7 April 2026
Beranda blog Halaman 951

Dinilai Gerakan Pecah Belah, Ternyata Gibran Pernah Pakai Pin One Piece Saat Debat Pilpres

Wakil Presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Gibran Rakabuming di Indonesia Arena GBK, Minggu (19/11/2023). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com — Fenomena pengibaran bendera bajak laut dari manga One Piece jelang HUT ke-80 Republik Indonesia menuai sorotan tajam dari pemerintah dan parlemen. Bendera hitam bergambar tengkorak bertopi jerami—dikenal sebagai Jolly Roger—yang viral dikibarkan warga di sejumlah daerah, dinilai sebagai simbol provokasi yang bisa mengganggu persatuan nasional.

“Sebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri untuk tidak memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa,” ujar Menko Polhukam Budi Gunawan dalam siaran pers resmi, Jumat (1/8).

Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang ekspresi kreatif selama tidak melecehkan simbol negara. Namun bila terbukti ada kesengajaan, BG memastikan langkah hukum akan ditempuh.

“Konsekuensi pidana jelas. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 24 ayat (1) menyatakan bahwa Bendera Negara tidak boleh dikibarkan di bawah bendera atau lambang apa pun. Ini soal menjaga martabat nasional,” tegasnya.

Senada, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut fenomena ini sebagai bagian dari upaya sistematis memecah belah bangsa. Ia menyampaikan bahwa sejumlah lembaga keamanan telah mengendus indikasi gerakan terorganisir, bahkan melibatkan pihak luar negeri.

“Banyak juga (dari luar), ternyata tidak ingin bangsa Indonesia maju. Ini harus diwaspadai,” kata Dasco di Senayan, Kamis (31/7) malam.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, turut mengingatkan pentingnya semangat persatuan. Ia menyebut tantangan geopolitik saat ini tak mudah dan seluruh elemen bangsa seharusnya fokus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Silakan saja kalau mau ekspresi dengan bendera lain, tapi pengikat kita itu Merah Putih. Itu yang menyatukan kita dari Bone sampai Bali,” ujarnya saat menghadiri pembagian 10 juta bendera merah putih di Denpasar, Bali.

Namun yang menarik, simbol bajak laut One Piece ternyata pernah melekat pada sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat debat keempat Pilpres 2024, Gibran terlihat mengenakan pin bergambar Jolly Roger di dada kemeja birunya. Pin tersebut sempat menjadi perbincangan publik kala itu.

Pengamat mode dari Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria, menjelaskan bahwa pemilihan pin tersebut bukan tanpa pesan.

“Simbol Luffy dan bajak laut Mugiwara itu tentang kebebasan, solidaritas, dan dominasi lautan. Bisa jadi Gibran ingin menyampaikan pesan bahwa dia akan menjaga maritim Indonesia,” ujar Lisa.

Tak hanya itu, Gibran juga pernah tampil mengenakan jaket bergambar klan Uzumaki dari anime Naruto. Menurut Lisa, simbol tersebut menandakan kesinambungan—bahwa Gibran adalah ‘Boruto’ yang akan melanjutkan perjuangan ‘Naruto’, yakni Presiden Ke- 7 Joko Widodo.

“Naruto itu sering diremehkan tapi berhasil jadi pemimpin. Barangkali Gibran juga ingin membuktikan hal serupa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Air Bersih Mengalir, Harapan Baru untuk Warga Balikpapan

Direktur Utama Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo bersama Wakil Direktur Utama PT ITCI, Aryo P. S. Djojohadikusumo; Direktur Utama PT Arsari Tirta Pradana Willie Smits dan Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Balikpapan guna memastikan pasokan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025).

Balikpapan, aktual.com – Ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama bagi Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, seiring pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan kota. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Arsari Group melalui PT Arsari Tirta Pradana (ATP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Balikpapan guna memastikan pasokan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan PT Arsari Tirta Pradana, di mana ATP akan menyuplai air bersih dari Bendungan Arsari. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Nomor 245/1421002/10a-K/VII/2025-A tanggal 24 Juli 2025 tentang proyeksi kebutuhan air di Kota Balikpapan.

Direktur Utama Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, menyampaikan pentingnya realisasi inisiatif ini.

“Saya merasa cukup emosional karena gagasan ini sudah ada sejak sembilan tahun lalu, tepatnya pada 2016. Saya meyakini bahwa langkah ini dilakukan demi kesejahteraan rakyat, khususnya terkait akses terhadap air bersih. Air bersih adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi bagi semua orang,” tegas Hashim.

Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan mengatur aspek teknis antara Pemkot Balikpapan dan ATP. Hashim juga menekankan visi jangka panjang Arsari Group di sektor air bersih.

“Kami percaya bahwa kolaborasi seperti ini adalah investasi sosial yang bernilai tinggi. Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga fondasi bagi kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan kota di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi sinergi pemerintah dan sektor swasta ini.

“Kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat seiring perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk. Kerja sama dengan PT Arsari Tirta Pradana ini diharapkan mampu memberikan solusi berkelanjutan agar masyarakat mendapatkan akses air bersih yang memadai,” ungkap Rahmad.
“Kami menyambut baik dukungan Arsari Group, karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga Balikpapan,” tambahnya.

Kesepakatan Bersama ini ditandatangani di Jakarta pada Jumat, 1 Agustus 2025, dengan ruang lingkup meliputi identifikasi potensi dan kajian peluang kerja sama penyediaan air bersih di Balikpapan. Pelaksanaannya akan dievaluasi melalui rapat koordinasi setiap enam bulan dan pemantauan setiap tiga bulan. Kesepakatan ini berlaku lima tahun sejak penandatanganan, dengan opsi perpanjangan atau penghentian sesuai kesepakatan para pihak.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Moeldoko Pimpin Diplomasi Budaya Indonesia–Jepang di Expo 2025 Osaka

Osaka, aktual.com – Sebuah momen diplomasi budaya yang penuh makna terjadi di Paviliun Indonesia, Expo 2025 Osaka–Kansai, Jepang. Acara bertajuk Sakuranesia “Friend-Ship” Japan–Indonesia Cultural Dialogue ini menghadirkan dua tokoh penting dari dua bangsa: Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, mantan Panglima TNI dan mantan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, serta Iehiro Tokugawa, pewaris generasi ke-19 dari keluarga Tokugawa, salah satu klan paling berpengaruh dalam sejarah Jepang.

Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan bisnis, akademisi, diplomatik, dan seniman ini menjadi panggung dialog lintas budaya yang menyoroti pentingnya perdamaian, keamanan manusia, dan martabat dalam konteks dunia yang semakin kompleks secara geopolitik.

Diskusi panel utama yang bertema “Peace, Human Security & Dignity” menghadirkan percakapan mendalam mengenai ancaman krisis global, mulai dari perubahan iklim, perebutan sumber daya, hingga ketegangan politik antarnegara. Dalam pidatonya, Moeldoko menegaskan bahwa diplomasi budaya adalah salah satu bentuk resolusi konflik yang paling bermartabat dan berkelanjutan.

“Sebagai aktor formal, saya sudah selesai. Tetapi sebagai prajurit, saya adalah prajurit yang tidak pernah mati: old soldier never die. Kini saya memilih jalur budaya sebagai arena perjuangan,” ujar Moeldoko di hadapan para hadirin.

Ia juga menyinggung nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan budaya Indonesia, seperti falsafah Jawa “Tata Titi Duduga Peryoga”, yang sejajar dengan ajaran Bushido dari Jepang. Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang damai dan bermartabat.

Sementara itu, Iehiro Tokugawa, dalam kapasitas simbolisnya sebagai penerus klan Tokugawa, turut menekankan pentingnya menjaga warisan moral dan budaya leluhur sebagai kekuatan lembut (soft power) untuk memelihara stabilitas global.

Dalam acara tersebut, Wakil Walikota Nanto, Muneto Saito, mempersembahkan sebuah hokora—kuil kecil dengan ukiran khas daerah Inami—kepada perwakilan Indonesia. Hokora ini akan ditempatkan di Kuil Shin’yū di Indonesia sebagai simbol persahabatan abadi antara kedua negara.

Momen ini menjadi penegasan penting bahwa kerja sama budaya tidak hanya berhenti pada dialog, tetapi juga diwujudkan melalui simbol konkret yang membawa makna spiritual dan historis.

Semangat kolaborasi diwujudkan dalam pertunjukan seni lintas negara. Kota Nanto menampilkan dua kelompok seni unggulannya:

• Kiyari Dance Group, dengan 31 penari yang menampilkan tarian tradisional Jepang, dan

• Sukiyaki Steel Orchestra, grup musik yang memadukan instrumen baja dengan irama modern.

Kedua kelompok ini tampil bersama Duta Melati, grup seniman muda dari Indonesia, dalam pertunjukan bertajuk Kyōen (kebersamaan suara). Kolaborasi ini menyampaikan pesan universal bahwa seni adalah bahasa yang mampu melampaui batas bahasa, bangsa, dan ideologi.

Sebagai kelanjutan dari kegiatan di Expo, para tokoh dari Indonesia termasuk Moeldoko, Iehiro Tokugawa, dan perwakilan kedutaan melakukan kunjungan budaya ke Kota Nanto, Prefektur Toyama, pada 2 Agustus 2025.

Dalam kunjungan bertajuk “Friend-Ship Experience”, rombongan menikmati:

• Pertunjukan “Kokiriko” dan pengalaman alat musik tradisional sasara di Desa Ainokura (Warisan Dunia UNESCO)

• Pengalaman menumbuk mochi di Kuil Zentokuji

• Makan siang khas daerah Nanto dengan bahan lokal

• Tur ke bengkel ukiran kayu tradisional di Inami dan kunjungan ke Kuil Zuisenji, pusat spiritual dan seni ukir Jepang

Kegiatan ini bertujuan mempererat ikatan emosional dan kultural antara masyarakat kedua negara, sekaligus membuka jalur kerja sama promosi budaya dan pariwisata berkelanjutan.

Salah satu bagian paling menyentuh dari acara ini adalah seruan Moeldoko mengenai pentingnya membangun “negara berperasaan”—sebuah negara yang menjamin rasa damai, rasa aman, dan martabat warganya.

“Politik kasih sayang bukanlah slogan. Ia tumbuh diam-diam dalam keputusan-keputusan kecil yang adil. Di sekolah yang menerima anak miskin. Di puskesmas yang tidak memandang status. Di jalan desa yang tetap diperbaiki meski tak viral,” ungkap Moeldoko.

“Mari kita bermain di bawah Pohon Kuri, Tokugawa-san. Dan kita bersama mewujudkan negara berperasaan: negara yang hadir bagi yang lemah, adil bagi yang berbeda, dan setia pada rasa kemanusiaan,” katanya.

Acara ini merupakan bagian dari proyek Inochi・Chikyuu・Mirai (Kehidupan, Bumi, dan Masa Depan) yang digagas oleh Yayasan Sakuranesia. Melalui pendekatan budaya yang inklusif dan bermakna, Sakuranesia hadir sebagai platform baru diplomasi antarbangsa yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan keberlanjutan.

Dalam dunia yang makin keras dan kompetitif, pendekatan semacam ini menjadi oase yang menyegarkan: bahwa perdamaian tidak hanya diupayakan oleh negara-negara kuat, tetapi juga oleh mereka yang punya hati dan kesadaran budaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Semangat Produk Lokal Mepoly Berkobar di Inmarine 2025

Jakarta, aktual.com – Di tengah membanjirnya produk impor di pasar, semangat untuk mencintai dan mengandalkan produk dalam negeri kembali digaungkan dalam ajang Inmarine 2025. Salah satu pelaku industri nasional, PT Mepoly Industri, hadir dengan deretan produk andalannya yang diyakini mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Perusahaan ini dikenal sebagai produsen nasional selang dan tali untuk kebutuhan industri perkapalan.

Pendiri Mepoly Industry, Hoover Pandji, menyampaikan keyakinannya terhadap daya saing produk lokal. “Kami percaya bahwa produk-produk buatan dalam negeri, jika dibuat dengan kualitas dan standar tinggi, mampu bersaing bahkan lebih unggul dari produk luar. Mepoly hadir untuk membuktikan itu di Inamarine 2025,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Selama lebih dari enam dekade, Mepoly konsisten memproduksi barang-barang berkualitas tinggi dengan bahan premium dan pengawasan mutu yang ketat. Hal ini tidak hanya mendukung pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

“Kehadiran Mepoly di Inmarine 2025 menjadi pengingat bahwa keunggulan produk lokal adalah kunci untuk kemandirian industri maritim Indonesia,” lanjutnya.

Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian adalah QRope 8ply, sebuah tali yang telah menjadi andalan dalam industri perkapalan dan kelautan. Produk ini dikenal karena daya tariknya yang tinggi dan ketahanannya terhadap abrasi air laut.

QRope 8ply dibuat sepenuhnya dari bahan murni berkualitas tinggi, menggunakan formulasi khusus, dan diproses dengan teknologi mesin modern dari Eropa. Produk ini juga telah meraih sertifikasi internasional, termasuk ISO 9001:2015 dan Lloyd UKAS.

Untuk menarik minat dan keterlibatan pengunjung, booth Mepoly akan menyuguhkan beragam aktivitas menarik. Di antaranya adalah kehadiran ikon Super Milliard, program O2O (Online to Offline) activation, serta sesi testimoni langsung dari para pengguna setia Mepoly yang digelar pada 29–31 Juli 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad: Tak Perlu Benturkan Merah Putih dengan One Piece

Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelum memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025). ANTARA/Melalusa Susthira K.

Jakarta, aktual.com – Menanggapi isu pengibaran bendera One Piece, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan agar tidak membenturkan para pencinta One Piece dengan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Merah Putih.

Fenomena yang bermula dari aksi sopir truk dan meluas di media sosial, hingga muncul ajakan mengganti Merah Putih dengan bendera One Piece pada HUT RI ke-80.

“Tidak perlu ada narasi yang mendiskreditkan penggemar One Piece sebagai makar atau upaya menjatuhkan pemerintah,” katanya.

Dasco mengimbau agar seluruh anak bangsa bersatu dan senantiasa waspada terhadap segala upaya yang dapat memecah belah bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda melihat One Piece sebagai bagian budaya populer, bukan simbol separatis.

“One Piece ini manga yang sudah puluhan tahun tumbuh sama generasi muda kita. Ini salah satu staf saya anaknya sudah tiga, dia juga bilang dirinya Nakama,” ujarnya.

“Pada 17 Agustus, bendera Merah Putih tetap satu-satunya simbol nasional yang dikibarkan. Hal ini sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat persatuan dan kebangsaan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Denny JA: Abolisi dan Amnesti, Simbol Kearifan Politik Presiden Prabowo

Denny JA. Aktual/HO

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto mencerminkan kearifan dalam merawat bangsa yang tengah terpolarisasi. Langkah ini dinilainya bukan hanya soal hukum, tapi juga tentang menyembuhkan luka politik masa lalu.

“Dalam politik yang terpolarisasi, dan ketidakpastian ekonomi akibat kondisi geo-politik, pemimpinan nasional yang merangkul semua kekuatan bangsa itu sebuah kearifan,” ujar Denny JA dalam tulisannya yang dirilis Jumat (1/8/2025).

Thomas Lembong, mantan Menteri Perdagangan dan tokoh yang dikenal independen, divonis 4,5 tahun penjara atas kasus impor gula. Namun proses hukum terhadapnya dihentikan setelah Presiden mengajukan abolisi yang kemudian disetujui DPR pada 31 Juli 2025. Berbeda dengan amnesti, abolisi menghapus seluruh proses hukum secara total, bahkan ketika perkara masih dalam tahap banding.

Sementara itu, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, menerima amnesti setelah divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku. Amnesti yang diajukan Presiden dalam semangat kemerdekaan mencakup 1.116 terpidana, dan juga telah disetujui DPR.

Meski secara hukum berbeda, Denny melihat keduanya bertemu dalam satu nilai, kebijaksanaan negara dalam memilih menyembuhkan, bukan melukai kembali. Ia menyebut abolisi sebagai menarik panah sebelum menancap terlalu dalam, sementara amnesti adalah pelukan negara kepada mereka yang telah jatuh, namun diberi kesempatan untuk bangkit kembali.

Pascaputusan itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kadernya mendukung pemerintahan Prabowo. Bagi Denny, ini menjadi momen penting dalam sejarah, saat dua kutub politik besar Indonesia memasuki ruang rekonsiliasi.

Langkah Prabowo, menurut Denny, mencerminkan kepemimpinan yang menyadari bahwa pembangunan hanya tumbuh di tanah damai. “Yang menyelamatkan republik bukan tangan yang mengepal, tetapi tangan yang terbuka,” tulisnya.

Denny mengajak publik melihat amnesti dan abolisi bukan sebagai kelemahan hukum, melainkan sebagai puncak dari kekuatan hukum yang berjiwa adil, tapi juga memulihkan.

Bukan Transaksi Politik

Politikus PDI Perjuangan yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menegaskan bahwa pemberian amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bukanlah bagian dari transaksi politik, melainkan murni inisiatif Presiden Prabowo Subianto.

“Oh bukan dong, jauh sebelumnya. Kita juga kaget ini. Enggak pernah dipikirkan itu, betul-betul inisiatif presiden tentu bersama tim hukumnya, kaget itu. Dan apa ya, di luar perhitungan politik kita,” ujar Yasonna saat menghadiri Kongres VI PDIP di Bali, Jumat (1/8/2025).

Menurut Yasonna, baik amnesti kepada Hasto maupun abolisi untuk Tom Lembong merupakan langkah terobosan yang layak diapresiasi. Ia menilai keputusan politik tersebut menunjukkan keberanian dan kepekaan terhadap dinamika hukum di masyarakat.

“Tentu kita sebagai partai mengapresiasi ini sebagai terobosan politik yang baik,” kata mantan Menteri Hukum dan HAM itu.

Yasonna menilai keputusan Prabowo merefleksikan kepedulian terhadap suara publik yang menilai ada kejanggalan dalam penegakan hukum terhadap Hasto dan Tom.

“Kami sendiri mengatakan, itu daripada kriminalisasi politik. Dan presiden mengambil kewenangan konstitusional yang melekat padanya,” dia memungkasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Berita Lain