Jakarta, Aktual.com — Index Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung mengalami kenaikan. Namun kecenderungan tersebut tidak berimbas pada laju rupiah yang tetap nyaman berada di zona merah. Pelaku pasar pun masih pesimis adanya penguatan pada rupiah.

“Apalagi laju mata uang Asia masih mengalami pelemahan sehingga tidak memberikan imbas yang baik pada laju rupiah,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Rabu (9/9).

Lebih lanjut dikatakan dia, penurunan sejumlah mata uang Asia dipicu respon negatif pada data-data ekonomi Asia dari Jepang dan Tiongkok yang dirilis turun. Rilis kenaikan neraca perdagangan Jerman justru ditanggapi negatif pada laju Euro sehingga memberikan imbas negatif pada rupiah.

Reza memprediksi laju rupiah di bawah target support 14.237, yaitu Rp14.305-14.272 (kurs tengah BI). Menurutnya, target support kembali ditabrak rupiah sehingga memunculkan peluang menuju support berikutnya.

Jika tidak adanya perlawanan dari sentimen yang dapat membuat kondisi pasar membaik, maka kemungkinan adanya potensi pelemahan.

“Dengan demikian, terpaksa kami harus kembali menentukan target support. Tetap cermati sentimen yang akan dirilis dimana dapat berimbas negatif pada laju rupiah,” pungkasnya.

(Eka)