17 April 2026
Beranda blog Halaman 898

Kasus Suap Minyak Goreng Memanas, Ari Bakrie Disebut Banyak Mengelak

Ilustrasi hukum. Aktual/IST

Jakarta, aktual.com – Penasehat Hukum Wahyu Gunawan, Tri Persada Kaban, menyebut jika keterangan saksi Ariyanto Bakri tidak konsisten dan tidak jujur soal besaran uang suap dalam upaya memuluskan vonis onslagh kepada korporasi crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng (migor)

“Kita berpaku kepada BAP, pertama, kedua, juga sudah dilakukan konstruksi yang mana dihadiri oleh Pak Man sendiri dan dihadiri oleh majelis yang lain, bahwa apa yang disampaikan oleh Ariyanto Bakri adalah bohong,” kata Persada, Kamis (28/8/2025).

Disampaikan demikian karena apa yang sudah diterima oleh penerima uang, baik Muhammad Arif Nuryanta hingga Djuyamto, angkanya tidak seperti yang disampaikan Ariyanto Bakrie yakni sebesar Rp60 miliar.

“Apa yang disampaikan Ari itu sah-sah saja, cuma secara kami sebagai penasihat hukum Wahyu adalah itu semua bohong. Dan dalam hal ini juga majelis yang memimpin jalannya persidangan, beberapa kali menyampaikan supaya keterangan Ari Bakri tidak berubah-ubah,” jelas Persada Kaban.

Ia menyebut saksi Ariyanto belum menyampaikan secara jujur dan terang. Apa yang dia terima, apa yang dirasakan dan apa yang dilihatnya selama proses memuluskan langkah vonis onslagh kepada korporasi crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng (migor).

“Yang menjadi inisiator adalah Arie Bakrie. Cerita awalnya, Arie Bakrie melihat postingan Wahyu dengan Pak Man sebagai Waka PN Jakarta Pusat. Di situlah Arie Bakrie meminta tolong kepada Wahyu mengenai kasus minyak goreng. Soal tuduhan keluarganya dihidupi oleh Ari Bakrie, ini lari dari topik kasus,” ujar Persada.

Dalam persidangan penanganan perkara kasus korupsi suap hakim itu, saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum adalah pengacara Ariyanto Bakri (Ary Bakri). Ia adalah suami pengacara Marcella Santoso. Keduanya tersangka kasus suap vonis lepas yang diberikan hakim Djuyamto dkk terhadap terdakwa korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

Ricuh, Polisi Pukul Mundur Demonstran Dari Kawasan Kompleks DPR 

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa gerakan mahasiswa bersama rakyat (Gemarak) di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/8/2025). ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh/rwa.

Jakarta, aktual.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/8), petang berakhir ricuh. Aparat memukul mundur massa hingga ke sejumlah titik dari depan Gedung MPR/DPR hingga ke arah Slipi, begitu pula mereka yang terkonsentrasi di depan Gedung RRI atau Kemenpora.

Kericuhan memaksa aparat menutup jalur tol dalam kota. Sejumlah rute kereta api yang melintasi Stasiun Palmerah juga dialihkan. Selain mahasiswa, tampak pula pelajar ikut melakukan aksi dan berupaya bertahan.

Baca Juga:

Disdik Jakarta Ambil Langkah Antisipasi Agar Siswa-Siswi Tidak Ikut Aksi Unjuk Rasa

Aksi demo mahasiswa dan pelajar beririsan dengan kelompok buruh yang menggelar demonstasi. Mereka menuntut antara lain menghapus out sourcing dan upah murah, setop PHK, pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law, pengesahan RUU Perampasan Aset dan redesain sistem Pemilu 2029.

Kericuhan terjadi karena massa menolak mundur. Sementara aparat menembakkan water cannon. Tak sedikit pula peserta aksi tertangkap karena melawan. Bahkan ada yang melempari petugas dengan molotov.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bojan Pastikan Thom Haye dan Barba Akan Debut Melawan Borneo FC

Arsip - Ekspresi pesepak bola Timnas Indonesia Thom Jan Haye usai mencetak gol ke gawang Timnas Filipina dalam laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.
Arsip - Ekspresi pesepak bola Timnas Indonesia Thom Jan Haye usai mencetak gol ke gawang Timnas Filipina dalam laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Bandung, aktual.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menyebut dua rekrutan baru yakni Thom Haye dan Federico Barba berpeluang menjalani debut pada laga pekan keempat BRI Super League 2025/2026 melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (31/8).

Bojan mengatakan kondisi kedua pemain tersebut sudah siap tampil setelah menjalani latihan bersama tim.

“Intinya, Thom dan Federico Barba sangat berpotensi memulai debut lawan Borneo,” ujar Bojan di Bandung, Kamis (28/8).

Bojan menambahkan, Barba yang sebelumnya sempat sakit kini sudah kembali bugar, sedangkan Haye datang dengan kondisi fisik terjaga karena sebelumnya menjalani latihan individual terstruktur.

“Kita lihat perkembangan. Untuk debut mungkin keduanya bisa memulai sebagai starter atau di babak kedua,” kata dia.

Sebelumnya, Persib resmi memperkenalkan Thom Haye sebagai rekrutan baru pada Rabu (27/8). Gelandang timnas Indonesia kelahiran Amsterdam, 9 Februari 1995 itu dikontrak selama dua tahun untuk memperkuat lini tengah Persib.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut perekrutan Haye sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan di lini tengah.

“Sosok Haye dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh, cerdas dalam membaca permainan, dan piawai menjaga ritme di lini tengah,” katanya.

Selain Haye, Persib juga mendatangkan bek tengah asal Italia, Federico Barba. Pemain kelahiran Roma, 1 September 1993 tersebut, direkrut dengan kontrak berdurasi satu tahun setelah berstatus bebas transfer setelah berpisah dengan klub Swiss, FC Sion.

Adhitia menilai kehadiran Barba sangat penting untuk memperkokoh lini pertahanan Maung Bandung sekaligus memberi fleksibilitas taktik yang lebih luas dalam menghadapi kompetisi.

“Kedatangan Federico Barba bukan hanya menambah opsi di sektor belakang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka pendek Persib untuk menjaga keseimbangan antara talenta lokal dengan pemain internasional berpengalaman,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Partai Buruh Minta DPR Tidak Takut dengan Aksi Unjuk Rasa

Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal memberikan keterangan setelah membubarkan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, dan meminta peserta aksi agar kembali ke tempat kerja masing-masing, Kamis (28/8/2025). ANTARA/Mario Sofia Nasution.

Jakarta, aktual.com – Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak paranoid atau ketakutan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh buruh karena itu merupakan bentuk penyampaian aspirasi mereka.

“Aksi hari ini di seluruh Indonesia, baik yang dilakukan buruh, mahasiswa, pelajar, hingga warga biasa merupakan aksi damai. Jadi jangan paranoid,” kata Said di Jakarta, Kamis (28/8).

Menurut dia, Indonesia adalah negara demokrasi, dan aksi unjuk rasa merupakan hal yang biasa dilakukan dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami tentu menghormati keputusan DPR untuk memberikan kesempatan WFH (Work From Home) kepada ASN dan pegawai yang ada di sana,” ujar Said.

Dia pun berharap jika aksi serupa kembali digelar, DPR hendaknya mendengarkan dan menyimak betul aspirasi yang disampaikan buruh.

“Jadi, jangan ada lagi seperti ini,” tutur Said.

Seperti diketahui, ribuan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh serta sejumlah aliansi serikat pekerja menggelar aksi di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR di Jakarta, Kamis.

“Ini Gerakan damai dan karena ga ada juga anggota DPR di dalam, kami memutuskan pulang ke daerah dan memperkuat aksi ini di daerah masing-masing,” tegas Said.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Prabowo Hilangkan Bonus Komisaris BUMN: Enak di Lo, Ga Enak di Rakyat!

Tangerang, aktual.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menghapus praktik pemberian bonus atau tantiem kepada komisaris BUMN. Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada acara Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8).

Prabowo mengungkapkan bahwa selama ini banyak aset dan potensi BUMN yang tercecer tanpa pengelolaan baik. Melalui konsolidasi aset di bawah pengelolaan Danantara, Indonesia kini memiliki kekuatan keuangan global yang signifikan.

“Kekayaan kita luar biasa. Masalahnya adalah manajemen pengelolaan. Saya sudah buktikan, aset BUMN saya kumpulkan di Danantara nilainya US$10 miliar. Sovereign fund kita sekarang mungkin kelima di dunia. Norwegia, China, Abu Dhabi, baru kita. Tidak main-main,” tegas Prabowo.

Namun di balik pencapaian tersebut, Prabowo menyoroti praktik pemberian tantiem atau bonus bagi komisaris BUMN yang dinilai tidak adil, terutama ketika perusahaan mengalami kerugian.

“Saudara tahu kemarin saya hilangkan apa itu tantiem. Tantiem itu rupanya bahasa Belanda, artinya bonus. Kenapa sih nggak pakai istilah sederhana, bonus gitu lho. Yang repot perusahaan rugi, dikasih bonus komisarisnya. Enak di lo, nggak enak di rakyat. No, coret!” tegasnya.

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan penghapusan bonus bagi komisaris BUMN merupakan bagian dari upaya reformasi besar-besaran. Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan negara.

“Alhamdulillah, yang nggak mau, get out. Banyak anak muda yang mau masuk,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Disdik Jakarta Ambil Langkah Antisipasi Agar Siswa-siswi Tidak Ikut Aksi Unjuk Rasa

Ribuan buruh berjalan kaki menuju gerbang utama gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (ANTARA/Mario Sofia Nasution).

Jakarta, aktual.com – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah antisipasi agar siswa-siswi sekolah tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR pada Kamis.

Salah satunya dengan memperkenankan siswa-siswi yang tinggal di daerah sekitar aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR untuk belajar dari rumah.

“Sampai saat ini, ada beberapa kondisi sekolah yang dekat dengan lokasi unjuk rasa atau jarak tempuh anak. Permohonan orang tua, maka anak diperkenankan belajar di rumah dengan tetap berkomunikasi intensif dengan orang tua guna memastikan keberadaan anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana di Jakarta, Kamis (28/8).

Lebih lanjut, sebagai upaya antisipasi potensi provokasi ajakan kepada siswa-siswi untuk mengikuti demonstrasi tersebut, pihaknya menerbitkan Surat Instruksi Kadis Nomor 31 Tahun 2025 tentang optimalisasi kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan bagi seluruh jajaran Disdik DKI.

Aturan tersebut merupakan turunan dari instruksi Sekretaris Daerah Nomor 62 Tahun 2025 tentang pengendalian penyampaian pendapat di muka umum berupa unjuk rasa atau demonstrasi.

Nahdiana mengatakan mulai Selasa, 26 Agustus 2025, pihaknya melakukan pengawasan ke sekolah terkait kehadiran siswa dan kepulangan mereka dari sekolah ke rumah melalui komunikasi intensif dengan orang tua.

“Kami juga memetakan dan melakukan pendampingan pengawasan kehadiran dan kepulangan murid untuk sekolah-sekolah swasta yang berpotensi mudah terprovokasi (muridnya berasal keluarga lingkungan kurang mampu),” tutur Nahdiana.

Tak hanya itu, Disdik DKI turut melakukan rapat koordinasi secara berjenjang dengan kepala sekolah untuk melakukan pengawasan ketat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta aparat untuk memitigasi jika hari ini masih ditemukan anak-anak yang dari rumah mengaku berangkat ke sekolah, tetapi nyatanya tidak sampai ke sekolah.

Kendati demikian, belum dijelaskan secara rinci terkait sanksi yang akan dikenakan apabila masih terdapat anak-anak yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain