15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 710

571.410 Penerima Bansos Terlibat Judi Online, Ironi dari Meja Makan ke Meja Judi

Ilustrasi - Situs judi online marak ditemukan di mesin pencarian internet yang diakses di Denpasar, Bali, Senin (18/11/2024). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Miris! Data terbaru PPATK menunjukkan 571.410 penerima bantuan sosial (bansos) ternyata tercatat aktif bermain judi daring sepanjang 2024. Total deposit mereka mencapai Rp957 miliar dengan lebih dari 7,5 juta.

“Jika data kami kembangkan, mungkin bisa lebih banyak lagi,” ungkap Natsir Kongah, Koordinator Humas PPATK.

PPATK mencocokkan 28,4 juta NIK penerima bansos dengan 9,7 juta NIK pemain judol, lalu menemukan 571.410 kesamaan NIK antara keduanya.

Sejumlah penerima bansos justru mengalihkan dana bantuan ke situs judi online, terungkap dari kajian PPATK sepanjang 2024. Direktur PPATK mengungkapkan data ini pada rapat koordinasi dengan Kemensos.

PPATK telah diajak kerjasama oleh Kementerian Sosial untuk memastikan bansos tersalur efektif dan tepat sasaran sesuai arahan presiden. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa bansos harus untuk kebutuhan pokok, bukan aktivitas ilegal.

“Penerima yang menyalahgunakan bantuan untuk judi online tidak layak lagi mendapatkan bansos,” tegasnya.

Mendagri juga sudah menerapkan Data Tunggal Sosial-Ekonomi (DTS) untuk evaluasi bansos triwulan II tahun ini, meski masih ada kendala kecocokan data.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan transaksi judi daring pada tahun 2024 sudah mencapai Rp283 triliun.

“Bicara soal perputaran dana judi online, per semester pertama saja sudah menyentuh Rp174,56 triliun. Saat ini sudah semester kedua, PPATK melihat sudah sampai Rp283 triliun,” kata Ivan.

Angka ini melonjak dibanding 2023 yang senilai Rp327 triliun dan 2022 sebesar Rp104 triliun. Menurut Ivan, kenaikan tinggi tersebut didorong oleh perubahan modus transaksi, di mana bandar judi memecah nominal besar ke angka-angka kecil sehingga lebih sulit dilacak.

“Sekarang orang cukup setor Rp10.000 sudah bisa main judol. Itulah yang membuat transaksi semakin masif,” ungkap Ivan.

PPATK menilai volume transaksi semester I 2024 sudah melampaui transaksi tahun penuh 2022, naik sekitar 237,5 persen

PPATK bahkan memperingatkan tren ini akan terus meluas. Berdasarkan proyeksi PPATK, perputaran dana judi online pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp1.200 triliunn.

“Berdasarkan data, selama tahun 2025 diperkirakan perputaran dana judi online mencapai Rp1.200 triliun,” kata Ivan dalam acara peringatan Gerakan Nasional APU PPT ke-23, April lalu.

Angka 2024 yang dikutip pihak lain sempat disebut Rp981 triliun, tetapi PPATK menegaskan potensi kerugian finansial jutaan petaruh ini sangat besar.

PPATK menguraikan beragam modus pencucian uang yang ikut menjerat transaksi judol. Deputi PPATK Danang Tri Hartono menjelaskan bahwa saat ini bukan hanya rekening bank konvensional yang digunakan, melainkan juga deposit pulsa, e-wallet, QRIS, bahkan marketplace untuk menyalurkan setoran judi.

“Kami menemukan banyak sekali ‘toko-toko’ yang sebenarnya untuk deposit judi online,” ujarnya.

Berbagai rekening anonim dan pulsa prabayar menjadi sumber modal para bandar. Ivan menambahkan, pelaku kerap mengambil uang tunai rupiah atau dolar dari pendapatan judi agar jejak digital hilang sebagai salah satu modus pencucian uang yang sering dipakai.

PPATK telah memblokir sekitar 200 ribu rekening terkait dugaan judi online dan rekening dormant, serta menelusuri aset para bandar kecil hingga jaringan internasional.

Selain itu terungkap bahwa 70 persen pemain judi online berlatar ekonomi menengah ke bawah dengan pendapatan di bawah Rp5 juta per bulan.

Kementerian Sosial merespons temuan ini dengan evaluasi menyeluruh. Mensos Gus Ipul berjanji segera menghentikan bantuan bagi penerima yang terbukti bermain judi daring. PPATK merekomendasikan Kemensos melakukan audit berkala penerima bansos dan menyiapkan sistem deteksi dini penyalahgunaan dana.

Kasus jutaan dana bansos tergerus judi online turut menggerakkan wacana pengawasan lebih luas. Data dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan judi online makin marak di kalangan muda, sekitar 960.000 siswa dan mahasiswa dilaporkan terjebak judi daring, dengan 60 persen di antaranya generasi milenial atau Z, serta 82 persen netizen pernah terpapar iklan judi online.

Pengamat UGM I Wayan N. Lantara menyoroti efek buruknya, judi dengan modal kecil tapi untung berlipat tersebut memicu gangguan finansial dan kesehatan jiwa. Dia mencontohkan di Jerman biaya rehabilitasi korban judi justru melebihi transaksi judi itu sendiri, serta dampak kriminalitas dan potensi resesi domestik jika judi terus dibiarkan.

Wayan menegaskan kerugian negara dari judi online sudah triliunan rupiah. “Negara merugi sebesar Rp327 triliun karena uang tersebut dapat masuk ke alokasi dana lain yang berguna,” paparnya.

“Harapannya ada kesadaran dari pemerintah untuk menghentikan judi online ini, karena itu sangat merugikan,” imbuh Wayan.

Dia juga menyerukan edukasi literasi keuangan dan forum khusus di kampus untuk mencegah mahasiswa terjerat judi.

Menanggapi ini, sikap pemerintah diuji ketika benang merah keterlibatan pelaku judi sampai ke dalam tubuh negara. Anggota DPR TB Hasanuddin menegaskan bahwa maraknya judi online tidak mungkin terjadi tanpa ikut campurnya pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menurut dia, saat era Menkominfo Budi Arie Setiadi kasus ini tak mendapat perhatian, namun kini sudah terbukti dengan ditahannya 16 tersangka, 12 di antaranya adalah pegawai kementerian, sisanya warga sipil.

Nama Budi Arie Setiadi terus bergema dalam pusaran polemik. Ia menjabat pada periode ketika sindikat judi daring berkembang pesat, namun dinilai publik gagal mengerem lonjakan situs ilegal yang tersebar masif di ruang digital.

Sejumlah anggota DPR mulai mewacanakan pemanggilan Budi Arie ke hadapan parlemen untuk menjelaskan sejauh mana tanggungjawab kementerian pada masa kepemimpinannya. Wacana ini menjadi semacam ujian awal bagi Menkominfo baru, Meutya Hafid, yang kini membawa janji reformasi internal dan pembenahan total.

Membawa Budi Arie ke ruang sidang parlemen bukan sekadar soal mencari kambing hitam, melainkan ujian nyata sejauh mana negara bersungguh-sungguh melawan penyakit yang telah menggerogoti moral, ekonomi, dan masa depan bangsanya sendiri.

Kini masyarakat menaruh harap dan tuntut respons tegas. Apakah pemerintah akan benar-benar bersih-bersih hingga akar praktik judi daring? Atau pilihan lain, membiarkannya hingga potensi kerugian sosial dan ekonomi bisa kian menggunung.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Prof. Udin Soroti Kota yang Sakit, Mahal, dan Timpang: Pangkalpinang Harus Berbenah

Ilustrasi - Seorang pemilih memasukkan surat suara kedalam kotak suara usai melakukan pencoblosan di bilik. (ANTARA/Moh Ridwan)

Pangkalpinang tak kekurangan potensi, tapi terlalu banyak dibiarkan pincang. Itulah pesan besar yang disampaikan Prof. Saparudin, atau yang lebih akrab disapa Prof. Udin, dalam wawancara bersama tim Aktual.com beberapa hari lalu.

Calon Wali Kota Pangkalpinang ini mengajak warga membuka mata atas ragam ketimpangan di jantung ibu kota Bangka Belitung. Mulai dari layanan publik yang terbatas, birokrasi yang pincang, hingga kota yang makin mahal namun tak menjanjikan penghasilan layak.

“Puskesmas 24 jam hanya ada tiga. Padahal itu bisa jadi tumpuan warga yang butuh rawat inap umum. Sekarang, RSUD jadi penuh karena pasien menumpuk,” beber Prof. Udin mengawali perbincangan.

Dia menyebut minimnya akses kesehatan sebagai penyumbat paling nyata dalam pemerataan layanan dasar. Ditambah lagi, banyak warga yang menunggak iuran BPJS bukan karena lalai, tetapi karena benar-benar tidak mampu.

“Ini bukan soal kemauan. Soal ekonomi,” ujarnya tegas.

Kesenjangan juga menjalar ke dunia pendidikan. Dari sepuluh SMP negeri yang ada di Pangkalpinang, hanya tiga yang dianggap favorit. Sisanya tertinggal jauh dari sisi mutu. Prof. Udin melihat ini sebagai alarm keras atas ketimpangan kualitas pendidikan.

“Padahal semua anak berhak atas pendidikan terbaik. Tapi hari ini yang kuat tambah kuat, yang lain ditinggal,” ujar dia.

Masalah lingkungan tak kalah pelik. Tumpukan sampah di kota itu bukan hanya tak terkelola, tapi bahkan jadi pemandangan dari udara, menyambut siapapun yang akan mendarat di Pangkalpinang.

“Kalau kita naik pesawat, mau mendarat di bandara, itu sampah kelihatan. Dan baunya pun sering sampai ke terminal kedatangan. Malu kita,” ujarnya getir.

Penataan kota yang semrawut, ruang publik yang dijajah PKL, dan perumahan yang dibangun serampangan turut menyumbang banjir musiman yang tak kunjung diatasi.

Prof. Udin yang juga akademikus ini turut menyoroti birokrasi pemerintahan yang sempat berjalan baik, tapi belakangan menyisakan ironi.

“Birokrasi di Bangka Belitung itu rata-rata profesional. Tapi entah kenapa, wali kota Pangkalpinang sekarang bisa jadi kaya luar biasa. Yang lain biasa saja,” sindirnya.

Dia menyinggung dugaan jual beli jabatan yang terjadi dalam masa kepemimpinan saat ini. “Ini soal manajemen. Kalau manajerialnya rusak, integritas ikut rusak,” katanya.

Urusan ekonomi tak luput dari sorotan. Prof. Udin menyebut Pangkalpinang sebagai kota dengan biaya hidup tinggi tapi minim infrastruktur penopang.

Pasokan logistik tersendat akibat pelabuhan pasang-surut. Kapal besar sulit bersandar. Jika air surut, kapal harus menunggu pasang. Biaya distribusi pun melonjak.

“Kondisi ini langsung memengaruhi harga barang. Warga yang jadi korban,” ujarnya.

Kondisi pasar tradisional pun tak kalah menyedihkan. Pasar kaget yang dulu bersifat sementara, kini tumbuh permanen karena lambannya pembangunan pasar resmi. Pasar induk yang ada sempit, dan sebelumnya bahkan bukan dirancang sebagai pasar besar.

“Pengelolaannya pun masih oleh dinas, belum dikelola profesional oleh BUMD. Arah pembenahannya tidak jelas,” tegas dia.

Namun Prof. Udin tak hanya bicara soal kerusakan. Dia juga menawarkan arah baru bagi Pangkalpinang, terutama lewat pengembangan kawasan industri. Menurutnya, kawasan peruntukan industri yang kini belum optimal bisa diangkat statusnya jadi kawasan industri resmi, karena lokasinya sangat strategis, berdampingan langsung dengan pelabuhan.

“Potensi mineral di luar timah juga besar. Kalau ini dikembangkan, kawasan industri jadi kunci,” katanya.

Tapi semua itu, dia tekankan, tak akan berhasil tanpa pelabuhan yang representatif dan terintegrasi.

Tak banyak yang tahu, Pangkalpinang dilintasi jalur laut tersibuk di Indonesia, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1. Setiap 10–15 menit, kapal besar dari dan menuju Jakarta, Singapura, hingga Laut China Selatan melintas di Selat Gaspar.

“Kita bisa jadi hub logistik. Bisa pasok air, BBM, atau kebutuhan pokok kapal yang bersandar,” kata Prof. Udin.

Prof. Udin bahkan membuka gagasan agar pemerintah pusat memberikan dana bagi hasil untuk kota yang jadi simpul pelayaran strategis nasional ini.

Dia juga melihat potensi besar dalam sektor MICE—Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition. Menurutnya, Pangkalpinang punya nilai lebih sebagai destinasi alternatif.

“Dari Jakarta ke Bali dua jam, ke Pangkalpinang cuma 45 menit. Pantainya indah, makanannya khas, budaya Tionghoa dan Melayu berpadu. Tapi belum pernah dikelola serius,” ujarnya.

Banyak perantau keturunan Tionghoa yang hanya kembali ke Pangkalpinang demi mencicipi kuliner masa kecil mereka.

Namun bagi Prof. Udin, pekerjaan adalah soal terpenting yang dikeluhkan warga. Ia menyoroti fakta bahwa UMR Pangkalpinang adalah tertinggi kedua nasional, Rp3,8 juta, namun penghasilan riil warga, khususnya sektor informal, hanya setengahnya.

“Coba kerja di kedai kopi, mana bisa UMR. Paling 1,5 juta. Ini nggak seimbang. Yang dibutuhkan adalah lapangan kerja dengan penghasilan yang layak,” tegasnya.

===============

WAWANCARA TIM AKTUAL.COM BERSAMA PROF. UDIN

Wawancara ini dilakukan oleh tim Aktual.com bersama Prof. Saparudin Masyarif, calon Wali Kota Pangkalpinang, dalam rangkaian penjajakan visi kandidat jelang Pilkada 2024.

Wawancara berlangsung pada Juli 2025, membahas langsung isu-isu krusial seputar kesehatan, pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan di Kota Pangkalpinang.

Apa solusi Anda untuk mengurangi penumpukan pasien di RSUD?

Puskesmas yang 24 jam masih kurang. Cuma ada 3 puskesmas yang 24 jam. Harus ditingkatkan jumlahnya puskesmas yang 24 jam, sehingga bisa menampung pasien rawat inap yang umum, jadi tidak menumpuk di RSUD.

BPJS banyak masyarakat yang menunggak karena tidak mampu bayar. Faktor ekonomi sehingga tidak mampu bayar.

Bagaimana pemerataan kualitas pendidikan bisa diwujudkan?

Lebih kepada persoalan mutu pendidikan yang belum merata, jomplang satu sekolah dengan sekolah lain. SMP ada 10, tapi yang favorite hanya 3 SMP.

Mengapa persoalan sampah di kota ini tak kunjung teratasi?

Di Kota pangkal pinang, masalah lingkungan, harus segera di atasi, terutama sampah yang menumpuk, tidak terkelola dengan baik. Bahkan baunya sering tercium sampai bandara, karena bersebelahan. Tumpukan sampah itu sampai terlihat dari pesawat kalau kita mau landing. Sampah ini tidak bisa terpecahkan.

Apa regulasi ideal untuk menertibkan pengembang perumahan yang menyebabkan banjir?

Publik area juga kurang, ada public area banyak diisi PKL, memang penataan kotanya tidak tertata. Ini terkait juga dengan pengembang perumahan yang asal-asalan membangun. Dampaknya banjir di beberapa perumahan banjir terus.

Anda menyebut birokrasi di Bangka mumpuni. Lalu di mana letak persoalan utamanya?

Birokrasi di Bangka Belitung itu rata-rata mumpuni, dan integrasinya bagus. Dapat dikatakan, pejabat di bangka itu jarang yang kaya, cuma ya walikota pangkal pinang aja tidak tahu kenapa bisa kaya banget.

Birokrasi di Pangkal Pinang dari sisi personality bagus, professional. Penempatannya juga meritokrasi, hanya saat walikota sekarang, terjadi dugaan jual beli jabatan. Sebetulnya birokrasi itu soal manajemen saja.

Apa penyebab tingginya biaya hidup di Pangkalpinang?

Pangkalpinang itu biaya hidup tinggi, logistic dari luar, inflasi cukup tinggi. Keluar masuk barang, pelabuhannya pasang surut, kalau surut kapal tidak bisa masuk tidak bisa sandar.

Keluar masuk kapal menunggu air pasang, cost kan jadi tinggi. Kapal-kapal yang besar juga tidak bisa sandar, tidak bisa masuk Pelabuhan.

Pasar juga tidak memadai, kumuh, banyak pasar tumpah, pasar kaget yang tidak terkelola dengan baik. Perkembangan kota tidak dibarengi dengan pembangunan pasar.

Antisipasi pemerintahnya lambat, daerah yang berkembang lambat dibangun pasar, sehingga banyak pasar-pasar kaget. Pasar kaget jadi permanen. Pasar induk pun terlalu sempit areanya, sebelumnya pasar retail yang dipaksakan jadi pasar induk. Pengelolanya pun masih dinas, belum BUMD. Tidak jelas penataannya.

Kawasan Peruntukan Industri di Pangkalpinang dinilai potensial. Apa langkah konkret Anda untuk menaikkan statusnya?

Pangkalpinang punya Kawasan Peruntukkan Industri, ini potensi kalau dinaikkan statusnya jadi Kawasan Industri. Apalagi kawasannya dekat, bersebelahan dengan Pelabuhan. Industrinya juga lumayan, berpotensi dikembangkan.

Daerah di sekitar Pangkalpinang, juga kaya mineral di luar timah, kalau mulai dikembangkan maka kebutuhan Kawasan industri penting. Tapi Kawasan ini harus ditopang Pelabuhan sehingga bisa terintegrasi. Ini pelabuhannya belum representative kawasannya masih peruntukan.

Peningkatan sumber daya manusia karena pangkalpinang kota, harus fokus pada perdagangan dan perindustrian. Sangat mungkin dilakukan di pangkal pinang.

Apalagi, perairan antara Bangka dan Belitung itu jalur perdagangan internasional, teramai, jalur Alki 1. Kapal yang mau masuk ke Jakarta pasti masuk perairan selat gaspar, begitu juga dari Jakarta mau ke Singapura atau Laut China Selatan. Itu kapal yang melintas antara 10-15 menit sekali.

Pangkalpinang bisa menjadi semacam hub, kita pasok air, minyak, atau kebutuhan pangan bagi kapal yang melintas atau bersandar. Ini bisa juga kita mendorong agar pangkal pinang mendapat dana bagi hasil dari pemerintah pusat karena dilewati jalur ALKI 1.

Apa strategi Anda menjadikan kuliner lokal sebagai daya tarik wisatawan?
Potensi lainnya, bagaimana pangkalpinang menjadi pusat MICE, pertemuan, meeting, event. Kuliner di pangkalpinang juga menjadi daya Tarik, karena kuliner khas perpaduan tiongkok, melayu. Hari ini tidak dilakukan.

Kita misalkan, orang Jakarta mau ke pantai kalau ke Bali bisa 2 jam, tapi kalau ke pangkal pinang hanya 45 menit. Ini alternatif bagi orang Jakarta. Banyak orang-orang keturunan, hanya ke pangkalpinang karena rindu makanannya.

Saya punya konsep untuk akselerasi, bagaimana Pangkalpinang bisa menjadi tempat pertemuan. Karena potensinya sangat besar, sumber daya manusia, maupun sumber daya alam mendukung.

Mengapa masyarakat sulit mendapat pekerjaan dengan upah layak?

Yang paling utama pekerjaan. Pekerjaan di pangkal pinang tidak cukup, penghasilannya tidak UMR. UMR di sana itu nomor dua tertinggi di Indonesia, Rp3.876.600, tapi kontras dengan penghasilan masyarakatnya, orang bekerja di sana, non formal tidak mungkin bisa UMR.Seperti di coffe shop, dan lainnya tidak bisa UMR, paling setengah dari UMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

DPR Ingatkan Menteri KKP Hati Hati Gunakan Pinjaman Luar Negeri

Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo mengingatkan Menteri Kelautan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Tranggono terkait pinjaman luar negeri Rp 6,49 triliun dari Spanyol untuk proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS). Dana tersebut akan digunakan untuk Pembangunan 10 buah kapal, empat di Spanyol dan enam di Indonesia, yang akan dimulai pada 2026.

Firman mendorong pemerintah mempertimbangkan alternatif pendanaan lain yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan nasional, dibandingkan mengandalkan pinjaman luar negeri.

“Pengembangan industri maritim dalam negeri harus jadi prioritas. Selain itu, pembiayaan proyek seperti MFISS bisa dilakukan melalui bank atau lembaga keuangan nasional,” kata Firman kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).

Selain itu, politikus partai Golkar ini mengusulkan kerja sama dengan sektor swasta untuk mengurangi ketergantungan pada pendanaan asing, yang bisa berdampak pada APBN.

“Pemerintah bisa menggandeng investor swasta agar proyek tetap berjalan tanpa membebani APBN,” tambahnya.

Firman menegaskan, dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan mengambil pinjaman luar negeri.

“Apakah benar-benar relevan atau justru kontraproduktif? Ini harus jadi bahan pertimbangan serius,” ucapnya.

Menurut Firman, penggunaan pinjaman luar negeri untuk proyek yang melibatkan kapal-kapal asing justru berpotensi memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.

“Alih-alih melakukan efisiensi, pemerintah justru mengambil pinjaman luar negeri. Ini patut dipertanyakan,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersmaa Menteri KKP Wahyu Sakti Trangono dan Komisi IV DPR RI, Kamis (10/07/2025), dengan agenda pembahasan RKA KL dan RKP Kementerian Kelauatan dan Perikanan. Pada rapat terebut Menteri KKP mengungkapkan pinjaman sebesar 6,49 T dari Spanyol untuk proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS).

Tranggono menjelaskan pinjaman ini merupakan realisasi dari komitmen pinjaman tahun-tahun sebelumnya, yang prosesnya sudah dimulai sejak periode 2014-2019.

“Kami meneruskan saja dan yang tanda tangan itu bukan kami, tapi Kementerian Keuangan, artinya negara,” kata Tranggono saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 April 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Komisi X Dorong Penambahan Anggaran BPS 4,91 Triliun

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Foto: Runi/vel

Jakarta, Aktual.com – DPR RI telah menyetujui ajuan penambahan anggaran yang diajukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar Rp 4,91 triliun untuk tahun depan. Penambahan anggaran ini rencananya akan digunakan untuk Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini dilakukan 10 tahun sekali untuk mengumpulkan data ekonomi secara menyeluruh di Indonesia.

“Saya selalu meyakini kebijakan yang baik adalah kebijakan berbasis data. Untuk itu Sensus Ekonomi 2026 mutlak dilakukan untuk mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Jumat (11/7/2025)

Politikus partai Golkar mengungkapkan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai perekonomian Indonesia. Atas dasar itu, ia akan berupaya untuk mendorong peningkatan anggaran BPS di tahun 2026.

Sebelumnya Komisi X DPR RI pada Rapat Kerja yang dilakukan pada hari Kamis (10/07/2025) telah menyetujui kenaikan Besaran Pagu Indikatif BPS TA 2026 yang diajukan. Penambahan anggaran ini akan digunakan untuk gawe besar yang akan dilakukan BPS berupa Sensus Ekonomi 2026 untuk mengumpulkan data ekonomi secara menyeluruh di Indonesia.

Harapannya data ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan Pembangunan Ekonomi yang lebih Produktif dan Inklusif. Sensus Ekonomi 2026 ini akan melibatkan 180.157 petugas dengan cakupan usaha baik itu Perusahaan besar pada prelist SBR maupun Perusahaan mikro, kecil dan menengah, dan dilakukan di 38 provinsi yang didalamnya mencakup 514 kabupaten/kota.

Selain itu, di tahun ini akan ada tambahan CASN dan lulusan STIS sebanyak 3.517 yang membutuhkan pendanaan belanja operasional gaji. Belum lagi kebutuhan belanja operasional dan non-operasional BPS untuk peningkatan sarana dan prasarana BPS. BPS juga akan melaksanakan OECD Accession Core Principles for Committee on Statistics and Statistical Policy.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Fadli Zon Sebut Uji Publik Penulisan Ulang Sejarah Siap Digelar 20 Juli Nanti

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon saat ditemui awak media di sela-sela diskusi global di Beijing, China pada Jumat (11/7). ANTARA/Maria Rosari

Beijing, aktual.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa uji publik dari penulisan ulang buku sejarah sudah siap digelar pada 20 Juli dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Mulai 20 Juli uji publik dimulai di perguruan-perguruan tinggi melibatkan para pemangku kepentingan yang cukup banyak,” kata Fadli ketika ditemui di sela forum global di Beijing, China pada Jumat (11/7).

Menteri Fadli menjelaskan bahwa uji publik ini digelar dalam bentuk seminar dan diskusi, sehingga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, kritik hingga memberikan argumentasi terkait isi dari buku sejarah yang ditulis ulang tersebut.

Fadli mengatakan bahwa selama ini banyak kritik berdatangan dari masyarakat melalui media sosial, namun menurutnya kritik yang datang serta apa yang menjadi bahan diskusi di dalam media sosial hanya berdasarkan asumsi.

Oleh sebab itu uji publik ini bisa berfungsi untuk memaparkan rancangan atau draft dari tulisan di dalam buku nanti.

Penulisan ulang buku sejarah itu ditulis oleh para sejarahwan yang memiliki keahlian masing-masing pada tema yang ditulis. Sementara untuk supervisi dari seluruh proses penulisan ulang buku sejarah dilakukan oleh Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“(Saat uji publik) DPR nanti pasti diundang. Kalau DPR kan memang tugasnya build in sebagai pengawas. Kami sangat menerima supervisi Komisi,” kata dia.

Sebelumnya sejumlah anggota Komisi X DPR juga menjalankan serap aspirasi terkait penulisan ulang sejarah, di tiga universitas yaitu Universitas Andalas Sumatera Barat, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Hasanudin di Sulawesi Selatan.

DPR telah membentuk Tim Supervisi setelah proyek penulisan ulang buku sejarah menuai kontroversi. Ketua DPR Puan Maharani mengatakan pihaknya tidak mau ada pihak yang merasa dirugikan dari proyek ini, sehingga meminta seluruh proses harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ole Romeny Alami Cidera Serius Usai Laga Terakhir Piala Presiden 2025

Penyerang Oxford United Ole Romeny saat menggiring bola melewati lini pertahanan Arema FC pada lanjutan pertandingan Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/7/2025). (ANTARA/HO-Piala Presiden)

Bandung, aktual.com – Pelatih Oxford United Gary Rowett mengungkapkan cedera yang dialami penyerang Ole Romeny cukup serius usai laga terakhir Grup B Piala Presiden 2025 melawan Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis malam kemarin.

“Ole mengalami cedera yang cukup buruk dan kita akan lihat kemungkinan bermain dalam final,” kata Rowett dalam keterangan tertulis di Bandung, Jumat (11/7).

Menurut dia, absennya Romeny menjadi kerugian timnya, terlebih banyak pendukung berharap melihat penyerang naturalisasi Timnas Indonesia itu tampil pada partai puncak.

“Tapi tentu akan ada banyak fans yang ingin melihatnya bermain. Jika mereka bisa bermain tentu itu bagus dan jika tidak, semua harus bisa menerimanya,” kata dia.

Romeny ditarik keluar pada menit ke-16 setelah ditekel keras pemain Arema FC Pauloinho Moccelin. Ia kemudian digantikan oleh Thomas Harris.

Dalam laga tersebut, Oxford United tampil dominan dengan menang telak 4-0 atas Arema, untuuk kemudian menghadapi Port FC dalam final.

Rowett menilai pertandingan melawan Arema memiliki tantangan berbeda dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya.

“Ini tipe pertandingan yang berbeda dan bagi kami ini adalah permainan yang cukup fisikal. Karena itu, para pemain yang turun sejak menit pertama sebagai starter cukup kesulitan,” kata dia.

Tapi dia tetap mengapresiasi performa timnya yang mencetak empat gol setelah dalam laga sebelumnya kami mencetak enam gol.

“Kini dengan kami lolos ke final, saya merasa cukup senang,” kata sang pelatih.

Oxford United menundukkan tim-tim tangguh pada babak penyisihan dan kini selangkah lagi menjuarai Piala Presiden 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain