18 April 2026
Beranda blog Halaman 888

Hafiz Qur’an Asal Kaltim Raih Juara di Ajang MTQ Internasional

Hafidz muda asal Kalimantan Timur Ahmad Fadhil menunjukan piagam pengharaga sebagai juara 2 di cabang Tahfiz 5 juz dan Tilawah di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional di Maroko. ANTARA/ HO- Diskominfo.
Hafidz muda asal Kalimantan Timur Ahmad Fadhil menunjukan piagam pengharaga sebagai juara 2 di cabang Tahfiz 5 juz dan Tilawah di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional di Maroko. ANTARA/ HO- Diskominfo.

Samarinda, aktual.com – Hafiz muda asal Kalimantan Timur, Ahmad Fadhil berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan meraih juara 2 di cabang Tahfiz 5 juz dan Tilawah di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional yang diselenggarakan di Maroko.

“Alhamdulillah, salah satu putra terbaik Kaltim, Ahmad Fadhil berhasil menjadi juara 2,” ujar Ketua II Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim Dasmiah, dalam keterangan di Samarinda, Sabtu (30/8).

Dasmiah mengungkapkan pencapaian Fadhil menambah panjang daftar prestasi yang ditorehkan oleh putra-putri terbaik Kaltim di bidang MTQ sepanjang tahun 2025.

Sebelumnya, kata dia, Imran Nurkarim meraih Juara 1 cabang tilawah dewasa pada MTQ Internasional di Jakarta pada Februari lalu. Selain itu Yasin Albar yang menjadi Juara 1 hafiz 30 juz di ajang yang sama, bahkan berhasil menembus babak final di Arab Saudi setelah mengalahkan ratusan peserta dari berbagai negara.

Selain itu, lanjutnya, Haikal Al Ghifari menjuarai cabang Tafsir Bahasa Arab di Brunei Darussalam dan Nur Rahmiyatin Adha yang meraih Juara 3 tilawah putri di MTQ Antarbangsa di Malaysia pada Agustus 2025.

“Prestasi Ahmad Fadhil ini semakin melengkapi rangkaian keberhasilan pelatihan yang kami lakukan melalui LPTQ Provinsi Kaltim,” ucap Dasmiah.

Ia mengatakan prestasi ini tidak lepas dari keberhasilan Kaltim sebagai juara umum dengan mengantongi 24 juara pertama pada MTQ Nasional sebelumnya.

Menurutnya, prestasi Kaltim di ajang internasional akan terus berlanjut. Pada September mendatang, kata dia, Andi Saputra akan berkompetisi di cabang hafiz 15 juz, sementara Jumarlin akan mewakili Indonesia di cabang tilawah remaja di MTQ Internasional di Kroasia.

“Semoga nanti kita bisa kembali mengukir prestasi,” kata Dasmiah.

Sebagai informasi, Ahmad Fadhil menjadi delegasi Indonesia setelah sebelumnya menjadi juara 1 pada MTQ XXX Tingkat Nasional di Samarinda tahun 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPID DKI Sensor Terselubung, Minta Tayangan Demo Dibatasi

Sejumlah aparat TNI membuat barikade untuk menutupi pagar yang jebol di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Surat imbauan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta kepada 37 stasiun televisi menuai kontroversi di tengah maraknya aksi demonstrasi menolak kekerasan aparat. Melalui Surat Nomor 309/KPID-DKI/VII/2025, KPID meminta lembaga penyiaran tidak menyiarkan liputan demonstrasi yang menampilkan kekerasan secara berlebihan.

Isi surat tersebut terdiri dari empat poin, antara lain meminta agar televisi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, tidak bersifat provokatif, serta membangun suasana yang sejuk dalam menayangkan aksi massa.

Beredarnya surat itu di media sosial langsung memicu perbincangan publik yang menilai KPID berupaya membatasi arus informasi terkait demonstrasi.

Namun Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menepis anggapan adanya pembatasan. Menurutnya, KPI justru mendorong lembaga penyiaran tetap menayangkan informasi secara akurat dan berimbang.

“Kami menghormati penuh lembaga penyiaran untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat karena ini menjadi hak asasi yang dilindungi oleh undang-undang,” ujar Ubaidillah dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).

KPI, kata dia, hanya mengingatkan agar penyiaran tetap berpegang pada Undang-Undang Penyiaran, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta aturan perundangan lain.

“Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan akses informasi, termasuk soal demonstrasi. Yang kami tekankan hanyalah profesionalisme dan tanggung jawab dalam penyiaran,” imbuhnya.

Gelombang aksi sendiri terus meluas di Jakarta dan sejumlah daerah. Di ibu kota, massa terbagi di tiga titik utama, yaitu Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Mako Brimob.

Aksi-aksi ini merupakan respons atas tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Kapolri Tegaskan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Akibat Demo Makin Ricuh

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta, aktual.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa aparat TNI-Polri akan mengambil langkah tegas dalam menghadapi aksi anarkis di sejumlah daerah. Ia menekankan, langkah tersebut sejalan dengan instruksi Presiden agar penegakan hukum dilakukan berdasarkan ketentuan undang-undang.

“Eskalasi yang terjadi kecenderungan tindakan anarkis di beberapa wilayah. Pembakaran gedung, penyerangan markas dan ada area fasilitas umum dilakukan pembakaran dan tindakan lain yang tidak sesuai ketentuan mengarah ke pidana. Presiden perintahkan terkait tindakan anarkis TNI dan Polri ambil langkah tegas sesuai ketentuan UU,” ujar Kapolri dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Lebih lanjut, Kapolri meminta masyarakat untuk tetap tenang menyikapi perkembangan situasi. Ia memastikan aparat keamanan terus berupaya mengendalikan keadaan agar tetap kondusif.

“Ini kami sampaikan agar masyarakat tenang, kami dapat info kegelisahan dan ketakutan masyarakat. Kami memulihkan situasi keamaan. Kami berharap dapat dukungan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan kesatuan,” katanya.

7 Halte TransJakarta Rusak dan Dibakar Massa

Pada Sabtu pagi (30/8/2025), dua halte TransJakarta kembali menjadi sasaran pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Halte tersebut adalah Halte Bundaran Senayan dan Halte Pemuda Pramuka. Dengan insiden ini, total sudah tujuh halte mengalami kerusakan akibat pembakaran.

Sehari sebelumnya, pada Jumat (29/8/2025), lima halte juga menjadi korban aksi serupa, yaitu Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan BDKI, dan Halte Gerbang Pemuda.

“Hingga Sabtu pagi ada 7 halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (30/8/2025).

Ayu mengingatkan masyarakat agar tidak merusak fasilitas publik. Ia berharap semua pihak dapat menjaga sarana umum supaya manfaatnya tetap bisa dirasakan bersama.

“Transjakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Ayu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Uang Pajak Rakyat Diguyur ke Polri, Nyawa Affan Jadi Korban

Suasana aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Senayan Jakarta, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc/pri.

Komisi III DPR RI pada 15 Agustus 2025 menyetujui usulan tambahan anggaran Kepolisian RI sebesar Rp63,7 triliun, sehingga total anggaran Polri untuk 2026 mencapai Rp173,47 triliun. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibanding pagu 2025 yang tercatat Rp126,6 triliun, atau naik hampir 37 persen.

Alokasi terbesar dalam anggaran 2026 adalah modernisasi alat utama dan sarana prasarana sebesar Rp58,1 triliun, disusul pos dukungan manajemen senilai Rp73 triliun. Sementara anggaran Polri terus meningkat dari Rp102,2 triliun pada 2021 menjadi Rp145,6 triliun pada 2026.

Namun, lonjakan anggaran ini menuai kritik. Ekonom Achmad Nur Hidayat dari UPN Veteran Jakarta menilai tambahan tersebut tidak sejalan dengan semangat efisiensi pemerintah.

“Permintaan naiknya anggaran 37 persen tidak sejalan dengan semangat penghematan. Dana sebesar itu lebih tepat dialihkan ke pendidikan atau bantuan sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kurangnya transparansi pada pos dukungan manajemen yang nilainya mencapai puluhan triliun tanpa rincian jelas.

Kontroversi anggaran semakin mencuat setelah tragedi 28 Agustus 2025, ketika seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan kompleks DPR/MPR.

Dalam aksi itu, polisi menahan sekitar 600 orang dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Indonesia Corruption Watch, KontraS, dan Trend Asia menilai peristiwa itu memperlihatkan bagaimana uang pajak rakyat dipakai untuk membiayai represivitas aparat.

Mereka mencatat bahwa Polri menghabiskan Rp1,93 triliun untuk membeli 98 unit kendaraan taktis dan khusus dalam periode 2020–2024. Salah satu rantis buatan Korea Selatan, model Tambora, diduga digunakan dalam tragedi Affan.

Koalisi menuntut agar anggaran Polri dipangkas dan dialihkan ke kebutuhan publik. Mereka juga mendesak audit menyeluruh atas penggunaan anggaran, serta meminta pertanggungjawaban Polri atas jatuhnya korban jiwa.

“Anggaran besar seharusnya digunakan untuk reformasi dan perlindungan rakyat, bukan untuk membeli senjata yang justru menghabisi warga,” tegas pernyataan bersama ICW, KontraS, dan Trend Asia.

Tragedi Affan Kurniawan adalah bukti telanjang bahwa pajak rakyat telah dipelintir menjadi bahan bakar kekerasan negara. Setiap rupiah yang dipotong dari keringat rakyat seolah hanya untuk menghidupi mesin represif. Kendaraan tektis yang melindas, gas air mata yang mencekik, dan borgol yang membungkam suara kritis. Negara yang seharusnya melindungi justru berubah menjadi algojo yang hidup dari uang rakyat.

Ironinya, rakyat yang taat membayar pajak kini dipaksa menanggung duka. Mereka yang berharap perlindungan justru menjadi korban dari institusi yang dibiayai oleh kontribusi mereka sendiri.

Kepercayaan publik runtuh, karena apa artinya membayar pajak bila imbalannya adalah teror di jalanan, dan nyawa rakyat kecil yang diperlakukan seperti sampah?

Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan, pajak bukanlah lisensi untuk membunuh. Pajak adalah amanah rakyat, yang harus dikembalikan dalam bentuk kesejahteraan, pendidikan, dan keamanan yang manusiawi.

Selama Polri menggunakan pajak untuk membeli senjata yang berbalik menghabisi rakyat, maka negara ini tidak lagi berdiri di atas demokrasi, melainkan di atas darah dan penderitaan warganya sendiri.

“Berulangnya kekerasan aparat menunjukkan lemahnya evaluasi, kontrol, dan akuntabilitas Polri. Sangat ironis ketika nyawa warga berjatuhan dengan menggunakan peralatan berbahan bakar pajak rakyat,” tegas Koalisi Masyarakat Sipil dalam siaran persnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

BPBD Catat 67 Unit Mobil Ludes Terbakar di DPRD Kota Makassar

Sejumlah bangkai mobil hangus terbakar berada di lahan parkir seusai kerusuhan pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025). ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar, aktual.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan unit mobil ludes terbakar saat peristiwa kerusuhan kasus pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saat ini asesmen sementara kita ada 67 unit mobil. Hampir semuanya mobil dinas, tapi ada beberapa juga mobil pribadi. Untuk motor ada beberapa juga, tapi jumlahnya masih diasesmen,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar, di Makassar, Sabtu (30/8).

Ia menegaskan, peristiwa tersebut merupakan kejadian luar biasa, selain menelan korban jiwa juga terdapat korban kendaraan yang dirusak massa dengan cara dibakar sampai menjadi bangkai.

Oleh karena itu, BPBD yang menjadi salah satu badan dalam Pemerintah Kota Makassar turut membantu mengevakuasi korban saat kejadian tersebut pada Sabtu (30/8) dini hari.

“Kami membantu untuk mengevakuasi korban dari semalam sampai sekarang kita masih bertugas. Dari TNI juga turut membantu untuk pengamanan,” katanya.

“Untuk korban semalam itu ada delapan orang korban, asesmen terakhir dari BPBD. Tiga korban meninggal, dua luka berat dan tiga luka sedang,” tuturnya menyebutkan

Untuk korban luka, kata dia, kini sedang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit. Sedangkan korbannya ada dari pegawai DPRD Kota Makassar, ada dari staf dinas lain,” ujarnya.

Selain pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, massa juga membakar Kantor DPRD Provisi Sulsel. Kendaraan yang terbakar satu mobil dan satu motor mengalami kerusakan berat usai dibakar. Sejauh ini, tim Damkarmat Makassar telah memadamkan api di DPRD Sulsel.

Ia menekankan, dengan proses seperti ini, pihaknya tetap melakukan pengawasan. Artinya, tim dari BPBD Kota Makassar sejauh ini telah melakukan asesmen.

Sebelumnya, dari data TRC BPBD Makassar tercatat ada tiga orang korban tewas. Masing-masing Sarinawati (26) jenis kelamin perempuan, Staf DPRD Makassar. Ditemukan tim evakuasi dalam kondisi hangus terbakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara.

Selanjutnya, Syaiful (43) laki-laki meninggal di Rumah Sakit Grestelina dalam kondisi terbakar. Korban diketahui Staf Kecamatan Ujung Tanah. Dan Abay laki-laki staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.

Sedangkan luka berat sebanyak dua orang, masing-masing Budi Haryati (30) pegawai DPRD Makassar dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma. Heriyanto (28) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Grestelina mengalami luka berat karena melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.

Korban luka sedang bernama Sahabuddin (45) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Hermina mengalami kondisi sakit pada bagian pinggul karena melompat dari lantai 2 saat kebakaran berlangsung.

Selanjutnya, Arif Rahman Hakim (28) pegawai DPRD Makassar, luka sedang terkena lemparan batu dan telah dirawat di Rumah Sakit Grestelina. Dan Agus Setiwawan (32) pegawai DPRD Makassar mengalami sakit pada bagian punggung dan telah dirawat di Rumah Sakit Hermina.

Tim evakuasi gabungan dari BPBD, Damkarmat, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi serta dibantu tim relawan potensi SAR.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

PPI: Demonstrasi Merupakan Akumulasi Kemarahan Rakyat terhadap Pemerintah dan DPR

Sejumlah aparat TNI membuat barikade untuk menutupi pagar yang jebol di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, aktual.com – Gelombang aksi demonstrasi dalam beberapa hari terakhir berlangsung di sejumlah titik di Jakarta hingga daerah. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai aksi-aksi tersebut sebagai bentuk akumulasi kemarahan rakyat terhadap pemerintah maupun DPR.

“Ini akumulasi dari kemarahan rakyat terhadap situasi saat ini. Di saat rakyat susah nyari kerja, tunjangan dewan dinaikkan. Di saat rakyat berkelahi dengan hidupnya, malah banyak yang rangkap jabatan dan pajak rakyat naik,” kata Adi kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).

Adi mengingatkan agar para anggota DPR lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara di depan publik. Menurutnya, ketika rakyat sedang marah, seharusnya DPR dapat menenangkan, bukan memperkeruh suasana.

“Dewan wajib jaga omongan dan perilakunya. Saat rakyat susah, malah ada yang joget-joget. Ketika rakyat protes dituding dengan bahasa kasar. Itu tak mencerminkan perilaku yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adi juga menyoroti pernyataan sejumlah anggota DPR yang mengeluhkan tunjangan yang diterima. Ia menilai wakil rakyat semestinya lebih peduli pada kondisi masyarakat.

“Salah satunya itu (bahasa kasar kepada rakyat) pemantiknya. Termasuk pernyataan dewan yang merasa kurang dengan tunjangan Rp 50 juta untuk sewa rumah. Juga pernyataan dewan jarak tempuh Bintaro-Senayan macet, makanya butuh tunjangan rumah,” tuturnya.

“Dewan itu pejabat publik. Kata-katanya mesti dijaga. Jangan melukai rakyat, jangan nantang rakyat,” imbuh dia.

Sebagai catatan, dalam beberapa hari terakhir aksi demonstrasi terus bergulir, di antaranya pada Jumat (29/8), ketika massa menggelar aksi di Polda Metro Jaya, Gedung DPR, hingga Markas Brimob.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain