21 April 2026
Beranda blog Halaman 881

Transformasi Mal: Strategi LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja

Suasana di salah satu Mal Lippo Mal di Jakarta. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Meski tren belanja daring kian meningkat, mal tetap menjadi “magnet” bagi masyarakat perkotaan. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, mal kini menjadi destinasi gaya hidup, hiburan, dan kuliner yang tak tergantikan.

Laporan terbaru Cushman & Wakefield Indonesia menunjukkan, banyak mal di Jabodetabek yang tak sekadar menambah pasokan ruang ritel, tetapi juga gencar melakukan renovasi dan menyegarkan konsep agar selaras dengan selera pengunjung masa kini.

Menurut Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, pasokan ritel di Jabodetabek diproyeksikan terus bertumbuh hingga akhir tahun, dengan hadirnya proyek-proyek seperti Lippo Mall East Side, Summarecon Mall Bekasi Tahap 2, dan perluasan Grand Metropolitan Mall Bekasi.

Di kuartal kedua 2025, Jakarta telah menambah 5.000 meter persegi ruang ritel baru seiring beroperasinya Antasari Place. Kini, total pasokan kumulatif di ibu kota mencapai 4,8 juta meter persegi. Wilayah penyangga seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi juga ikut bergerak, dengan tambahan 96.900 meter persegi dari tiga mal baru yang langsung menyedot perhatian.

Tak hanya membangun baru, sejumlah mal lama juga bertransformasi. Lippo Mall Nusantara (sebelumnya Plaza Semanggi) dan Epiwalk Mall Kuningan menjadi contoh sukses bagaimana renovasi dan pembaruan konsep mampu menghidupkan kembali daya tarik pusat perbelanjaan.

Bagi PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), perubahan ini bukan hal mengejutkan. Sejak lama, melalui PT Lippo Malls Indonesia, LPKR telah membaca arah pergeseran perilaku konsumen. Mengandalkan consumer insights, LPKR memprioritaskan penyewa yang menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari hiburan, rekreasi, hingga kuliner, yang memberi nilai tambah di luar sekedar berbelanja daring.

CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan bahwa variasi kuliner menjadi salah satu elemen penting dalam transformasi pusat perbelanjaan. Untuk itu, LPKR menghadirkan kafe trendi, tempat makan santai, hingga klaster F&B premium. Tujuannya, meningkatkan jumlah dan lama kunjungan, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung. Strategi ini juga dibarengi dengan pengurangan ketergantungan pada hipermarket/supermarket dan peningkatan area hiburan untuk meraih segmen pelanggan lebih luas.

Dampaknya terasa di kinerja keuangan. Pada paruh pertama tahun ini, LPKR mencatat pendapatan Rp4,12 triliun, EBITDA Rp627 miliar, dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp138 miliar.

Pada segmen properti, LPKR membukukan pra penjualan sebesar Rp2,47 triliun pada Semester I/2025, atau 40% dari target tahun ini. Kinerja ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan, yang merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama dan pengguna akhir. Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran tahap 4 Park Serpong dan pengenalan produk premium baru, yaitu Belmont Homes dan Bentley Homes.

Adapun segmen gaya hidup LPKR membukukan kinerja solid pada Semester I 2025 dengan pendapatan stabil sebesar Rp659 miliar. Laba kotor naik 13% menjadi Rp493 miliar, sementara EBITDA tumbuh 41% YoY menjadi Rp213 miliar, didukung oleh peningkatan sewa, pemulihan operasional yang berkelanjutan, dan optimalisasi biaya.

Sementara itu, secara operasional, tarif rata-rata kamar hotel naik 5% YoY menjadi Rp636 ribu, dan kunjungan ke mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan momentum pemulihan ritel yang terus berlanjut.

DPR Desak Evaluasi SOP Keamanan Pasca Staf KBRI Tewas Ditembak di Peru

Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Lima pada Senin malam (1/9/2025) waktu setempat. ANTARA/HO-KBRI Lima/pri.

Jakarta, aktual.com – Seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan. Insiden ini memicu sorotan dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, yang menekankan perlunya evaluasi serius terhadap standar keamanan staf KBRI di luar negeri.

“Saya meminta Kementerian Luar Negeri tidak hanya memastikan investigasi transparan bersama otoritas setempat, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP keamanan dan kesejahteraan staf KBRI,” ujar Anton kepada wartawan, Rabu (2/9/2025).

Ia menegaskan bahwa perlindungan bagi setiap pegawai perwakilan diplomatik harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Anton menambahkan bahwa Kemenlu harus berkoordinasi erat dengan aparat keamanan Peru untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, tragedi ini menjadi pengingat bahwa tugas diplomatik tidak jarang membawa risiko tinggi. “Sehingga saya menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi para staf KBRI yang bertugas di luar negeri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Anton menilai bahwa peristiwa ini tidak bisa sekadar dipandang sebagai kasus kriminal biasa. Baginya, keselamatan setiap pegawai yang mengabdi pada negara harus menjadi prioritas utama. “Untuk mencegah kejadian yang sama terulang, serta meminimalisasi risiko yang dihadapi, saya mendorong agar Kemlu meninjau kembali skema tunjangan serta fasilitas perlindungan bagi para diplomat dan keluarganya sehingga mereka dapat menjalankan misi negara dengan rasa aman, terlindungi, dan bermartabat,” sambung Anton.

Ia juga mencontohkan bentuk perlindungan tambahan yang bisa diberikan. “Misalnya, penambahan asuransi khusus bagi seluruh personel yang ditempatkan di negara-negara dengan tingkat risiko tinggi. Asuransi ini harus mencakup tidak hanya nyawa, tetapi juga perlindungan terhadap ancaman perampokan, penculikan, dan kekerasan lainnya,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, Zetro ditembak tiga kali oleh orang tak dikenal di wilayah Lince, Lima, hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya. Ia sempat dievakuasi ke Klinik Javier Prado dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong.

Zetro, yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima, saat itu sedang bersepeda bersama istrinya. Sang istri berhasil selamat dan kini berada di bawah perlindungan kepolisian setempat. Hingga kini, motif penembakan belum terungkap secara jelas.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Mensos Tegaskan Perundungan Tidak Boleh Terjadi di Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan kepada para tenaga kependidikan Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia secara daring di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025). ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos

Jakarta, aktual.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan praktik perundungan atau bullying tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat SD, SMP hingga SMA sederajat karena termasuk dalam tiga dosa besar pendidikan yang harus dihindari.

“Pertama, tidak boleh ada perundungan dari siapapun kepada siapapun. Kedua, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Ketiga, tidak boleh ada intoleransi. Kalau ada tanda-tanda, segera laporkan dan tindaklanjuti, jangan dianggap enteng,” kata Mensos Saifullah Yusuf dalam arahannya kepada tenaga kependidikan Sekolah Rakyat secara hybrid dari Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (3/9).

Ia mengingatkan kepala sekolah, wali asrama, dan wali asuh dari seluruh Indonesia agar menjalankan perannya dengan empati, kesabaran, dan keteladanan. Hal ini dikarenakan Sekolah Rakyat masih dalam tahap rintisan sehingga berpotensi menghadapi banyak tantangan.

“Saya ingin bapak ibu semua bekerja dengan hati, meningkatkan kemampuan, dan yang paling penting adalah sabar. Mari kita selesaikan masalah dengan kolaborasi, koordinasi, disiplin, dan musyawarah,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah tenaga kependidikan menyampaikan pandangan. Salah satunya Silva, wali asuh SRMP 28 Pasuruan, yang mengungkapkan keterbatasan jumlah pendamping di daerahnya, sementara jumlah siswa mencapai 50 anak.

Menanggapi hal itu, Mensos Saifullah Yusuf memastikan semua masukan telah dicatat dan kebutuhan sumber daya manusia maupun sarana prasarana akan dipenuhi secara bertahap.

“Jangan khawatir, gaji dan tunjangan pun pasti diterima sesuai ketentuan,” kata Mensos.

Ia menambahkan jam kerja wali asrama dan wali asuh juga sedang diatur agar lebih baik. Pemerintah, kata dia, berupaya keras agar hak-hak para tenaga kependidikan tetap terpenuhi.

Mengakhiri arahannya, Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa wali asrama dan wali asuh bukan sekadar pengawas melainkan figur keluarga di sekolah.

“Sekolah Rakyat adalah rumah kedua bagi siswa. Jangan sampai anak-anak merasa sendiri. Mereka harus merasa dicintai dan diperhatikan, bukan sekadar ditampung,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Aksi Demo Mulai Meredam, IHSG Kembali Menguat Sementara Rupiah Melemah

Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Jakarta, aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/9) pagi dibuka menguat 42,04 poin atau 0,54 persen ke posisi 7.843,63.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,24 poin atau 0,53 persen ke posisi 797,49.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu di Jakarta melemah sebesar 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.435 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.414 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Adab dalam Berdoa dan Jalan Kekasih Allah: Pelajaran dari Syekh Ibnu Athaillah

Syekh Muhammad Danial Nafis
Syekh Muhammad Danial Nafis

Jakarta, aktual.com – Dalam kehidupan, setiap hamba pasti memiliki hajat, doa, dan permintaan yang dipanjatkan kepada Allah. Namun, sering kali doa yang dipanjatkan seakan tertunda atau belum juga menampakkan hasil. Pada titik inilah muncul kegelisahan, bahkan ada yang mempertanyakan kapan doa itu dikabulkan.

Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam memberikan nasihat penting:

لَا تُطَالِبْ رَبَّكَ بِتَأَخُّرِ مَطْلَبِكَ، وَلَكِنْ طَالِبْ نَفْسَكَ بِتَأَخُّرِ أَدَبِكَ.

“Janganlah engkau menuntut Tuhanmu karena tertundanya permintaanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena tertundanya adabmu.”

Pesan ini menekankan bahwa keterlambatan terkabulnya doa bukanlah karena Allah tidak mendengar, melainkan karena kurangnya adab seorang hamba dalam berhadapan dengan Tuhannya. Adab yang dimaksud bisa berupa sikap hati yang terlalu terikat pada hasil doa, kurangnya kesabaran, atau belum adanya penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Seorang hamba dianjurkan untuk terus menjaga dzikir dan memperbaiki akhlak. Hal inilah yang disebut dengan Luzumudzikir wa Husnul Khuluq, yakni melanggengkan dzikir kepada Allah dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Syekh Ahmad Zarruq RA memberikan ukuran sederhana dalam menilai seorang kekasih Allah. Menurut beliau, seorang wali dapat dikenali melalui tiga tanda:

  1. Mengutamakan Allah dan Rasul-Nya,
  2. Memalingkan diri dari urusan makhluk,
  3. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Apabila ketiga hal ini terpenuhi, maka ia benar-benar termasuk wali Allah.

Perbedaan antara kekasih Allah yang melalui jalan thariqah dengan yang tidak, juga terletak pada cara mereka menyikapi ujian. Seorang salik yang ditempa melalui jalan thariqah akan lebih siap menerima takdir, tidak goyah oleh cobaan, sebab yang dicari semata adalah Allah. Sementara itu, seorang hamba yang mendapat karunia tanpa melalui tempaan thariqah mungkin saja mudah goyah ketika ditimpa ujian, bahkan bisa terjebak pada keluh kesah dan lupa mensyukuri nikmat Allah.

Karena itulah, setan yang menggoda seorang wali tentu memiliki kekuatan berbeda dengan setan yang menggoda orang awam.

Syekh Ibnu Athaillah juga mengingatkan dalam kalam hikmahnya:

مَتَى جَعَلَكَ فِي الظَّاهِرِ مُمتَثِلًا لِأَمرِهِ، وَفِي البَاطِنِ مُستَسلِمًا لِقَهرِهِ، فَقَد أَعظَمَ المِنَّةَ عَلَيكَ.

“Apabila Allah menjadikanmu di sisi lahir tampak taat melaksanakan perintah-Nya, dan di sisi batin berserah diri pada kekuasaan-Nya, maka sungguh Dia telah memberikan nikmat yang paling agung kepadamu.”

Karenanya, doa seorang hamba hendaknya selalu disertai dengan adab. Rasulullah SAW menekankan pentingnya kesantunan dalam memohon, sebagaimana doa berikut yang sangat patut diamalkan:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْن الأَدَبِ مَعَكَ فِي جَمِيعِ الأَحْوَالِ.

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami adab yang baik dalam berinteraksi dengan-Mu, lahir dan batin kami, dalam segala keadaan.”

Perjalanan menuju ridha Allah selalu diiringi dengan ujian yang berat. Ujian itu adalah sarana untuk menguji sejauh mana seorang hamba berserah diri dan beriman kepada Allah. Dalam proses ini, doa menjadi simbol kehambaan sekaligus bentuk pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya apa pun kecuali dengan pertolongan Allah.

Namun, dalam menempuh jalan spiritual, seorang murid tidak boleh mengabaikan adab kepada gurunya. Kedekatan dengan guru jangan sampai membuat hati lalai sehingga kurang menghormati atau meremehkan beliau. Banyak terjadi di zaman ini, murid lupa menempatkan gurunya pada posisi yang semestinya, padahal keberkahan ilmu terletak pada adab.

Thariqah Syadziliyah mengajarkan pembersihan jiwa dengan kesyukuran dan ketundukan. Jalan ini tidak mengajarkan umat untuk menjauhi dunia, tetapi justru menata hati agar dapat menikmati nikmat dunia dengan penuh rasa syukur. Dengan begitu, seorang salik bisa hidup baik di dunia sekaligus meraih kebaikan di akhirat.

Kesimpulannya, doa yang tampak tertunda bukanlah tanda Allah mengabaikan hamba-Nya, melainkan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki adab, memperkuat dzikir, dan melatih kesabaran. Semakin dekat seorang hamba dengan Allah, semakin ia akan memprioritaskan perintah-Nya dan menyegerakan panggilan-Nya, serta semakin ikhlas dalam menerima takdir dengan penuh kerelaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dua Panggung, Satu Pesan: Indonesia Bergerak ke Timur

Dua Panggung, Satu Pesan: Indonesia Bergerak ke Timur

Tahun 2025 menandai babak baru bagi diplomasi Indonesia. Dua peristiwa besar, yaitu bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS dan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di parade militer China 3 September 2025. Hal ini mencerminkan pergeseran orbit geopolitik yang semakin nyata.

Masuknya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada Januari 2025 merupakan langkah strategis sekaligus berani. Dengan BRICS, Indonesia mendapatkan peluang besar berupa akses ke New Development Bank untuk membiayai proyek infrastruktur dan energi, diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara Selatan Global, hingga peningkatan daya tawar dalam forum internasional.

Namun, keuntungan itu datang bersama risiko. Amerika Serikat menanggapi dengan menaikkan tarif hingga 32% untuk produk Indonesia, bahkan menambahkan 10% tambahan khusus bagi anggota BRICS.

Tekstil, alas kaki, dan elektronik yang menjadi sektor padat karya andalan ekspor, berpotensi tercekik tarif kumulatif hingga 42%. Untuk meredamnya, Prabowo mengutus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meneken paket dagang US$34 miliar di Washington. Langkah ini menunjukkan Jakarta masih berusaha menjaga keseimbangan agar tidak kehilangan pijakan di pasar Barat.

Sementara itu, kehadiran Prabowo di parade militer China pada 3 September 2025 menambah bobot simbolis pergeseran orbit tersebut. Berbeda dengan 2015, kali ini Presiden Indonesia berdiri di podium kehormatan bersama Xi Jinping.

China memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan bahwa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, semakin dekat ke orbit Beijing. Bagi Jakarta, kesempatan ini membuka pintu investasi Belt and Road Initiative, goodwill diplomatik, dan penguatan posisi di ASEAN.

Namun di mata Barat, kehadiran Indonesia di barisan bersama Rusia dan negara-negara pro-Moskow menimbulkan kewaspadaan, apakah Jakarta mulai meninggalkan orbit lama (barat)?

Dua momen itu menegaskan dilema klasik diplomasi bebas-aktif Indonesia, memetik manfaat dari BRICS dan kedekatan dengan China, tanpa mengorbankan hubungan dengan Barat. Namun keseimbangan ini semakin rapuh ketika tekanan ekonomi AS makin keras dan stigma geopolitik kian menempel.

Indonesia kini berada di persimpangan strategis. Jika terlalu condong ke BRICS, risiko tekanan Barat makin besar. Jika terlalu berhati-hati dengan Barat, peluang yang ditawarkan Global South bisa terlewat.

Tantangannya adalah memastikan pergeseran orbit ini tidak berubah menjadi ketergantungan baru, melainkan memperkuat posisi Indonesia sebagai penyeimbang di dunia multipolar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Berita Lain