Dua orang terlihat di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini ditutup berhasil tembus 4.800 didukung ramainya transaksi. IHSG melesat 90,04 poin atau 1,91% ke level 4.802,53. AKTUAL/TINO OKTAVIANO 

Jakarta, Aktual.com —  Pelaku pasar masih melakukan aksi jualnya seiring pelemahan bursa saham global akibat langkah bank sentral China yang mendevaluasi mata uangnya.

Bahkan setelah melakukan devaluasi sebelumnya, kali ini yuan kembali didevaluasi sehingga makin memberikan tekanan pada laju rupiah. Pelaku pasar pun kembali merespon negatif. Bahkan adanya pelantikan jajaran kementerian hasil reshuffle belum memberikan efek positif pada pasar.

“Perombakan kementerian Kabinet Kerja Jokowi-JK tidak akan langsung membuat pasar akan berbalik menghijau. Apalagi dengan derasnya sentimen devaluasi Yuan hingga dua hari berturut-turut,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dengan sentimen negatif tersebut membuat pelaku pasar masih melanjutkan aksi jual dan kembali membuat IHSG longsor. Tidak tanggung-tangung melemah lebih dari 3,1 persen. Kembali anjloknya rupiah setelah merespon devaluasi lanjutan dari yuan turut direspon negatif pelaku pasar.

Pada perdagangan Kamis (13/8) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 4.435-4.465 dan resisten 4.550-4.586. Ternyata IHSG juga memiliki utang gap di level 4.216-4.292 yang belum tertutup di awal Januari 2014 sehingga dapat mengganggu peluang pembalikan arah naik IHSG.

“Tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan dan sentimen yang akan muncul,” pungkasnya.

(Eka)