12 April 2026
Beranda blog Halaman 79

PPI Maroko Siapkan Bimbel Tes Kemenag bagi Calon Pelajar yang Mau Studi di Negeri Maghrib

Jakarta, aktual.com – Program bimbingan belajar untuk tes seleksi studi ke Maroko melalui Kementerian Agama Indonesia resmi diluncurkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Maroko (PPI Maroko) dengan fokus utama pada penguasaan bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman.

Pendirian program ini dilatar belakangi oleh meningkatnya minat para santri di Indonesia untuk melanjutkan studi di negeri Maghrib ini setiap tahunnya yang kerap tidak dibarengi dengan kemampuan bahasa dan pemahaman ilmu-ilmu keislaman yang memadai.

“Berdasarkan observasi kami, minat santri dari Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah untuk kuliah di Maroko terus naik tiap tahunnya. Tapi terkadang, semangat yang maksimal ini tidak dibarengi dengan persiapan yang maksimal juga. Oleh karena itu, kami berinsiatif untuk mendukung minat ini dengan menghadirkan Program Bimbel yang memfokuskan pembelajarannya ke materi yang diujikan di seleksi ke Maroko melalui Tes Kemenag” ujar salah satu tim dari program bimbel ini, Arrinda Zahwa Nur Fauziah Arristin.

Dengan tujuan utama menjembatani para calon mahasiswa baru dengan kesempatan studi di Maroko, program yang bernama “Bimbel Mizyan” ini menekankan pembelajaran pada materi tata bahasa, perubahan kata, pemahaman bacaan dan kosa kata, serta keterampilan berbicara di Bahasa Arab.

Melalui bimbingan belajar ini, diharapkan para calon mahasiswa baru dapat lebih memahami persiapan yang dibutuhkan untuk tes seleksi studi dan tinggal di Maroko.

“Dengan adanya bimbel ini, harapan kami ia dapat menjadi wadah manfaat bagi para peserta bimbel dalam keilmuan dan pendampingan interpersonal guna menunjang kesiapan tes seleksi ke Maroko melalui jalur Kemenag RI” ungkap salah satu tim dari program ini, Nazla Kayla Harahap.

Menurutnya, bimbingan ini juga merupakan langkah kecil PPI Maroko untuk membantu generasi berikutnya untuk melanjutkan studi di Maroko. Bagi para calon pelajar yang ingin mengikuti Bimbel bisa mengunjungi Instagram @miyzan.ma untuk mengetahui informasi lebih detail.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Pengiriman Pasukan ke Gaza Ditunda, DPR Sebut Langkah Pemerintah Sudah Tepat

Sejumlah personel pasukan perdamaian Garuda Bhayangkara melakukan simulasi pengamanan di wilayah konflik di Gedung Multi Fungsi Polri, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/4). Pasukan yang terdiri dari 215 orang diantaranya pasukan pendukung, pasukan taktis, dan pasukan SWAT, dipersiapkan untuk memastikan Indonesia siap mengirimkan pasukan dan logistik bagi perdamaian dunia. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Anggota DPR RI, Ahmad Heryawan, mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai keputusan tersebut sebagai langkah bijak di tengah situasi keamanan yang masih sangat dinamis di wilayah tersebut.

Menurutnya, pendekatan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan pilihan yang lebih tepat karena memiliki legitimasi hukum internasional yang kuat serta dapat meminimalkan risiko terhadap personel Indonesia.

“Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak. Kita harus memastikan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian benar-benar berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB,” ujar Ahmad Heryawan dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan bahwa situasi di Gaza masih penuh ketidakpastian, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kebijakan strategis, terutama yang berkaitan dengan keselamatan personel dan kedaulatan negara lain.

Ia menambahkan, selama ini keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia selalu berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta komitmen terhadap perdamaian global. Oleh karena itu, jalur PBB dinilai sebagai mekanisme paling tepat agar kontribusi Indonesia berjalan efektif dan diakui secara internasional.

Selain itu, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya peran diplomasi Indonesia dalam mendorong gencatan senjata permanen serta penyelesaian konflik secara damai di Gaza. Ia menyebut kontribusi Indonesia tidak hanya melalui pengiriman pasukan, tetapi juga bantuan kemanusiaan dan diplomasi aktif di forum internasional.

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk negara sahabat dan lembaga internasional, guna memastikan setiap langkah yang diambil memberikan dampak positif bagi perdamaian.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap peran Indonesia dalam forum internasional tertentu jika tidak sejalan dengan upaya menjamin kemerdekaan Palestina.

Ahmad Heryawan pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina serta menjaga persatuan dalam menyikapi isu global yang sensitif.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPR Dorong Penghapusan Pajak Ganda demi Keadilan bagi Rakyat

Ilustrasi: Pajak Ditanggung Negara, Beban Ditanggung Rakyat

Jakarta, Aktual.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah segera menghapus praktik pajak ganda, dalam sistem perpajakan nasional yang dinilai membebani masyarakat dan mencederai prinsip keadilan.

Firman menilai pemajakan berulang terhadap satu objek yang sama tidak hanya merugikan wajib pajak, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap negara. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sudah terlalu lama sistem ini dibiarkan. Negara seharusnya hadir melindungi rakyat, bukan justru menambah beban melalui kebijakan fiskal yang tidak adil,” kata Firman dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus Partai Golkar itu menyebut skema pajak ganda bertentangan dengan semangat keadilan sosial dan prinsip keberpihakan kepada masyarakat kecil. Jika tidak segera dibenahi, menurutnya, kondisi ini dapat memperlebar kesenjangan ekonomi.

Ia pun mendorong pemerintah bersama DPR untuk segera merevisi undang-undang perpajakan. Revisi tersebut diharapkan mencakup penyederhanaan sistem pajak, penghapusan pajak ganda, serta penguatan asas keadilan dan transparansi.

Selain itu, Firman menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan fiskal. Ia menyatakan bahwa setiap penerimaan pajak harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk kepentingan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Pajak adalah instrumen negara untuk membangun, bukan alat yang menekan rakyat. Transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan agar kepercayaan publik kembali pulih,” ujarnya.

Firman menilai isu keadilan pajak akan menjadi perhatian serius di parlemen, terutama di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya tuntutan publik terhadap keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa reformasi perpajakan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

“Keadilan pajak adalah fondasi keadilan sosial,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

PASBATA: Kami Hadir untuk Efendi, Jangan Sampai Masa Depannya Hilang

Gunungkidul, aktual.com — Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi (10) di Jeruken, Girisekar, Panggang, sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan nyata, baik moril maupun materiil, kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.

Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Efendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usia yang masih belia, ia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin dalam keterangannya, Kamis (19/3).

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi bisa kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, serta memastikan kedua orang tuanya mendapat penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, menyebut Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi itu, Fendi menjadi yang paling aktif merawat ibunya.

“Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi kembali sekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga. Bahkan, ada tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun Fendi menolak karena tak ingin jauh dari ibunya.

“Kalau di panti pulangnya beberapa bulan sekali. Fendi tidak mau jauh dari ibunya,” kata Wahono.

Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Idul Fitri 1447 H, Prabowo Ajak Bersatu, Pilih Lebaran Bersama Rakyat di Sumatera

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Aktual/BPMI-SETPRES

Presiden Prabowo Subianto membuka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan pesan yang sederhana namun tegas: kembali saling memaafkan dan menjaga persatuan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, ia mengajak masyarakat menjadikan Lebaran sebagai titik pulang—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faidzin,” kata Prabowo disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2026).

Pesan itu tidak berhenti pada ucapan seremonial. Prabowo menekankan pentingnya menjaga kohesi di tengah situasi yang tidak selalu mudah.

“Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” sambungnya.

Ia juga mengaitkan momentum Lebaran dengan semangat membangun bangsa. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin di hari raya seharusnya berlanjut dalam kerja nyata.

“Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, lebih kuat,” ujarnya.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita sekalian dan senantiasa melimpahkan rahmat serta berkahnya kepada bangsa Indonesia,” imbuh Prabowo.

Di luar pesan kenegaraan, Prabowo juga membagikan sisi personal menjelang Lebaran. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah momen kebersamaan bersama putranya, Didit Hediprasetyo, dan Titiek Soeharto. Foto itu memperlihatkan suasana santai di meja makan, lengkap dengan kehadiran kucing kesayangannya, Bobby Kertanegara.

“Alhamdulillah, 30 hari Ramadan telah kita lalui dengan penuh keimanan. Kini kita sambut hari kemenangan dengan hati yang bersih. Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun mendatang. Selamat berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tercint,” tulis Prabowo.

Prabowo Berlebaran di Sumatera Utara

Sementara itu, Prabowo memilih merayakan Idul Fitri tahun ini bersama masyarakat di luar Jakarta. Pada Jumat sore, ia bertolak menuju Medan, Sumatera Utara, untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja sekaligus menyambut malam takbiran di daerah.

“Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara dan Insyaallah akan Salat Idul Fitri di Aceh besok pagi,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pesawat yang membawa Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 15.00 WIB, dengan tujuan Pangkalan TNI AU Soewondo di Medan.

Dari sana, perjalanan berlanjut ke Aceh. Prabowo dijadwalkan menunaikan salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, sekaligus melakukan halalbihalal dengan warga setempat.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Kesabaran Teluk Menipis, Saudi Kirim Sinyal Keras ke Iran

Riyadh – Ketegangan di kawasan Teluk kian mendekati titik rawan. Di tengah rangkaian serangan yang menyasar fasilitas energi dan wilayah strategis, Arab Saudi mulai mengirimkan pesan yang lebih tegas kepada Teheran: kesabaran tidak akan berlangsung selamanya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, secara terbuka memperingatkan Iran agar menghentikan pola serangan yang dinilai terencana dan sistematis. Dalam konferensi pers di Riyadh, ia menegaskan bahwa negara-negara Teluk tidak hanya menjadi sasaran, tetapi juga memiliki kapasitas untuk merespons.

“Tingkat akurasi dalam beberapa penargetan ini. Anda dapat melihatnya di negara-negara tetangga kita maupun di kerajaan ini, menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang direncanakan, dipersiapkan, diorganisir, dan dipikirkan dengan matang,” kata Pangeran Faisal.

Pernyataan itu muncul setelah gelombang serangan yang mengguncang infrastruktur energi di kawasan. Fasilitas gas Ras Laffan di Qatar yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan LNG dunia, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Di Uni Emirat Arab, fasilitas gas Habshan juga terdampak, memaksa penghentian sementara operasional.

Qatar bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri negara itu menyampaikan “kecaman dan penolakan keras terhadap serangan terang-terangan Iran yang menargetkan Kota Industri Ras Laffan”. Sementara di Saudi, sistem pertahanan udara disebut berhasil mencegat sejumlah rudal yang mengarah ke Riyadh dan wilayah timur.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan keberhasilan menangani 13 rudal balistik dan 27 drone, meski puing-puing hasil pencegatan tetap menimbulkan gangguan di lapangan.

Pangeran Faisal tidak menutup kemungkinan langkah lebih jauh. Ia menegaskan bahwa opsi respons, termasuk tindakan militer, berada dalam spektrum keputusan yang bisa diambil jika situasi terus memburuk.

“Saya tidak akan menjabarkan apa yang akan dan tidak akan memicu tindakan defensif oleh Kerajaan [Arab Saudi] karena saya pikir itu bukan pendekatan yang bijaksana untuk memberi sinyal kepada Iran,” lanjut menteri luar negeri tersebut.

“Namun saya pikir penting bagi Iran untuk memahami bahwa kerajaan, tetapi juga para mitranya yang telah diserang dan pihak-pihak lain, memiliki kapasitas dan kemampuan yang sangat signifikan yang dapat mereka kerahkan jika mereka memilih untuk melakukannya,” katanya.

Peringatan itu semakin tajam ketika ia menyinggung batas toleransi yang mulai menipis. “Kesabaran yang ditunjukkan bukanlah tanpa batas. Apakah mereka [orang Iran] punya waktu satu hari, dua hari, atau seminggu? Saya tidak akan mengumumkannya melalui telegraf,” tambahnya.

Di balik pernyataan tersebut, tersirat kekhawatiran yang lebih dalam. Saudi menilai serangan-serangan ini bukan respons spontan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Iran untuk menekan kawasan dan komunitas internasional.

“Kita tahu pasti bahwa Iran telah membangun strategi ini selama dekade terakhir dan bahkan lebih,” kata Pangeran Faisal.

“Ini bukanlah reaksi terhadap situasi yang berkembang di mana Iran berimprovisasi. Ini telah direncanakan dalam perencanaan perang mereka yang menargetkan negara-negara tetangga dan menggunakan hal itu untuk mencoba menekan komunitas internasional,” katanya.

Konsekuensinya tidak hanya bersifat militer, tetapi juga diplomatik. Kepercayaan yang selama ini coba dibangun disebut telah runtuh.

“Jadi, ketika perang ini akhirnya berakhir, agar kepercayaan dapat dibangun kembali, itu akan membutuhkan waktu yang lama. Dan harus saya katakan, jika Iran tidak berhenti… segera, saya pikir hampir tidak ada yang dapat membangun kembali kepercayaan itu,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Berita Lain