Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK (Aktual/Ilst.Nelson)
Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com — Partai Politik dan beberapa pihak yang mendorong Presiden Joko Widodo untuk melakukan perombakan kabinet (Reshuffle), dinilai haus akan kekuasaan.

Demikian disampaikan Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, Senin (4/4).

“Wajar ada yang mendikte dan mengajari presiden siapa yang layak direshuffle. Ini kan ujungnya kekuasaan,” kata dia.

Menurut dia, saat ini partai memiliki kepentingan memperbanyak jumlah menteri dari parpol dan mengurangi jumlah menteri dari latar belakang profesional.

Oleh sebab itu dilanjutkan dia, Parpol sengaja mendorong reshuffle unutk mempengaruhi dan membentuk opini Presiden.

Sayangnya menurut dia, Presiden Joko Widodo dalam membangun pemerintahannya memiliki kelemahan. Yakni sambung dia, tidak memiliki tim untuk menilai kinerja kementerian yang bagus dan tidak.

lantaran tidak memiliki tim itu, Presiden kurang dapat menilai mana kementerian yang berkinerja bagus maupun memilik serapan anggaran yang baik dengan yang tidak.

“Kalau dulu SBY tetap trayek dan panduannya jelas yaitu UKP4 yang menilainya. Presiden yang mengunakan hak prerogatifnya. Prerogatif SBY lebih sempurna karena ia ketua umum yang sulit di intervensi,” kata dia.‎

Pernyataan pangi tersebut, pun menanggapi menangapi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB, Daniel Johan yang menyebut, adanya fitnah secara sistematis yang tidak sesuai fakta hanya untuk merebut kursi Kementerian Desa (Kemendes).

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meminta agar tidak ada yang mendikte apalagi mendorong dalam urusan perombakan kabinet (reshuffle). Dan Jokowi meminta para menterinya untuk fokus bekerja.

“Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang mendorong-dorong, tidak usah ada yang mendikte,” tegas Jokowi, Minggu (3/4/2016).

Artikel ini ditulis oleh: