Pemerintah harus memperhatikan beberapa syarat dalam menggunakan dana haji untuk investasi. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Misteri penggunaan dana haji sedikit demi sedikit mulai terkuak. Penggunaan dana umat ini terkuak setelah salah seorang pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) mengatakan hal tersebut kepada awak media.

Adalah Staf Kemenko Kemaritiman yang bernama Septian Hario Seto, yang membuka hal tersebut kepada publik. Septian menyiratkan bahwa dana haji akan digunakan untuk pembiayaan proyek light tail transit (LRT) di Jabodetabek.

Septian mengungkapkan, hingga kini 70 persen dana yang dibutuhkan untuk proyek LRT akan bersumber dari pinjaman beberapa bank. Pinjaman yang berkisar antara Rp 18 Triliun hingga Rp 19 Triliun ini, sudah mendapatkan respon positif dari beberapa bank yang ingin mendanai proyek LRT.

Secara keseluruhan, proyek LRT Jabodetabek sendiri membutuhkan dana total sebesar Rp 27,5 Triliun. Keseluruhan dana tersebut digunakan untuk membangun tiga rute LRT, yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas.

“Jadi, sekitar Rp 18 triliun sampai Rp 19 triliun itu nanti bisa dari bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan sebagainya,” ucap Septian saat Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek LRT di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (4/8).

(Andy Abdul Hamid)