Teror bom Kampung Melayu. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Peneliti ihwal kajian strategis intelijen di Universitas Indonesia Ridlwan Habib tidak setuju dengan asumsi yang menyebut bahwa musibah bom Kampung Melayu merupakan hasil rekayasa polisi.

Pasalnya, berdasarkan penelusuran pelaku bom tersebut masuk ke dalam jaringan terorisme di Tanah Air.

“Satu jam setelah bom Kampung Melayu, itu ada meme yang bilang di media sosial bahwa rekayasa polisi. Tapi kok oleh orang yang tidak bertanggung jawab bilang ini rekayasa? Ini kan gila,” kata Ridlwan, saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi tentang terorisme, di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/6).

Dia menekankan, asumsi-asumsi seperti itu tidak boleh didiamkan begitu saja tanpa adanya penjelasan. “Ide seperti ini kalau tidak ditangkal akan menjadi polemik di level akar rumput.”

Di sisi lain, Ridlwan juga mengingatkan peranan DPR dalam menangkal pendapat bahwa ada rekayasa polisi dalam setiap musibah bom. Sebagai wakil rakyat, pihak DPR tentu memiliki instrumen untuk mengantisipasi melebarnya pandangan seperti itu. Tapi menariknya, Ridlwan sendiri tak percaya dengan anggota DPR.

“Ini yang mesti ditanyakan lagi ke DPR. Saya kok agak pesimistis kalau ini dibawa ke politik, dengan menumpangi wacana terorisme. Sejak jaman dulu, ini bukan masalah pemerintah tapi ideologi.” M Zhacky Kusumo

()

(Wisnu)