat daripada model dasar dan Ultra. Kali ini, ketiga varian tersebut mungkin diluncurkan bersamaan pada Januari 2026.

Meski begitu, belum ada informasi resmi dari Samsung mengenai perubahan tiga model tersebut dan rencana Samsung dapat berubah dalam beberapa bulan menjelang peluncuran.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

MUI Ajak Pemuka Agama Berperan Bangun Kesadaran Ekologis

Jakarta, aktual.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong seluruh pemuka agama di Indonesia dapat mengambil peran dalam membangun kesadaran ekologis di tengah-tengah masyarakat, mengingat krisis iklim telah menjadi ancaman nyata.

“Pelestarian lingkungan adalah ibadah. Merusak hutan berarti merusak kehidupan generasi mendatang,” ujar Ketua MUI Bidang Kesehatan dan Lingkungan Sodikun di Jakarta, Sabtu (12/7).

Pernyataan Sodikun disampaikan dalam pembekalan pemuka agama yang diinisiasi Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia bersama Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI.

Sodikun menekankan permasalahan lingkungan adalah isu universal yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Menjaga kelestarian alam sejalan dengan ajaran agama yang melarang kerusakan di bumi.

“Kita ingin memperkuat kapasitas pemuka agama agar mampu menjadi katalis perubahan di tingkat akar rumput. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan akan menghasilkan solusi yang lebih holistik,” kata dia.

Fasilitator Nasional IRI Indonesia Hayu Prabowo menyampaikan tantangan kerusakan hutan tropis serta krisis iklim harus dihadapi dengan pendekatan multidimensi.

“Sains memberi kita peta jalan, data, dan teknologi. Tapi untuk benar-benar menggerakkan perubahan perilaku, kita membutuhkan suara moral yang kuat. Di sinilah peran pemuka agama dan majelis keagamaan menjadi sangat penting,” ucapnya.

Menurutnya, degradasi lingkungan telah menyebabkan peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, longsor, dan badai. Lebih dari 95 persen bencana di Indonesia terkait langsung dengan krisis iklim yang diperparah oleh deforestasi dan degradasi hutan.

“Gerakan lintas agama ini dilakukan untuk mengembangkan konservasi berbasis kearifan lokal, memperkuat kapasitas analisis kebijakan untuk menyusun policy brief berbasis sains dan etika agama untuk kehidupan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Kemenag jadikan masjid hingga KUA motor gerakan ekoteologi nasional

Sementara itu Deputi Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bidang Politik dan Hukum Erasmus Cahyadi menyoroti masyarakat adat di Indonesia masih terjebak dalam diskriminasi, perampasan wilayah, dan pelemahan hukum adat akibat kebijakan sektoral yang tumpang tindih serta minimnya perlindungan hukum.

Menurutnya, investasi yang masuk ke wilayah adat sering mengabaikan persetujuan masyarakat, merusak ruang hidup, memicu kriminalisasi, kerusakan lingkungan, dan hilangnya identitas budaya.

Erasmus menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat menjadi solusi krusial untuk menegaskan hak-hak masyarakat adat sebagai hak asasi manusia.

UU ini akan memperkuat kelembagaan, menyederhanakan mekanisme pengakuan, serta mengatur hak atas tanah, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan pengetahuan tradisional.

“UU Masyarakat Adat harus menjadi pijakan keadilan dan pengakuan sejati bagi komunitas adat di seluruh Indonesia,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kinerja Kedodoran, Menteri Ini Layak Dicopot

Kinerja Kedodoran, Menteri Ini Layak Dicopot

Jakarta, Aktual.com – Jelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo dorongan reshuffle kabinet terus muncul. Dorongan kocok ulang Menteri Kabinet Merah Putih didasari oleh pelambatan pertumbuhan ekonomi hingga dugaan kasus judi online (Judol) yang menyebut nama seorang Menteri.

Pengamat politik Subairi Muzakki menilai, ada empat menteri yang layak dicopot dari Kabinet Merah Putih, karena dianggap kinerjanya di bawah performa dan diduga terkait kasus hukum.

“Setidaknya ada empat menteri yang kinerjanya di bawah perfoma selama sembilan bulan menjabat. Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra,” kata Subair, kepada aktual.com.

Baca juga:

Kasus Hukum Dan Lemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jadi Parameter Dorongan Reshuffle Kabinet

Direktur Eksekutif Institut Demokrasi Republikan ini menjelaskan, Menteri Koperasi Budi Arie tidak menghasilkan terobosan apapun dalam pengembangan koperasi, yang seharusnya jadi tulang punggung ekonomi rakyat.

“Dugaan keterlibatannya dalam kasus judi online juga memperburuk citra Kabinet Merah Putih,” papar Subair.

Subair menegaskan, judi online adalah ancaman nyata terhadap Program Asta Cita Presiden Prabowo. Karena itu, keberadaan menteri yang terkait skandal ini adalah penghinaan terhadap rakyat.

“Bukti pengakuan saksi di persidangan sudah cukup untuk tindakan tegas, bukan sekadar peringatan,” jelasnya.

Baca juga:

Dorongan Pemakzulan Gibran Dan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Perkuat Kepemimpinan Prabowo

Selanjutnya Menteri yang layak di reshuffle menurutnya adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menurut Subair, membuat Langkah mundur dari komitmen net-zero emission dengan mengeluarkan kebijakan hutan tanaman energi.

“Deforestasi justru meningkat, tanpa inovasi nyata dalam pengelolaan hutan,” ucapnya.

Dibidang ekonomi, Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dianggap gagal oleh Subair. Ia menilai Airlangga tak mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang positif. Hal ini terlihat dari IHSG yang pernah merosot hingga 7,1%,Dimana penurunan itu menjadi penurunan terdalam sejak September 2011.

“PHK massal melonjak (46.420 pekerja pada Agustus 2024, dengan proyeksi lebih buruk pada 2025), dan daya beli kelas menengah tergerus,” ungkapnya.

Lebih memalukan lagi, katanya, tim ekonomi tampil lembek menghadapi tekanan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain itu keputusan pemerintah mengantisipasi tekanan Trump dengan membuka ruang impor gas dan jagung sebagai pengkhianatan terhadap petani lokal, yang sudah tercekik oleh fluktuasi harga pangan.

“Padahal Prabowo sebelumnya bertekad akan menghentikan impor jagung,” keluhnya.

Baca juga:

Urgensi 30 Wamen Rangkap Jabatan Dipertanyakan

Di bidang hukum, Subair menilai, kinerja Yusril Ihza Mahendra mengecewakan. Ia menilai Reformasi birokrasi hukum mandek, kasus pelanggaran HAM masa lalu tidak tersentuh, dan revisi UU strategis seperti UU KPK terbengkalai.

“Jika Yusril tidak mampu, gantikan dengan figur yang lebih kompeten dan fokus,” ucapnya.

Ia menegaskan, sebaiknya figur figur Menteri yang minim performa segera di reshuffle, dan diganti oleh sosok sosok profesional yang lebiih mumpuni.

“Saya menuntut reshuffle besar-besaran, dengan penggantian oleh figur profesional yang memiliki visi dan rekam jejak terukur. Indonesia menghadapi tantangan berat, tekanan tarif Trump, PHK massal, dan ketergantungan impor pangan. Menteri yang gagal tidak boleh dibiarkan bertahan hanya karena alasan politik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Erobi Jawi Fahmi
Eka Permadhi

Mabes Polri Terima Pengaduan Pemilik Hotel Purajaya Terhadap Jenni dan Bobie Jayanto

aktual.com- Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) menerima Laporan Polisi (LP) pemilik Hotel & Resort Purajaya atas perobohan bangunan dan fasilitas hotel dan resort yang dirobohkan pada Juni 2023. Laporan itu tercatat dengan nomor : STTL/304/VI/2025/BARESKRIM.

Kuasa hukum Purajaya meminta Kepolisian RI serius menangani kasus itu dan meminta para pelaku yang terlibat dalam perobohan segera diperiksa untuk bertanggungjawab secara hukum.

”Kami telah menyampaikan LP (Laporan Polisi) ke Mabes Polri dalam beberapa hari lalu. Hari ini kami akan bertemu dengan para penyidik di Mabes Polri untuk menanyakan perkembangan kasus. Kami optimistis Kepolisian di tingkat Mabes akan serius memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam kasus ini,” kata Kuasa Hukum PT Dani Tasha Lestari (DTL), Hermanto Manurung, SH, CPM, kepada wartawan di Jakarta, 11 Juli 2025.

Dalam LP yang diterima oleh Mabes Polri pada akhir Juni 2025 lalu, Kuasa Hukum melaporkan peristiwa perobohan bangunan dan fasilitas Hotel & Resort Purajaya milik PT DTL yang ditaksir senilai Rp922 miliar. Peristiwa itu diduga sebagai pengrusakan dan pengeroyokan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 406 dan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

”Kami berterimakasih atas respon Mabes Polri terhadap pengaduan yang kami sampaikan atas nama klien. LP ini sebagai babak baru dalam penyelesaian kasus perobohan hotel serta seluruh fasilitas milik klien kami, PT DTL. Kami meminta dalam waktu dekat, semua pihak yang diduga  terlibat segera diperiksa, seperti pejabat dan mantan pejabat di BP (Badan Pengusahaan) Batam, terutama otak dan pelaku utama,” ucap Hermanto.

Dalam penelusuran media, pasal yang diterapkan dalam LP, jika ditemukan alat bukti yang cukup, ancaman pidana yang dikenakan mencapai 5 tahun lebih sesuai dengan KUHP lama, serta 7 tahun lebih jika diterapkan KUHP 2023 yang akan segera berlaku.

Dalam kaitan itu, pihak PT DTL mengharapkan penyidik dapat segera menangkap dan menahan pelaku yang terlibat yang telah menimbulkan kemarahan warga masyarakat adat Melayu, khususnya para pelaku usaha yang tergabung dalam Saudagar Rumpun Melayu (SRM).

Otak Perobohan Hotel Purajaya

Sebelumnya diberitakan pelaku perobohan Hotel & Resort Purajaya, Nongsa, yang dieksekusi pada 21 Juni 2023 semakin diduga mengerucut dan mengarah pada dua figur, yakni Direktur PT Pasifik Estatindo Perkasa (PEP), Jenni, dan Komisaris Utama PT PEP Bobie Jayanto. Pihak korban meminta polisi segera menangkap otak pelaku perobohan yang mengakibatkan kerugian Rp922 miliar.

”Kami berharap aparat Kepolisian RI segera dapat memproses (Jenni dan Bobie Jayanto) serta menetapkan status hukum aktor utama perobohan Hotel dan Resort Purajaya yang mengakibatkan suramnya iklim investasi di Batam, terutama karena menimbulkan pesimistis di kalangan pengusaha Melayu, pengusaha yang berniat membangun negerinya sendiri,” kata Direktur PT DTL, Megat Rury Afriansyah, kepada wartawan di Batam, beberapa waktu lalu.

Harapan agar aparat penegak hukum memproses Jenni dan Bobie Jayanto, merupakan reaksi dari pihak PT DTL atas perkembangan hukum yang sedang dijalankan lewat Polda Kepri dan Mabes Polri.

”Sejak lama kami sudah mengetahui adanya kekuatan besar yang hendak melemahkan para pengusaha, khususnya dari kalangan Melayu. Melalui proses terhadap PT Pasifik Estatindo Perkasa, sebagai inisiator perobohan hotel, maka sindikat pengusaha anti pengusaha tempatan ini dapat dicegah,” ujar seorang staf PT DTL.

Dalam penelusuran media ini, Surat Perintah Kerja Nomor PEP-002/VI.223 ditanda-tangani Direktur PT PEP, Jenni pada 14 Juni 2023. Surat Perintah itu dibahas dan didukung oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam beberapa kali pertemuan. Pada akhirnya, BP Batam memerintahkan Tim Terpadu yang terdiri dari Satpol PP Kota Batam, Direktorat Pengamanan BP Batam, Polisi, TNI, sebanyak 500 orang lebih untuk melindungi aksi perobohan. ***

Kasus Hukum Dan Lemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jadi Para Meter Dorongan Reshuffle Kabinet

Kasus Hukum Dan Lemahnya Pertumbuhan Ekonomi Jadi Para Meter Dorongan Reshuffle Kabinet

Jakarta, Aktual.com – Jelang satu tahun perjalanan Kabinet Merah Putih, Pemerintahan Prabowo Subianto muncul dorongan untuk segera reshuffle beberapa Menteri. Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dan Direktur Program Pusat Polling Indonesia (Pupoll) Chamad Hojin kepada Aktual.com menjelaskan, setidaknya, ada dua alasan utama agar Presiden Prabowo melakukan kocok ulang Kabinet.

Pertama, belum tercapainya sejumlah target yang hendak dicapai, khususnya di sektor ekonomi. Kedua, pencopotan terhadap menteri yang diduga terkait kasus hukum. Chamad Hojin mengatakan, kinerja para pembantu Presiden Prabowo secara keseluruhan relative bagus. Hanya saja, kinerja tim ekonomi yang dinilai belum maksimal, khususnya sektor ekonomi makro.

“Yang menjadi catatan adalah sektor ekonomi makro, terkait pertumbuhan ekonomi yang belum maksimal, masih jauh dari target Presiden Prabowo 8 persen, sekarang masih 4,8, di bawah 5 persen,” papar Hojin.

Menurutnya, kedodoran tim ekonomi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian sangat terasa dengan lesunya pertumbuhan ekonomi, PHK, dan jumlah kelas menengah yang terus berkurang.

Bahkan, seretnya pertumbuhan ekonomi di tahun pertama Prabowo-Gibran memaksa pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi 2025, dari awalnya 5,2 persen menjadi hanya mentok ke 5 persen. Padahal, Prabowo menargetkan pada 2029 nanti pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 8 persen
Rendahnya pertumbuhan ekonomi di 9 bulan Pemerintahan Prabowo pun sudah dirasakan masyarakat. Hasil survey LSI Denny JA mengungkapkan 60,8 persen dari 1.200 responden mengaku merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi yang rendah itu terancam tidak bisa tumbuh dengan baik dengan adanya perang tarif global, di mana Amerika Serikat (AS) yang menerapkan tarif sebesar 32 persen ke produk ekspor Indonesia.

“Perang tarif global juga sangat jelas berdampak. Loby dengan AS kan kita masih kena tarif tinggi, kok bisa dikenakan tarif tinggi, malah kalah sama Vietnam. Jadi, di sektor ekonomi makro, terutama nonpangan, kinerjanya sangat jeblok, penyerapan anggaran juga masih rendah. Tim kerja ekonomi ini perlu jadi sorotan utama Presiden Prabowo,” ucap Hojin.

Disis lain Bhima Yudhistira mengatakan, gagalnya negosiasi Indonesia dengan AS untuk mencegah pemberlakuan tarif impor 32 persen, menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Kegagalan ini mencerminkan lemahnya arah kebijakan luar negeri dan ekonomi Indonesia.

“Jika Indonesia ingin memperkuat posisi globalnya, perombakan kabinet adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Menteri Airlangga Hartarto jelas gagal dalam merancang strategi ekonomi luar negeri yang efektif,” ujar Bhima.

Lemahnya Koordinasi Kementerian Lembaga Hambat Atasi Krisis

Bhima menilai, kegagalan mengejar target pertumbuhan dan stabilitas ekonomi menjadi bukti absennya koordinasi strategis lintas kementerian yang berdampak langsung terhadap kepercayaan pasar dan posisi tawar negara.
Ia memaparkan, hasil studi Celios memperkirakan dampak pengenaan tarif 32 persen akan menimbulkan kehilangan serapan kerja hingga 1,2 juta orang, karena imbas ke sektor padat karya, seperti pakaian jadi, alas kaki, serta produk ekspor lain yang signifikan.

Selain itu, estimasi penurunan nilai ekspor Indonesia sebesar Rp105,98 triliun dan pendapatan masyarakat terkoreksi Rp143,87 triliun. Dengan berlakunya tarif resiprokal per 1 Agustus 2025, dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh level 4,7-4,8 persen year on year.

“Ini bukan sekadar reshuffle, tapi penyelarasan ulang arah pemerintahan. Jika kabinet tetap diisi oleh figur-figur yang tidak mampu menjawab tantangan global, Indonesia akan semakin tertinggal dan kehilangan momentum,” tuturnya.

Sedangkan peneliti Celios, Yeta Purnama, menyebut koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis ini tampak lemah dan tidak selaras dengan kebutuhan strategis negara.

“Indonesia butuh menteri-menteri yang berani menyuarakan kepentingan publik, bukan sekadar menjalankan instruksi politik. Pembaruan arah kebijakan hanya bisa terjadi bila orang-orangnya juga diperbarui,” ujar Yeta.

Sebagai perbandingan, Celios mengatakan, Vietnam berhasil menghindari tarif serupa dengan pendekatan diplomasi yang konsisten dan komitmen investasi nyata di AS. Indonesia justru dinilai terjebak dalam pendekatan reaktif, penuh simbol, tanpa pondasi diplomatik dan kebijakan yang kuat.

Dugaan Jerat Kasus Hukum dan Kegaduhan Kabinet Ganggu Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintahaan Prabowo

Selain rendahnya kinerja tim ekonomi, Hojin juga menyoroti menteri di kabinet Presiden Prabowo yang diduga terkait kasus judi online. Menurutnya, Presiden Prabowo harus bersikap tegas dengan segera mengganti menteri tersebut.

“Seperti Menteri Koperasi, Budi Arie, yang diduga terlibat judol. Bahkan dugaan keterlibatnnya sangat kuat dari pengakuan beberapa saksi di persidangan,” kata Hojin.

Hojin menegaskan, pemberantasan judol merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo karena dampak judol yang berbahaya.
“Karena itu, Menteri Budi Arie yang diduga sangat kuat terlibat, saksi bahkan menyampaikan ada peran dan aliran dana ke yang bersangkutan, sebaiknya dicopot,” tegas Hojin.

Terkait sejumlah menteri yang kerap menimbulkan kegaduhan publik, ataupun kontroversi, Hojin melihat, Presiden Prabowo cukup menegur menteri bersangkutan. “Seperti Menteri ESDM dan Menteri KKP, mungkin cukup ditegur,” ucap Hojin.

Sejak dilantik 1 Oktober 2024 lalu, Presiden Prabowo Subianto baru satu kali melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, yakni pada 19 Februari 2025. Satu menteri yang dirombak oleh Prabowo adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Baru Satu Menteri Diberhentikan

Dalam reshuffle kabinet pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih ini, Prabowo melantik seorang akademisi bernama Brian Yuliarto untuk menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai para menteri di Kabinet Merah Putih mempunyai kinerja yang bagus.

“Saya tidak ada rencana mau reshuffle. Saya menilai tim saya bekerja dengan baik,” ujar Prabowo, Kamis (12/6).
Prabowo Subianto tidak memungkiri selama ini ada kritikan dari publik terhadap para menteri. Meskipun demikian, Prabowo menganggap kritikan tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

“Kita tidak bisa memuaskan semua orang. Namun, saya sebagai pengguna, saya sebagai user, menteri-menteri saya bekerja dengan baik,” kata Prabowo.

Prabowo Subianto juga tidak memungkiri beberapa menterinya melakukan kesalahan saat menyampaikan pernyataan. “Mereka kerja keras, niat mereka baik. Kami sudah kompak, kami punya tim yang baik,” ucap Presiden Prabowo.***

 

Artikel ini ditulis oleh:

Erobi Jawi Fahmi
Eka Permadhi

Dokter FKUI Ungkap Tuli Akibat Bising Jadi Ancaman Serius

Depok, aktual.com – Pengajar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) dari Departemen Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala Leher (THT-KL), Dr. Fikri Mirza Putranto menjelaskan bahwa tuli akibat bising kini menjadi ancaman baru di era modern.

“Kita justru menikmati bising setiap hari, seperti konser, tempat musik, atau tempat bermain yang memiliki pengeras suara bervolume tinggi,” ujar Fikri Mirza dalam keterangannya, Sabtu (12/7).

Menurutnya, tuli akibat bising kini tidak hanya mengancam para pekerja pabrik atau sopir bajaj seperti di masa lalu, tetapi juga masyarakat luas melalui perangkat pribadi seperti headset yang kerap diabaikan.

Orang yang mengalami cedera bising memiliki gejala awal telinga berdenging dan terasa tertutup seperti kemeng. Gejala ini sering kali dianggap sepele karena dapat hilang dalam waktu 24 jam.

Namun, justru karena sering diabaikan dan berulang, lama-kelamaan bisa menimbulkan gangguan permanen.

Selain menimbulkan gangguan telinga, cedera bising kronik juga dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup, mulai dari kesulitan berkomunikasi di lingkungan ramai, gangguan konsentrasi, hingga gangguan sosial dan percepatan penuaan pada jalur pendengaran.

Menurut Fikri, Personal Listening Device (PLD) yang beredar saat ini memiliki banyak jenis, seperti earbuds, headphone over-ear (dengan atau tanpa noise cancelling), hingga bone conduction headset.

Jenis over-ear dengan fitur Active Noise Cancelling (ANC) dianggap menjadi pilihan yang relatif lebih aman karena mampu meredam kebisingan tanpa harus menaikkan volume secara berlebihan.

Akan tetapi, PLD jenis ini tidak disarankan digunakan sambil berjalan atau berlari karena mengurangi kewaspadaan terhadap lingkungan.

Tips aman pakai headset sehari-hari sebagai pedoman aman, dr. Fikri menganjurkan penggunaan PLD dengan volume maksimal 60 persen selama tidak lebih dari 60 menit per hari.

Selain itu, penting untuk beristirahat setiap satu jam selama 5 menit, menjaga kebersihan earbuds, serta memanfaatkan fitur volume warning yang kini tersedia pada banyak gawai.

“Gunakan PLD dengan teknologi noise cancelling agar tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi. Batasi volume di bawah 80 desibel,” ujarnya.

Ia juga menyarankan kepada pengguna PLD agar memeriksakan diri ke dokter spesialis THT-KL jika mengalami dua dari tiga kondisi, yakni penggunaan lebih dari 4 jam per hari, volume di atas 80 persen atau munculnya nyeri atau berdenging setelah pemakaian.

Tata laksana penanganan gangguan pendengaran akibat bising sesuai tingkat keparahannya. Untuk kasus cedera yang bersifat akut, seperti telinga berdenging khususnya jika terjadi dalam kurun waktu kurang dari 12 minggu, pengobatan medis masih memungkinkan.

Sementara, untuk kondisi kronis tanpa gangguan psikologis, terapi transcranial magnetic stimulation yang melibatkan dokter neurologi bisa menjadi pilihan.

“Kalau sudah menetap dan disertai keluhan psikologis seperti stres atau depresi, maka penanganan harus melibatkan psikolog atau psikiater untuk mendampingi proses pemulihan,” kata dr. Fikri.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain