Hardjuno menilai, ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi situasi ketidakpastian. Apalagi saat ini, semua negara dalam tekanan keuangan hebat. Pasalnya, anggaran besar untuk pandemi Covid kemarin berasal dari utang. “Dan hari ini memanasnya geopolitik dan juga perubahan iklim menaikkan inflasi saat ekonomi sedang mundur,” ulasnya.

“Harga barang naik tapi pendapatan turun. Ini situasi berat sekali,” imbuhnya.

Untuk itu, Hardjuno menyerukan agar Presiden Jokowi mengambil sikap tegas saat menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan 2023 pada 16 Agustus nanti. Salah satu bentuk ketegasan sikap presiden adalah dengan berani menyetop pembayaran bunga rekap.

“Itu akan jadi proklamasi kemerdekaan dari konglomerat hitam negeri ini,” tandas Hardjuno.

Lebih lanjut, Hardjuno menegaskan skandal BLBI ini akan menjadi catatan sejarah kelam dan dosa sejarah yang akan diterima anak cucu bangsa ini jika tidak dituntaskan. “Makanya, saya meminta pemerintah untuk berani dan katakan stop dan hentikan pembayaran bunga subsidi obligasi rekap ex BLBI,” pungkasnya.

(Zaenal Arifin)