17 April 2026
Beranda blog Halaman 907

Pasca Demo Kemarin, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat

Seorang pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Jakarta, aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/8) pagi dibuka menguat 14,01 poin atau 0,18 persen ke posisi 7.940,92.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,14 poin atau 0,14 persen ke posisi 827,78.

Adapun, Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa di Jakarta melemah sebesar 10 poin atau 0,6 persen menjadi Rp16.269 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.259 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

SOROTAN: Medali untuk Koruptor, Pentungan dan Gas Air Mata untuk Rakyat

Senin, 25 Agustus 2025, rakyat berteriak di depan gedung DPR. Mereka menolak kenaikan gaji wakil rakyat yang makin gemuk, sementara perut sendiri makin kempis. Suaranya riuh, hingga malam menjelma ricuh. Polisi turun tangan, ratusan pendemo diamankan, termasuk 205 pelajar yang barangkali baru belajar bahwa di negeri ini, ‘ekstra kurikuler’ paling nyata adalah turun ke jalan.

Namun, pada jam yang sama, di tempat tak jauh dari Senayan, suasana justru khidmat dan megah. Di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menyematkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada 141 tokoh bangsa.

Di antara mereka ada seniman, atlet, dan budayawan. Hormat untuk para tokoh yang memang patut dikenang. Tapi, satu nama terselip, Burhanuddin Abdullah, mantan terpidana korupsi, tiba-tiba ikut bersinar di panggung penghormatan.

Pemerintah berdalih, kemarin, bahwa mereka belum mengetahui teriakan rakyatnya di jalanan. “Kami lagi konsentrasi memberikan penghormatan kepada beliau-beliau yang berjasa bagi bangsa,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Rupanya di negeri ini, jeritan rakyat di jalan bisa kalah oleh gemuruh tepuk tangan di ruang ber-AC.

Maka lengkaplah kontras yang ironis. Di luar, mahasiswa dan pelajar ditangkap dan dihukum karena dianggap merusak ketertiban. Di dalam, seorang mantan napi korupsi dihormati karena dianggap menjaga stabilitas.

Barangkali inilah yang dimaksud dengan pendidikan karakter bangsa. anak sekolah diajari disiplin lewat pentungan, sementara orang dewasa diajari keteladanan lewat bintang di dada.

Editorial ini tidak bermaksud meremehkan jasa legenda olahraga atau seniman besar negeri. Justru penghargaan mereka menjadi ternodai ketika disandingkan dengan figur yang rekam jejaknya abu-abu.

Jika penghargaan tertinggi negara bisa diberikan kepada siapa saja, bahkan yang pernah merampas kepercayaan publik, maka apa bedanya medali emas Olimpiade dengan sekadar piagam tanda tangan lurah?

Pada akhirnya, rakyat boleh dipukul, ditangkap, bahkan dituduh anarkis. Tapi jangan salahkan bila mereka bertanya, siapa yang sebenarnya lebih merusak negeri ini, anak SMA yang berteriak di Senayan, atau pejabat yang dulu pernah tersandung korupsi lalu kini disanjung dengan Bintang Mahaputera?

Di negeri tanda jasa ini, rasa malu tampaknya sudah lama dicabut dari daftar penghargaan.

Tabik.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Arsenal Puncaki Klasemen Liga Inggris Disusul Tottenham dan Liverpool

Jakarta, aktual.com – Liga Inggris 2025/26 telah menyelesaikan seluruh pertandingan pekan kedua hingga Selasa dini hari WIB.

Sejumlah klub besar seperti Arsenal, Liverpool, dan Tottenham berhasil meraih kemenangan penting, sementara Manchester City secara mengejutkan takluk di kandang sendiri.

Arsenal tampil perkasa dengan membantai tim promosi Leeds United 5-0 di Emirates Stadium. Gol-gol The Gunners dicetak oleh Jurrien Timber (34′, 56′), Bukayo Saka (45+1′), dan Viktor Gyokeres (48′, 80+5′).

Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Arsenal setelah sebelumnya mengalahkan Manchester United 1-0. Dengan koleksi enam poin, Arsenal memimpin klasemen sementara, unggul selisih gol atas Tottenham di posisi kedua.

Tottenham Hotspur mencuri perhatian dengan kemenangan 2-0 atas Manchester City di Etihad Stadium.

Gol-gol dari Brennan Johnson (35′) dan Joao Palhinha (45+2′) memastikan tiga poin bagi Spurs. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Manchester City musim ini setelah sebelumnya menang 4-0 atas Wolverhampton.

Hasil ini membuat Tottenham naik ke peringkat kedua, sementara Manchester City terlempar ke posisi keenam.

Liverpool berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Newcastle United di St James’ Park. Gol dari Ryan Gravenberch (35′) dan Hugo Ekitike (46′) membawa Liverpool unggul lebih dulu.

Newcastle, yang bermain dengan 10 pemain setelah Anthony Gordon mendapat kartu merah (45+3′), sempat menyamakan kedudukan melalui gol Bruno Guimares (57′) dan William Osula (88′).

Namun, gol telat Rio Ngumoha (90+10′) memastikan kemenangan Liverpool. The Reds kini berada di peringkat ketiga dengan enam poin, sama dengan Arsenal dan Tottenham.

Berdasarkan laman resmi liga, berikut hasil lengkap dan klasemen pekan kedua Liga Inggris 2025/26:

– West Ham United 1-5 Chelsea
– Manchester City 0-2 Tottenham Hotspur
– Bournemouth 1-0 Wolverhampton Wanderers
– Burnley 2-0 Sunderland
– Brentford 1-0 Aston Villa
– Arsenal 5-0 Leeds United
– Crystal Palace 1-1 Nottingham Forest
– Everton 2-0 Brighton & Hove Albion
– Fulham 1-1 Manchester United
– Newcastle United 2-3 Liverpool

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Selidiki Dugaan Praktik Pemerasan K3 Sebelum 2019

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan yang berlangsung sebelum tahun 2019.

“Apakah yang tahun sebelumnya tidak ada? Itu sedang kami dalami,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8).

Asep menjelaskan KPK menduga adanya praktik pemerasan pengurusan sertifikat K3 tersebut terjadi sebelum 2019 sebab terjadi pergantian koordinator dari Irvian Bobby Mahendro (IBM) menjadi Subhan (SB). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

“Kenapa kami dari penyidik meyakini atau sampai saat ini menduga bahwa memang praktik ini ada sebelumnya (sebelum 2019, red.)? Karena sebetulnya pada tahun 2024 atau awal 2025 itu juga terjadi pergantian ya. Jadi, bukan lagi saudara IBM, di akhir ini adalah saudara SB,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ujar Asep, KPK menduga adanya pergantian pemain, tetapi baru melacak dugaan pemerasan dari 2019 hingga 2025 sebab melihat kejanggalan data Irvian Bobby sejak tahun tersebut.

Sebelumnya, pada 22 Agustus 2025, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan bersama Irvian Bobby dan sembilan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait dengan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Immanuel disebut KPK menerima uang Rp3 miliar dan satu kendaraan roda dua bermerek Ducati dari Irvian Bobby selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022–2025.

Pada tanggal yang sama, Immanuel Ebenezer berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:

1. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)
2. Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
3. Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025 Subhan (SB)
4. Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025 Anitasari Kusumawati (AK)
5. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025 Fahrurozi (FRZ)
6. Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)
7. Sub-Koordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)
8. Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)
9. Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)
10. Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)
11. Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Tahan Rudy Ong Chandra, Tersangka Suap IUP Kaltim

Tersangka kasus dugaan suap pemberian izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur, Rudy Ong Chandra (kiri) sebelum memasuki mobil tahanan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8/2025). ANTARA

Jakarta, aktual.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka kasus dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur, Rudy Ong Chandra (ROC). Penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan diduga berusaha menyembunyikan diri dari proses hukum.

“ROC diduga berusaha menyembunyikan diri dari KPK, maka penyidik melakukan jemput paksa pada Kamis, 21 Agustus 2025, di wilayah Surabaya, Jawa Timur,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Menurut Asep, langkah paksa ditempuh lantaran Rudy Ong beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. “ROC tidak hadir tanpa keterangan setelah dipanggil lebih dari dua kali,” tegasnya.

Asep juga mengungkapkan Rudy sempat mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan pada Oktober 2024. Namun, gugatan tersebut kandas. “Pada November 2024, hakim memutus gugatan tersebut tidak diterima. Proses penyidikan dan penetapan tersangka oleh KPK terhadap saudara ROC sah,” katanya.

Rudy Ong yang merupakan pengusaha tambang sekaligus pemegang 5 persen saham PT Tara Indonusa Coal, juga tercatat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan tambang lain seperti PT Sepiak Jaya Kaltim, PT Cahaya Bara Kaltim, PT Bunga Jadi Lestari, dan PT Anugerah Pancaran Bulan. Ia dijemput paksa KPK pada 21 Agustus 2025 di Surabaya, lalu tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 21.36 WIB dan langsung ditahan hingga 9 September 2025.

Kasus ini bermula saat KPK mengumumkan penyidikan dugaan suap pemberian IUP di Kaltim pada 19 September 2024. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (AFI), Ketua Umum Kadin Kaltim Dayang Donna Walfiares Tania (DDWT), serta Rudy Ong Chandra (ROC). Namun, Awang Faroek telah meninggal dunia pada 22 Desember 2024.

KPK kemudian pada Senin (25/8/2025) resmi mengonfirmasi identitas ketiga tersangka dalam perkara tersebut.

Alarm Bahaya! Pemangkasan TKD Bisa Hantam Pembangunan Daerah

Ilustrasi TKD. Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 24,8 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dinilai berisiko besar menghambat pembangunan di berbagai daerah.

Dalam RAPBN 2026, alokasi TKD ditetapkan Rp650 triliun, turun tajam dibanding outlook 2025 yang mencapai Rp864,1 triliun. Kondisi ini membuat banyak daerah yang selama ini bergantung pada dana transfer pusat terpaksa mencari tambahan pendapatan sendiri, salah satunya melalui kenaikan pajak dan retribusi.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) Teuku Riefky menilai kebijakan pemangkasan ini berpotensi memperlambat pembangunan di tingkat lokal.

“Saya rasa ada risiko pembangunan daerah terhambat karena pembangunan daerah tidak di-handle oleh pusat,” ujar Riefky, Senin (25/8/2025).

Ia menyebut, dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat adalah terhambatnya pembangunan dan renovasi fasilitas publik, seperti sekolah dan rumah sakit. Selain itu, kualitas layanan publik juga terancam menurun karena tunjangan pegawai daerah yang dibiayai lewat Dana Alokasi Umum (DAU) berpotensi ikut dipangkas.

“Situasinya saat ini adalah daerah mencari sebisa mungkin berbagai pundi-pundi pendapatan yang bisa dioptimalkan dengan adanya pemangkasan dari pusat,” tambahnya.

Tekanan itu sudah terlihat di sejumlah daerah seperti Pati, Bone, dan Cirebon, yang mulai menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Riefky juga mengkritisi rencana pemerintah pusat mengambil alih langsung pembangunan daerah. Menurutnya, program pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), belum tentu sesuai dengan kebutuhan riil masing-masing daerah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menjelaskan bahwa pemangkasan TKD dilakukan karena banyak program daerah yang dinilai tidak berjalan efektif. Hal ini menjadi salah satu alasan belanja pemerintah pusat justru meningkat 16 persen menjadi Rp3.136,5 triliun pada 2026.

“Bahkan sekarang masalah sampah daerah pun juga akan diambil alih,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (21/8/2025).

Pemangkasan TKD diarahkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, antara lain pembangunan 3 juta rumah, Koperasi Desa Merah Putih, serta program Makan Bergizi Gratis.

Berita Lain