12 April 2026
Beranda blog Halaman 933

Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

Badań Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB KH. Maman Imanul Haq, Anggota MPR unsur DPD asal Jawa Timur Lia Istifhama, Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo saat Diskusi Konstitusi dan Demokrasi Indonesia dengan tema: “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” di Ruang PPIP Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rabu (13/8/2025). Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Anggota Badan Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanul Haq, M.M. menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan 200 juta pemilih. Namun, demokrasi harus dijalankan berdasarkan nilai – nilai Pancasila agar tidak menyimpang

“Demokrasi bukan sistem terbaik, tetapi paling tepat untuk membagi kekuasaan di Indonesia. Tanpa nilai Pancasila, demokrasi bisa melahirkan tirani,” kata Kang Maman, sapaan akrab KH. Maman Imanul Haq, M.M., dalam Diskusi Konstitusi dan Demokrasi Indonesia dengan tema “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila”, yang digelar di Ruang PPIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Diskusi yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR ini juga menghadirkan Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo, dan para jurnalis dari berbagai media nasional, serta dimoderatori oleh John Oktaveri dari KWP.

Kang Maman menambahkan pentingnya mempraktikan lima sila Pancasila dalam demokrasi, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial. Menurutnya, musyawarah mufakat harus kembali menjadi mekanisme utama dalam pengambilan keputusan.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan politik berkelanjutan, kaderisasi partai yang berkualitas, transparansi pendanaan politik, serta penguatan kebebasan sipil. Ruang publik harus diisi dengan edukasi, bukan berita bohong atau provokasi.

“Media dan masyarakat sipil adalah pilar penting demokrasi. Di era ini, kita harus mengedepankan substansi, bukan sekadar narasi yang memecah belah,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. menyoroti pentingnya menjaga high trust antara rakyat dan pemerintah. Ia menilai partisipasi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) sangat penting dalam keberlangsungan demokrasi.

“Kalau tak kenal maka tak sayang. Generasi muda harus merasa bagian dari proses politik, no one left behind,” katanya.

Lia juga menekankan perlunya edukasi politik yang sederhana namun efektif, agar istilah dan konsep kenegaraan seperti Pokok – Pokok Haluan Negara (PPHN) dapat dipahami dan diterima secara positif oleh masyarakat luas.

Di kesempatan yang sama, Karyono Wibowo selaku pengamat politik juga menyampaikan bahwa secara konsepsi, demokrasi Pancasila sudah tertuang dalam Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 namun pelaksanaannya masih menghadapi hambatan serius seperti money politics, korupsi, dan kesenjangan ekonomi.

“Demokrasi Pancasila berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan keseimbangan hak individu serta kepentingan umum, bukan sekadar pemilu tetapi pemerataan dan keadilan sosial,” tegasnya.

Karyono juga menambahkan, demokrasi harus dijaga dengan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan memegang teguh prisip check and balance untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, keberlanjutan kebijakan bukan sekadar menjaga ptoyek berjalan, tetapi memastikan arah pembangunan bangsa tetap konsisten dan berpihak pada rakyat.

“PPHN yang visioner, kuat, dan selaras dengan sistem presidensial adalah kunci agar Indonesia mampu menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan persatuan dan jati diri sebagai negara kesatuan,” ungkapnya.

Kemhan Berikan Bantuan Logistik untuk Gaza Melalui Metode Air Drop

Apel persiapan pengiriman bantuan untuk warga Gaza di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/7/2025). ANTARA/Walda Marison.

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan bantuan logistik untuk warga korban perang di Gaza melalui metode air drop atau dijatuhkan dari pesawat angkut Hercules milik TNI AU, Rabu (13/8).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Letjen) TNI Tri Budi Utomo menjelaskan bantuan yang akan dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma hari ini seberat 800 ton, terdiri dari makanan, obat-obatan hingga pakaian untuk warga di Gaza.

“Semua bantuannya mudah-mudahan bisa untuk dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang ada di Gaza ya,” kata Tri saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu.

Tri menjelaskan pengiriman ini merupakan bagian dari misi perdamaian yang dijalankan Indonesia. Ini juga bukan pengiriman pertama yang dilakukan.

Sebelumnya, TNI telah mengirimkan bantuan logistik dengan metode yang sama ke beberapa titik lokasi di Gaza.

Tri melanjutkan, dalam pengiriman kali ini, TNI akan bekerja sama dengan pihak militer Yordania. Nantinya pihak Yordania akan memberikan informasi lokasi penjatuhan logistik tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima TNI dari pihak Yordania, tercatat ada 10 titik aman di wilayah Gaza yang akan menjadi lokasi dropping bantuan.

“Lokasi sudah dicek dan steril dan tentang keamanannya.Jadi mereka sudah menyiapkan titik-titik air drop-nya dengan baik,” kata Tri

Tri pun menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan adanya upaya pencegahan yang dialami TNI oleh militer Israel saat mengirim bantuan tersebut.

“Jadi dari tanggal 1 Agustus sampai tanggal 24 Agustus ini Israel sudah membuka khusus untuk bantuan ini. Jadi pihak Israel memberikan luang untuk kita memberikan bantuan,” jelas Tri

Dengan adanya bala bantuan ini, Tri berharap warga yang menjadi korban perang di Gaza dapat terbantu untuk tetap bertahan hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Demo Tolak Kenaikan PBB-P2 di Pati Ricuh, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

Aksi unjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di Alun-alun Pati berujung kericuhan, Rabu (13/8/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)

Pati, aktual.com – Unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati pada Rabu (13/8/2025) kembali memanas dan kali ini memakan korban jiwa.

Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya dua remaja berinisial Zahra dan Syalwa yang meninggal dunia.

“Informasi ini juga tersampaikan secara langsung melalui siaran live masyarakat. Kabar yang saya terima, mereka meninggal di RS Mitra,” ujar Teguh di sela rapat paripurna.

Selain itu, seorang jurnalis dari media Tuturpedia bernama Lilik juga dikabarkan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan verifikasi terhadap kebenaran data para korban.

Bentrokan antara massa dan aparat juga mengakibatkan korban di pihak kepolisian. Kapolsek Kota, Iptu Heru Purnomo, dilaporkan mengalami luka, termasuk di bagian kepala, dan kini dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati. Dugaan sementara, ia menjadi korban pemukulan oleh sekelompok massa.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa belasan anggota polisi lainnya mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

Di tengah situasi yang memanas, beredar kabar adanya korban jiwa baik dari kalangan warga maupun jurnalis. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan rumah sakit belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah dan identitas korban meninggal.

Kericuhan ini berawal dari kekecewaan mendalam terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang dianggap bersikap arogan dalam menyikapi polemik kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan, kemarahan massa tetap membara dan memicu bentrokan di sekitar gedung DPRD Pati.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Anwar Usman Segera Gantung Palu

Jakarta, aktual.com – Dua hakim konstitusi yakni Anwar Usman dan Arief Hidayat segera gantung palu. Ketua MK Suhartoyo mengaku sudah menyurati DPR untuk memproses uji kelayakan dan kepatutan hakim konstitusi.

Menurut Suhartoyo, seluruh tahapan pergantian hakim konstitusi berlangsung di DPR. Umumnya, untuk menjaring 1 hakim konstitusi, DPR harus menguji tiga orang. Sementara total 9 hakim konstitusi merupakan rekomendasi dari MA, DPR dan presiden.

“Semua tahapan ada di DPR, ya,” kata Suhartoyo, di Jakarta, Rabu (13/8).

Anwar Usman menjadi figur kontroversial setelah disanksi oleh Majelis Kehormatan MK dengan dicopot sebagai Ketua MK pada 2022. Anwar mendapat sorotan tajam karena dituding cawe-cawe dalam memutus perkara 90/PUU-XXI/2023 yang memuluskan langkah keponakan yakni Gibran Rakabuming berkontestasi pada Pilpres 2024.

Sementara Arief Hidayat juga pernah dijatuhi sanksi berulang kali, baik sanksi ringan maupun berat. Dirinya pernah dijatuhi melanggar kode etik berat karena membocorkan pembahasan rapat permusyawaratan hakim.

Anwar Usman kini berusia 68 tahun, dirinya merupakan hakim konstitusi dari Mahkamah Agung (MA). Sementara Arief Hidayat yang pernah menjabat Ketua MK kini berusia 69 tahun. Dirinya menjadi hakim konstitusi dari rekomendasi DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Tangkap Direksi BUMN, 9 Orang Diangkut

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dengan menyasar pejabat pada lingkungan BUMN. Wakil Ketua KPK Fitroh Rochyanto menyebutkan, OTT berlangsung di Jakarta pada Rabu ((13/8) ini.

“Direksi salah satu bumn dan swasta,” kata Fitroh, kepada wartawan.

Dirinya menyebut 9 orang diangkut penyidik. Sementara menurut informasi yang berkembang, pejabat BUMN yang terjerat OTT di lingkungan Inhutani V yang merupakan anak perusahaan Perum Perhutani.

Fitroh tidak bisa memberi penjelasan lebih lanjut dan meminta wartawan untuk menunggu informasi rinci, setelah para pihak yang ditangkap dibawa ke Gedung KPK, untuk selanjutnya diumumkan sebagai tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bupati Pati Sudewo Diserbu Aksi Demo, Lemparan Botol dan Sandal Warnai Ricuhnya Protes

Momen bupati Pati, Sadewo dilempari botol dan sendal oleh massa aksi, Pati Rabu (13/8). (Foto: X/aidannadnad)

Pati, aktual.com – Bupati Pati, Sudewo, akhirnya turun menemui massa yang menuntut dirinya mundur pada Rabu (13/8/2025). Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang, kacamata, dan peci hitam, ia keluar dari mobil rantis polisi sekitar pukul 12.16 WIB untuk menyapa para pengunjuk rasa.

“Assalamualaikum wr wb. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat lebih baik,” ucap Sudewo, dikutip dari Tribun Jateng.

Sebelumnya, polisi meminta massa untuk tetap tertib. Namun, saat Sudewo menyapa dari mobil, ia justru menjadi sasaran lemparan air minum kemasan dan sandal dari arah kerumunan.

Ajudan serta anggota Brimob yang berada di dekatnya segera melindungi Sudewo dengan tameng. Lemparan terus terjadi hingga akhirnya ia kembali masuk ke mobil rantis.

Unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Sudewo itu berubah ricuh. Massa melempar air minum, berusaha menerobos gerbang kantor bupati, dan membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.

Aksi protes ini dipicu oleh kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan pajak hingga 250 persen.

Massa yang mengklaim berjumlah lebih dari 50.000 orang meneriakkan yel-yel “Bupati harus lengser” dan “Turun Sudewo sekarang juga.”

Sudewo sendiri baru resmi menjabat sebagai bupati sejak 18 Juli 2025, namun belum genap sebulan memimpin, ia sudah menghadapi gelombang penolakan besar yang menuntutnya mundur.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain