Jadi generasi penerus kita bisa mengetahui filosofi-filosofi dari ikon Betawi tersebut, jangan malah membangun Tugu Sepatu yang enggak ada manfaatnya sama sekali, jika mau melakukan Gerakan Kolaborasi bukan seperti ini caranya, Kalau mau memuliakan Masyarakat Betawi, harus di lakukan dengan Gerakan nyata, supaya semua Masyarakat Betawi yang berada di DKI Jakarta bisa merasa bangga, senang dan merasakan manfaatnya. hal-hal kecil sebenarnya bisa dilakukan untuk melakukan Gerakan ini, yaitu salah satunya memperbanyak membangun Tugu Ondel-Ondel di sudut-sudut Ibukota. Supaya bisa mengedukasi Masyarakat, terutama anak-anak muda. Supaya tidak Lupa akan Sejarah Kebudayaan Betawi” sambungnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI bersama Jakarta Experience Board (JXB) berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif memasang instalasi atau tugu sepatu raksasa di sejumlah titik di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk menandai rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta 2021.

Instalasi sepatu akan dipajang di 3 titik yakni di Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Alun-Alun Velodrome pada 17 – 26 September 2021.

Pembangunan instalasi tugu sepatu Jakarta itu disebut tidak menggunakan APBD dan inisiasi dari pelaku ekonomi kreatif. Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi dengan menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Jakarta.

Instalasi seni ini dilengkapi dengan QR code yang dapat dipindai, sehingga masyarakat dapat membaca surat terbuka yang ditujukan kepada para pelaku usaha kreatif yang berisi ajakan kepada seluruh elemen, terutama para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa melakukan pendekatan adaptasi, inovasi dan kolaborasi untuk dapat bertahan di masa sulit.

Instalasi tugu sepatu Jakarta yang hadir di Ibu Kota ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membuat gerakan-gerakan kolaborasi yang lebih besar. Sehingga, Jakarta sebagai kota metropolitan, layak menjadi sebuah kanvas yang bisa dilukis oleh warga kota untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi bersama.

(Andy Abdul Hamid)
1
2
3
4