Jakarta, Aktual.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas membantah,  bahwa organisasi Islam terbesar di Indonesia itu akan menggelar Haul Akbar bagi almarhum Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, pukul 19.00 WIB nanti.

“Tidak ada,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/1).

Robikin menyatakan, saat ini PBNU justru sedang mempersiapkan rangkaian peringatan harlah NU yang puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 16 Rajab 1442, yang bertepatan tanggal 28 Februari 2021.

“Seperti dimaklumi, NU didirikan tanggal 16 Rajab 1344, bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926. Sehingga untuk harlah di tahun Hijriyah merupakan harlah yang ke-98 dan untuk tahun masehi merupakan harlah ke-95,” jelasnya.

Dikatakan, Harlah dihelat sebagai ungkapan syukur sekaligus guna meneguhkan aktualisasi prinsip-prinsip NU, baik di bidang agama, sosial maupun berbangsa dan bernegara. Agar jelang memasuki abad kedua berdirinya, NU dapat mengambil peran lebih signifikan dalam upaya mewujudkan peradaban dunia.

“Jadi PBNU tidak ada kaitannya (haul Soeharto) dengan kegiatan tersebut (harlah NU),” tukasnya.

Pernyataan Robikin ini sekaligus membantah berita yang berjudul Haul Akbar Soeharto Digelar PBNU. Berita tersebut berdasarkan agenda acara yang beredar di kalangan wartawan. (RRI)

(Warto'i)