13 April 2026
Beranda blog Halaman 78

KPK Tegaskan Tahanan Rumah Gus Yaqut Tak Ganggu Penyidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan keputusan menjadikan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, sebagai tahanan rumah tidak akan menghambat proses penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil dengan tetap mempertimbangkan efektivitas penegakan hukum.

“Kami pastikan tidak menghambat proses penyidikan,” kata Budi kepada jurnalis di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini KPK tengah fokus melengkapi berkas penyidikan agar perkara tersebut segera dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan. “Kami akan segera melengkapi berkas penyidikannya agar bisa segera dilimpahkan ke tahap penuntutan,” ucapnya.

Sebelumnya, informasi mengenai tidak terlihatnya Gus Yaqut di rumah tahanan negara (rutan) mencuat dari keterangan Silvia Rinita Harefa, istri terdakwa kasus dugaan korupsi sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Silvia mengaku mendapat informasi dari para tahanan bahwa Yaqut sudah tidak berada di rutan sejak Kamis (19/3) malam.

“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar Kamis malam,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (21/3).

Silvia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima Yaqut, yang mantan Menteri Agama di era Presiden Jokowi tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idulfitri di dalam rutan.“Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Silvia mengatakan informasi tersebut diketahui oleh banyak tahanan dan menimbulkan tanda tanya.

“Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka bertanya-tanya saja. Katanya ada pemeriksaan, tetapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan,” ujarnya.

Silvia pun menyarankan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Menanggapi hal itu, KPK pada Sabtu (21/3) malam mengonfirmasi bahwa Yaqut telah dialihkan status penahanannya menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil setelah adanya permohonan dari pihak keluarga yang diajukan pada 17 Maret 2026. Meski begitu, KPK memastikan pengawasan terhadap Yaqut tetap dilakukan secara ketat selama masa penahanan rumah.

Dalam perkara ini, Yaqut telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Indonesia tahun 2023–2024 sejak 9 Januari 2026. Ia sempat ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK pada 12 Maret 2026 setelah upaya praperadilannya ditolak sehari sebelumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Tahanan Rumah Yaqut Dipersoalkan, MAKI Desak KPK Kembalikan ke Rutan

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, Aktual.com – Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yeng menjabat diera Presiden Jokowi menjadi tahanan rumah, menuai kritik dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Boyamin menilai langkah tersebut tidak transparan dan berpotensi mencederai rasa keadilan publik. Ia mengakui bahwa secara aturan, penyidik KPK memiliki kewenangan untuk melakukan maupun mengalihkan penahanan, namun harus disertai alasan yang jelas dan disampaikan secara terbuka.

“Ya, penyidik atau KPK berwenang melakukan penahanan, juga berhak mengalihkan, juga berhak menangguhkan. Dan itu KPK pernah menangguhkan orang yang ditahan karena sakit,” ujar Boyamin, Minggu (22/3/2026).

Ia menyoroti tidak adanya pengumuman resmi dari KPK terkait pengalihan penahanan tersebut. Menurutnya, informasi justru beredar lebih dulu dari pihak lain sehingga menimbulkan kekecewaan publik.

“Yang jadi masalah sekarang ini adalah untuk pengalihan tahanan rumah Yaqut itu menjadi sangat mengecewakan kita semua. Karena satu, tidak ada pengumuman,” katanya.

Boyamin menegaskan bahwa keterbukaan merupakan prinsip utama dalam penegakan hukum oleh KPK. Setiap keputusan, baik penahanan maupun pengalihannya, seharusnya disampaikan kepada publik.

“Kalau melakukan penahanan diumumkan, melakukan pengalihan penahanan ya harus diumumkan, sehingga masyarakat tidak kecewa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan tersebut. Menurutnya, pengalihan penahanan seharusnya mendapatkan persetujuan pimpinan KPK, bukan hanya keputusan penyidik.

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif, mengingat selama ini pengalihan penahanan umumnya dilakukan karena alasan kesehatan.

“KPK tidak pernah melakukan penangguhan penahanan sepanjang itu tidak sakit. Nah ini tiba-tiba tidak sakit ditangguhkan, apalagi menjelang Lebaran,” kata Boyamin.

Menurutnya, kondisi ini dapat memicu tuntutan serupa dari tahanan lain yang merasa diperlakukan tidak adil.

Karena itu, Boyamin mendesak KPK untuk mengembalikan penahanan Yaqut ke rumah tahanan demi menjaga prinsip keadilan.

“Selanjutnya saya minta kepada KPK untuk melakukan penahanan dalam rutan. Ini demi keadilan,” tegasnya.

MAKI juga mendorong Dewan Pengawas KPK untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etik dalam kebijakan tersebut. Boyamin menyatakan pihaknya siap menempuh jalur hukum, termasuk mengajukan praperadilan, sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut.

“Kita akan gugat praperadilan KPK karena tidak serius dan tidak profesional,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Hari Kedua Lebaran, Ribuan Pemudik Mulai Kembali ke Ibu Kota

Calon penumpang Kereta Api ke sejumlah tujuan pulau jawa, bersiap memasuki kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memprediksi pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api mengalami peningkatan pada 29 Mei hingga 4 Juni dengan puncak arus mudik pada Jumat, 31 Mei. SP/Joanito De Saojoao.

Jakarta, Aktual.com – Arus balik Lebaran mulai terlihat pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan puluhan ribu pemudik dan perantau kembali ke Jakarta melalui layanan kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 41.663 penumpang tiba di Ibu Kota pada Minggu (22/3/2026).

Para penumpang tersebut datang melalui sejumlah stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta, antara lain Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikampek, Cikarang, Jatinegara, dan Karawang.

“Sementara, sebanyak 41.754 penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta ke berbagai kota di Pulau Jawa hari ini,” ujar Franoto.

Ia merinci, khusus di Stasiun Pasar Senen, jumlah keberangkatan penumpang mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Pada hari ini tercatat sebanyak 19.604 penumpang berangkat, naik dari 18.814 penumpang pada hari H Lebaran.

“Sementara, untuk kedatangan di Stasiun Pasar Senen hari ini adalah sebanyak 15.994 penumpang,” katanya.

Adapun di Stasiun Gambir, jumlah keberangkatan tercatat sebanyak 14.174 penumpang, sedangkan kedatangan mencapai 11.047 penumpang.

Franoto juga menyebutkan total kapasitas tempat duduk kereta api jarak jauh mencapai 1.083.623 kursi, dengan volume penumpang berangkat pada 22 Maret 2026 sebanyak 45.841 orang.

Secara kumulatif, jumlah penumpang yang berangkat pada periode 11 hingga 22 Maret 2026 mencapai 579.083 orang. Sementara itu, total tiket yang telah dipesan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 790.692 tiket.

“Rata-rata okupansi periode tersebut mencapai 73 persen, dengan sisa kapasitas tempat duduk sebanyak 290.982 kursi untuk keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026,” jelasnya.

Ia menambahkan, puncak penjualan tiket kereta api jarak jauh terjadi pada masa mudik atau pra-Lebaran, yakni pada 11–20 Maret 2026, dengan total 483.389 tiket terjual.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Selat Hormuz Ditutup Iran, 20 Negara Siap Amankan Jalur Energi Dunia

Peta Selat Hormuz (Strait of Hormuz) yang merupakan jalur pelayaran angkutan minyak dan gas alam paling penting dunia

Jakarta, Aktual.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Penutupan jalur vital distribusi energi dunia itu memicu respons internasional, termasuk komitmen dari sedikitnya 20 negara untuk menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa puluhan negara telah menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas jalur laut strategis tersebut. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan kelancaran distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global.

Sebelumnya, pada Kamis (19/3), enam negara yakni Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang telah lebih dulu mengeluarkan pernyataan bersama terkait upaya pengamanan Selat Hormuz.

“Kami menyatakan kesiapan untuk berkontribusi langkah yang tepat untuk memastikan pelayaran aman di Selat Hormuz. Kami menyambut komitmen bangsa-bangsa yang terlibat dalam rencana persiapannya,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Negara-negara tersebut menegaskan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasok energi global merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan dunia.

“Gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasok energi global merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan global,” lanjut pernyataan itu.

Selain itu, mereka juga menyerukan penerapan moratorium segera dan komprehensif guna menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.

Pada Sabtu (21/3), daftar negara yang terlibat bertambah dengan bergabungnya 14 negara lain, antara lain Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, Latvia, Slovenia, Estonia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, dan Rumania.

Ketegangan bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di berbagai kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada terhentinya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan LPG dunia.

Penutupan jalur tersebut memicu kekhawatiran global, termasuk lonjakan harga energi di berbagai negara yang bergantung pada pasokan dari kawasan Teluk.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Hadapi Krisis Global, Masyarakat Diminta Tetap Rasional dan Tenang

Ilustrtasi grafik

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, mengimbau masyarakat tetap tenang dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah,  di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, sebagai dampak konflik Timur Tengah.

Konflik di kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi energi dunia.

Okta menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan langkah preventif dari pemerintah agar dampak global tidak dirasakan secara berat oleh masyarakat.

“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus PAN itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, mengingat situasi global yang tidak menentu kerap memicu spekulasi dan kepanikan.

Ia menekankan pentingnya sikap tenang dan rasional dalam menghadapi kondisi tersebut. Momentum Lebaran, kata dia, dapat menjadi penguat solidaritas sosial melalui tradisi saling memaafkan dan menjaga silaturahmi.

“Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” kata Okta.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat memahami kebijakan pemerintah dalam konteks jangka panjang, yang bertujuan melindungi masyarakat dari dampak krisis global yang lebih besar.

Okta menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional, dengan tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta saling mendukung.

“Lebaran tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada solidaritas warganya,” ujarnya.

 

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Hari Kedua Lebaran, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Petir di Banyak Kota

Pengendera bermotor menerjang hujan di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017). BMKG memperkirakan awal musim kemarau akan tiba pada Mei hingga Juli sehingga pada peralihan musim atau pancaroba, masyarakat diminta mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Prakirawan BMKG, Puji Rosita, mengatakan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif.

BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

“Untuk wilayah bagian barat Indonesia, masyarakat agar mewaspadai potensi hujan yang disertai petir di Bandar Lampung dan Banjarmasin. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Jambi, Bandung, dan Surabaya,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Selain itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar seperti Padang, Pangkalpinang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Samarinda, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Serang, dan Pontianak.

Untuk wilayah Indonesia timur, BMKG memperingatkan potensi hujan disertai petir di Kendari serta hujan dengan intensitas sedang di Mamuju. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Kupang, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian besar wilayah Papua.

Sedangkan kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Gorontalo, Manokwari, dan Nabire.

BMKG menegaskan prakiraan tersebut merupakan gambaran umum. Untuk pembaruan cuaca secara berkala, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain