12 April 2026
Beranda blog Halaman 932

Kenaikan PBB Tak Hanya Terjadi di Pati, Peringatan Keras bagi Pemerintahan Prabowo

Aksi unjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di Alun-alun Pati berujung kericuhan, Rabu (13/8/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Jakarta, Aktual.com – Ribuan masyarakat Pati, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa terhadap Bupati Sadewo, Rabu (13/8/2025). Aksi ini berawal dari pernyataan Sudewo yang menantang rakyatnya untuk berdemo menyikapi kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar 250 persen yang ditekennya.

Kenaikan PBB ternyata tak hanya terjadi di Pati. Hampir semua kabupaten/kota dan provinsi melakukan hal serupa. Sebut saja, di Jombang Jawa Timur, Semarang dan Jepara Jawa Tengah, Kota Cirebon Jawa Barat, serta Jeneponto Sulawesi Selatan.

Kenaikannya beragam. Di Jombang, PBB naik dari 370 persen hingga 1.200 persen. Di Semarang mencapai 400 persen. Di Cirebon sampai 1.000 persen. Dan di Jeneponto mencapai 400 persen.

Analis ekonomi Yanuar Rizky menyampaikan, publik mungkin masih mengingat pada akhir tahun media sosial dihebohkan dengan pemberlakuan tarif opsen di pajak kendaraan bermotor. Kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor merupakan pungutan tambahan yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten atau kota yang mulai diterapkan pada 5 Januari 2025.

“Lalu, belum berapa lama di Jakarta dihebohkan dengan pajak hiburan olahraga padel, badminton, selain golf yang dianggap telah kena pajak pemerintah pusat. Hari ini, kita mendengar people power, warga Pati turun ke jalan dipicu kenaikan pajak PBB. Ada lagi, yang heboh juga soal royalti musik dan suara burung di cafe dan hotel,” papar Yanuar, dalam status media sosialnya menyikapi aksi protes keras warga Pati.

Menurut Yanuar, fenomena di Pati dan kenaikan PBB d9 daerah lainnya berawal dari mengecilnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN ke APBD. Melalui PP No. 35 Tahun 2023, juga diatur keleluasaan daerah mengatur pajak dan restribusi daerahnya.

“Kejadian di Pati adalah alert, mengatasi tekanan fiskal pemerintah secara keseluruhan, baik pusat (APBN) dan daerah (APBD). Dengan berburu pajakin rakyatnya akan melahirkan perang kelas perlawanan, terlebih jika janji mengejar koruptor hanya sebatas retorika dan oligarki yang terus dapat ‘insentif’,” ucap Yanuar.

Yanuar menyampaikan, protes warga Pati dan keluhan warga di daerah lainnya merupakan alert soal stabilitas fiskal dan pilihan mitigasi resiko sosialnya. Ia berharap, Presiden Prabowo bisa menyadari alert dari rakyat Pati dan daerah lainnya dengan jernih.

“Seperti yang sering dikatakan Presiden Prabowo melindungi kepentingan seluruh rakyat, terutama yang dimiskinkan oleh serakahnomics, maka kejarlah yang serakah itu,” pungkas Yanuar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

MPR RI Siap Gelar Sidang Tahunan 2025, akan Dihadiri Ribuan Undangan

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, SE, MM, menegaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat siap menggelar Sidang Tahunan MPR Tahun 2025 pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sidang ini akan digelar dalam satu rangkaian dengan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Agenda utama Sidang Tahunan adalah pidato Presiden RI yang berisi laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” ujar Siti Fauziah dalam konferensi pers di Lobby Gedung Nusantara IV, Senayan, Rabu (13/8).

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan DPR, DPD, Sekretariat Negara, BIN, dan BSSN. Pertemuan konsultasi dengan Presiden RI juga sudah digelar pada 23 Juli 2025. “Gladi kotor sudah dilaksanakan hari ini, dan gladi bersih akan dilakukan pada 14 Agustus 2025,” tambahnya.

Sidang akan dihadiri sekitar 1.250 undangan, di mana 1.100 menempati ruang sidang utama, sementara 250 undangan lainnya berada di Plaza Nusantara IV. Mereka yang diundang meliputi Presiden dan Wakil Presiden periode sebelumnya, pimpinan lembaga negara, seluruh anggota MPR, menteri kabinet, pimpinan partai politik, hingga tokoh masyarakat.

Hingga saat ini, sejumlah tokoh nasional telah mengonfirmasi hadir, antara lain Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, dan Boediono. Sementara kehadiran Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 Joko Widodo masih menunggu konfirmasi.

Rangkaian acara akan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembukaan sidang oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, serta pidato pengantar Sidang Tahunan dan Sidang Bersama. Tahun ini juga akan ada penayangan video capaian kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebelum Presiden menyampaikan pidatonya.

“Pada Sidang Tahunan 2024 tidak ada penayangan video. Tahun ini ada, untuk menampilkan capaian pemerintahan,” jelas Siti Fauziah, yang juga tercatat sebagai perempuan pertama menjabat Sekjen MPR.

Acara akan ditutup dengan persembahan lagu-lagu Nusantara dan doa yang kemungkinan besar tetap dibacakan di akhir sidang.

Hari Konstitusi dan HUT MPR RI

Selain Sidang Tahunan, MPR RI juga menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Konstitusi dan HUT MPR bertajuk Pekan Konstitusi pada 18–31 Agustus 2025. Kegiatan meliputi lomba karya jurnalistik, lomba baris-berbaris tingkat SMA di tujuh provinsi, lomba antar unit kerja, hingga lomba mewarnai dan menggambar.

MPR juga akan menggelar Fun Walk (30 Agustus) dan Justicia Half Marathon (31 Agustus), forum diskusi Bakohumas tematik bertema “Urgensi PPHN sebagai Pedoman dan Arah Pembangunan Nasional” (19 Agustus), serta kegiatan Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat.

Buku karya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berjudul Amandemen Kelima Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan akan dibahas pada 25 Agustus, sedangkan buku Pancasila di Rumahku karya Anggota MPR sekaligus Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, dibedah pada 27 Agustus 2025.

Tak ketinggalan, akan digelar Pameran Lembaga Negara dan Perpustakaan (18–21 Agustus) serta Pameran Karya Jurnalis (28–31 Agustus) di Selasar Gedung Nusantara V.

Sudewo Tegas Tolak Mundur Meski DPRD Pati Sudah Setujui Hak Angket

Pati, aktual.com – Bupati Pati Sudewo menegaskan dirinya tidak mengundurkan diri meski ada tuntutan dari sejumlah pengunjuk rasa, karena dirinya juga dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis.

“Tentunya tidak bisa harus berhenti dan mundur dengan tuntutan seperti itu, karena semua ada mekanismenya,” ujarnya di Pati, Rabu.

Ia menyatakan tetap menghormati proses politik yang tengah berjalan di DPRD Kabupaten Pati, termasuk hak angket yang diajukan oleh anggota dewan.

“DPRD memiliki hak angket dan saya menghormati paripurna tersebut,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa yang terjadi hari ini (13/8) sebagian besar sudah selesai dan situasi kembali kondusif.

“Secara garis besar sudah selesai. Kalaupun saat menemui pendemo terjadi ada pelemparan kami bisa memahami emosi mereka karena jumlah massa banyak sehingga tidak mungkin terkendali sepenuhnya. Tapi yang terpenting, semuanya sudah berjalan baik,” ujarnya.

Ia mengakui kejadian tersebut menjadi proses pembelajaran berharga baginya, mengingat dirinya baru beberapa bulan menjabat.

“Tentu ada kekurangan yang harus dibenahi ke depan. Saya akan memperbaiki segala sesuatunya,” ujarnya.

Selain itu, dia berpesan kepada masyarakat Pati agar tetap solid dan tidak terprovokasi pihak manapun karena Kabupaten Pati milik bersama sehingga warga harus turut menjaga daerah ini.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang, supaya pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti penanganan massa aksi yang mengalami masalah kesehatan.

Ia meminta pihak rumah sakit memberikan perawatan terbaik, agar mereka yang sakit segera membaik dan sehat kembali.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin membenarkan hari ini (13/8) memang digelar rapat paripurna DPRD yang dihadiri 42 orang dari 50 anggota, sehingga kuorum.

Kemudian, kata dia, dari 42 anggota itu ada yang mengusulkan terbentuknya panitia khusus (Pansus) angket. Sehingga rapat tersebut juga membentuk tim pansus angket dengan jumlah anggota 15 orang.

“Semua fraksi menyepakati dibentuk tim pansus angket untuk menindaklanjuti tentang kebijakan Bupati Pati Sudewo. Hari ini (13/8) pansus langsung rapat. Sedangkan hasilnya menunggu mereka karena punya waktu 60 hari kerja,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, dari tim pansus DPRD Pati itu akan mengevaluasi kebijakan Bupati Pati terkait penanganan pengunjuk rasa, kemudian hasilnya baru direkomendasikan untuk dikirim ke Mahkamah Agung.

Ia mengimbau masyarakat untuk menyampaikan pendapat yang baik dan tidak anarkis, situasi tetap harus dijaga tetap kondusif karena Kabupaten Pati milik bersama harus dijaga bersama.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bupati Pati Sudewo Didemo Warga, Kekayaannya Tembus Rp 31,5 Miliar

Momen bupati Pati, Sadewo dilempari botol dan sendal oleh massa aksi, Pati Rabu (13/8). (Foto: X/aidannadnad)

Pati, aktual.com – Ribuan warga menggelar aksi demonstrasi menuntut pelengseran Bupati Pati, Sudewo, Rabu (13/8). Aksi yang awalnya berlangsung di depan Pendopo Pati itu berubah ricuh. Massa melempari botol hingga merobohkan tembok. Situasi sempat tak terkendali.

Di tengah gejolak ini, sorotan publik mengarah pada harta kekayaan sang bupati. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Sudewo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaannya tercatat mencapai Rp 31.519.711.746.

Bagian terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 17,03 miliar yang tersebar di berbagai daerah, mulai Pati, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, Wonogiri, Pacitan, Blora, hingga Tuban.

Beberapa aset menonjol antara lain tanah dan bangunan di Bogor senilai Rp 3,6 miliar, rumah di Yogyakarta senilai Rp 1,05 miliar, serta bangunan di Depok senilai Rp 1,54 miliar.

Kekayaan lain yang mencuri perhatian adalah koleksi kendaraan mewah senilai Rp 6,33 miliar. Di antaranya Toyota Alphard 2024 seharga Rp 1,7 miliar, BMW X5 2023 Rp 1,9 miliar, dan Toyota Land Cruiser 2019 Rp 1,9 miliar.

Sudewo juga memiliki surat berharga Rp 5,39 miliar, harta bergerak lain Rp 795 juta, serta kas dan setara kas Rp 1,96 miliar.

Sudewo tercatat tidak memiliki utang dalam laporan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Pati terkait aksi protes besar-besaran maupun sorotan atas kekayaannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

SAE Indonesia Hadirkan “The Resonance”, Eksibisi Karya Akhir Mahasiswa yang Jadi Sorotan Industri Kreatif

Jakarta, aktual.com – SAE Indonesia, institusi pendidikan tinggi global di bidang media kreatif, kembali menghadirkan eksibisi tahunan bertajuk “The Resonance”. Eksibisi ini menampilkan karya akhir dari mahasiswa program Sarjana Terapan Seni, dari konsentrasi studi Film Production, Audio Production, 3D Animation & Visual Effects, serta Creative & Entertainment Business.

Tahun ini, The Resonance digelar pada 6–10 Agustus 2025 di Kampus SAE Indonesia, Pejaten, Jakarta Selatan. Sebanyak 42 mahasiswa akan mempresentasikan 27 karya utama, mulai dari animasi, film pendek, instalasi audio imersif, hingga strategi bisnis hiburan. Mengusung tema “Where stories, visuals, and sounds resonate — shaping culture and creating impact”, pameran ini merefleksikan bagaimana gagasan mahasiswa mulai bergema di luar ruang kuliah dan memasuki industri, komunitas, dan budaya yang lebih luas.

“The Resonance bukan sekadar pameran akhir, ini adalah deklarasi kesiapan dari mahasiswa kami untuk terjun ke dunia profesional,” ujar Koordinator Eksibisi, Emenk.

“Setiap karya adalah hasil keterlibatan langsung mahasiswa dengan konteks industri nyata, dan menjadi cermin dari kemampuan mereka dalam menciptakan dampak,” lanjutnya.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa proyek unggulan dari program studi yang dimilki SAE Indonesia:

  • Film Production: Audra Anandira Lasso (putri musisi Ari Lasso), bersama Javier Fadiga dan Syarief Fathan, menciptakan instalasi bertajuk “Bintang Fajar”—sebuah karya yang memadukan suasana bawah laut dengan elemen naratif visual dalam bentuk pameran tematik.
  • 3D Animation & Visual Effects: Kolaborasi Daffa Muhammad, Sabila El Fath, dan Hosea melahirkan film animasi 3D berjudul “Derma Para Wali”, yang mengangkat kisah bernuansa lokal dengan gaya wayang kayu digital, menyatukan nilai tradisi dengan pendekatan visual modern.
  • Audio Production: I Wayan Eka Wiguna dan Patrick Ruiz Benkie menghadirkan karya berjudul “360 Ambisonic in Balinese Contemporary Performance”, yang merekam pertunjukan seni kontemporer Bali menggunakan teknologi audio ambisonik dan video 360 derajat. Proyek ini menciptakan pengalaman imersif yang mempertemukan inovasi teknologi dengan warisan budaya lokal.
  • Creative & Entertainment Business: Brigitte Janice mendirikan Jagat, sebuah creative agency yang fokus pada pengembangan strategi dan produksi konten untuk teater musikal. Proyek ini menunjukkan pemahaman mendalam akan manajemen industri hiburan berbasis visi kreatif.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan seperti pemutaran film dan animasi, instalasi suara orisinal, workshop kreatif, serta meet & greet bersama para praktisi industri dimana para kreator dapat menceritakan proses di balik karya mereka secara langsung. Tahun ini, rangkaian acara juga mencakup program kunjungan edukatif bagi siswa SMA untuk memberikan gambaran mengenai industri kreatif dan pendekatan pembelajaran imersif di SAE. Selain itu, Open Day pada Sabtu, 9 Agustus 2025 terbuka untuk masyarakat umum dan calon mahasiswa yang ingin merasakan langsung pengalaman belajar ataupun mendaftar untuk mulai kuliah di September 2025 maupun di tahun depan.

Eksibisi ini turut mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai profesional kreatif yang hadir sebagai pengamat, mitra, maupun pencari talenta baru di industri.

Daniel Darmawan, Supervisor Animasi di Mosmoss Studio, menyambut baik kehadiran The Resonance.

“Ini adalah ajang eksibisi yang sangat seru dan penuh kejutan. Mahasiswa SAE menunjukkan potensi dan kemampuan terbaik mereka. Sebagai pelaku industri, acara seperti ini sangat membantu dalam menemukan talenta baru yang layak untuk diasah dan diajak berkolaborasi,” ucapnya.

Dari sisi dunia hiburan dan manajemen bisnis kreatif, Budi Sulistio, Founder Seven Music & Seven Production, menilai eksibisi ini sebagai ruang temu yang berharga.

“Saya senang bisa melihat karya mahasiswa SAE secara langsung dan berdialog tentang proses kreatif mereka. Ini tidak hanya memperlihatkan hasil pembelajaran mereka, tapi juga membuka peluang bagi industri untuk menemukan SDM berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Nabil Husin, FOH Engineer yang telah bekerja dengan banyak musisi ternama seperti Vina Panduwinata, Ronan Keating, dan Gigi, menilai eksibisi ini sebagai ruang edukatif yang penting, “Eksibisi ini bukan hanya menampilkan minat dan bakat para peserta, tetapi juga memperluas wawasan pengunjung. Banyak hal baru di bidang audio dan visual yang bisa menarik perhatian dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap industri ini.”

Aktor, dosen, dan intimacy coordinator, Putri Ayudya juga melihat eksibisi ini sebagai jembatan penting antara institusi pendidikan dan dunia profesional, “Kegiatan seperti ini memberi kesempatan bagi publik untuk mengenal karya para seniman muda dan membuka ruang kolaborasi yang sangat dibutuhkan di industri film dan kreatif.”

Sebagai bagian dari SAE University College yang telah berdiri sejak 1976 dan hadir di lebih dari 20 negara, SAE Indonesia memiliki komitmen untuk membentuk lulusan yang siap kerja, kreatif, dan berpikiran global. Dengan pendekatan praktikal dan koneksi industri yang kuat, SAE membekali mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan dan berdampak. Para alumninya kini aktif di berbagai sektor industri kreatif mulai dari film, musik, animasi, hingga entertainment, baik di dalam negeri maupun kancah internasional.

Komitmen ini diwujudkan dalam pameran The Resonance yang terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi langsung di Kampus SAE Indonesia,mulai tanggal 6 hingga 10 Agustus 2025, pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Seluruh rangkaian acara ini dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat, sebagai undangan terbuka untuk merasakan semangat, kreativitas, dan potensi besar para talenta muda yang siap memberi warna baru di industri kreatif Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Direksi BUMN yang Dibungkus KPK dari Inhutani V

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (13/8/2025).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut salah satu pihak yang diamankan adalah direksi Inhutani V, anak perusahaan Perum Perhutani.

Selain direksi, penyidik juga menangkap sejumlah pihak swasta. Total sembilan orang diamankan dalam operasi tersebut.

“Direksi salah satu BUMN dan swasta,” kata Fitroh kepada wartawan.

Fitroh belum membeberkan identitas maupun detail perkara. Ia meminta publik menunggu keterangan resmi yang akan disampaikan dalam jumpa pers setelah para pihak yang ditangkap dibawa ke Gedung KPK.

Inhutani V diketahui bergerak di bidang pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain