Surabaya, Aktual.com – Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur Moch Arif mengatakan, bahwa penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) kerap digunakan oleh peserta Bakal Calon Kepala daerah. Ia pun mengakui bahwa temuan tersebut juga banyak ditemuinya di Surabaya.

Menjelang Pemilhan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember 2020 mendatang, sejumlah warga Surabaya kerap menemui pelanggaran tersebut, salah satunya yang dilakukan oleh Eri Cahyadi. Apalagi di tengah situasi krisis akibat pandemi saat ini, bansos tersebut seolah jadi jalan pintasnya.

“Temuan itu banyak. Makanya kemarin itu sempat diserang oleh Anggota Dewan Kota, terkait turunnya Eri Cahyadi ke lapangan, menggunakan label beliau untuk mencalonkan diri,” ujar Moch Arif.

Eri Cahyadi yang juga Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu bahkan terus melakukan pelanggaran yang tak semestinya. Tak berhenti sampai di situ, Eri Cahyadi juga terus mempersuasif perangkat desa agar memilihnya.

“Pendekatan persuasif ke RT/RW, terkait pengajuan-pengajuan juga dipermudah, banyak di acc, karena beliau sebagai Bappeko juga. Padahal sebelumnya lama dan sulit,” sambungnya.

Meski santer digadang-gadang akan meramaikan kontestasi politik, namun status Eri Cahyadi yang masih sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) tentu jadi pertanyaan. Meskipun ia dianggap sebagai ‘anak emas’ Walikota Tri Rismaharini, namun tak elok rasanya jika tak mundur dari jabatannya.

Sebelumnya juga, telah beredar luas sebuah foto di lini masa yang diduga memperlihatkan Eri Cahyadi tengah mengkampanyekan diri. Mengenakan baju putih, Eri Cahyadi yang tengah bersama relawannya tak sendirian, ia juga terlihat tengah duduk didampingi oleh Camat Tegalsari.

(As'ad Syamsul Abidin)