Kartu Merah Fahri Hamzah (Foto: Istimewa)
Kartu Merah Fahri Hamzah (Foto: Istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Presiden Keluarga Alumni (KA) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Fahri Hamzah menilai pemerintahan Jokowi-JK sudah kehilangan arah. Oleh sebab itu, dirinya mengeluarkan kartu merah. Sebelumnya, Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa, telah mengeluarkan ‘kartu kuning’ kepada pemerintahan Jokowi.

“Ada yang sudah angkat kartu kuning. Saya sudah ada kartunya (merah). Lihat saja, kalau salah arah, pemain dikeluarin semua saja,” ujar Fahri Hamzah di Jakarta, Sabtu (3/2).

Menurutnya, budaya berkumpul dan bersatu membahas dialog arah Indonesia harus segera dilakukan. Pasalnya, partai yang tergabung koalisi merah putih (KMP) sudah seharusnya mendengarkan arah baru yang harus dicapai.

“Kalau kartu merah sudah keluar, maka presiden semestinya keluar gelanggang,” kata Fahri.

Dirinya mengingatkan perkaataan Bung Karno bahwa Revolusi tidak pernah berhenti. Budaya berkumpul bareng untuk menyatu dan bersatu harus tetap ada. Pasalnya, saat ini para politisi dan tokoh perlu membahas arah baru Indonesia agar tidak salah arah.

“Para politisi harus berdiskusi seperti tentang arah ke depan supaya tidak boleh salah arah. Bahaya sekarang percakapan dilarang, bisa-bisa kita salah arah secara politik dan masuk jurang,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa, telah mengeluarkan aksi ‘kartu kuning’ kepada Presiden Jokowi. Hal tersebut ditegaskannya bukanlah aksi bayaran.

“Terkait tudingan aksi ini adalah aksi bayaran, itu semua bohong, tidak benar. Aksi ini pure dari hati nurani mahasiswa untuk menyambut Jokowi dan memperingatkan Jokowi untuk bisa melaksanakan tugas-tugasnya yang belum selesai,” ujar Zaadit.

Lebih lanjut dikatakannya, aksi yang dilakukan untuk memberikan peringatan kepada Jokowi, bukan untuk mempermalukan atau menjelek-jelekkan nama baik. Bahkan aksi ini dilakukan oleh BEM UI dan 6 BEM fakultas lainnya, tidak terafiliasi dengan aksi JAK yang sebelumnya sempat viral poster-posternya maupun aksi-aksi lain yang timbul.

“Aksi ini adalah aksi yang pure dilakukan oleh BEM UI, BEM FKM, BEM FIK, BEM Fasilkom, BEM FIB, BEM FMIPA, BEM Vokasi UI,” sambungnya. (dtk)

 

(Eka)