1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 776

Jaksa Penuntut Mahkamah Internasional Tolak Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Mahkamah Pidana Internasional (Xinhua)

Den Haag, aktual.com – Kantor Jaksa Penuntut di Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) menentang permintaan Israel untuk menarik surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Israel Yoav Gallant.

Jaksa penuntut Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) menekankan bahwa “tidak ada dasar hukum” untuk menarik atau membatalkan surat perintah tersebut.

Jaksa tersebut juga mendesak para hakim untuk melanjutkan investigasi atas dugaan kejahatan yang dilakukan di Gaza.

Dalam sebuah pengajuan gugatan hukum setebal 10 halaman yang diunggah di situs webnya pada Rabu (21/5), jaksa penuntut Karim Khan menanggapi pengajuan Israel pada awal bulan ini. Israel telah meminta pengadilan, atau Kamar Pra-Persidangan I, untuk menarik surat perintah dan menangguhkan penyelidikan ICC hingga ada keputusan atas tantangan Israel terhadap yurisdiksi pengadilan.

Jaksa penuntut menekankan bahwa “tidak ada dasar untuk menarik atau membatalkan surat perintah tersebut,” seraya menegaskan bahwa ICC telah menetapkan tindakan yang dituduhkan kepada Netanyahu dan Gallant termasuk dalam yurisdiksi pengadilan. ICC sebelumnya menemukan “alasan yang masuk akal untuk meyakini” bahwa kedua pejabat tersebut bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza antara 8 Oktober 2023 dan 20 Mei 2024.

Gugatan yurisdiksi Israel telah ditolak pada November 2024, tetapi Majelis Banding membatalkan keputusan itu pada April 2025, dengan alasan-alasan yang tidak memadai. Namun, jaksa penuntut mengklarifikasi bahwa pembatalan ini “tidak berpengaruh pada surat perintah.”

Dalam kesimpulannya, jaksa penuntut meminta para hakim menolak permintaan Israel untuk menarik atau membatalkan surat perintah penangkapan, dan “menolak permintaan Israel untuk penangguhan investigasi atas situasi di Palestina.”

Pada November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant atas “kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.” Pada Februari 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap badan internasional tersebut, termasuk hukuman finansial dan pembatasan visa, dengan menuduh pengadilan tersebut “terlibat dalam tindakan tidak sah dan tidak berdasar yang menargetkan Amerika dan sekutu dekat kami, Israel.”

Baru-baru ini, raksasa perangkat lunak AS, Microsoft, memblokir akun email kepala jaksa penuntut ICC, Khan, dengan alasan sanksi Trump. Tindakan pemblokiran ini dilaporkan telah melumpuhkan pekerjaan ICC karena ketergantungan yang besar pada penyedia layanan seperti Microsoft.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Luhut Promosikan Danantara ke Pejabat China

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat dengan anggota Dewan Urusan Ekonomi dan Sosial China di Beijing pada Kamis (22/5/2025). ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri.

Beijing, aktual.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke China dan bertemu sejumlah pejabat Tiongkok dengan salah satu agenda untuk mempromosikan keunggulan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi, saya sampaikan bahwa Danantara ini konsolidasi dari semua aset BUMN kita. Jadi kita buat lebih transparan, lebih profesional,” kata Luhut kepada ANTARA di Beijing, Kamis (22/5).

Luhut Binsar Panjaitan melakukan lawatan ke Beijing pada 20-22 Mei 2025 bersama dengan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional⁠ ⁠(DEN) Mari Elka Pangestu, Anggota sekaligus Direktur Eksekutif DEN Mochammad Firman Hidayat, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Chief Information Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) Pandu Sjahrir, dan pejabat terkait lainnya.

Selain bertemu dengan Menlu Wang Yi, sejumlah delegasi juga bertemu dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC), lembaga pengelola dana kekayaan negara China China Investment Corporation (CIC), Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), State Development and Investment Corporation (SDIC) hingga Bank Of China (BOC).

“Danantara asetnya hampir 1 triliun dolar AS. Jadi saya sampaikan ke Menlu Wang Yi, ‘Kenapa tidak kita buat ‘Joint Sovereign Wealth Fund’ untuk satu tujuan, misalnya Danantara mengalokasikan satu miliar dolar AS dan pihak China satu miliar dolar AS atau jumlah yang lain, dan sepertinya akan berjalan,” ungkap Luhut.

Total aset yang akan dikelola Danantara sejak resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 tersebut mencapai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.000 triliun.

Pendanaan awal Danantara adalah sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp326 triliun dengan fokus berbagai proyek seperti hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga; pembangunan pusat data; pengembangan kecerdasan buatan, pembangunan kilang minyak pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein serta pengembangan energi terbarukan.

Luhut mengatakan baik pemerintah maupun pengusaha China masih menilai bahwa Indonesia sebagai lokasi investasi yang bagus.

“Mereka juga dapat untung dari kita karena saya sampaikan China juga untuk masalah suplai ‘critical mineral’ bisa China gabung dengan kita dan kita ajak juga Amerika kalau dia mau, Abu Dhabi juga, kenapa harus bertengkar?” kata Luhut seraya menambahkan bahwa yang perlu dilakukan saat ini adalah implementasi langsung di lapangan.

“Yang saya tangkap di China semua sejalan, jadi kompak, tidak ada yang bicara ke utara, ke timur, ke selatan. Habis energi. Dan saya pikir Presiden Prabowo orangnya kan juga jelas semuanya, tinggal sekarang pembantunya harus cepat melakukan implementasinya,” ungkap Luhut.

Selain soal Danantara, pembicaraan dengan pejabat di China juga terkait dengan ekonomi hijau dan pengaplikasian “Carbon Capture and Storage” dan “Carbon Capture Utilisation and Storage” (CCS/CCUS).

CCS/CCUS merupakan teknologi yang memungkinkan emisi karbon dioksida (CO2) dipisahkan dari sumbernya, diangkut, dan disimpan secara permanen di bawah tanah. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi CO2 dari berbagai sektor industri, seperti pembangkit listrik, industri berat dan manufaktur.

“Carbon capture storage kita punya 600 giga ton. Jadi kita bikin kerja samanya, dimasukkan ke bawah tanah sehingga bisa ‘green’. Semua target emisi karbon 2050 bisa juga kita capai,” ungkap Luhut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bentengi Generasi Muda, Lestari Moerdijat Tekankan Urgensi Pendidikan Antikekerasan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Dorong pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini dengan asupan gizi, pendidikan, dan pola asuh yang tepat, demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan.

“Masa perkembangan anak usia dini merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang untuk menanamkan karakter kuat yang mendukung kemampuan berpikir anak,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/5).

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kementerian PPN/BKKBN),
pada Selasa (20/5), meluncurkan Indeks Perkembangan Anak Usia Dini atau Early Childhood Development Index (ECDI) 2030 tahun 2024.

Hasil pengukuran pada 2024, ECDI 2030 Indonesia mencatatkan sebesar 87,7% anak Indonesia usia 24-59 bulan berkembang sesuai dengan tahap perkembangan, pembelajaran, kesejahteraan, psikososial, dan kesehatan.

Pengukuran indeks yang terdiri dari aspek gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak usia dini itu, merupakan hasil kerja sama Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Badan Pusat Statistik, UNICEF, dan Tanoto Foundation.

Menurut Lestari, pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini dengan langkah-langkah yang terukur harus konsisten dilakukan agar proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional dapat melahirkan generasi yang tangguh.

Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, pencatatan ECDI 2030 yang diluncurkan Bappenas tersebut merupakan bagian dari upaya agar proses pembangunan SDM  nasional dapat berjalan sesuai dengan target yang dicanangkan pemerintah.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berharap data yang didapat dalam proses pencatatan ECDI 2030 tersebut bisa segera ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat.

Menurut Rerie, pelaksanaan sejumlah program yang mendukung pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini harus mendapat dukungan semua pihak.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, butuh kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat dalam upaya membangun fondasi yang kokoh pada proses pembangunan SDM nasional, demi mewujudkan generasi penerus yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Rupiah dan IHSG Pagi Ini Kembali Menguat

Ilustrasi Indeks Hasil Saham Gabungan

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (23/5) pagi di Jakarta menguat sebesar 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.320 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.328 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka menguat 39,38 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.206,36.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,84 poin atau 0,72 persen ke posisi 820,85.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Harga Emas Kompak Naik Rp9.000 Setelah Kemarin Meroket Rp45.000

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/HO-Bos Emas Indonesia

Jakarta, aktual.com – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Jumat (23/5), menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 kembali mengalami kenaikan harga jual setelah kemarin kompak meroket.

Emas Antam naik Rp9.000, setelah kemarin meroket Rp45.000 per gram. Kini emas tersebut dibanderol Rp1.995.000 dari semula Rp1.986.000 per gram.

Begitu pula emas Galeri24 yang turut naik Rp9.000 dari semula Rp1.911.000 menjadi Rp1.920.000 per gram.

Sementara, emas buatan UBS naik Rp7.000 ke angka Rp1.929.000 dari awalnya Rp1.922.000 per gram.

Emas buatan Antam dan Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Sementara, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

Harga emas Antam:

– Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.050.000

– Harga emas Antam 1 gram: Rp1.995.000

– Harga emas Antam 2 gram: Rp3.927.000

– Harga emas Antam 5 gram: Rp9.738.000

– Harga emas Antam 10 gram: Rp19.418.000⁠

– Harga emas Antam 25 gram: Rp48.415.000

– Harga emas Antam 50 gram: Rp96.747.000

– Harga emas Antam 100 gram: Rp193.413.000

– Harga emas Antam 250 gram: Rp483.258.000

– Harga emas Antam 500 gram: Rp966.298.000

– Harga emas Antam 1000 gram: Rp1.932.554.000.⁠

Harga emas UBS:

– Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.043.000

– Harga emas UBS 1 gram: Rp1.929.000

– Harga emas UBS 2 gram: Rp3.826.000

– Harga emas UBS 5 gram: Rp9.454.000

– Harga emas UBS 10 gram: Rp18.807.000

– Harga emas UBS 25 gram: Rp46.926.000

– Harga emas UBS 50 gram: Rp93.657.000

– Harga emas UBS 100 gram: Rp187.240.000

– Harga emas UBS 250 gram: Rp467.961.000

– Harga emas UBS 500 gram: Rp934.820.000

Harga emas Galeri24:

– Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.008.000

– Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.920.000

– Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.782.000

– Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.385.000

– Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.719.000

– Harga emas Galeri24 25 gram: Rp46.683.000

– Harga emas Galeri24 50 gram: Rp93.290.000

– Harga emas Galeri24 100 gram: Rp186.488.000

– Harga emas Galeri24 250 gram: Rp465.990.000

– Harga emas Galeri24 500 gram: Rp931.521.000

– Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.863.040.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Prabowo Restui Konsorsium Huayou Ambil Alih Proyek Baterai EV dari LG

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (kanan) saat memberikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menyetujui konsorsium Huayou menggantikan LG pada proyek baterai kendaraan listrik.

Bahlil, usai rapat terbatas dengan Presiden, menjelaskan bahwa Kepala Negara telah memberikan persetujuan atas kelanjutan proyek hilirisasi baterai senilai 9,8 miliar dolar AS yang sebelumnya dikelola LG kini dilanjutkan oleh Huayou.

“Alhamdulillah sudah diputuskan oleh Bapak Presiden dan atas arahan bapak Presiden sekarang sudah dilakukan konsorsium Huayou, dan ini tidak ada masalah lagi. Ini sudah siap dilakukan ground breaking,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Bahlil menyampaikan bahwa struktur kepemilikan proyek ini menempatkan BUMN sebagai pemegang saham mayoritas di sektor hulu sebesar 51 persen.

Sementara untuk joint venture (JV) berikutnya, porsi saham saat ini sebesar 30 persen, namun Pemerintah berupaya menaikkannya karena Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan turut berpartisipasi.

“Sementara di JV berikutnya itu sekarang 30 persen, tapi kita upayakan untuk ada kenaikan karena Danantara juga akan ikut berpartisipasi. Nah ini arahan Bapak Presiden akan dimaksimalkan untuk diatas 40 – 50 persen. Tapi semua itu dalam proses negosiasi,” ucap Bahlil.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menegaskan bahwa isu keluarnya LG dari proyek baterai kendaraan listrik adalah keliru.

“Informasi yang menyatakan seolah-olah LG keluar, saya ingin mengatakan bahwa itu tidak benar. Yang benar itu adalah saya sebagai ketua satgas waktu itu, kemudian memutuskan untuk membatalkan apa yang dilakukan oleh LG karena terlalu lama. Lalu kemudian saya sama Pak Rosan (Roeslani), bersama-sama rapat dengan pak Erick (Thohir) untuk kita mencari penggantinya yaitu Huayou. Ini informasinya yang clear,” kata dia.

Diketahui, proyek ini menargetkan pembangunan baterai kendaraan listrik dengan kapasitas 30 GWh. Dalam perjalanannya, LG sudah membangun 10 GWh pertama dan kini tersisa 20 GWh yang akan dilanjutkan oleh Huayou.

Investasi dari proyek tersebut sudah terealisasi sebesar 1,2 miliar dolar AS atau Rp20,2 triliun, dan nantinya Huayou akan mengisi sebagian besar sisa investasi yang mencapai 8,6 miliar dolar AS atau Rp145,2 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain