Jakarta, Aktual.com — Maraknya Alat Peraga Kampanye (APK) liar pada masa-masa kampanye Pilkada Medan tak dapat ditertibkan secara menyeluruh. APK liar itu masih terpasang di berbagai sudut kota Medan.

Ketua Panwaslu Medan Raden Deni Admiral ketika diwawancarai terkait itu mengaku memang menerima banyak laporan terkait APK liar.

“Kalau laporan itu paling banyak APK, dan sudah sekian kali kita diskusi, dan memang banyak pihak yang punya APK,” ujar Raden di Medan, Jumat (20/11).

Persoalan APK liar, lanjutnya, juga telah disampaikan oleh KPU Medan, dan kemudian dilanjutkan ke pemerintah kota Medan. Raden mengakui, soal penertiban, pihaknya mengalami kendala dalam kewenangan untuk melakukan eksekusi.

“Dalam peraturan tidak memberikan kewenangan kita untuk eksekusi, kita berkoordinasi dengan Pemko. Dari kawan-kawan kelurahan kecamatan, sudah kita siapkan suratnya itu, sudah cukup banyak surat yang kita sampaikan (ke Pemko),” ujarnya.

Selain itu, kendala lain yang menyebabkan lemahnya penertiban APK pada personil dan peralatan yang dimiliki.

“Tapi memang minimnya personil, minimnya alat akhirnya menjadi kendala bagi kita menertibkan. Dan mungkin kawan-kawan sudah pahamlah, kemarin kita sudah buat penertiban pertama, ada beberapa tempat yang tinggi-tinggi, gak sanggup alat dinas pertamanan, kita minta kerjasama sama pemadam kebakaran, ternyata itu juga belum datang,” katanya.

Sementara itu, disinggung terkait sanksi yang diberikan, Raden menyebut tidak akan berdampak pada diskualifikasi. Menurutnya, sanksi yang dilakukan sebatas peringatan dan sanksi moral.

“Nggak, makanya orang suka-suka hati berulang-ulang. Kawan-kawan KPU sudah memperingati terus itu, untuk 1×24 jam untuk diturunkan, cuma tidak diturunkan, pasangan calon bilang, itu bukan punya kami. Sanksinya ya peringatan, moral,” imbuh Raden.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Medan Randiman Tarigan berkelit, bahwa soal APK, pihaknya sudah mengingatkan pihak panwas.

“Jadi hasil rapat kita kemarin, mulai besok kita sudah penertiban. Itu (Penertiban) dari Panwas lho,” katanya.

()