9 April 2026
Beranda blog Halaman 945

KPK Sebut Akan Dalami Pembagian Kuota Haji 2024

Arsip - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersiap untuk menyampaikan keterangan terkait penyelenggaraan Haji 2024 di UPT Asrama Haji Pondok gede, Jakarta, Kamis (25/7/2024). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aa.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mendalami pembagian kuota tambahan haji pada penyelenggaraan haji tahun 2024 kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yakni pada Kamis ini.

“Tadi ada di undang-undang diatur (pembagian kuota haji reguler dan khusus, red) 92 persen dan delapan persen. Lalu kenapa bisa 50 persen, 50 persen?” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/8).

Selain itu, Asep mengatakan penyelidik KPK akan mendalami alur perintah hingga aliran dana dari pembagian kuota haji reguler dan khusus yang tidak sesuai tersebut.

“Makanya kami sangat berharap yang bersangkutan untuk hadir, dan menjelaskan ini biar jelas. Kalau ada diskresi, atau memang itu ada perintah, tolong disampaikan seperti itu. Jadi, biar jelas,” katanya.

Sementara itu, KPK telah mengirimkan surat permintaan keterangan kepada Yaqut sejak dua minggu lalu untuk meminta keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji khusus.

Sebelumnya, pada 20 Juni 2025, KPK mengonfirmasi telah mengundang dan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji khusus.

Setelah pernyataan pada tanggal tersebut, KPK sempat memanggil sejumlah pihak, seperti ustad Khalid Basalamah hingga Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah.

Pada kesempatan berbeda, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji khusus tidak hanya terjadi pada 2024, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya.

Untuk 2024, Pansus Angket Haji DPR RI mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji pada 2024.

Titik poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 pada alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

SOROTAN: Mutasi, Sinyal Suksesi di Tubuh Polri?

Ilustrasi: SOROTAN: Mutasi, Sinyal Suksesi di Tubuh Polri?

Rotasi besar-besaran di tubuh Polri pada 5 Agustus 2025 memberi sinyal kuat bahwa suksesi kepemimpinan di institusi Bhayangkara telah memasuki babak baru. Dalam satu Surat Telegram Rahasia, belasan posisi strategis diganti.

Komjen Dedi Prasetyo naik menggantikan Komjen Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri. Komjen Wahyu Widada berpindah dari Kabareskrim ke Irwasum, sementara Komjen Syahardiantono mengisi kursi Kabareskrim yang ditinggalkannya.

Komjen Akhmad Wiyagus menempati jabatan Kabaintelkam dan Komjen Fadil Imran digeser menjadi Asisten Operasi Kapolri. Tidak berhenti di sana, tak kurang dari sebelas Kapolda pun berganti, mulai dari Polda Metro Jaya, Aceh, Banten, Maluku, hingga Sulawesi Barat. Publik yang mengikuti dinamika ini tentu segera menghubungkan mutasi besar tersebut dengan bursa calon Kapolri berikutnya.

Secara formal, rotasi ini disebut sebagai mutasi rutin. Namun pola pengisian kursi kunci justru memperlihatkan arah yang lebih dalam. Selama ini jabatan Wakapolri, Kabareskrim, Irwasum, dan Kapolda besar seperti Metro Jaya dikenal sebagai jalur cepat menuju posisi orang nomor satu di Polri.

Maka wajar bila publik membacanya sebagai etalase kandidat, siapa yang sedang dipoles, siapa yang sedang diuji, dan siapa yang perlahan tersisih.

Konteks politik nasional semakin mempertebal tafsir itu. Penunjukan Kapolri dalam sejarahnya selalu melibatkan restu politik, meski secara prosedur dibungkus mekanisme administratif melalui fit and proper test DPR.

Tidak berlebihan jika mutasi ini disebut sebagai bagian dari manuver elite, sebuah rekayasa halus untuk mengamankan kepentingan politik pada fase krusial pasca-pemilu.

Di tengah konfigurasi baru itu, dua nama mulai ramai diperbincangkan. Adalah Irjen Rudi Darmoko dan Komjen Rudy Heriyanto. Keduanya sama-sama Rudi, tetapi dengan jalur dan modal berbeda.

Rudi Darmoko, peraih Adhi Makayasa Akpol 1993, baru saja ditugaskan sebagai Kapolda NTT setelah sebelumnya menjabat Kasespim Lemdiklat Polri. Sebagai lulusan terbaik angkatan, ia memiliki legitimasi prestasi akademis sekaligus pengalaman membina calon-calon pemimpin Polri.

Usianya yang lahir pada 1971 masih relatif muda, memberi ruang masa bakti yang panjang. Namun, ia masih berpangkat Irjen, satu tingkat di bawah Komjen, sementara kursi Kapolri secara preseden hampir selalu diisi perwira bintang tiga yang sebelumnya menempati jabatan inti seperti Wakapolri, Kabareskrim, atau Kapolda Metro.

Dengan demikian, jalan Darmoko lebih mirip investasi jangka menengah. Artinya potensi besar tetapi ia masih memerlukan satu loncatan strategis ke pangkat Komjen agar benar-benar masuk bursa.

Berbeda dengan Darmoko, Rudy Heriyanto sudah mencapai pangkat Komjen. Kariernya lintas bidang. Heriyanto pernah menjadi Dirtipideksus Bareskrim, Kadivkum, dan Kapolda Banten. Pada Desember 2023, ia ditarik ke birokrasi sipil sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Presiden.

Portofolionya terbilang lengkap, mulai dari reserse, hukum, hingga pengalaman manajerial di kementerian. Heriyanto bukan lulusan Akpol melainkan Sepa Polri 1993, fakta yang tidak menjadi halangan hukum, tetapi dalam tradisi internal cukup jarang menghasilkan Kapolri.

Lebih dari itu, saat ini ia berada di luar garis komando operasional Polri, sehingga kansnya akan sangat bergantung pada apakah ia bisa kembali ke pos strategis di Mabes atau tidak. Jika re-entry itu terjadi, ia bisa menjadi kuda hitam yang serius.

Rotasi Agustus lalu memperlihatkan bahwa pucuk kursi strategis kini dikuasai oleh Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri, Syahardiantono sebagai Kabareskrim, dan Wahyu Widada sebagai Irwasum.

Pola historis menunjukkan bahwa salah satu dari posisi ini biasanya melangkah ke kursi Kapolri. Namun politik tidak selalu linear. Presiden, sebagai pemegang hak prerogatif, bisa saja memilih jalur berbeda.

Nama Rudy Heriyanto dengan pangkat Komjen dan rekam jejak hukum yang kuat bisa menjadi alternatif jika kepentingan politik menuntut figur yang mampu menjembatani Polri dengan birokrasi sipil.

Sementara itu, nama Rudi Darmoko mungkin lebih dilihat sebagai generasi pelapis yang disiapkan untuk periode selanjutnya, terutama jika ia dalam satu atau dua tahun mendatang melompat ke pangkat Komjen.

Persoalan utama dalam dinamika ini bukan hanya siapa yang akan naik, tetapi bagaimana publik membaca pola relasi Polri dengan kekuasaan. Surat Telegram Rahasia yang menjadi instrumen mutasi jarang sekali menyebutkan alasan perpindahan. Ruang kosong ini memunculkan spekulasi apakah promosi didasari prestasi, loyalitas, atau tekanan politik.

Dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, kedekatan Polri dengan kekuasaan selalu menjadi pola yang berulang. Meskipun reformasi memisahkan Polri dari ABRI pada tahun 2000 dengan semangat membangun polisi sipil yang demokratis, praktik di lapangan kerap masih sarat nuansa otoriter dan transaksional. Demokrasi sering kali hanya menjadi bungkus, sementara di dalamnya terjadi kompromi politik.

Jabatan Kapolri dengan demikian tidak sekadar posisi profesional, melainkan simbol politik yang mempertemukan kepentingan hukum dan elite. Mutasi besar seperti yang terjadi Agustus lalu akan terus dibaca dalam kerangka itu.

Publik akan menilai bukan hanya siapa yang dipromosikan, tetapi juga siapa yang mendapat dukungan politik. Demokrasi sejati hanya bisa diwujudkan bila Polri berdiri sebagai penjaga hukum, bukan pemain dalam gelanggang kekuasaan.

Mutasi kali ini pada akhirnya akan dinilai bukan dari daftar nama yang bergeser, melainkan dari arah yang dituju, apakah Polri melanjutkan reformasi menuju polisi modern dan profesional, atau justru kembali ke pola lama yang sekadar dibungkus jargon demokrasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Momen Prabowo ke Bandung Naik Kereta Cepat Whoosh

Presiden RI Prabowo Subianto saat duduk menggunakan kereta cepat "Whoosh" saat bertolak menuju Bandung, Jawa Barat, Rabu malam. Aktual/TIM MEDIA PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Jakarta, aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Bandung, Jawa Barat, Rabu malam, menggunakan kereta cepat “Whoosh” bersama masyarakat dari Stasiun Halim, Jakarta.

Ia tiba di stasiun sekitar pukul 19.45 WIB. Saat tiba, Prabowo mengenakan pakaian berwarna krem, termasuk jaket yang dipakainya dan topi berwarna topi biru tua.

Prabowo terlihat ikut tapping kartu di pintu tiket seperti penumpang lainnya, lalu berjalan menaiki eskalator menuju peron.

Momen itu sontak membuat banyak warga yang terkejut dan antusias. Kemudian Prabowo berjalan menuju peron dan melambaikan tangan ke arah pengunjung.

Tiba di peron dan sebelum masuk ke dalam kereta, Prabowo terlebih dahulu berfoto bersama kru Whoosh.

Tepat pukul 20.00 WIB, kereta cepat Whoosh berangkat meninggalkan Jakarta menuju Stasiun Tegalluar, Bandung

Adapun Presiden dijadwalkan membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung pada 7–9 Agustus 2025.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menjadi pembicara utama, bersama dengan para peraih Nobel, seperti Konstantin Novoselov dan Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dengan mengusung tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, KSTI 2025 menjadi forum strategis berskala nasional dan internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

CyberShield.ID Hadir dengan Solusi Keamanan Digital Strategis, Proaktif dan Inovatif

Jakarta, aktual.com – Serangan siber semakin hari semakin agresif. Setiap individu dan organisasi kini berisiko menjadi korban peretasan, pencurian data, pemerasan, penyebaran informasi palsu, dan perusakan system, dan berbagai bentuk serangan digital lainnya. Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia menghadapi sekitar 1,6 miliar serangan siber sepanjang tahun (2021), dan sebanyak 403 juta anomali tercatat pada tahun 2023.

CyberShield.ID hadir menjawab tantangan ini dengan pendekatan proaktif strategis dan solusi yang inovatif. Fokus CyberShield adalah membangun ketahanan digital melalui solusi keamanan siber end-to-end. CyberShield juga menawarkan solusi andalan vCISO360, yaitu layanan strategis keamanan siber menyeluruh yang mencakup pengawasan, operasional SOC, dan kepatuhan yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara regulasi dan perlindungan nyata. CyberShield.ID dioperasikan oleh PT. Solusi Keamanan Bersama dan PT. Solusi Pertahanan Digital, yang merupakan bagian dari Salim Group.

Struktur Solusi CyberShield adalah:

1. CyberShield vCISO360

● Cyber Governance & Advisory: Konsultasi tata kelola dan strategi keamanan siber.

● Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT): Uji celah keamanan pada sistem dan aplikasi.

● Security Operations Center (SOC): Pemantauan keamanan 24/7 & respons insiden secara real-time.

● Incident Response & Digital Forensics (DFIR): Investigasi insiden, mitigasi, dan pelacakan jejak digital.

● Security Awareness Training: Edukasi risiko siber untuk meningkatkan kesiapsiagaan karyawan.

2. CyberShield Add-ons Services & Solutions Implementation

● Threat Intelligence Monitoring: Deteksi dini kebocoran data, eksploitasi aktif, dan aktivitas dark web.

● Red Team Operation: Simulasi serangan APT (Advanced Persistent Threat) untuk menguji ketahanan organisasi.

● Online Cyber Patrol: Pemantauan daring terhadap phishing, penipuan, dan penyalahgunaan merek. Seperti memonitor merchant illegal dan judi online.

● Threat Detection Platform (TDP): Platform untuk korelasi log, deteksi anomali, dan investigasi insiden.

● Solutions Implementation: Implementasi solusi keamanan seperti SIEM, XDR, TIP, IAM, PAM dan SOAR.

CyberShield didukung oleh tim bersertifikasi global (CISSP, CEH, CISM, CISA, OSCP) dan berpengalaman menghadapi serangan nyata di sektor kritikal seperti perbankan, keuangan, energi, manufaktur, ritel dan teknologi.

Keunggulan CyberShield Dibandingkan Perusahaan Keamanan Siber Lain:

● Pendekatan intelijen taktis: Menggunakan simulasi ancaman realistis, bukan sekadar checklist.

● Tim berpengalaman strategis: Berasal dari lingkungan keamanan nasional dan sektor kritikal.

● Fokus industri strategis: Melayani sektor energi, pemerintahan, keuangan, manufaktur, dan teknologi.

● Kompetensi global dengan dukungan tim lokal: Respons cepat di Indonesia dengan standar layanan internasional.

● Fleksibilitas dengan open-source terkurasi: Efisien, transparan, dan tetap efektif dalam perlindungan.

Hadir pada event berskala internasional Digital Technology Innovation – Customer Experience (DTI-CX) 2025, CyberShield.ID memperkenalkan berbagai solusi dan produk keamanan siber terdepan.

“CyberShield.ID hadir untuk menjawab kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang tidak hanya reaktif dan teknis, tetapi juga proaktif dan strategis. Dengan latar belakang operasional yang kuat dan pengalaman menangani ancaman nyata, kami berkomitmen untuk menjadi mitra utama dalam membangun ketahanan digital Indonesia di berbagai sektor industri,” ucap CEO Hendi Arifin.

Khusus untuk even DTI-CX ini, CyberShield juga menawarkan program special: Free Cyber Security Assessment dan berkonsultasi langsung dengan tim ahli.

Selain itu, CyberShield juga memperkenalkan beberapa layanan baru yang berkolaborasi dengan mitra yaitu: ThreatBook TDP (Threat Detection Platform) dan SecIron.

ThreatBook TDP merupakan pusat kendali layanan SOC dan monitoring ancaman siber. Platform ini mengintegrasikan log dari berbagai sumber (endpoint, cloud, firewall, SIEM) dan secara otomatis mengkorelasikan data berbasis IOC dan TTP. Dengan deteksi anomali real-time dan koneksi langsung ke database threat intelligence internal, TDP mempercepat investigasi insiden dan analisis forensik secara efisien.

SecIron menghadirkan tiga solusi keamanan mobile: IRONSCAN untuk asesmen kerentanan dengan pengujian statik-dinamik dan pelaporan komprehensif, IRONSKY untuk monitoring real-time dan korelasi log ancaman, serta IRONWALL untuk hardening aplikasi dari serangan seperti repackaging dan jailbreak. Ketiganya mendukung berbagai platform mobile dan dapat diimplementasikan secara fleksibel, baik cloud maupun on-premises.

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

PKJS-UI Berkontribusi di WCTC 2025: Bahas Tantangan Tembakau dan Masa Depan Pengendaliannya di Indonesia

Jakarta, aktual.com – Tim dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) berpartisipasi aktif dalam World Conference on Tobacco Control (WCTC) 2025 yang diselenggarakan pada 23-25 Juni di Dublin, Irlandia.

Konferensi bergengsi ini mempertemukan lebih dari 100 negara dalam diskusi panel tingkat tinggi, studi kasus, dan lokakarya teknis yang membahas berbagai strategi pengendalian konsumsi tembakau global.

Salah satu fokus utama konferensi adalah bagaimana merancang kebijakan cukai yang efektif dalam menurunkan prevalensi merokok, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan pasar rokok ilegal.

Negara-negara seperti Brasil dan Vietnam menjadi sorotan atas keberhasilannya menerapkan reformasi cukai yang terstruktur dan disertai roadmap jangka panjang. Di Vietnam, misalnya, kebijakan lintas kementerian didukung oleh alokasi pendanaan khusus bernama Tobacco Control Fund yang menopang program pengendalian tembakau secara berkelanjutan. Simplifikasi struktur tarif cukai dinilai penting untuk mencegah konsumen beralih ke produk yang lebih murah, dan penegakan hukum diperkuat melalui sistem pelacakan digital (track-and-trace), seperti yang juga diterapkan di Brasil, Kenya, dan Filipina.

PKJS UI juga menyampaikan kontribusi ilmiahnya dalam WCTC 2025 melalui presentasi oral dan e-poster dalam forum. Suci Puspita Ratih dan tim memaparkan kajian sistematis mengenai dampak lintas generasi perilaku merokok kakek terhadap perkembangan cucu melalui mekanisme environmental epigenetics.

“Studi ini menunjukkan bahwa perilaku merokok di masa lalu, bahkan dari generasi kakek, dapat meninggalkan jejak biologis yang memengaruhi perkembangan cucu melalui jalur epigenetik lingkungan. Ini membuka ruang baru dalam memahami dampak jangka panjang tembakau,” jelas Suci.

Sementara itu, Risky Kusuma Hartono dan tim mempresentasikan dua hasil penelitian: pertama, melalui sesi oral, Risky memaparkan temuan dari analisis Global Youth Tobacco Survey (2006-2019) yang menunjukkan bahwa lebih dari 50% anak yang pernah mencoba berhenti merokok mengalami kekambuhan. Harga rokok murah, iklan rokok, penggunaan rokok elektronik, dan pengaruh teman sebaya menjadi faktor utama pemicunya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan harga, pelarangan penjualan rokok batangan, dan pembatasan iklan sangat penting untuk mencegah kekambuhan merokok pada anak dan remaja,” ujar Risky.

Dalam e-poster tersebut, Risky juga memetakan pertumbuhan penjual rokok konvensional dan elektronik di tiga kota besar Indonesia, yang menunjukkan peningkatan signifikan terutama di wilayah permukiman dan sekitar sekolah.

Partisipasi PKJS-UI pada WCTC 2025 memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus global pengendalian tembakau, sekaligus menegaskan pentingnya kebijakan yang lebih progresif di tingkat nasional.

Apalagi, pada tahun 2024 lalu, pemerintah tidak menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT), meskipun amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 mengharuskan adanya penyesuaian untuk mencapai target penurunan prevalensi perokok.

Kini, setelah satu tahun berlalu sejak regulasi tersebut disahkan, perkembangan implementasinya pun masih minim. Pemerintah perlu menunjukkan konsistensinya, setidaknya dengan menaikkan tarif cukai sebagai langkah awal dalam menjalankan komitmen pengendalian tembakau.

PKJS-UI berkomitmen untuk terus mendorong advokasi berbasis bukti, mendorong reformasi cukai, memperkuat layanan berhenti merokok, dan memperjuangkan perlindungan kesehatan publik dari pengaruh industri tembakau.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Layanan AHU Kini Hadir Di Seluruh MPP Jabotabek

Tangerang Selatan, aktual.com – Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) meresmikan Layanan Administrasi Hukum Umum di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang Selatan, Jl. Pahlawan Seribu, Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Widodo mengatakan hadirnya Layanan AHU di MPP Kota Tangsel ini, merupakan langkah yang tepat karena masyarakat tidak lagi perlu mecari-cari dimana keberadaan Layanan AHU berada. Hanya perlu mendatangi MPP dan bisa dengan mudah mendapatkan layanan.

“Masyarakat tidak perlu lagi mengakses layanan dari jauh atau bertanya-tanya ke mana harus pergi. Mereka cukup datang ke satu tempat, dilayani dengan baik, dan pulang dengan kepastian. Inilah wajah pelayanan hukum yang kita cita-citakan sederhana, pasti, cepat, dan transparan,” kata Widodo, Rabu (6/8).

Dia menjelaskan Ditjen AHU mengelola ragam layanan yang sangat kompleks. Dari pelayanan hukum badan usaha termasuk perseroan perorangan, legalisasi apostille, jaminan fidusia, kewarganegaraan dan pewarganegaraan, hingga pengelolaan harta peninggalan, semuanya menyentuh aspek-aspek penting kehidupan masyarakat.

Untuk itu, sambung dia, transformasi digital menjadi keharusan untuk memastikan layanan ini berjalan dengan efektif. Namun tidak boleh dilupakan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, pendampingan dan kehadiran langsung.

“Karena itu, kehadiran Layanan AHU di MPP adalah jawaban. Layanan pada MPP ini bukan sekadar ruang administrasi semata, tetapi jembatan antara teknologi dan kemanusiaan,” jelasnya.

Widdodo mengungkapkan kehadiran Layanan AHU di MPP Kota Tangsel merupakan wujud adanya Kerjasama pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkum melalui Ditjen AHU dan Pemerintah Daerah Banteh melalui Pemerintah Kota Tangsel. Tanpa adanya Kerjasama stakeholder antara pusat dan daerah layanan ini mungkin saja tidak bisa terwujud.

“Inilah bentuk sinergi yang ideal antara pusat dan daerah, antara instansi vertikal dan otoritas lokal, demi satu tujuan yakni pelayanan publik yang berkualitas dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Widodo mennyampaikan kehadiran Layanan AHU di MPP ini merupakan bagian program peningkatan pelayanan publik yang prima sebagaimana amanat dari Presiden Prabowo dan komitmen Kemenkum dalam mendorong birokrasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Ke depannya kami akan membuka lagi Gerai Layanan AHU di beberapa daerah yang dianggap strategis sehingga bisa memudahkan masyarakat yang memerlukan layanan kami,” tutupnya.

Untuk diketahui, berbarengan dengan Layanan AHU di MPP Kota Tangsel launching juga dilakukan paada tujuh MPP yang tersebar di Jabotabek yakni, MPP Kota Tangerang, MPP Kabupaten Tangerang, MPP DKI Jakarta, MPP Kota Bogor, MPP Kabupaten Bogor dan MPP Bekasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain