Medan, Aktual.com — Banjir ‘Perbani’ yang terjadi dua kali dalam satu tahun menjadi momok yang mengerikan bagi warga Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Warga cemas lantaran setiap ‘pasang perbani’ terjadi banjir rob masuk ke rumah warga. Banjir setinggi satu meter itu kerap merusak perabotan rumah tangga milik warga.

Warga mengeluh soal banjir rob yang sering terjadi di daerah pinggir laut. Warga menilai banjir terjadi lantaran benteng yang dibangun Pemko Medan telah rusak.

Hal itu diungkapkan warga, saat calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Ramadhan Pohan datang untuk berdikusi dengan warga di Sekretariat Kelompok Komunitas Cinta Lingkungan (KKCL), Kelurahan Nelayan Indah, Sabtu (26/9).

Saat diskusi, seorang tokoh agama, Ustadz Asri mengatakan banjir rob terjadi dua kali dalam satu tahun saat pasang perbani. Banjir rob yang terjadi di Kelurahan Nelayan Indah melanda 7 lokasi dimana benteng bibir pantai pecah.

“Ketinggian banjir capai 1 meter. Banjir berlangsung selama 1 minggu. Dana sekira Rp7 miliar yang dibangun untuk benteng hasilnya nol. Benteng dibangun tapi hasilnya abal-abal, baru dibangun satu bulan sudah rusak. Warga disini berharap ke bang Ramadhan agar memperbaiki benteng tersebut. Perabotan warga rusak akibat banjir itu,” ujar Asri.

Sementara, Pembina KKCL, Fitri menyebut banyak sampah yang tidak dikelola di kelurahan Nelayan Indah dan banyak infrastruktur yang rusak.

“Di lingkungan ini jorok, jadi kami sering buat kegiatan gotong royong. Persoalan narkoba juga perlu ditanggapi Pemko Medan,” kata Fitri.

Menanggapi permasalahan tersebut, Ramadhan Pohan sepakat bahwa banjir rob merupakan permasalahan yang harus cepat ditanggapi pemerintah.

Menurutnya, benteng pinggiran laut harus dibangun kokoh sehingga ketika pasang perbani terjadi, air tidak masuk ke rumah warga.

“Benteng harus dibangun kokoh, bila perlu benteng kita tinggikan lagi. Jangan gara-gara pembangunan benteng yang tidak kokoh sehingga warga disini jadi korban,” tegas Ramadhan.

Setelah berdiskusi, warga kemudian mengajak Ramadhan melihat kondisi benteng yang sudah rusak. Warga juga mengajak Ramadhan melihat kondisi pemakaman yang juga sering kebanjiran.

()