17 April 2026
Beranda blog Halaman 899

Presiden: Direksi BUMN kayak Raja, Kelola Perusahaan seperti Punya Neneknya

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa/aa.

Jakarta, Aktual.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyak manajemen badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak jelas. Padahal menurutnya aset negara harusnya dikelola dengan baik.

Hal ini diungkapkan Presiden Prabowo saat acara APKASI Otonomi Expo 2025, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Presiden Prabowo mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang kaya, namun masalah yang terjadi saat ini adalah manajemen pengelolaan.

Dari hitungannya total nilai aset di perusahaan BUMN yang dikumpulkan di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencapai US$ 1.000 miliar.

Hal itu membuat Indonesia menjadi sovereign wealth fund (SWF) kelima terbesar di dunia, setelah Norwegia, China, dan Abu Dhabi (UAE).

“Tidak main-main selama ini (aset) tercecer nggak jelas dan banyak yang tidak baik manajemennya, yang tidak baik saya ingin beresin semua itu,” kata Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo juga bercerita dia memutuskan untuk menghapus tantiem atau bonus bagi komisaris BUMN.

“Saudara tahu kemarin saya hilangkan Tantiem. Tantiem pun saya enggak jelas apa arti Tantiem. Rupanya saya cek itu bahasa Belanda, bahasa Belanda. Tantiem artinya bonus. Kenapa sih nggak pakai istilah sederhana bonus gitu loh, yang repot perusahaan rugi dikasih bonus komisarisnya, enak di lo nggak enak di rakyat, no, coret,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun menegaskan, komisaris yang keberatan dengan kebijakan tersebut, dipersilakan untuk meninggalkan BUMN.

“Yang nggak mau Alhamdulillah you nggak mau, out. Get out, banyak anak muda yang mau masuk,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini di Indonesia tidak ada sosok yang tidak bisa diganti, termasuk posisi tertinggi yakni Presiden RI.

“Kalau saya nggak benar, kalau saya brengsek, saya bisa diganti, nggak ada orang yang tidak bisa diganti. Bupati nggak beres, bupati bisa diganti. Ada itu direksi-direksi BUMN merasa kayak jadi raja aja, kayak perusahaannya punya neneknya sendiri. Jaksa Agung, ada Jaksa Agung? Jaksa Agung banyak pekerjaan ini,” kata Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

DPR Minta Kemenpora Jadikan “Youth Mainstreaming” dalam Setiap Program Pemerintah

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadikan pengarusutamaan pemuda (youth mainstreaming) dalam setiap program pemerintah.

“Di negara lain itu, youth mainstreaming yang sudah sering digemborkan di antara kita ini harusnya memang sudah ada peta jalan. Kalau Singapura di bangga-banggakan itu karena utamanya adalah Young Urban Professional,” kata Fikri dikutip di Jakarta, Kamis (28/8).

Dalam pandangannya, Fikri melihat hal itu penting untuk dilakukan karena pada saat ini peran pemuda di Indonesia terkait dengan pembangunan masih belum optimal. Kondisi itu, berbeda dengan negara lain yang sudah menempatkan generasi muda sebagai subjek utama dalam kebijakan strategis.

Hal tersebut telah dia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Menpora di Kompleks Parlemen pada Rabu (27/8). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenpora 2026 serta program-program yang akan didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lebih lanjut, Fikri menegaskan bahwa narasi pembangunan sudah seharusnya dibuat dan diformulasikan oleh pemuda dan Kemenpora memiliki peran sentral dalam memastikan hal itu

Dengan demikian, Fikri pun berharap, program unggulan Presiden saat ini, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau program lainnya dapat sepenuhnya dijalankan oleh pemuda.

“Pelakunya adalah anak muda. Narasi itu penting untuk disampaikan dan dibuat formatnya, diformulasikan oleh Kementerian Pemuda Olahraga,” kata dia.

Berikutnya, Fikri juga menyinggung tentang anggaran Kemenpora yang cenderung kecil. Ia berharap pimpinan Komisi X DPR RI dapat berjuang untuk menaikkan alokasi anggaran, terutama untuk program-program yang melibatkan pemuda.

Fikri meyakini investasi pada pemuda akan memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan bangsa.

Diketahui, dalam konteks kebijakan, pengarusutamaan pemuda berarti memastikan setiap program pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan, maupun pembangunan desa, memberi ruang partisipasi dan manfaat bagi generasi muda. Dengan begitu, urusan pemuda tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenpora, tetapi juga diintegrasikan ke seluruh kementerian dan lembaga.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hypermart Genap 21 Tahun, Hadir dengan Wajah Baru dan Senyum Emas

Logo Fresh, Layanan Hangat, Belanja Bikin Happy. Aktual/DOK Hypermart

Tangerang, aktual.com – Genap berusia 21 tahun, Hypermart resmi meluncurkan wajah baru dengan identitas segar yang lebih hangat, modern, dan penuh makna. Rebranding ini tidak hanya menghadirkan logo baru, tetapi juga semangat baru dalam layanan, produk, dan pengalaman belanja bagi seluruh keluarga Indonesia.

Logo anyar Hypermart kini menampilkan simbol infinity ribbon berwarna biru sebagai lambang pertumbuhan berkelanjutan, dipadukan dengan golden smile berbentuk pisang kuning yang melambangkan kebahagiaan dan keramahan. Karakter visual yang joyful, bold, warm, dan fresh ini menjadi cerminan tekad Hypermart untuk terus relevan dalam industri ritel yang dinamis.

Tak hanya berganti logo, Hypermart juga melakukan pembaruan menyeluruh melalui inisiatif Golden Smile Movement, sebuah filosofi bahwa karyawan yang bahagia akan menghadirkan senyum kebahagiaan kepada pelanggan. Perubahan juga menyentuh berbagai aspek, mulai dari penataan produk segar yang lebih rapi, pengalaman belanja kategori non-makanan yang lebih inspiratif, hingga program loyalitas dengan berbagai keuntungan eksklusif.

Empat gerai pertama yang mengusung tampilan baru ini adalah Hypermart Lippo Karawaci Utara, Hypermart Puri, Hypermart Vila Melati Mas, dan Hypermart Gading Serpong.

“Rebranding ini adalah komitmen kami untuk tetap relevan, terus berinovasi, dan menghadirkan pengalaman belanja yang hangat serta menyenangkan. Logo baru kami menggambarkan pertumbuhan berkelanjutan dan senyum yang ingin selalu kami hadirkan,” ujar Adrian Suherman, Presiden Direktur MPPA, dalam peluncuran, Kamis (28/8).

Mengiringi semangat baru, Hypermart meluncurkan kampanye “Belanja Bikin Happy” yang fokus menyapa para ibu—sebagai pengambil keputusan utama kebutuhan rumah tangga. Melalui program WIB (Waktunya Ibu Bahagia), Hypermart menawarkan pengalaman belanja yang bukan hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan layaknya shopping therapy.

Rangkaian program WIB meliputi:

  • Waktunya Ibu Dimanjakan Diskon: promo spesial 28–31 Agustus.
  • Waktunya Ibu Berkilau: layanan me-time seperti beauty class, hair coloring, skin & dental check, hingga zumba.
  • Waktunya Ibu Beruntung Jadi Member: hadiah menarik melalui gamifikasi “Spin & Win” di aplikasi Hicard.

Tak berhenti di situ, Hypermart juga menghadirkan aktivitas akhir pekan seperti Hari Icip Happy (HIH), Hari Olahraga Happy (HOH), hingga Hari Member Happy (HMH) yang semakin menguatkan interaksi dengan pelanggan setia.

Di usia 21 tahun, Hypermart menegaskan dirinya bukan sekadar tempat belanja hemat, melainkan ruang yang menghadirkan pengalaman belanja penuh senyum, relevan dengan gaya hidup modern keluarga Indonesia.

Senyum baru, semangat baru, Hypermart siap melangkah ke masa depan dengan lebih happy!

Gubernur Jakarta Pastikan Segera Perbaiki Fasilitas Rusak Akibat Unjuk Rasa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Jakarta, aktual.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan segera memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak akibat aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin (25/8) di depan Gedung DPR.

Salah satu fasilitas yang diketahui rusak akibat kejadian itu, yakni kamera pengawas (CCTV) di wilayah Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Iya, segera kita perbaiki. Karena itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta, apapun. walaupun Pemerintah Jakarta tidak ada ketika peristiwa itu terjadi, tetapi itu tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk segera memperbaiki, membersihkan,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Pada 25 Agustus 2025, menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI dengan sigap membersihkan sampah-sampah sisa aksi demonstrasi tersebut.

“Termasuk kemarin ketika demonstrasi tanggal 25, besoknya nggak sampai 1-2 jam sudah bersih,” ujar Pramono.

Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR dan Medan Merdeka, Jakarta, pada Senin (25/8) menyisakan 18,72 ton sampah dan melibatkan 250 petugas kebersihan dalam proses pembersihannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan sampah tersebut didominasi bahan anorganik, seperti banner, botol plastik, dan sisa-sisa poster.

Rincian petugas yang dikerahkan itu, yakni 150 personel petugas kebersihan Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat serta 100 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Gelora dan Kelurahan Bendungan Hilir.

Selain itu, proses pembersihan tersebut turut didukung sejumlah peralatan berupa 12 road sweeper atau penyapu jalan mekanis, tiga mini dump truk, dan 10 truk angkut sampah anorganik.

Kegiatan pembersihan itu terkonsentrasi di dua lokasi, yakni di sekitar Gedung DPR/MPR yang meliputi Jalan Pemuda Senayan, Jalan Pejompongan, dan Tanah Abang, serta kawasan Gambir di Jalan Medan Merdeka Barat dan Timur.

Petugas mulai menyisir area tersebut mulai pukul 20.00 WIB, sementara pembersihan berat dilakukan pukul 23.00 WIB hingga dini hari dengan memanfaatkan lalu lintas yang sepi.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ridwan Kamil Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Laporan Lisa Mariana

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) dengan didampingi tim kuasa hukumnya berjalan keluar dari Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri memeriksa mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Kamis (28/8) ini terkait laporan yang diajukan terhadap selebgram Lisa Mariana.

Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Rizki Prakoso di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pemeriksaan hari ini untuk memperdalam klarifikasi atas laporan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ridwan Kamil terhadap Lisa.

“Pemeriksaan terhadap saudara RK (Ridwan Kamil) hari ini merupakan bagian dari pendalaman atas laporan yang sudah masuk,” ucapnya.

Rizki juga mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Lisa Mariana akan segera menyusul.

“Pekan depan, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Saudari Lisa Mariana, dengan mempertimbangkan hasil tes DNA yang sudah kami terima,” ucapnya.

Usai kedua belah pihak diperiksa, ujar dia, tim penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara guna menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status laporan.

Sebelumnya, Ridwan Kamil melaporkan Lisa Mariana ke Dittipidsiber Bareskrim Polri pada 11 April 2025 atas dugaan pencemaran nama baik.

Perseteruan keduanya bermula ketika Lisa Mariana mengunggah tangkapan layar percakapan pribadinya dengan seseorang yang diduga Ridwan Kamil di akun Instagram pada 26 Maret 2025.

Dalam unggahan tersebut, Lisa berulang kali mencoba menghubungi pria yang diduga Ridwan Kamil dan mengklaim sedang mengandung anaknya.

Dalam proses penyidikan, dilakukan tes DNA antara Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan putri Lisa yang berinisial CA.

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri Brigjen Polisi Sumy Hastry Purwanti mengatakan bahwa dari pemeriksaan DNA, diketahui bahwa separuh profil DNA dari CA cocok dengan separuh profil DNA Lisa Mariana.

Namun, separuh DNA dari CA lainnya tidak cocok dengan separuh profil DNA Ridwan Kamil.

“Dari hasil analisis terhadap seluruh profil DNA yang diperoleh maka telah dibuktikan secara ilmiah bahwa secara genetik, CA adalah anak biologis Lisa Mariana Presley Zulkandar, bukan anak biologis Muhammad Ridwan Kamil,” kata Sumy.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hendardi Kritik Pemberian Bintang Mahaputera Untuk Bahlil Langgar Asas

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Haji Isam dan sejumlah tokoh yang dinilai berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2025), Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Penganugerahan Bintang Mahaputera oleh Presiden Prabowo Subianto kepada ratusan tokoh melalui upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (25/8) dianggap keliru. Bahkan bertentangan dengan UU No. 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang menekankan antara lain pada asas kehormatan, keteladanan dan keterbukaan.

Ketua Dewan Nasional Setara Institut Hendardi mengingatkan penganugerahan Bintang Mahaputera harus mengikuti Pasal 2 UU No 20 itu. Khususnya mengenai asas-asas yang melimitasi penganugerahan dilakukan secara serampangan kepada tokoh-tokoh kontroversial.

“Penganugerahan Bintang Mahaputera pada tahun 2025 harus ditolak,” kecam Hendardi, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (28/8).

Hendardi mengutip asas dalam Pasal 2 UU yang menekankan pada asas kemanusiaan, asas keteladanan, asas kehati-hatian, asas keobjektifan, dan keterbukaan. Sementara tokoh-tokoh yang menerima anugerah tergolong kontroversial. Memiliki jejak pelanggaran HAM masa lalu, bahkan pernah terjerat perkara korupsi.

“Beberapa figur secara objektif terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia masa lalu, utamanya Tragedi HAM 1998 dan Pelanggaran HAM seputar Referendum Timor Leste, seperti Wiranto,” kata Hendardi.

“Presiden juga memberikan Bintang Mahaputera kepada eks narapidana korupsi, utamanya Burhanuddin Abdullah,” sambungnya.

Dirinya mengakui bahwa Burhanuddin merupakan salah satu arsitek ekonomi pemerintahan Prabowo. Namun statusnya sebagai eks koruptor harusnya dijadikan pertimbangan untuk tidak diberikan Tanda Kehormatan sangat tinggi sekelas Bintang Mahaputera.

Menurutnya, penganugerahan Bintang Mahaputera telah melanggar asas-asas paling mendasar. “Karena beberapa alasan yang secara substantif bertentangan dengan asas-asas dalam UU tersebut,” ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan mengapa Prabowo memberi bintang kehormatan kepada para pembantunya yang belum menunjukkan kinerja optimal, seperti Teddy Indra Wijaya dan Bahlil Lahadalia. “Apa jasa para menteri yang baru menjabat dengan penunjukan politik presiden itu?” selorohnya.

Bukan hanya integritas, Hendardi mengingatkan sejumlah nama yang mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera juga disebut-sebut dalam kasus korupsi.

“Penolakan publik yang luas, dari akademisi dan intelektual sampai para aktivis masyarakat sipil, juga pertanyaan-pertanyaan mereka atas integritas dan jasa besar para penerima Bintang Mahaputera itu menunjukkan proses profiling calon penerima Bintang Mahaputera tidak terbuka dan tidak melibatkan publik,” ungkapnya.

Pemberian Bintang Mahaputera yang serampangan, lanjut Hendardi, selain menurunkan kredibilitas dan nilai dari penghargaan negara, bakal menjadi preseden bagi presiden dan pemerintahan dalam jangka panjang. Presiden sudah pasti tidak akan menganulir pemberian Bintang Mahaputera tersebut, tapi publik mesti mengingatkan bahwa tindakan negara, termasuk dalam bentuk pemberian Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan harus tunduk pada hukum negara.

“Mengabaikan hukum dan peraturan perundang-undangan merupakan bentuk pelanggaran serius atas Sumpah Presiden sendiri yang diucapkan dalam pelantikan,” kata Hendardi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain