Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) saat akan mengisi kendaraan di depan nosel dan selang Pertalite RON 90 di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Rabu (22/7/2015). PT Pertamina (Persero) akan mendistribusikan bahan bakar dengan kandungan research octane number (RON) 90 di 103 SPBU. Pertalite baru bisa diperoleh di tiga kota besar yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Dalam pelaksanaan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang percepat penjualan BBm Satu Harga di seluruh Indonesia, tentu tidak bisa serta merta terjadi secara konstan tanpa menyelesaikan permasalahan yang telah menjadi ganjalan selama ini.

Untuk itu, pemerintah telah mempunyai perencanaan membangun fasilitas SPBU di 108 lokasi yang dianggap mampu menekan harga. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap hingga tahun 2020.

“Tahun 2017 kita akan membangun di 22 lokasi, tahun 2018 ada 45 lokasi, tahun 2019 kita bangun di 29 lokasi, sedangkan tahun 2020 ada 12 lokasi,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja pada Senin malam di Kantornya (28/11).

Dia menjelaskan, perencanaan demikian disusun berdasarkan kesulitan proyek dengan pertimbangan percepat program, maka titik yang dianggap paling gampang diselesaikan, pengerjaannya diproyeksikan lebih awal.

“Kenapa kita bagi bagikan begitu, karena perencanaan kita yaitu yang bisa cepat kita kerjakan, maka itu lebih alaw di tahun 2017 dimana daerah infrastruktur daratnya sudah memadai dan infrastruktur lautnya juga memadai. Tinggal kita membangun SPBU disana. Memang belum ekonomis, tapi dengan margin yang cukup, kita harapkan menjadi ekonomis,” ujarnya.

Selanjutnya, pembangunan baru dilakukan pada daerah yang infrastuktur laut dan daratnya terbatas dan harga BBMnya tinggi serta kebutuhan volumenya besar. Kategori seperti itu sebanyak 45 lokasi yang telah teridentifikasi.

Sedangkan untuk kategori infrastruktur yang sangat terbatas terdapat 29 lokasi yang akan dibangun pada tahun 2019. Untuk tahun 2020 akan dibangun sebanyak 12 lokasi denga Kategori daerah yang belum ada infrastruktur sama sekali.

(Laporan: Dadangsah Dapunta)

(Eka)