3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 757

Tampak Akrab, Prabowo Lontarkan Candaan ke Megawati: Ibu Agak Kurus, Diet Ibu Berhasil

Presiden RI Prabowo Subianto duduk berhadapan dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jelang Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta, Senin (2/6/2025). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu jelang jelang Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di lapangan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin pagi.

Dalam momen penuh keakraban tersebut, Presiden Prabowo melontarkan candaan kepada Megawati bahwa Presiden Ke-5 RI itu kini tampak agak kurus karena diet yang berhasil.

Momen keakraban kedua pemimpin bangsa itu terjadi saat Presiden Prabowo Subianto tiba di ruang tunggu Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6).

Saat tiba di Gedung Pancasila, Presiden Prabowo didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan video yang diterima oleh Tim Media Presiden Prabowo Subianto, tampak Presiden Prabowo menyapa dan bersalaman dengan Megawati, sambil membungkukkan kepalanya sebagai tanda hormat.

“Bu,” kata Presiden Prabowo saat menjabat tangan Megawati yang sudah menunggu di ruangan itu terlebih dahulu. Tidak hanya Megawati sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wakil Presiden Ke-6 RI yang juga Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno, serta Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya juga telah berada di ruangan itu lebih dulu.

Usai menyapa Megawati, Prabowo kemudian menyapa dan bersalaman dengan Try Sutrisno, “Pak Tri,” kata Prabowo.

“Silakan, Pak. Mari. Monggo, Pak,” lanjut Prabowo seraya mengarahkan tangannya ke meja makan, dan mempersilakan Try Sutrisno untuk duduk dan menikmati kudapan.

Usai duduk di meja oval ruangan, Presiden Prabowo pun berkelakar kepada Megawati yang duduk berhadapan dengannya, untuk mencairkan suasana.

“Ibu agak kurus, Bu. Waduh, luar biasa. Ibu kurus. Diet Ibu berhasil,” kata Prabowo.

Mendengar hal itu, Megawati pun seakan mengiyakan. “Oh iya, diet kurus itu,” katanya.

Kemudian, Megawati pun kembali melempar candaan ke Prabowo dengan menawarkan kudapan di depannya.

“Lha ini monggo,” katanya seraya menunjuk tumpukan kue dan makanan ringan yang telah tersaji di meja.

Presiden Prabowo tertawa kecil dengan candaan Megawati. Kepala Negara kemudian menekankan bahwa minum kopi adalah yang utama saat pagi hari.

“Yang penting kalau pagi kopi,” kata Prabowo.

Dalam momen yang jarang tertangkap kamera itu, Prabowo duduk didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sementara di sisi kirinya duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Megawati hadir dengan balutan kemeja putih panjang dengan lencana BPIP di lengan kirinya, serta duduk diapit oleh Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno dan Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya.

Tak lama kemudian, Prabowo bahkan sempat berpindah tempat duduk, mendekat dan duduk tepat di sebelah Megawati, menandakan hubungan yang cair dan penuh rasa saling menghormati.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampak ikut dalam perbincangan dengan gestur agak menunduk setengah jongkok di antara keduanya untuk menyimak obrolan hangat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Siti Fauziah: Ini Jiwa, Bukan Hanya Teks

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, tampil sebagai Pembina Upacara. Aktual/DOK MPR RI

JAkarta, aktual.com – Suasana khidmat mewarnai halaman Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pagi ini. Dalam balutan upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, tampil sebagai Pembina Upacara.

Mengenakan seragam resmi, Siti dengan penuh semangat membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), seraya mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali merenungi makna Pancasila sebagai dasar negara.

“Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Siti di hadapan peserta upacara.

Lebih dari sekadar seremonial, peringatan Hari Lahir Pancasila menurutnya adalah momen penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen historis, tapi adalah “jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Dalam pidatonya, Siti menyoroti pentingnya Pancasila sebagai perekat kebhinekaan. Di tengah bangsa yang terdiri dari lebih 270 juta jiwa dengan latar belakang yang sangat beragam, Pancasila menjadi simpul pemersatu.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” ujar Siti lantang.

Ia juga menekankan bahwa setiap sila dalam Pancasila memuat prinsip yang relevan untuk membangun bangsa, mulai dari nilai-nilai ketuhanan hingga keadilan sosial. Menurutnya, semangat gotong royong, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia adalah esensi utama yang harus terus dihidupkan.

Siti mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan Asta Cita, delapan agenda prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu poin penting dari agenda ini adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” ucapnya serius.

Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, Pancasila kini menghadapi tantangan serius: penyebaran paham radikal, intoleransi, hingga banjir disinformasi. Karena itu, revitalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi sangat mendesak, bahkan harus menyentuh ruang-ruang digital.

“Kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital,” ujar Siti.

Siti juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini di dunia pendidikan. Tidak hanya dalam bentuk teori di kelas, tetapi juga melalui teladan dan praktik keseharian.

“Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral,” katanya.

Upacara ini turut dihadiri para tokoh penting, seperti Sekjen DPR RI Indra Iskandar, Sekjen DPD RI Komjen Pol Mohammad Iqbal, serta jajaran pimpinan perbankan dari Bank Mandiri, BNI, BRI, hingga Nobu Bank. Hadir pula para ASN dan peserta upacara lainnya yang menambah semarak peringatan sakral ini.

Di tengah tantangan zaman, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan. Tapi, seperti yang disampaikan Siti, ini adalah panggilan moral untuk menjaga fondasi kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

BTN Indonesia Fashion Week 2025 Sukses Digelar

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu berbincang dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan saat menyaksikan peragaan busana pada malam penutupan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 di Jakarta, Minggu (1/6). BTN IFW 2025 yang diselenggarakan mulai 28 Mei hingga 1 Juni 2025 telah sukses digelar dengan menghadirkan 200 desainer dan 200 tenant dari seluruh Indonesia. BTN mendukung acara BTN IFW 2025 karena industri fesyen memiliki multiplier effect terhadap UMKM sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi negeri. Tidak hanya itu, industri fesyen Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan brand-brand fesyen luar negeri yang sudah mendunia. Selama lima hari penyelenggaraan BTN IFW 2025, transaksi yang berhasil dilakukan mencapai lebih dari Rp4 miliar, meningkat 50% dibanding IFW tahun 2024, dengan Bale by BTN menyumbang sekitar 63% dari total transaksi tersebut. Aktual/DOK BTN

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Peringati Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegas Ingatkan Pejabat: Negara Ini Tak Bisa Ditipu!

Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin upacara peringatab HaribLahir Pancasila di Jakarta, Senin pagi (2/6). Aktual/TIM PRESIDEN PRABOWO

Jakarta, aktual.com — Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para elite pejabat pemerintah agar tak coba-coba mempermainkan atau menipu bangsa sendiri. Ia meminta seluruh pejabat pemerintah bebenah diri untuk membangun Indonesia.

“Saya sekali lagi, mengimbau, mengajak mereka-mereka jangan menganggap negara ini tidak ada, jangan menganggap negara ini bisa dipermainkan, jangan menganggap NKRI bisa dibohongi, jangan menganggap NKRI bisa ditipu,” kata Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6).

Prabowo mengatakan tak akan segan menyingkirkan orang-orang yang tidak setia pada NKRI dan tak patuh hukum. Ia berharap nilai-nilai Pancasila tak cuma jadi slogan, tapi dihayati sehingga segala bentuk penyelewengan bisa berhenti.

“Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar, kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewenganm semua kebocoran harus berhenti, semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” tegasnya.

Dia yakin Indonesia bisa tumbuh jadi bangsa yang kuat serta menghadapi berbagai tantangan global jika bersih dari korupsi, manipulasi, dan penipuan. Apalagi, kata Prabowo, Indonesia adalah negara besar yang kaya.

Prabowo menegaskan tak boleh lagi ada kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Ia pun meminta rakyat ikut memantau berbagai pelanggaran yang terjadi dan tak ragu melaporkannya.

“Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia, mari kita bersatu .Jangan ragu-ragu, melihat pejabat, pemimpin melanggar laporkan! Sekarang kita punya teknologi setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget.Kkalau ada bukti segera siarkan, jangan mau terima penyelewengan, jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya,” katanya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan agar rakyat tak mudah diadu domba oleh pihak asing. Menurutnya, banyak pihak asing yang mendanai organisasi yang bertujuan mengadu domba rakyat Indonesia.

“Seluruh rakyat Indonesia bersatu, perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokkan. Ini selalu yang diharapkan oleh kekuatan-kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Momen Akrab Prabowo dan Megawati Sebelum Upacara Hari Lahir Pancasila

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6), jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Aktual/TIM PRESIDEN PRABOWO

Jakarta, aktual.com – Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6), jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terlihat berbincang akrab dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah momen yang mencuri perhatian.

Keduanya duduk saling berhadapan di sebuah meja oval panjang, ditemani sejumlah tokoh penting negara. Di sisi kanan Prabowo tampak Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sementara di sisi kirinya duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Megawati hadir dengan balutan kemeja putih lengan panjang, duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. Tak lama kemudian, Prabowo bahkan sempat berpindah tempat duduk, mendekat dan duduk tepat di sebelah Megawati, menandakan hubungan yang cair dan penuh rasa saling menghormati.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampak ikut dalam perbincangan, menunduk setengah jongkok di antara keduanya untuk menyimak obrolan hangat tersebut. Momen-momen informal ini terjadi hanya beberapa saat sebelum upacara dimulai, yang tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

Menjelang pelaksanaan upacara, Megawati juga terlihat berada di sisi belakang Prabowo, diapit oleh Gibran saat mereka berjalan bersama menuju mimbar kehormatan.

Interaksi ini mencerminkan harmoni simbolik antar pemimpin lintas generasi di tengah momentum kebangsaan yang sakral, memperkuat semangat persatuan dalam bingkai ideologi Pancasila.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Inggris Siap Beli Jet Tempur Bersenjata Nuklir dari Amerika Serikat

Jet tempur F-35 buatan AS. Aktual/ANADOLU

Jakarta, aktual.com – Pemerintah Inggris ingin membeli jet tempur dari AS yang mampu menggunakan senjata nuklir taktis, khususnya bom jenis jatuh bebas, surat kabar Times melaporkan.

Menurut laporan itu, pembelian jet tersebut akan menjadi ekspansi pertahanan terbesar Inggris sejak Perang Dingin.

Menteri Pertahanan John Healey dan Kepala Staf Umum Laksamana Sir Tony Radakin berencana membeli jet tempur buatan AS yang mampu meluncurkan bom jatuh bebas (free-fall bombs).

Bom tersebut adalah senjata nuklir taktis yang berdaya ledak lebih kecil dibandingkan bom nuklir konvensional.

Disebutkan dalam laporan itu bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mendukung pembahasan terkait rencana tersebut.

Pemerintah Inggris juga dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan Pentagon (Departemen Pertahanan AS).

Sejumlah sumber mengatakan bahwa Inggris sedang mempertimbangkan untuk membeli jet tempur siluman F-35A Lightning buatan Lockheed Martin dan jenis pesawat lainnya.

Sebelumnya, Healey mengatakan bahwa Inggris akan menghabiskan 3 persen dari PDB untuk sektor pertahanan hingga 2034.

Newsweek pada 6 Mei melaporkan bahwa negara-negara sekutu AS di Eropa tidak akan mendapatkan pengganti jet tempur F-35 buatan AS hingga jet yang lebih canggih tersedia.

Dengan mengutip sejumlah analis dan pejabat, majalah AS itu menulis bahwa jet tempur yang lebih canggih kemungkinan baru tersedia dalam waktu satu dekade lebih.

Seorang pejabat Eropa Tengah yang berbicara secara anonim mengatakan bahwa skenario ini tidak dapat dihindari meski Eropa sangat ingin meningkatkan postur pertahanannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain