Jakarta, Aktual.co — Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 kilometer yang sudah dimulai sejak 2011, akan dituntaskan dalam lima tahap atau lima paket pekerjaan, sedangkan saat ini dalam penyelesaian untuk paket 2, 3, dan paket 4.
“Untuk paket 1 sepanjang 25 km dari kilometer 13 Balikpapan ke Samboja, paket 2 sepanjang 23,3 km dari Samboja ke Palaran I, paket 3 sepanjang 21,9 km dari Samboja ke Palaran II, dan paket 4 dari Palaran ke Jembatan Mahkota II Samarinda,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Minggu (31/5).
Untuk pembangunan tahap awal mulai km 13 Balikpapan sudah diselesaikan pada 2012, sedangkan pada paket 5 dari Kelurahan Sepinggan di Balikpapan ke km 13 Kelurahan Karang Joang dikerjakan menyusul.
Diperkirakan pembangunan pada tol pada seluruh paket tersebut menghabiskan total dana mencapai Rp9,5 triliun baik yang diperoleh dari ABPD Kaltim, APBN, maupu swasta.
Dalam skema pembangunannya tol tersebut adalah, pada paket 1 dan paket 5 digarap dari anggaran pemerintah, sementara tiga paket lainnya dikerjakan investor atau perusahaan swasta melalui lelang yang ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini juga.
Biaya pembangunan tol pada kisaran Rp 80-90 miliar per kilometer. Sedangkan pekerjaan tiga paket yang saat ini berlangsung, merupakan hasil lelang yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Pembangunan jalan tol tersebut merupakan bagian dari rencana Pemprov Kaltim untuk menghubungkan kawasan industri di daerah itu, yakni mulai dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Bontang, hingga kawasan indsutri Maloy di Kabupaten Kutai Timur.
Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda menjadi prioritas sesuai yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Dalam economic interest rate of return (EIRR) yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi tol akan terus meningkat, demikian pula dengan financial interest rate of return (FIRR) atau tingkat pengembalian modal.
Pembangunan jalan tol dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan penumpang dan industri, terutama dalam memberikan jaminan kenyamanan baik pagi pengendara melalui tol maupun untuk ketepatan waktu pengiriman barang. 

Artikel ini ditulis oleh: