12 April 2026
Beranda blog Halaman 928

Senandung Lagu Imagen The Beatles Satir Puan Untuk Kesetaraan Perempuan dalam Pembanguanan

Jakarta, aktual.com – Ketua DPR RI Puan maharni mengungkapakan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia, pemerintah tidak boleh mengabaikan fakta bahwa setengah dari potensi bangsa Indonesia adalah kaum perempuan. Ia mengungkapakn hal terebut berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan 49% penduduk Indonesia adalah perempuan.

“Dalam era pembangunan inklusif, keberadaan dan kontribusi perempuan harus ditempatkan bukan hanya dalam kerangka hak asasi manusia, tetapi juga sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan nasional,” kata puan saat pidato sidang tahunana MPR, dikompleks parlemen, Senayan, jakarta (16/8/2025).

Ketua DPD PDIP ini menjelaskan, hakikat pembangunan adalah membebaskan manusia dari belenggu ketidakadilan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Atas dasar itu, laki-laki dan perempuan harus sama-sama terbebas dari belenggu tersebut dan sama-sama meraih kesejahteraan.

“Suara perempuan adalah nada asli yang ikut membentuk simfoni kehidupan bangsa. Tanpa nada itu, melodi peradaban akan kehilangan harmoni, hanya denting yang tak pernah menjadi lagu,”

Kemudian puan pun bersenandung bait bait lagu Imagine yang dipopulerkan vokali The Beatles, Jhon Lenon .

“Imagine all the people Sharing all the world You may say I’m a dreamer But I’m not the only one I hope someday you’ll join us And the world will live as one,” senandungnya.

Dan disambut tepuk tangan para hadirin.

“Begitulah seharusnya kita membayangkan, tempat di mana perempuan dan laki-laki berbagi ruang, berbagi kuasa, dan berbagi tanggung jawab untuk kemajuan bersama, Perempuan juga berhak menduduki jabatan publik dan negara di semua tingkatan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Puan Beri Ungkapan Cinta Segitiga Dalam Pemerintahan: Walau Sakit Hati Tetap Harus Move On

Jakarta, aktual.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meyatakan pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiasa mawas dir, sebab kekuasaan sejatinya adalah untuk melayani, membantu, dan memberdayakan rakyat.

“Kekuasaan bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk menyelesaikan urusan rakyat, meskipun sering kali urusannya rumit, ibarat cinta segitiga antara aspirasi, anggaran, dan aturan,” kata Puan saat pidato sidang tahunana DPR DPR/MPR tahunana di gedung parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2025)

Meski begitu, menurut ketua DPP PDIP, serumit-rumitnya ‘cinta segitiga’ itu, selalu ada jalan untuk menemukan solusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Walaupun kadang terasa pedih, patah hati, tetapi kita harus move on,” tegasnya.

Puan pun menjelaskan, Hari ini Indonesia dihadapkan pada ketegangan dan konflik geopolitik, perang dagang, krisis iklim dan energi, ketimpangan ekonomi yang semakin tajam, disrupsi teknologi, serta pergeseran kekuatan global.

“Indonesia, seperti banyak negara lainnya, berada di dalam pusaran global tersebut. Karena itu, kita harus memiliki pijakan yang kokoh dan arah yang jelas dalam memenangkan kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Oleh karena itu Indonesia memerlukan pondasi kedaulatan, kemandirian, dan kebangsaan, agar Indonesia mampu berdiri tegak di tengah perubahan dunia tanpa kehilangan cita-cita dan jati diri bangsa. Pondasi kedaulatan tidak hanya berarti menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan arah kebijakan luar negeri dan ekonomi nasional ditentukan secara mandiri.

“Dalam dunia multipolar saat ini, Indonesia harus menempatkan diri secara strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional di forum-forum internasional, mulai dari isu lingkungan, ekonomi, geopolitik, perdagangan global, hingga tata kelola dunia yang lebih adil,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dasi Gibran Berubah dari Merah ke Biru di Sidang Tahunan MPR, Kompak dengan Prabowo

Jakarta, aktual.com – Siaran langsung TV Parlemen pada Sidang Tahunan MPR 2025, Jumat (15/8/2025), merekam sebuah momen kecil namun sarat simbol. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang awalnya melangkah masuk kompleks parlemen dengan dasi merah, tiba-tiba tampil di ruang sidang dengan dasi biru.

Pergantian warna ini berlangsung jelang dimulainya pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Menariknya, biru yang dipakai Gibran identik dengan warna dasi yang dikenakan Prabowo, menciptakan kesan selaras di hadapan para anggota MPR, DPR, dan DPD.

Bagi sebagian pengamat, warna sering menjadi bahasa politik yang tak terucap. Biru kerap diasosiasikan dengan stabilitas, kepercayaan, dan tentu saja, warna yang lekat dengan partai pendukung utama Prabowo. Sementara merah, dalam konteks politik, punya makna berbeda. Sering dikaitkan dengan energi, keberanian, atau bahkan rivalitas.

Sidang kali ini juga dihadiri sejumlah tokoh besar lintas generasi. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) duduk berdampingan, keduanya mengenakan jas dan dasi.

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri absen. Hadir pula para mantan wakil presiden Try Sutrisno, Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin. Sejumlah pejabat kabinet, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendes Yandri Susanto, dan Wamentan Sudaryono, turut mengisi kursi undangan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Sidang Tahunan MPR/DPR tahun ini memuat dua agenda pidato Presiden Prabowo. Pagi hari, ia memaparkan capaian kinerja pemerintah selama 300 hari pertama masa jabatannya sejak Oktober 2024. Sore harinya, ia dijadwalkan membacakan Rancangan Undang-Undang APBN 2026 beserta Nota Keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ketua MPR Sebut Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bantu Masyarakat

Jakarta, aktual.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, mengatakan, program pemeriksaan kesehatan gratis yang digulirkan pemerintah berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat.

“Program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan setiap rakyat memiliki hak memiliki tubuh yang sehat,” kata dia, saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR 2025 di Gedung Parlemen, Jumat (15/8).

Sidang Tahunan MPR merupakan agenda kebangsaan rutin bangsa Indonesia saban menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kali ini Sidang Tahunan MPR 2025 cukup istimewa karena dihadiri Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya dalam kapasitas dia sebagai kepala negara.

Turut hadir sejumlah tokoh nasional, para pemimpin partai politik, semua anggota MPR/DPR dan DPD, anggota kabinet pemerintahan, para mantan presiden dan wakil presiden, korps diplomatik dan perwakilan lembaga internasional di Jakarta.

Menurut Muzani, manfaat program yang digulirkan pemerintah itu telah dirasakan masyarakat luas.

Melalui program tersebut, hak masyarakat untuk memiliki kesehatan yang layak terpenuhi oleh pemerintah.

Program tersebut, lanjut dia, juga dinilai tepat sasaran karena berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan menengah ke bawah.

Melalui program pemeriksaan kesehatan gratis itu, masyarakat diharapkan dapat mencegah penyakit sehingga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat.

“Dengan pemeriksaan gratis dapat mencegah penyakit sejak dini dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak,” jelas dia.

Parlemen menggelar Sidang Tahunan MPR 2025 dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8).

Dalam rangkaian acara Sidang Tahunan MPR 2025 dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025, Presiden Prabowo Subianto akan* memaparkan pidato tentang laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025 dilaksanakan menjelang Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

CBA Desak Presiden Copot Kepala OJK, Soroti Gagalnya Pengawasan Tiga Kasus Besar

Uchok Sky Khadafi. Aktual/Dok

Jakarta, aktual.com – Center For Budget Analysis (CBA) mendesak Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar untuk mengundurkan diri. Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai OJK di bawah kepemimpinan Mahendra gagal menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan dana masyarakat.

Menurut Uchok, ada tiga kasus utama yang menjadi alasan mendesaknya permintaan tersebut.

Pertama, kasus platform trading kripto Alphaone yang mulai beroperasi pada 14 Maret 2025 menggunakan mata uang digital Solana (SOL) sebagai metode pembayaran. Meski dinyatakan ilegal, Alphaone diduga gagal membayar hasil investasi ribuan penggunanya. CBA menilai OJK lalai mengawasi dan membiarkan kasus ini terjadi.

Kedua, persoalan aset kripto ASIXV2 milik musisi Anang Hermansyah yang mengalami delisting. Masyarakat yang membeli token tersebut dengan harapan sesuai roadmap proyek, justru diminta melakukan penarikan dana secara mandiri yang berpotensi merugikan. CBA menilai OJK kembali bersikap pasif dalam melindungi konsumen.

Ketiga, dugaan korupsi dalam Program CSR OJK. CBA menyoroti adanya pertanggungjawaban fiktif terkait penggunaan dana sosial tersebut. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua tersangka dari unsur DPR, hingga kini belum ada pihak dari OJK yang diproses hukum.

“Mahendra Siregar sebaiknya mengundurkan diri atau dicopot oleh Presiden Prabowo karena tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Presiden harus segera mengambil tindakan tegas, karena Kepala OJK sudah tidak bekerja sesuai tanggung jawabnya,” tegas Uchok.

CBA berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti ketiga persoalan ini demi menjaga integritas sektor jasa keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Puan Maharani Sambut Gibran di Sidang Tahunan MPR RI

Jakarta, aktual.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (15/8), untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Adapun Puan terlebih dahulu tiba di lokasi pukul 08.17 WIB dengan menggunakan kebaya berwarna hijau, bersamaan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.

Ketika hendak memasuki Gedung Nusantara, tempat pelaksanaan sidang tahunan, Puan berbalik kembali ke arah luar ketika rombongan kendaraan Wakil Presiden Gibran tiba di lokasi.

Ketika Gibran turun dari kendaraan pada pukul 08.18 WIB, Puan dan Sultan langsung menyambut dan menyalami Gibran di lobi Gedung Nusantara.

Mereka pun langsung berjalan bersama-sama dan masuk ke Gedung Nusantara atau “gedung kura-kura”.

Parlemen mengadakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8).

Dalam rangkaian acara Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025, Presiden Prabowo Subianto akan memaparkan pidato tentang laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 dilaksanakan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain