Dua penyidik menunjukkan barang bukti berupa 64 ribu dolar Singapura saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan KPK di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (7/10) malam. KPK melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado SDW dan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Golkar AAM serta tiga orang lainnya atas kasus dugaan suap hakim untuk mengamankan putusan banding vonis Marlina Moha yang merupakan ibu dari AAM. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jombang, Aktual.com – Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LINK) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten tersebut menyusul Bupati Jombang yang diduga terkena operasi tangkap tangan (OTT).

Koordinator LINK Kabupaten Jombang Aan Anshori mengatakan, adanya pejabat yang tertangkap tangan oleh KPK merupakan hal yang buruk terjadi bagi sejarah birokrasi Kabupaten Jombang sejak reformasi digulirkan. Setelah Sekda Jombang ditetapkan tersangka KPK beberapa bulan lalu, giliran NSW, yang diduga Bupati, digelandang KPK dalam operasi tangkap tangan beberapa jam lalu.

“Melalui peristiwa ini, kami sangat mengapresiasi kinerja KPK yang telah secara meyakinkan mampu menjawab keresahan publik terkait aroma busuk dalam roda pemerintahan kabupaten,” katanya di Jombang, Sabtu (3/2) malam.

Ia menduga, ada banyak kecurangan yang terjadi di Pemkab Jombang. Isu yang mencuat terkait kecurangan itu misalnya gratifikasi terkait jual beli jabatan, baik di level SKPD maupun posisi kepala sekolah.

“Menurut catatan kami, telah terjadi sekitar 7-8 kali mutasi yang beraroma tidak sedap,” katanya.