18 April 2026
Beranda blog Halaman 87

Arus Balik Lebaran, Tol Cipali Terapkan One Way Arah Jakarta untuk Antisipasi Kepadatan

Penerapan one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta. (ANTARA/HO-Astra Tol Cipali)
Penerapan one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta. (ANTARA/HO-Astra Tol Cipali)

Subang, aktual.com – Petugas Astra Tol Cipali bersama pihak kepolisian pada Jumat pagi mulai menerapkan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cikopo-Palimanan arah Jakarta untuk menjaga kelancaran pada arus balik lebaran.

“Mulai pukul 08.47 WIB telah dimulai rekayasa lalu lintas ‘one way’ sebagian di ruas Tol Cipali arah Jakarta, dimulai dari KM 132 hingga KM 70,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo di Subang, Jawa Barat (Jabar), Jumat (27/3).

Ia mengatakan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta tersebut akan diperpanjang secara bertahap hingga mencapai akhir batas ruas Tol Cipali di KM 188 Palimanan.

Untuk penerapan perpanjangan one way di lapangan, menurut dia, bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian.

Sementara itu, sebelum dilakukan rekayasa one way, petugas Astra Tol Cipali bersama pihak kepolisian melakukan sterilisasi jalur dan rest area. Pembersihan (sterilisasi) jalur dan rest area telah dilakukan sekitar setengah jam sebelum diterapkan one way.

Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan.

Berdasarkan data pukul 00.00 WIB hingga 08.00 WIB pada Jumat, tercatat sekitar 19,7 ribu kendaraan telah melintasi ruas Tol Cipali menuju Jakarta.

Sedangkan untuk arah sebaliknya atau arus menuju Cirebon, tercatat sebanyak 5 ribu kendaraan melintasi ruas Tol Cipali.

Ia menyampaikan, guna menjaga keselamatan bersama, pengguna jalan diimbau untuk tidak berpindah jalur maupun menggunakan u-turn selama rekayasa lalu lintas one way berlangsung.

Apabila perlu berganti jalur, silakan keluar melalui gerbang tol terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan masuk kembali ke jalur yang diinginkan tanpa dikenakan tambahan tarif.

Astra Tol Cipali juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Mendukung Keputusan Pemerintah, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Prioritas

Anggota MPR RI F-Golkar Hetifah Sjaifudian memberikan kata sambutan saat pembukaan Sarasehan Nasional FraksiBersama usai membuka Sarasehan Nasional Fraksi Partai Golkar MPR RI di Nusantara IV, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menanggapi wacana terkait opsi pembelajaran dari rumah sebagai bagian dari upaya efisiensi energi di tengah dinamika global. DPR RI mengapresiasi langkah Pemerintah yang menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran dan tetap mengedepankan tatap muka.

Hetifah menekankan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas. Selain lebih efektif, pendekatan ini penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat digantikan.

“Dengan sistem zonasi yang telah berjalan, mayoritas siswa bersekolah relatif dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan,” ujar Hetifah, Jumat (27/03/2026).

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa belajar dari rumah memiliki sejumlah tantangan bila diterapkan secara luas, mulai dari risiko penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi guru dan siswa, hingga potensi meningkatnya kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas dan pendampingan di rumah.

“Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter,” tambahnya.

Meski demikian, pembelajaran jarak jauh tetap dapat digunakan secara fleksibel pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana alam, gangguan akses sementara, atau di wilayah terpencil dengan keterbatasan tenaga pendidik.

“Dalam situasi tersebut, PJJ menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung,” jelas Hetifah.

Ia menghimbau pemerintah daerah untuk tidak ragu melanjutkan pembelajaran tatap muka pasca libur Idul Fitri sesuai kebijakan yang telah ditetapkan, sembari terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Efek “Bola Salju” Tahanan Rumah Yaqut, ICW Soroti Potensi Perlakuan Istimewa di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, aktual.com — Perubahan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tahanan rumah memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk tahanan lain yang menginginkan perlakuan serupa. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai fenomena tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Bagi ICW, pemberian keistimewaan kepada YCQ dalam berdampak efek (bola) salju bagi tahanan KPK yang lain. Karena akan ada kesan perlakuan istimewa,” ujar peneliti ICW, Wana Alamsyah, kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

ICW mendesak Dewan Pengawas KPK untuk segera turun tangan menyelidiki kebijakan pengalihan status tersebut. Selain itu, ICW meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap tegas agar tidak kembali memberikan perlakuan serupa kepada tahanan lain.

“Oleh sebab itu, ICW mendesak agar Dewas segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan KPK beserta jajarannya yang memberikan keistimewaan bagi pelaku korupsi,” ujarnya.

“Selanjutnya, tidak boleh ada lagi perlakuan khusus bagi tahanan yang lain,” katanya.

ICW juga mencurigai kemungkinan adanya campur tangan pihak luar dalam keputusan tersebut. “Dan apabila ada dugaan intervensi dari pihak eksternal, KPK penting untuk menyampaikannya secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Peneliti ICW lainnya, Almas Sjafrina, turut meminta penjelasan terbuka dari KPK terkait alasan pengalihan status tahanan tersebut.

“Kami menilai KPK justru harus menghentikan praktik pengalihan tahanan tanpa alasan yang jelas dan mendesak,” ujar Almas.

“Jika terus dilakukan, ini akan melanggar asas equality before the law, juga membuka ruang konflik kepentingan,” tambahnya.

Permohonan Serupa Muncul dalam Kasus Lain

Dalam perkembangan lain, Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, yang tengah menjalani sidang kasus dugaan pemerasan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, juga mengajukan permohonan agar status penahanannya dialihkan menjadi tahanan rumah.

Permohonan tersebut disampaikan melalui penasihat hukumnya dalam sidang pembacaan dakwaan, bersama dua terdakwa lain, Arief Setiawan dan Dani Nursallam.

Pihak kuasa hukum mengajukan beberapa permintaan, termasuk agar persidangan dilakukan secara terpisah demi efektivitas pembuktian.

“Kami memohon agar pemeriksaan ketiga terdakwa dilakukan secara terpisah. Ini atas pertimbangan agar majelis hakim bisa lebih fokus dalam pembuktian nantinya,” kata penasehat hukum Abdul Wahid usai sidang dakwaan, seperti dilansir detikSumut, Kamis (26/3).

Selain itu, penasihat hukum juga mengajukan permohonan pengalihan penahanan dari rutan ke tahanan rumah dengan merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku serta preseden sebelumnya.

“Ketiga, terdakwa juga ingin mengajukan pengalihan penahanan dari penahanan rutan menjadi tahanan rumah. Ini berdasarkan Pasal 108 ayat 5 dan 11 KUHAP dan pertimbangan adanya preseden dari salah saru tersangka Bapak YC dialihkan jadi tahanan rumah. Alasannya kesehatan terdakwa Bapak Abdul Wahid dan surat jaminan keluarga bapak Abdul Wahid,” kata penasihat hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dua Tentara Israel Tewas di Lebanon, Eskalasi Konflik dengan Hizbullah Kian Memanas

Tank-tank Israel sedang memasuki wilayah Gaza - foto X

Tel Aviv, aktual.com — Militer Israel melaporkan bahwa dua personelnya gugur dalam pertempuran di wilayah selatan Lebanon. Insiden ini terjadi ketika pasukan darat Israel terlibat bentrokan langsung dengan kelompok Hizbullah di kawasan perbatasan kedua negara.

Konflik di Lebanon mulai meningkat sejak 2 Maret, saat Hizbullah—yang didukung Iran—meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai respons, Israel menggencarkan serangan udara berskala besar ke berbagai titik di Lebanon yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Selain itu, pasukan darat juga dikerahkan untuk melakukan penetrasi di wilayah perbatasan.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Reuters dan The Times of Israel pada Jumat (27/3/2026), militer Israel menyebutkan dua tentaranya tewas dan empat lainnya mengalami luka dalam operasi militer di Lebanon selatan.

Militer Israel dalam pernyataannya pada Kamis (26/3) waktu setempat menyebut satu tentaranya tewas dan beberapa tentara lainnya luka-luka akibat serangan rudal anti-tank yang diluncurkan Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan.

Berdasarkan investigasi awal oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF), sejumlah pejuang Hizbullah menembakkan dua rudal anti-tank dari wilayah utara Sungai Litani di sektor timur Lebanon selatan. Serangan tersebut diarahkan ke tank Merkava milik Israel.

Rudal pertama, menurut klaim IDF, berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan aktif kendaraan tersebut. Namun, rudal kedua mengenai sasaran dan menyebabkan korban.

Selain itu, satu tentara Israel lainnya dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan Hizbullah di lokasi yang sama.

Dengan tambahan korban ini, jumlah tentara Israel yang tewas dalam konflik sejak awal Maret mencapai sedikitnya empat orang. Sebelumnya, dua tentara lainnya dilaporkan tewas dalam pertempuran pada 8 Maret.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah menjadi salah satu dampak paling mematikan dari konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari.

Serangkaian serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR Desak Akreditasi Tak Sekadar Formalitas

Aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyoroti langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang hingga Maret 2026 menjatuhkan sanksi kepada 1.251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar operasional. Ia menekankan perlunya penguatan pengawasan dan akreditasi agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar aman dan berkualitas.

“Program MBG menyangkut masa depan generasi kita. Jangan sampai sertifikasi hanya menjadi formalitas. Yang paling penting adalah makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi,” ujar Neng Eem, Jumat (27/3/2026).

Dari 1.251 SPPG yang disanksi, sebanyak 1.030 unit ditangguhkan operasionalnya, 210 unit menerima surat peringatan pertama (SP1), dan 11 unit lainnya menerima surat peringatan kedua (SP2). BGN menyatakan, jika pelanggaran tidak diperbaiki, operasional dapur bisa diberhentikan.

Setiap dapur MBG diwajibkan memiliki tiga sertifikasi utama: laik higiene dan sanitasi, sertifikasi halal, dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Ketiganya berfungsi sebagai pengamanan untuk mencegah risiko keracunan maupun distribusi makanan tidak layak konsumsi.

Neng Eem menekankan efektivitas sertifikasi sangat bergantung pada pengawasan di lapangan.

“Jika ditemukan pelanggaran serius, tidak cukup hanya ditutup sementara. Harus ada tindakan tegas hingga pencabutan izin operasional. Ini penting untuk memberikan efek jera dan menjaga martabat program nasional ini,” tegasnya.

Politisi PKB itu menilai sanksi terhadap 1.251 SPPG sebagai langkah awal penegakan disiplin. Namun, sistem akreditasi harus bersifat preventif dan evaluatif, bukan sekadar reaktif. Penguatan pengawasan penting agar anggaran besar negara untuk program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal.

“Ke depan, kita berharap tidak ada lagi kasus keracunan atau makanan basi. Sertifikasi harus menjadi garansi mutlak bahwa program MBG aman dan berkualitas tinggi,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Keteguhan Ulama dan Kerendahan Hati Penguasa: Kisah Imam Malik dan Khalifah Harun Ar-Rasyid

ilustrasi-Imam Malik

Jakarta, aktual.com – Sejarah peradaban Islam mengabadikan sosok Imam Malik sebagai samudera ilmu sekaligus penjaga kebenaran yang tak tergoyahkan. Beliau dikenal sebagai pribadi yang memegang teguh prinsip, berani menyuarakan kebenaran, dan sangat menjaga jarak dari gemerlap duniawi.

Di masa yang sama, tampuk kepemimpinan umat Islam berada di tangan Khalifah Harun Ar-Rasyid dari Daulah Abbasiyah. Kekuasaannya begitu luas dan melegenda, hingga dalam sebuah riwayat beliau pernah berseru kepada gumpalan awan di angkasa:

أَمْطِرِي حَيْثُ شِئْتِ فَإِنَّ خَرَاجَكِ سَيَأْتِينِي

“Wahai awan, hujanlah di mana saja engkau mau, karena hasilnya pasti akan kembali kepadaku.”

Ucapan ini menjadi simbol betapa besarnya pengaruh dan wilayah kekuasaan yang beliau pimpin.

Suatu ketika, sang Khalifah mendatangi Masjid Nabawi dengan maksud menghadiri majelis ilmu yang diampu oleh Imam Malik guna menyimak hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Di sana, khalayak ramai telah bersiap menyambut kehadiran sang Imam. Saat majelis hendak dimulai, para pengawal khalifah berinisiatif meninggikan posisi tempat duduk Harun Ar-Rasyid agar terlihat lebih utama dibandingkan jemaah lainnya.

Tindakan ini memicu ketidaksenangan dalam diri Imam Malik. Dengan penuh wibawa, beliau memberikan teguran keras kepada sang penguasa dengan membacakan sebuah hadis qudsi:

الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي، فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ

“Kesombongan adalah pakaian-Ku dan keagungan adalah selendang-Ku. Barang siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya, maka Aku akan melemparkannya ke dalam neraka.”

Tak berhenti di situ, Imam Malik juga mempertegas nasihatnya dengan mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat zarrah dari kesombongan.”

Mendengar peringatan yang menggetarkan tersebut, Harun Ar-Rasyid diliputi rasa takut yang mendalam. Beliau seketika meninggalkan kursi tingginya, lalu turun untuk duduk bersimpuh di lantai, sejajar dengan Imam Malik dan para pencari ilmu lainnya.

Peristiwa ini menjadi cermin nyata tentang keberanian seorang ulama dalam meluruskan penguasa tanpa rasa takut. Di sisi lain, hal ini membuktikan kemuliaan hati seorang pemimpin yang bersedia tunduk pada kebenaran. Inilah potret sejati ulama rabbani; sosok yang tidak silau oleh harta, tidak gentar oleh takhta, dan hanya mendambakan rida Allah semata.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain