19 April 2026
Beranda blog Halaman 885

Gaya Kepemimpinan Responsif dan Berintegritas Wali Kota Semarang Raih Kepuasan 83,6% Masyarakat

Semarang, aktual.com – Kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang mengedepankan kedekatan dengan rakyat dan komitmen menepati janji, berhasil meraih apresiasi tinggi dari masyarakat. Hasil survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan 83,6% warga Kota Semarang menyatakan puas dengan kinerja pemimpinnya dalam enam bulan pertama masa jabatan.

Kepuasan publik ini tidak lahir dari ruang hampa. Survei mencatat bahwa gaya kepemimpinan Ibu Agustina yang responsif, langsung terjun ke lapangan, dan konsisten memenuhi janji kampanye menjadi faktor penentu utama. Pendekatan leadership yang partisipatif ini berhasil membangun kepercayaan dan rasa optimisme baru di kalangan warga.

Gaya Kepemimpinan yang Menjadi Katalisator Kepercayaan Publik

Merespons hasil survei tersebut, Prof. Firmansyah, Guru Besar FEB Universitas Diponegoro, menyoroti korelasi antara gaya kepemimpinan dan kepuasan masyarakat.

“Kepemimpinan Ibu Agustina yang responsif dan adaptif telah menjadi katalisator kepercayaan publik. Program seperti pengelolaan sampah adalah bukti nyata respons cepat terhadap aspirasi warga. Kunci keberlanjutannya terletak pada penguatan sistem dan inovasi berkelanjutan, agar momentum positif ini tidak melambat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Firmansyah menekankan bahwa kepemimpinan yang baik harus mampu mentransformasikan respons langsung menjadi kebijakan yang sistematis dan terukur.

Kolaborasi dan Sinkronisasi: Memperkuat Fondasi Kepemimpinan

Survei yang sama juga mencatat tingkat kepuasan 77,4% terhadap duet kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin. Menurut Prof. Dr. FX Sugiyanto, Guru Besar Ekonomi Undip, angka ini adalah fondasi yang kuat untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.

“Kepemimpinan yang efektif tidak hanya tentang kerja internal pemerintah daerah, tetapi juga kemampuan untuk menyelaraskan kebijakan dengan program pusat dan menggalang kolaborasi dengan semua pihak. Program bantuan per RT adalah contoh inovasi yang diapresiasi, namun kepemimpinan yang komunikatif dibutuhkan untuk memastikan sosialisasi dan implementasinya tepat sasaran,” ungkap Sugiyanto.

Kepemimpinan yang Melayani: Dari Rapor Masyarakat Menuju Semarang Hebat

Menanggapi apresiasi tersebut, Wali Kota Agustina Wilujeng menyikapinya dengan rendah hati dan menjadikannya sebagai pemicu semangat untuk bekerja lebih keras.

“Survei ini adalah rapor langsung dari pemilik kota, yaitu masyarakat Semarang. Kami tidak akan berpuas diri. Justru, ini adalah bahan bakar untuk memacu kinerja kami. Kepemimpinan yang melayani haruslah mendengar, terbuka terhadap kritik, dan berani berbenah. Itulah komitmen kami,” tegas Agustina.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk memperkuat kepemimpinan kolaboratif dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam setiap proses pembangunan. Kolaborasi lintas sektor ini diyakini sebagai pondasi untuk mewujudkan Semarang yang inovasi, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Tentang Pemerintah Kota Semarang Pemerintah Kota Semarang bertekad untuk mewujudkan kota yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan partisipatif.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Gerakan Pangan Murah dan Kempling Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Jaga Stabilitas Harga

Ilustrasi Pangan

Semarang, aktual.com – Merayakan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 1.530 titik RW se-Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis guna menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok di tengah tren kenaikan harga beras dan bahan pangan lain.

Pembukaan GPM dipusatkan di Lapangan sepak bola Bumirejo, Kelurahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik, Minggu (10/8) lalu dan dihadiri Agustina, Wali Kota Semarang, Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari H, Ketua Perum BULOG Cabang Semarang Rendy Ardiansyah, jajaran perangkat daerah, serta para pelaku usaha pangan.

“GPM adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan strategis. Kegiatan ini menjadi langkah nyata guna mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan yang terasa langsung di masyarakat,” ujar Agustina.

Kondisi Inflasi dan Respons Cepat

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari, memaparkan bahwa secara bulanan inflasi Kota Semarang pada Juli 2025 tercatat 0,23% (month to month), dengan bawang merah dan beras sebagai dua dari lima penyumbang utama inflasi, masing-masing berkontribusi 0,03%.

Melihat kondisi ini, sinergi antara Pemkot Semarang, BI, BULOG, dan instansi terkait dinilai sangat penting untuk memperkuat pasokan dan distribusi pangan strategis, sehingga tekanan harga dapat diredam sebelum berdampak lebih luas.

Prestasi Pengendalian Inflasi

Upaya pengendalian harga di Kota Semarang telah mencatatkan prestasi. Dalam satu tahun terakhir, inflasi berhasil ditekan dari 22% menjadi hanya 6,7% – sebuah capaian luar biasa mengingat Kota Semarang bukan daerah lumbung pangan. Pencapaian ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi dalam High Level Meeting TPID bulan Juli lalu.

Keberhasilan ini lahir dari inovasi kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan warga, di antaranya, Program Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang menyediakan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.

Kemudian, BUMP (Badan Usaha Milik Petani) Lumpang Semar Sejahtera yang berhasil memotong rantai distribusi, menjamin harga jual adil bagi petani dan harga beli wajar bagi konsumen. BUMP Lumpang Semar Sejahtera bahkan meraih penghargaan BUMP Terbaik pada ajang Bank Indonesia Award 2024, yang menegaskan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan petani.

Inovasi selanjutnya adalah Mobil Ketahanan Pangan Keliling (KEMPLING SEMAR), delapan armada yang setiap hari menjangkau empat titik RW untuk distribusi cepat dan pengendalian harga di lapangan.

Komitmen Berkelanjutan

Agustina, wali kota Semarang menegaskan bahwa program seperti Gerakan Pangan Murah atau GPM dan KEMPLING SEMAR bukan kegiatan seremonial musiman, tetapi bagian dari strategi jangka panjang guna menjaga ketahanan pangan, melindungi daya beli, dan menciptakan stabilitas harga.

“Komitmen ini harus terus dilakukan secara konsisten. Hanya dengan sinergi dan inovasi, kita bisa menjaga kesejahteraan warga di tengah dinamika harga pangan,” tutup Agustina.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Polisi Tangkap Sembilan Orang Diduga Jarah Rumah Uya Kuya

Anggota DPR RI Surya Utama atau akrab disapa Uya Kuya. ANTARA/HO-Humas DPR RI
Anggota DPR RI Surya Utama atau akrab disapa Uya Kuya. ANTARA/HO-Humas DPR RI

Jakarta, aktual.com – Polisi menangkap sembilan orang terduga penjarah rumah Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau disapa Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (30/8) malam.

“Betul, untuk saat ini kami sudah menangkap sembilan orang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (31/8).

Penangkapan dilakukan setelah kepolisian mengantongi bukti rekaman video serta sejumlah barang yang dibawa para pelaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sejumlah perabotan dari rumah Uya Kuya.

Ia menyebut, mereka ditangkap di tempat kejadian perkara pada Sabtu (30/8).

Polisi juga menelusuri jejak para pelaku melalui rekaman video, termasuk siaran langsung di media sosial yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Semua yang terekam dalam video masih terus kita cari. Ada barang-barang yang memang ada di tempat kejadian perkara (TKP), kurang lebih beberapa perabotan,” ujar Dicky.

Dicky menyebut, jumlah pelaku penjarahan sebenarnya cukup banyak. Namun, hingga kini baru sembilan orang yang berhasil ditangkap dan akan terus dilakukan pendalaman kasus.

“Masih didalami peran mereka. Pelaku lainnya masih terus kita kembangkan karena jumlahnya banyak sekali,” ucap Dicky.

Dicky menjelaskan, penjarahan terjadi meski sebelumnya petugas Polsek Duren Sawit telah memberikan imbauan kepada massa agar tidak melakukan tindakan pidana.

Namun, upaya itu gagal karena jumlah massa yang terlalu besar.

“Polsek sudah mencoba lakukan imbauan, tapi tidak berhasil. Akhirnya dilaporkan kepada Kapolres dan langsung dilakukan penindakan oleh tim gabungan Reskrim dan Samapta,” kata Dicky.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yang belum teridentifikasi dan terus berjaga di wilayah setempat.

Kasus penjarahan di rumah Uya Kuya itu menjadi sorotan publik setelah kediaman politisi itu diserbu massa.

Beredar sebuah video yang menampilkan kediaman artis sekaligus anggota DPR di kawasan Jakarta Timur itu didatangi massa, Sabtu (30/8) malam.

Massa berhasil merobohkan pagar rumah Uya Kuya dan langsung menerobos masuk hingga ke lantai dua untuk menjarah apa pun yang ada di rumah tersebut.

Terdengar suara massa berteriak bersahut-sahutan, “Hancurkan” dan benda-benda rumah yang pecah.

Uya Kuya sempat memberikan klarifikasi atas tindakan joget-joget di gedung MPR/DPR bersamaan dengan momen diumumkannya kenaikan tunjangan DPR RI, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp50 juta setiap bulan.

Menurut Uya Kuya dalam klarifikasinya, joget-joget itu tidak ada kaitan dengan kenaikan tunjangan DPR. Mereka berjoget hanya mengikuti irama lagu untuk tujuan menghargai musisi yang tampil.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Damailah! Cukup Luka, Mari Jaga Persatuan

Damailah! Cukup Luka, Mari Jaga Persatuan

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menyampaikan seruan damai setelah meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, dalam aksi unjuk rasa di Jakarta. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta mengajak semua pihak untuk menahan diri.

Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional yang harus dihormati, baik oleh aparat maupun masyarakat, sehingga penting menjaga sikap sabar dan mengedepankan dialog.

“Jangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa dan negara,” pesannya.

Senada dengan itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan duka cita yang mendalam serta menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Mereka mengingatkan elite politik untuk lebih peka terhadap suara rakyat dan tidak melukai hati publik.

Muhammadiyah pun mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas peristiwa yang menimpa Affan, sembari mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bijak dalam menyikapi informasi.

Baik PBNU dan Muhammadiyah menegaskan keyakinan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mendengar aspirasi rakyat kecil dan melakukan perbaikan demi kepentingan bersama. Seruan dari kedua ormas Islam ini diharapkan menjadi penyejuk di tengah suasana duka dan ketegangan.

Upaya menyejukkan suasana juga datang dari Presiden Prabowo Subianto yang mengundang 16 organisasi Islam ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyebut pertemuan selama tiga jam itu membahas secara umum persoalan bangsa, termasuk situasi beberapa hari terakhir.

“Kami berdialog dari hati ke hati memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,” katanya dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala BIN Muhammad Herindra serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Gus Yahya menegaskan, seluruh ormas keagamaan siap mendukung langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo untuk menjaga persatuan dan mengatasi tantangan bangsa, dengan rencana pertemuan lanjutan di Istana Negara sebagai bentuk tekad bersama.

Prabowo Subianto usai melayat ke kediaman Affan Kurniawan menegaskan duka mendalam sekaligus komitmen negara untuk memberikan perhatian penuh bagi keluarga almarhum. Dalam pertemuan singkat, keluarga menyampaikan harapan agar keadilan ditegakkan, yang dijawab Prabowo dengan kepastian bahwa negara akan hadir untuk memastikan hal itu.

Selepas melayat, Prabowo menegaskan sikap pemerintah untuk mengusut tuntas insiden yang menewaskan Affan. Ia mengaku kecewa atas tindakan aparat yang dianggap berlebihan dan memerintahkan penegakan hukum secara transparan.

“Petugas yang terlibat harus bertanggung jawab, dan kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia memastikan, penegakan hukum yang adil menjadi prioritas agar tragedi serupa tidak terulang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Kapolri Instruksikan Tembak dengan Peluru Karet: Ada yang Salahkan, Saya Siap Dicopot

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta, aktual.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa markas kepolisian (Mako) tidak boleh diserang oleh massa. Ia menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk menembak dengan peluru karet apabila ada massa yang nekat menerobos masuk ke asrama maupun Markas Polri.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah video conference bersama jajaran kepolisian. Rekaman video berdurasi 1 menit itu viral di media sosial.

Dalam rekaman terlihat Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo serta Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Wahyu Widada. Ia berbicara melalui pengeras suara.

“Aturan sudah ada terapkan sekarang kalau sampai masuk ke asrama tembak dengan peluru karet. Jadi enggak usah ragu-ragu,” kata Listyo Sigit Prabowo dikutip dari keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Listyo juga menyatakan siap menanggalkan jabatannya bila perintah tegas tersebut dianggap salah.

“Jika ada yang salahkan saya, saya Kapolri Listyo Sigit siap dicopot,” ujarnya.

Menurut Listyo, langkah ini bukan tanpa alasan. Ia tidak ingin anggotanya kembali menjadi korban dalam kericuhan.

“Jadi saya tidak ingin anggota saya jadi korban selanjutnya, jadi tolong pelajari aturan sudah ada. Laksanakan undang-undangnya ada, kita punya aturan,” tegasnya.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang berada di samping Kapolri membenarkan perintah tersebut. Ia menegaskan bahwa markas kepolisian merupakan simbol negara yang wajib dijaga.

“Saya juga perintahkan massa yang terobos Mako Polri harus ditindak tegas dan terukur karena Mako Polri adalah representasi dari negara kita. Perusuh harus diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Dedi menambahkan, negara tidak boleh kalah dari perusuh. “Kalau Polri runtuh maka negara akan runtuh. Mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan dan kedamaian untuk Indonesia. Negara tidak boleh kalah dengan perusuh yang merusak Mako Polri,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Jalan Depan Mako Brimbob Kwitang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Sejumlah kendaraan saat melintas di bawang jalan layang Senen, Jakarta, Minggu (31/8/2025). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta, aktual.com – Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat pada Minggu (31/8) pagi.

Kendaraan roda dua maupun empat dari kedua arah yaitu dari Senen menuju ke Monas maupun sebaliknya sudah bisa melalui jalan tersebut setelah sebelumnya ditutup karena aksi demontrasi.

Pada Minggu pagi anggota TNI tampak mengatur lalu lintas, terutama di persimpangan jalan, karena kendaraan yang melintasi kawasan tersebut cukup ramai.

Petugas meminta kepada pengendara untuk bergantian, sebab pada waktu yang sama petugas masih membersihkan kawasan tersebut dari sampah sisa unjuk rasa.

Jalan di kawasan tersebut tidak hanya disapu secara manual maupun menggunakan truk penyapu jalan, namun juga disemprot air oleh petugas pemadam kebakaran untuk menghilangkan debu sisa pembakaran.

Ratusan petugas dari Dinasti Lingkungan Hidup dan TNI terus berupaya memulihkan kawasan tersebut, kini jalan yang kotor sudah mulai bersih.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain