Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution saat peresmian "Financial Close" PLTU Batang serta penandatanganan pengusahaan proyek strategis di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/6). Proyek percepatan pembangunan yang ditandatangani yaitu di ruas jalan tol Samarinda-Balikpapan, jalan tol Manado-Bitung dan jalan tol Malang-Pandaan, hal tersebut untuk mendukung percepatan pembangunan nasional, serta "Financial Close" PLTU Batang yang sempat tertunda. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah berencana melakukan impor 700 ribu ekor sapi bakalan hingga akhir 2017 untuk menurunkan harga daging dan menyediakan alternatif protein hewani bagi masyarakat.

“Daging sapi akan relatif lebih murah karena kita juga akan mengimpornya dari negara lain. Sapi kita lebih banyak (sapi) bakalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mengikuti rapat stabilisasi harga dan ketersediaan pangan, di Jakarta, Selasa (13/9).

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Nantinya akan diputuskan perusahaan penggemukan (feedloter) yang mendapatkan jatah impor sapi, dimana mereka sebelumnya harus memenuhi rasio antara sapi indukan dan bakalan.

Kementerian Perdagangan sebelumnya telah menyatakan akan memberi izin impor sapi bakalan bagi importir yang mendatangkan sapi indukan untuk pembibitan dengan skema rasio 80:20 atau sejalan dengan rekomendasi Kementerian Pertanian.

“Kami sekaligus sudah harus menyiapkan peternakan rakyatnya. Di sini kita perlu bicara dengan intensif karena lahan untuk ‘breeder’ juga tidak mudah,” tegas Darmin.

Selain itu, pemerintah juga bersiap mendatangkan kembali daging kerbau dari India dalam waktu dekat untuk menekan harga komoditas, menyediakan pemenuhan protein hewani bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan kebutuhan untuk Ramadhan dan Lebaran 2017.

Darmin mengatakan pemerintah akan mengimpor daging kerbau hingga 100 ribu ton, dimana izin impor akan diberikan hingga Juni 2017.

“Kami menargetkan impor daging hingga 100 ribu ton. Sebanyak 70 ribu ton hingga akhir Desember 2016, sisanya sebanyak 30 ribu ton untuk persiapan puasa dan Lebaran,” kata Darmin.

Dia mengatakan permintaan daging kerbau cukup banyak karena 10 ribu ton yang diimpor secara bertahap sebelum September 2016 telah habis. Antrean yang meminta daging kerbau juga banyak, terutama dari pelaku industri makanan.

(Nebby)